Kalau Polisi jadi backing penyebaran buku porno yang dilakukan PT. Bintang 
Ilmu, wah ya sangat sulit menindak pelaku penyebaran pornografi secara besar2an 
dan terlihat cukup legal ini.
Ini sudah jelas kejahatan / pidana.. Tunggu apalagi pak polisi???
Kalau tidak segera ditindak, nanti korps kepolisian bisa dituduh dengan sengaja 
membiarkan terjadinya penyebaran porngrafi lho..
malah salah2 bisa dituduh sebagai backing sehingga penyebaran pornografi kepada 
generasi muda Indonesia meluas.

Penyebaran pornografi jelas tindak pidana
Maka polisi tidak boleh ragu menyita buku2 porno tersebut.
Kalau sampai sekarang sama sekali tidak ada penyitaan buku2 porno yang dikirim 
ke sekolah2 di Pekalongan  jawa Tengah itu tentunya menimbulkan tanda tanya 
besar.

Setelah menyita polisi harus memeriksa pelakunya.
Dari situ lalu diurut, siapa yang mengirim buku2 porno itu kepada agen PT. 
Bintang Ilmu di Pekalongan.
Karena buku2 porno itu yang mengirim adalah kantor pusat PT. Bintang Ilmu di 
Jakarta, maka polisi harusnya tidak takut untuk memeriksa kantor pusat PT. 
Bintang Ilmu di jakarta itu. dan menggeledah tempat penyimpanan serta gudang2 
yang dipakai oleh PT. Bintang Ilmu untuk menyimpan atau menyembunyikan buku2 
porno itu.

Karena dalam berita di Global TV pada satu sekolah saja terdapat bertumpuk 
kardus yang berisi buku porno. padahal dalam berita disebut sedikitnya yang 
ditemukan di pekalongan, distribusi buku porno oleh PT. Bintang Ilmu  
sedikitnya ada di 10 SD.

Sayangnya temuan ini hanya diambil jalan keluar bahwa agen PT. Bintang Ilmu itu 
harus menarik peredaran buku porno dari Sekolah2. Harusnya buku2 porno itu 
disita dan dijadikan barang bukti.
Kenapa hal ini tidak dilakukan??? Kenapa Polisi seolah membiarkan pelaku 
penyebaran pornografi itu menghilangkan barang bukti???

Padahal seharusnya dengan segera memeriksa pelaku di pekalongan dan menyita 
buku2 porno itu sebagai barang bukti, maka penyelidikan dan penyidikan segera 
bisa dilakukan. 
lalu dengan itu bisa membongkar sindikat besar produsen dan distributor buku 
porno kelas kakap.
Karena sudah jelas bahwa pengirim adalah kantor pusat PT. Bintang Ilmu, 
seharusnya segera memeriksa dan menggeledah tempat penyimpanan atau gudang yang 
dipakai untuk menyembunyikan buku2 porno itu.

Tapi polisi malah seolah membiarkan atau memberi kesempatan kepada pelaku untuk 
menarik barang dari sekolah dan menyembunyikannya. Dan memberi kesempatan 
kepada Gudang2 Pt. Bintang ilmu untuk memindah atau menyembunyikan buku2 porno 
itu ke tempat lain.

Dan sekarang masalah sudah beres. Artinya karena buku2 porno sudah ditarik dari 
sekolah2 di pekalongan (padahal penyebarannya bisa jadi tidak hanya di 
pekalongan, bahkan mungkin sebelumnya tersebar banyak di sekolah2 di 
Indonesia).. maka tidak ada bukti lagi.
Dan karena sudah sempat ketahuan, maka bisa jadi PT. Bintang Ilmu memindahkan 
buku2 porno itu dari Gudang2nya dan menyembunyikannya ke tempat lain...
karenanya Polisi bisa beralasan, kurang cukup bukti...
Berita di Global TV yang memperlihatkan bertumpuk2 kardus berisi buku2 porno 
yang dikirim ke sekolah untuk menjadi buku perpustakaan SD,  itu hanya menjadi 
berita..
lalu hilang ditelan waktu....

kalau memang polisi ingin membuktikan dirinya bersih... tentunya harus ada 
tindakan konkret... masyarakat menunggu


Dari: <[email protected]>
Topik: Apakah Polisi jadi backing???: Bintang Ilmu Suplai Buku & CD Porno ke SD
Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected]
Tanggal: Jumat, 30 Januari, 2009, 7:19 AM

Polisi harus segera bertindak
Masyarakat akan heran jika Mabes Polri tidak bertindak.
Karena alamat kantor dari perusahaan ini kan jelas
dari sana bisa ditanyakan dimana gudang2nya yang dipakai untuk menyimpan 
produk2nya sebelum disuplai pada agen perusahaan ini didaerah.
Jadi sangat aneh jika nanti beralasan masih melacak gudangnya yang belum 
diketahui.

Jadi jangan hanya kemudian agen dari perusahaan ini yang didaerah saja yang 
ditindak, karena mereka hanya mengedarkan, tapi harus ditindak sumbernya.

Tapi kelihatannya mungkin memang pemilik PT. Bintang Ilmu ini sangat kuat, 
sehingga Polisi takut untuk menindak produksi dan penyebaran buku porno yang 
omsetnya hampir diseluruh Indonesia ini.
sehingga nantinya bisa saja dengan jalan keluar bahwa jika buku porno 
diganti/ditarik dari sekolah, persoalan sudah beres.  

Jadi masyarakat tidak usah berharap, bahwa nanti ada penyelidikan atau sampai 
memeriksa perusahaan ini. Paling bagus, nanti hanya agen didaerah yang 
dikorbankan. atau malah2 diselamatkan juga, dengan alasan buku porno sudah 
ditarik dari peredaran.

Secara riil bisa dilihat, betapa dengan jumlah sedemikian banyak, tidak ada 
upaya sama sekali dari Polisi. Bahkan terkesan memberi waktu pada para pelaku 
untu menghilangkan atau menyembunyikan barang bukti yang lebih besar. yakni di 
gudang penyimpanan milik PT. Bintang Ilmu.

Nanti kalau barang sudah disembunyikan ditempat lain, baru mungkin polisi 
seolah2 baru menyelidiki.

Kesimpulannya, ada kerjasama antara aparat dengan perusahaan yang menyebarkan 
buku porno ke sekolah2 hampir diseluruh Indonesia ini. Ya mungkin saja seperti 
film2 itu, tapi menjadi nyata di Indonesia, bahwa Polisi maupun aparat negara 
lainnya hanya jadi anjing2 peliharaan dari cukong2 yang mencoba merusak moral 
bangsa ini, agar generasi mudanya hancur. Agar bangsa ini hancur. Sebab kalau 
bangsa ini hancur, mereka bisa terus menerus menguras dan memperbudak bangsa ini

Dari: Robert Sianturi <[email protected]>
Topik: Bisa Memicu Kemarahan & Anarkisme : Bintang Ilmu Suplai Buku & CD Porno 
ke SD
Kepada: "Redaksi Berpolitik.com" <[email protected]>, "Rudi Hartono" 
<[email protected]>, "Pkbks Milis" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], 
[email protected], "ppiindia" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], [email protected], "PH Pro" 
<[email protected]>, [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected],
 [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], "Saksi" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], "Redaksi 
Sumbawanews.com" <[email protected]>, "Redaksi www.prakarsa-rakyat.org" 
<[email protected]>
Tanggal: Jumat, 23 Januari, 2009, 4:19 AM

Tindakan dari orang yang tidak punya perasaan sebagai warga negara Republik 
Indonesia ini jelas sudah sangat KURANG AJAR, MELANGGAR ETIKA, MELANGGAR HUKUM 
dan kelihatan sekali bahwa mereka berniat MENGHANCURKAN NEGARA REPUBLIK 
INDONESIA.
Warga negara mana sih sang pelaku ini????

Aparat harus bertindak tegas....
Jika tidak, maka rakyat akan berpendapat bahwa birokrasi pemerintah, aparat 
negara, pejabat tinggi negara dsb itu adalah antek orang asing

secara hukum jelas, bahwa tindakan ini bertentangan dengan undang undang, 
apalagi UU Pornografi, Kitab Undang Undang Hukum pidana (KUHP) dsb
Menyebarkan buku dan CD porno untuk dikonsumsi anak didik yang masih kecil..
bayangkan anak SD dicekoki bacaan porno dan film porno????

Yang memprihatinkan... Penyebaran pornografi ini, mengajari anak2 kita yang  
masih SD agar berbuat mesum ini dibiayai oleh uang negara.

