_____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Jariaman 'Jey Barus
Sent: 18 Juni 2009 10:29
To: [email protected]
Subject: [tobing_jaejae] Prabowo Resmi Sandang Marga Lumban Tobing






http://nasional.
<http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/17/22045410/Prabowo.Resmi.Sanda
ng.Marga.Lumban.Tobing>
kompas.com/read/xml/2009/06/17/22045410/Prabowo.Resmi.Sandang.Marga.Lumban.T
obing


MEDAN, KOMPAS.com - Banyak pihak telah melupakan makna filosofi ke-"Bhinneka
Tunggal Ika"-an, yang menunjukkan betapa beragam dan majemuknya bangsa serta
rakyat Indonesia. Kemajemukan dan keanekaragaman inilah yang sejak awal
menjadi modal Indonesia untuk membentuk dan menjadi sebuah bangsa dan negara
yang besar.

Demikian disampaikan calon wakil presiden Prabowo Subianto, Rabu (17/6),
saat bersama adiknya, Hasyim Djojohadikusumo, hadir dalam upacara pemberian
marga Lumban Tobing kepada mereka di Medan, Sumatera Utara.

"Ayah saya dari Jawa Tengah, ibu dari Sulawesi Utara, dan sekarang saya
hadir di Medan untuk diterima dalam keluarga besar Lumban Tobing. Semua itu
mengingatkan saya kembali pada betapa indahnya menjadi anak bangsa
Indonesia," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, dari mana pun asal tempat lahir seseorang, latar belakang
adat dan bahasa, maupun agama, secara esensial semua dipersatukan sebagai
Bangsa Indonesia, yang saling menghormati dan mencintai sebagai sesama orang
Indonesia.

"Jangan pernah melupakan soal ke-'Bhinneka Tunggal Ika'-an kita itu sebagai
karakter bangsa kita, yang memungkinkan kita bisa hidup rukun, mesra, dan
harmonis untuk saling mendukung dan saling mengasihi. Semua itu adalah
kekuatan kita," ujar Prabowo.

Prosesi pemberian marga Lumban Tobing itu digelar secara simbolis kepada
Prabowo dan adiknya Hasyim, diawali dengan permintaan keduanya agar diterima
dalam keluarga besar tersebut.

Permintaan itu diterima dan kemudian dilanjutkan dengan upacara adat Batak
berupa penyerahan kepala dan ekor kerbau, juga seekor ikan mas berukuran
besar. Setelah itu, keduanya diberi kain ulos dari keluarga besar Lumban
Tobing dan perwakilan 29 marga se-Sumatera Utara.

Setelah itu, mereka disambut dengan tarian Tortor dari seluruh warga Batak.
Upacara dipimpin sesepuh marga Lumban Tobing, Tongam Lumban Tobing.



-- 
Regards Me

Jariaman Barus






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke