Dear kawan-kawan bisnis seperjuangan,
 
Salam Sejahtera,
 
Saya ingin menawarkan bantuan kerjasama, yaitu saya bekerja sendiri memproduksi 
paket software aplikasi akuntansi untuk perusahaan trading www.rumahvenus.com
Seandainya kawan-kawan ingin menghasilkan uang bersama dengan menawarkan produk 
ini, berikut adalah sebagian dari pengenalan produk:
Dengan systemFAST, Perusahaan Bapak/Ibu akan mendapatkan berbagai keuntungan 
seperti:
1)      Sistem yang membantu pihak manajemen dapat melakukan analisa 
perkembangan perusahaan dari waktu ke waktukarena mendapatkan informasi yang 
cepat dan tepat untuk kepentingan kemajuan bisnis.
2)      Memperkecil tingkat kesalahan yang terjadi dalam melakukan aktifitas 
sehari-hari dan tidak diperlukan lagi penginputan ganda.
3)      Meningkatkan kinerja perusahaan sehingga otomatis berpengaruh terhadap 
hasil yang didapatkan oleh Perusahaan.
4)      Sistem yang sesuai dengan kondisi bisnis di Indonesia.
5)      Implementasi sistem yang efisien dan efektif dengan metode yang 
terbukti berhasil diterapkan pada pelanggan-pelanggan kami dan kami juga 
menjamin bahwa akan berhasil diterapkan di Perusahaan Bapak/Ibu.
6)      Support yang dapat diandalkan untuk mendukung perkembangan perusahaan 
di masa datang.
 
Pembangunan sistem komputerisasi selain sebagai peneguh citra korporasi dan 
sebagai bagian dari pengembangan perusahaan, perlu segera dilakukan mengingat 
dinamika internal maupun eksternal yang sedang dan akan terjadi. Seperti yang 
kita ketahui, sampai saat ini Perusahaan Bapak/Ibu belum menggunakan suatu 
sistem komputerisasi yang terintegrasi, sehingga beberapa hal yang krusial 
berikut ini menjadi fokus dari manajemen :
    1.      Belum dapat menghasilkan laporan keuangan (Balance Sheet, Income 
Statement, Cash Flow, etc) secara on-time atau tepat waktu.
    2.      Kontrol terhadap hasil usaha serta realisasinya juga tidak dapat 
dilakukan dengan mudah, seperti Piutang Outstanding.
    3.      Analisa dari hasil penjualan yang telah dilaksanakan berdasarkan 
waktu tertentu.
 
Menyikapi hal itu, diperlukan keterlibatan pihak ketiga dalam memberikan solusi 
dan melakukan pembangunan sistem tersebut. Sejalan dengan perkembangan 
teknologi sistem informasi maka dunia usaha dituntut untuk semakin professional 
baik secara perusahaan maupun secara tiap-tiap individu sumber daya manusianya. 
Tuntutan profesional itu dapat diwujudkan dengan pihak perusahaan merencanakan 
investasi dalam menggunakan teknologi komputer untuk membantu pekerjaan. Dengan 
teknologi informasi ini diharapkan sumber daya manusia lebih berkonsentrasi 
pada pekerjaan yang lebih baik tanpa harus terbebani masalah-masalah yang 
timbul akibat administrasi data. Pada saat ini biasanya perusahaan masih 
menggunakan komputer hanya sebagai alat pendukung operasional untuk mencatat 
kegiatan sehari-hari tanpa sistem terpusat, jadi masing-masing pengguna 
komputer di perusahaan mempunyai informasi kegiatan operasional dengan format 
yang berbeda-beda. Informasi yang tercatat itu
 dapat menimbulkan perbedaan pencatatatan akhir, misal pada divisi keuangan dan 
divisi operasional. Hal itu dapat terjadi karena duplikasi data yang 
kemungkinan satu pelanggan seolah-olah dilaporkan melakukan lebih dari satu 
transaksi karena perbedaan pencatatan nama pelanggan. Atau bisa juga terjadi 
pencatatan berulang transaksi yang sama. Pencarian informasi status produk 
sangat membutuhkan waktu terutama jika informasi produk itu dipegang oleh 
tenaga sales yang berbeda sehingga mengakses informasi itu harus  
ketergantungan pada tenaga sales tertentu, selain itu bisa saja informasi yang 
didapat tidak up to date disebabkan ternyata produk tersebut sudah dipesan oleh 
pelanggan lain melalui tenaga sales yang berbeda. Sulitnya melacak pemberian 
diskon penjualan yang harus dicatat dan diketahui siapa yang memberi diskon, 
selain itu juga tidak sembarang orang dapat memberi diskon penjualan tersebut 
harus disesuaikan dengan tingkatan jabatan yang
 bersangkutan. Kejadian lain adalah pembayaran hutang bisa lebih dari satu kali 
untuk transaksi yang sama sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan 
karena tidak adanya pencatatan yang sistematis pada buku hutang. Pada divisi 
Pembelian juga tidak mudah mengatur kontrol manajemen jika masih dilakukan 
secara manual, sebagai contoh bisa saja terjadi pembelian barang di luar 
kebutuhan karena tanpa adanya kontrol pihak manajemen yang berwenang. Apalagi 
pada bagian gudang, akan semakin repot mengontrol pencatatan dan analisa keluar 
masuk barang/produk jika dilakukan secara manual, sehingga yang terjadi adalah 
sering menimbulkan kerugian bagi pihak perusahaan. Kontrol dan analisis hutang 
jika dilakukan manual bisa menimbulkan kealpaan petugas bagian Account Payable. 
Begitupun untuk urusan kontrol dan analisis piutang, sering terjadi penagihan 
piutang kepada pelanggan dilakukan berulang kali, sehingga menimbulkan 
ketidak-profesionalan dalam operasional
 dan membuat jengkel pelanggan. Begitu pula dalam menerima dan mengeluarkan cek 
atau giro, sering perusahaan menerima cek tapi karena tidak bisa dicatat 
sebagai kas/bank masuk karena belum jatuh tempo terpaksa disimpan dulu di laci 
meja, sehingga pada saat jatuh tempo jika kita lupa membukukannya maka data 
arus kas/bank masuk menjadi tidak ter-update, sehingga pelaporan keuangan 
kepada pihak manajemen tidak up to date. Mengenai pelaporan keuangan juga 
dirasakan sangat lambat oleh pihak manajemen karena data-data transaksi tidak 
online dan tidak terintegrasi, sehingga perlu waktu untuk mencocokkan data 
antar departemen, selain itu juga sering ada ketidaksamaan hasil akhir 
pencatatan data sehingga perlu dipertanyakan kebenaran data laporan tersebut, 
dan data departemen mana yang akan dipakai. Kesulitan menghasilkan pelaporan 
analisis perbandingan data budget dengan data transaksi. Hal ini sangat 
mempengaruhi pihak manajemen dalam hal pengambilan
 keputusan-keputusan yang strategis bagi perusahaan.
 
Dengan adanya sistem komputerisasi yang online dan terintegrasi diharapkan 
masalah-masalah yang sering timbul dalam keseharian karena operasional 
perusahaan masih manual dapat diatasi. Diharapkan tidak adanya lagi duplikasi 
file, sehingga semua file-file penting dapat terkontrol dalam satu mesin 
server, maka setiap user yang berkepentingan dapat menggunakan file tersebut 
dan yang lebih baik lagi setiap user dapat mengetahui update terbaru dari isi 
file tersebut. Jika seorang user berhalangan kerja, tetapi file tersebut 
diperlukan oleh user yang lain, maka user tersebut dapat mencarinya di server 
dan menggunakan informasi file tersebut tanpa ketergantungan akan satu user 
sehingga transaksi dapat berjalan lancar dan cepat ditindaklanjuti. Sistem 
database yang terintregrasi dan online juga diharapkan akan sangat membantu 
mulai dari front office sampai ke transaksi back office, sehingga dapat 
mendukung pekerjaan karyawan agar tercapai profesionalitas kerja.
 Informasi yang online, terintegrasi dan terpusat akan memudahkan semua pihak 
dalam mencari laporan-laporan yang dibutuhkan. Sistem database ini dapat dibagi 
menjadi modul-modul yang terintegrasi satu dengan lainnya, yaitu: Modul-modul 
pada bagian Front Office adalah untuk mencatat segala kegiatan transaksi 
operasional perusahaan mencakup data transaksi keluar masuk stok barang/produk 
di gudang yang disebut sebagai modul Inventory Control, transaksi penjualan 
disebut dengan Order Entry dan Point of Sales untuk pencatatan transaksi 
penjualan retail, pencatatan transaksi pembelian yang disebut Purchase Journal. 
Modul-modul pada bagian Back Office adalah untuk mencatat segala kegiatan 
transaksi sehari-hari perusahaan mencakup data transaksi piutang yaitu Account 
Receivable dan hutang atau Account Payable yang terhubung dengan database kas 
dan bank yang dicatat pada modul Cash & Bank serta jurnal-jurnal yang disebut 
juga General Ledger yang dibutuhkan untuk
 pembuatan laporan dan analisis keuangan dan akunting.
 
Berdasarkan hal-hal di atas kami membantu memberi solusi atas masalah-masalah 
yang dihadapi perusahaan, kami mengusulkan beberapa langkah yang diperlukan 
untuk mewujudkan tujuan proyek ini:
·      Distributed Processing
    Dengan feature ini diharapkan informasi bagi user akan sangat terkontrol 
karena user hanya menjalankan program yang merupakan job descriptionnya.
·      Full Integrated Among Module
    Pekerjaan bagi user akan semakin cepat dan akurat dengan meminimalkan 
kesalahan, karena user tidak perlu double entry. Sehingga informasi lebih cepat 
didapat.
·      On Line Transaction
    Pencatatan dan analisis akan semakin cepat dan akurat karena GL up to date 
dan tidak perlu double entry.
·      On Line Journal
    Jurnal secara otomatis dihasilkan dari sistem sesuai dengan setting awal.
·      Approval Alert
    Sistem secara otomatis akan mengingatkan user bahwa ada dokumen-dokumen 
yang perlu di-approve, walaupun user tidak masuk dalam aplikasi.
·      Department User Restriction
    Dapat mengatur user-user yang siapa saja boleh masuk ke departemen tersebut.
·      Approval Facility
    §  Each Department
    §  Hierarchy or Same Level
    §  Replacement User
    Kontrol manajemen dapat diterapkan sesuai dengan kebijakan yang telah 
ditetapkan oleh perusahaan.
 
 
Untuk lebih detail, tidak saya jabarkan di email ini. Dapat menghubungi saya 
japri atau YM dengan id messenger : rumahvenus
Terima kasih,
Lidwina


      

Kirim email ke