Jika aparat tidak bertindak tegas dan tidak menghukum pelakunya (sebaiknya juga 
aktor intelektualnya yang tidak pernah tersentuh dan besar kemungkinan bisa 
lari keluar negeri karena seluruh keluarganya mungkin sudah ada disana), hal 
ini bisa memancing reaksi keras dari sebagian masyarakat, bisa menimbulkan 
anarkisme. Saya tidak bisa membayangkan jika misalnya Front Pembela Islam (FPI) 
ataupun yang lainnya lalu mengacak2 sekolah, menyerbu kantor, menyerbu gudang 
penyimpanan buku porno yang dikatakan sebagai produk sampingan/ produk unggulan 
dari perusahaan tersebut.
Hal ini hanya akan menimbulkan keributan dan kekacauan yang tidak 
berujung-pangkal.
Hal ini malah tidak menyentuh masalah yang sebenarnya...

Untuk itu, kepada aparat, segera bertindaklah...
Jangan sampai masyarakat menjadi apatis atau karena sudah sangat skeptis lalu 
mudah terpancing kepada amarah, anarkisme,  premanisme, bakar2an dsb.
Atau muncul sindiran, kenapa judi sulit diberantas.. karena backingnya aparat
kenapa korban narkoba meningkat.. karena pengedarnya banyak yang aparat
kenapa maksiat meningkat.. karena untuk suguhan pejabat


Dari: Bambang Tribuono <[email protected]>
Topik: [warga] Tangkap!!!: Korupsi Dana Pendidikan: Bintang Ilmu Group Suplai 
Buku & CD Porno ke SD
Tanggal: Kamis, 22 Januari, 2009, 4:49 PM

                                               Tangkap!!!!!
karena sudah jelas masalahnya, bahwa penyebaran pornografi kepada anak2 sekolah 
dasar itu bertujuan untuk menghancurkan bangsa.
Apalagi selain merusak moral bangsa juga menguras dana rakyat.

Sudah jelas ini pelakunya yakni Wimpi Ibrahim pasti punya kewarganegaraan lain 
selain mungkin masih juga memegang kewarganegaraan Indonesia

Selain tindakannya memang sangat merusak dunia pendidikan di Indonesia, merusak 
moral anak didik, ditambah fakta bahwa kakak kandung Wimpi  sudah melarikan 
diri keluar negeri setelah menguras trilyunan rupiah dana pendidikan dan 
mengemplang pajak ratusan milyar rupiah,
dan yang didapat anak didik adalah kertas rongsokan yang hanya laku dijual 
kilo-an, karena merupakan buku terbitan tahun 1980an dan alat peraga sisa dari 
tahun tahun lama, apalagi di berbagai media sudah jelas bahwa agen2 Bintang 
Ilmu  ternyata mensuplai komputer bekas, hanya diberi chasing baru. Sehingga 
beberapa agen mereka kini menjadi tersangka, tapi pimpinannya bebas, malah bisa 
memerintah aparat hukum untuk memaksa dunia pendidikan, mulai dinas pendidikan 
sampai sekolah agar tunduk pada Bintang Ilmu dan harus memakai produk bintang 
Ilmu.

Untuk itu harus diusut dengan tuntas, karena terbukti bahwa Bintang Ilmu group 
pernah bersama oknum2 pimpinan aparat hukum  dan oknum pejabat departemen 
pendidikan nasional yang mendapat surat tugas resmi dari atasannya, 
mengumpulkan seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota di beberapa 
propinsi.

Dimana oknum2 pimpinan aparat hukum mengancam dengan ancaman hukum jika dinas 
pendidikan dan sekolah jika tidak memakai produk dari Bintang Ilmu. 

Sedangkan oknum dari departemen pendidikan nasional yang ikut hadir, selalu 
meng-amini pidato dan pengarahan dari pimpinan Bintang Ilmu Group diberbagai 
forum itu yang selalu menyatakan, bahwa Departemen pendidikan nasional sudah 
secara resmi hanya menunjuk 1 agen/distributor tunggal kepada PT. Bintang Ilmu 
yang boleh memasok produk peningkatan mutu untuk pendidikan di Indonesia. Hal 
ini terbukti dalam forum2 tersebut oleh para personel Bintang Ilmu Group, 
diedarkan katalog yang menyebut bahwa Bintang Ilmu Group adalah merupakan agen 
tunggal dari penyaluran produk peningkatan mutu pendidikan melalui DAK 
Pendidikan

