Dear Lenny, saya mau nambahin sedikit cerita/pengalaman rekan saya buat bahan mengambil keputusan. betul,tidak semua memperoleh kesempatan menjadi pns tetapi mungkin anda harus pertimbangkan bahwa pns bukan segalanya.
Ada seorang rekan kerja saya yg sebelumnya menjadi pegawai swasta spt anda kemudian lolos tes menjadi pns. dia sekarang menjadi pns dipemprov jateng. tetapi,sekarang dia lebih banyak mengeluh karena lingkungan kerja sangat jauh berbeda. sebagai contoh, untuk mengambil berkas saja harus melewati beberapa meja yang semuanya diisi senior. dan tidak bisa sekaligus hari itu juga clear. belum lagi mental pegawai, bukan melayani rakyat malah minta dilayani. segala sesuatu berjalan berdasar birokrasi yg berbelit. kadang uang lebih banyak bicara daripada kinerja. Anda tahu kinerja pns di indonesia bukan? mereka rata2 hanya duduk,baca koran,wktu istirahat buat jalan2 ke mall,pulang. hari jumat merupakan hari krida buat mereka. setelah senam bareng lalu baca koran terus pulang. begitu rutinitas pns umumnya di indonesia. Teman saya,karena terbiasa dengan kerja keras dan persaingan yang ketat diswasta merasa otaknya tidak bisa berkembang. dengan iklim kerja pns seperti itu yg hanya duduk, diam, dsb merasa tidak ada tantangan. Jenjang karir dihitung berdasar masa kerja, tidak ada reward khusus bagi yg berprestasi. semua pukul rata. adilkah? so what? begitu berlawanan pola kerja ketika di swasta. otak kita dipaksa berpikir terus dan lama-lama akan terlatih. sense of crisis kita akan terasah dengan sendirinya. apalagi anda bekerja disalah satu pma. secara tidak sadar timbul kreativitas dengan sendirinya karena tiap hari kita diharuskan menghadapi problem yg berbeda. anda bisa lihat sekeliling anda. mana yg paling kreatif dan produktif antara pns dan peg.swasta. lain lagi cerita teman saya yang bekerja di BRI. dia ditempatkan dibagian kredit. suatu hari,ketika ada seorang ibu2 mengajukan kredit untuk usaha dan ibu itu adalah seorang janda, mereka (pegawai bank tsb) dengan tega menyunat uang yg seharusnya diterima utuh oleh ibu tsb. dan kejadian ini terus berulang. merasa berlawanan dengan batinnya, maka dia memutuskan untuk keluar. padahal posisi dia di bank tsb.sudah lumayan tinggi. tetapi apa daya,karena lingkungn seperti itu maka dia tidak bisa menolak sendirian. memang,tidak semua pns berlaku seperti itu tetapi karena lingkungan kebanyakan seperti itu maka mau tidak mau anda sedikit banyak akan terpengaruh. - kalo motivasi anda menjadi pns agar bisa mendapat lebih banyak waktu urus anak&keluarga, go ahead! tinggalkan pekerjaan anda sekarang dan posisikan diri anda sebagai abdi negara. - tetapi kalo anda merasa setiap hari otak anda mampu bekerja dan itu membantu kreatifitas dan produktifitas maka pertimbangkan untuk menjadi pns meskipun sudah digenggaman anda. sekarang bola ditangan anda. memang harus ada yang dikorbankan. tetapi itu hanya untuk sementara waktu. ingat,pns bukan segalanya. kalo anda muslim, sholatlah istikharoh supaya mendapatkan pencerahan pilihan mana yang terbaik dari Allah Swt. semoga sukses. thanks. ________________________________ H|a|n|s|&|P|a|r|t|n|e|r|s A Graphic's & Multi Trading Corp +62 81 577 128 72PGo Green! Please consider the environment before printing this e-mail. ________________________________ From: Hefni Syam <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, January 28, 2009 9:24:40 AM Subject: Re: BC @ Re: PNS atau Karyawan ? Dear Leny, Mohon maaf saya nimbrung memberikan masukan untuk anda, mudah2an menjadi tambahan kekuatan untuk anda dalam membuat keputusan, karena masukan dari teman2 BC sangat layak untuk dipertimbangkan. Pertama, Teteplah bersyukur karena anda mendapat 2 pilihan yang menyenangkan. Sementara banyak orang tidak punya pilihan karena harus di PHK. Kedua, Dalam membuat keputusan kita perlu sekala prioritas. Ketiga, Tidak ada keputusan yang salah, tetapi adalah salah kalau anda tidak membuat keputusan. Sekarang kembali kepada masalah anda. Pilihan anda menerima tawaran boss anda dengan imbalan gaji 2 kali lipat, tetapi waktu untuk keluarga sedikit atau menjadi PNS dengan waktu lebih banyak tapi uangnya sedikit. Apa prioritas anda yang paling penting disini, waktu untuk keluarga anda atau uang yang lebih banyak. Anda yang tahu apa perioritas anda tertinggi anda. Kalau adan sudah tahu prioritas anda, putuskan dan bertanggung jawablah dengan keputusan anda. Yang pasti apapun keputusan anda, jika kelak ternyata keliru, percayalah itu adalah keputusan terindah dan terbaik yang bisa anda lakukan. Selamat membuat keputusan, kami siap mendukung anda sebagai sahabat di forum BC. Wass, God Bless U Hefni Syam 021 92670886 --- Pada Rab, 28/1/09, Oc Venus <ocve...@yahoo. com> menulis: Dari: Oc Venus <ocve...@yahoo. com> Topik: Re: BC @ Re: PNS atau Karyawan ? Kepada: Bisnis_Center@ yahoogroups. com Tanggal: Rabu, 28 Januari, 2009, 7:40 AM Dear Leni, Saya sebagai seorang suami (dari istri saya tentunya, ha3x) ingin menyumbangkan saran, sebaiknya anda ambil pekerjaan sebagai PNS. 1. Waktu lebih banyak untuk keluarga, anak2 dan suami akan lebih mencintai kamu 2. Tetap mendapat penghasilan meski lebih kecil 3. Banyak waktu untuk memikirkan bisnis lain yang hasilnya sangat mungkin lebih besar dari bekerja 4. Semoga bisa mempunyai bisnis sendiri sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, oh alangkah indahnya dapat membahagiakan orang lain dan keluarganya. Hal-hal tersebut diatas tidak akan kamu dapatkan jika masih berkutat di perusahaan kamu sekarang. Coba deh. ________________________________ From: "budi_rachmat@ yahoo.com" <budi_rachmat@ yahoo.com> To: budi_rachmat@ yahoo.com Cc: midorik...@yahoo. co.id Sent: Tuesday, January 27, 2009 11:52:44 PM Subject: BC @ Re: PNS atau Karyawan ? Hi Leni...., klo saya baca "sepintas" alasan anda adalah WAKTU untuk anak.... maka... >>> saya PILIH..... untuk memberikan WAKTU untuk anak.... TAPI klo "dibelakang" itu adalah masalah "lain", gimana...?? - apakah bekerja "diharuskan" karena keperluan Financial... ??? - apakah bekerja "hanya" untuk "mengabdikan" ilmu yang sudah dipelajari.. .??? - atau sebab2 lainnya...... ??? MASALAH-nya jadi tidak sesederhana itu khan...??? SELAMA anda masih "membarter" WAKTU anda untuk mendapatkan uang/pendapatan maka anda harus siap untuk meng-SHARE waktu yang anda miliki.... dengan anak, suami, pekerjaan, teman (sosial) dsb.dsb.dsb. ... PADAHAL kita semua punya WAKTU sama banyak, yaitu 24 jam dalam SEHARI.... Saya belajar dari buku Robert T.Kiyosaki "Cashflow Quadrant"... . dimana INCOME... bisa diperoleh... . - bisa diperoleh dengan mem-barter waktu yang kita miliki (= Active Income) dan.... - bisa pula diperoleh tanpa mem-barter waktu yang kita miliki (= Passive Income). Dengan pemahaman tsb... dengan upaya yang kuat...., saat ini saya memiliki 5 SUMBER INCOME, yaitu; - dari 2 unit biz ritel (= Passive Income), - dari 2 unit properti sewaan (= Passive Income), dan - dari biz mining (= Active Income). DAN sedang meng-upaya-kan untuk mendapatkan 1 lagu sumber income dari Internet biz.... KEMBALI ke masalah anda.... PANDANGAN saya....., pastikan bahwa Income/Pendapatan anda sekeluarga > daripada Expenses anda sekeluarga. Lalu, investasikan "kelebihan" income tsb di atas pada biz yang menghasilkan Cashflow (pendapatan rutin) dan yang tidak mengharuskan anda ikut dalam "day-to-day" kegiatan biz tsb....>>> Passive Income... JIKA... anda masih tetap bekerja dikantor yang sama... seharusnya income (gaji) anda akan lebih tinggi (khan udah ditawari oleh boss anda)... Investasikanlah "kelebihan" tsb.... JIKA... anda menjadi PNS... maka (diharapkan) anda memiliki banyak waktu... maka gunakan waktu anda untuk ber-investasi. ... Klo mo tau.... bagaimana saya melakukannya. ... liat link di bawah ini... FYI.... apa yang saya peroleh saat ini bukanlah sesuatu yang instan... yang tiba2 saya beroleh.... tapi hal tsb adalah hasil dari PROSES yang telah saya mulai sejak tahun 2002/3 yll. semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kata2 yang kurang berkenan. salam, BUDI Rachmat - www.WealthStrategyA laKIYOSAKI. com - “KAYA ala KIYOSAKI” di http://budirachmat. wordpress. com - Forum Richdad.com di http://www.richdad. com/Forum/ forum.aspx? g=posts&t=213770 --- On Tue, 1/27/09, ssr-k...@yahoogroup s.com <ssr-k...@yahoogroup s.com> wrote: From: Leni Herdiani <midorik...@yahoo. co.id> Subject: [SSR-Klub] PNS atau Karyawan ? To: ssr-k...@yahoogroup s.com Date: Wednesday, January 21, 2009, 10:20 AM Dear rekans milis,  Saya mohon pendapat / masukan sebagai bahan pertimbangan saya. Saat ini saya bekerja sebagai interpreter bahasa Jepang di sebuah industri makanan. Desember lalu ikut ujian Pns dan alhamdulillah lulus. Saya sudah urus segala pemberkasan, tinggal tgg SK. Tetapi saat saya bicara dengan bos tuk mengundurkan diri, beliau tidak setuju. Beliau malah memberikan pandangan bagaimana kerja pns, sistem kerja, dll. Dan akhirnya beliau menawarkan gaji "lebih tinggi", setelah 2x dipanggil beliau.  Sebenarnya alasan saya mau berhenti karena waktu. Kalau di pabrik saya harus pergi jam 6.30 pagi nyampe rumah jam 6.30 malam dan kadang sampai jam 9 malam. Sy merasa capek, terlebih krn memang gaji yg sy dpt sy rasa tidak sepadan. Mending gaji pns dengan jam kerja tidak sampai malam, sehingga masih punya banyak waktu tuk dekat dengan anak.  Bagaimana menurut rekans? 1. Apakah saya ambil tawarannya dan terus bekerja di persh itu? 2. Bila saya tidak jadi ambil pns, apakah ada sanksi dari pemerintah? denda atau di black list (tidak bisa jadi pns lagi bila suatu hari saya kembali menginginkannya)  Mohon pendapatnya. Terima kasih sebelumnya,  salam, Leni   ________________________________ Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di . best regards,