Karena nama Direktur jendral dan direktur dari Departemen Pendidikan Nasional 
selalu disebut, otomatis para kepala dinas pendidikan kota dan kabupaten segan. 
Ditambah rasa takut, karena hadirnya oknum pimpinan aparat hukum yang menakut2i

Jika tidak ada tindakan dari aparat terkait ataupun tindakan dari pemerintah 
kepada orang yang merupakan pengkhianat dan penghancur bangsa ini, artinya 
memang negara ini dikendalikan oleh mafia. Dimana seluruh pejabat birokrasi 
maupun aparat hukumnya ternyata merupakan anak buah atau antek2 para penjahat.
Artinya ini sama dengan jaman sebelum kemerdekaan, bangsa ini dijajah bangsa 
asing yakni belanda/kompeni. penjajahan bisa sedemikian kuat karena dulu 
kompeni dibantu oleh antek2nya yang sangat setia. 

Maka wajar terjadi krisis lapindo, ternyata rakyat menjerit tapi penyebab 
bencana tetap ongkang2 kaki jadi menteri, malah dana APBN atau uang rakyat 
digunakan pemerintah untuk mensubsidi perusahaan sang menteri agar tidak 
rugi/bangkrut.
maka wajar terjadi krisis minyak tanah dan gas elpiji, rakyat repot tidak 
karuan, tapi pelaku tetap menjabat sebagai pejabat tinggi negara sambil 
tersenyum lebar....
maka wajar terjadi krisis pupuk, rakyat sedih karena gagal panen dan sawah 
hancur, tapi pejabat tingginya pada departemen yang bersangkutan malah tambah 
kaya, karena sebenarnya, dia yang membuat situasi untuk mengeruk keuntungan


Dari: Nanang Heriyanto  <....@yahoo. co.id>
Topik:Korupsi Dana Pendidikan: Bintang Ilmu Group Suplai Buku & CD Porno ke SD
Kepada: "Mercedes Tiger Club" <mercedes-tiger- w123-indonesia@ yahoogroups. 
com>, media_nusantara@ yahoogroups. com, "mediacare" <mediac...@yahoogrou 
ps.com>, mediac...@cbn. net.id, "Milis - THE UPSTAIRS" <theupstairs@ 
yahoogroups. com>
Tanggal: Kamis, 22 Januari, 2009, 5:21 AM

                       Berita dari Radio Kota Batik Pekalongan
dibawah ini menunjukkan betapa Bintang Ilmu Group yang sering kali mengaku 
sebagai satu satunya perusahaan yang mendapat tugas resmi dari Departemen 
Pendidikan untuk mengadakan produk untuk peningkatan mutu pendidikan melalui 
Program Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan, ternyata untuk menutupi 
kecurangannya, karena sebenarnya mereka tidak memiliki jumlah barang yang 
sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh Departemen pendidikan, mereka mensuplai 
seolah olah jumlah dan spesifikasinya sudah benar.

Tapi ternyata didalamnya lalu dicampur dengan barang lain, mungkin karena 
pegawainya bingung mau diisi apa, barang yang memang mereka tidak bisa 
memproduksi itu, lalu diisi majalah.. eh terselip majalah porno yang merupakan 
salah satu produk unggulan mereka.

Juga CD pembelajaran beberapa mata pelajaran maupun CD sistem pendidikan yang 
ditetapkan spesifikasi oleh departemen pendidikan, ternyata Bintang Ilmu Group 
hanya menampilkan kemasan CD yang bagus. tapi setelah CD itu dibuka/ dipakai 
oleh sekolah ternyata isinya hanya berupa gambar slide, untuk menutupi 
kekurangannya yang dibuat  memenuhi ketentuan hanya pembukaannya saja. Tapi 
isinya tidak sesuai.. 

Malah banyak yang CDnya kosong atau berisi film. hanya kemasannya saja yang 
dicetak sebagai CD pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu dan CD sistem 
pendidikan. Setelah dibuka ternyata kosong, malah ada yang isinya gambar iklan 
kecantikan yang tentunya dengan pose syurr.


Karena adanya buku dan CD porno tersebut, harusnya aparat memeriksa dengan 
teliti seluruh barang Bintang Ilmu Group yang disuplai oleh dinas pendidikan se 
Indonesia ke sekolah2
Karena dengan pengakuan dari Direktur Bintang Ilmu dalam berita yang lalu bahwa 
mereka ini menjalankan tugas sebagai satu-satunya penyedia barang peningkatan 
mutu pendidikan yang diperbolehkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, 
dikuatirkan seluruh produk porno ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia


Wah benar benar penipu dan memperbodoh serta merusak bangsa...
juga korupsi, karena CD yang benar itu harganya ratusan ribu rupiah, karena 
memang benar2 bisa membuat siswa kreatif dan sebagainya.. . eh diisi CD yang 
berisi seperti itu.. dimana harganya jika dipasar hanya 10 ribu rupiah

Untuk itu Semoga aparat benar2 tegas, terhadap pembodohan bangsa dan tindakan 
perampokan dana pendidikan oleh orang2 yang ternyata memang tidak peduli pada 
masa depan bangsa ini.

karena sudah terungkap di daerah yang lain, Tapi tidak ada tindakan yang tegas. 
malah Adik kandung dari pelaku yang sudah lari keluar negeri, Yakni Wimpi 
Ibrahim bisa mendikte aparat hukum untuk mengumpulkan para kepala dinas untuk 
memaksa sekolah agar harus memesan produk kepada Bintang Ilmu Group. malah 
dengan ancaman jika tidak memakai produk Bintang Ilmu Group akan dikejar2 oleh 
aparat

RADIO KOTA BATIK PEKALONGAN

Rabu, 2009 Januari 21    Buku Bantuan SD Bergambar Porno Akan Di Tarik    

- Walikota Pekalongan Basyir Ahmad di dampingi Kabag Humas tengah menjelaskan 
kepada sejumlah wartawan mengenai buku ajar bergambar seronok diruang kerjanya

PEKALONGAN – Walikota Pekalongan Basyir Ahmad telah meminta kepada kepada 
penerbit maupun dinas pendidikan untuk mencabut buku ajar untuk perpustakaan SD 
yang di nilai bisa merusak moral anak SD.

Hal ini di lakukan menyusul temuan Komisi III DPRD Kota Pekalongan setelah 
mendapat laporan dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Gerak Indonesia), 
yang kemudian menemukan buku dengan gambar seronok tersebut di SD Tirto III.

Menurut Walikota buku tersebut merupakan proyek pengadaan Sarana Prasarana 
(Sarpras) melalui Program DAK Pendidikan tahun anggaran 2008 lewat 
penerbit/agen dengan initial PT. A yang merupakan anggota konsorsium Bintang 
Ilmu. Pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan untuk segera mengecek dan 
melaporkan temuan ini kesejumlah sekolah dasar yang telah menerima buku ini.

“ Kita memang prihatin, saya telah panggil penerbit maupun dinas, kalau dalam 
SPEKnya buku tersebut untuk guru, namun karena gambarnya seronok dengan pakain 
minim sekali dan tempatnya di Perpustakaan, hingga mudah di jangkau siswa ini,” 
tandasnya.

Walikota Basyir Ahmad menambahkan pihaknya meminta semua sekolah SD, SMP dan 
SMA untuk melakukan evaluasi terhadap buku-buku yang ada di perpustakaan maupun 
buku paket bantuan pemerintah.

“ Mulai besok (kamis 22/1) pihak penerbit talah menyatakan kesangupanya untuk 
menarik dan menganti buku tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan setempat Suryani SH Mhum, juga meminta 
kepada Dinas Pendidikan untuk tidak lagi ceroboh dalam menerima bantuan 
buku-buku ajar. Karena akan berdampak pada moral dan perilaku anak didik.

“ Ya inilah kalau dunia pendidikan kita lemah, terutama untuk alat-alat peraga 
termasuk buku yang tidak diseleksi secara cermat dengan mempertimbangkan dari 
aspek isi, tampilan, termasuk covernya. Gimana nantinya kalau anak-anak SD 
harus dilihatkan seperti itu,” ungkapnya. (Tim Reporter RKB)
  
    Diposkan oleh infopekalongan   di 18:39            
  Label: kabar baru  
 
       
---------------------------------
 Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger.
  Jelajahi Yahoo! Messenger yang serba baru sekarang! 
       
---------------------------------
  Apakah wajar artis ikut Pemilu?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Kirim email ke