Menjalankan usaha membutuhkan keterlibatan secara emosional dan finansial. 
Tentu saja ini tuntutan yang sangat tinggi, terlebih jika bisnis baru saja 
dimulai atau mengalami masalah cash flow.

1. Mengelola dengan bijak 
Seseorang yang menjalankan usahanya harus mengabdikan seluruh waktunya untuk 
mengelola bisnisnya jika ingin menutup investasinya dan membuat profit yang 
diinginkan. Sikap disiplin diperlukan dalam mengelola usaha terlebih usaha 
kecil sampai menengah.  

2. Cash Flow adalah segala-galanya 
Cash flow bisnis mengacu pada pendapatan usaha dan kecocokan pengeluaran. Dalam 
istilah yang sederhana, cash flow usaha menunjukkan bisnis memang menghasilkan 
keuntungan atau merugi. Dengan menentukan cash flow usaha, pengusaha bisa 
membuat perhitungan jika usaha dijalankan sendiri, yang berarti mampu membayar 
pengeluaran usaha dengan uang yang berasal dari usahanya tersebut. 

Cash flow negatif berarti bisnis tidak bisa berjalan dengan sendirinya dan 
memerlukan dukungan finansial tambahan setiap bulannya. Jika ini terjadi, yang 
terbaik adalah melihat lebih dekat apa yang salah dalam operasional bisnis 
untuk menghindari kerugian lebih jauh. 

3. Menentukan Flow Anda 
Untuk menentukan cash flow bisnis, pemilik harus mencatat pengeluaran bisnis 
setiap bulannya dan melihat darimana pembayaran pengeluaran ini berasal. Jika 
pendapatan usaha mampu mendukung dan membayar pengeluaran bisnis, maka ini 
merupakan cash flow yang baik atau positif. Jika tidak, bisnis akan bermasalah 
dan membutuhkan evaluasi yang serius.

4. Mengelola Dana Secara Strategis 
Jadi, bagaimana seorang pengusaha meningkatkan cash flow usahanya? Cash flow 
positif membutuhkan pengelolaan cash yang strategis. Ini berarti pengusaha 
harus mencari cara strategis untuk meningkatkan inflow pendapatan dan 
mengurangi jumlah pengeluaran bisnis. Artinya, meningkatkan profit margin 
bisnis dibandingkan dengan pendapatan dan pengeluaran yang dihasilkan. 

5. Menentukan harga produk dengan cerdas 
Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan cash flow adalah dengan meningkatkan 
harga produk atau jasa yang dijual. Tentu, ini bukan solusi yang mudah karena 
akan mempengaruhi pola konsumen yang selalu  mengamati kenaikan harga. 

Jika produk yang dijual dianggap efisien dan sangat bermanfaat bagi konsumen, 
maka menaikkan harga bukanlah masalah karena mereka akan melihat efektivitas 
biaya atas produk yang dibeli. Banyak konsumen yang sangat memperhatikan harga 
tapi mereka menjadi lebih kritis dengan kualitas produk. 

6. Menjaga Mutu 
Untuk memelihara kelangsungan hidup suatu produk dan meningkatkan penjualan, 
pengusaha harus menjaga mutu produk atau jasanya. Produk-produk yang tidak 
mengalami masalah meski harga naik adalah produk yang dianggap terbaik dalam 
kategorinya, produk di ceruk pasar dan produk yang selalu dibutuhkan dan hanya 
dihasilkan oleh beberapa pabrik.

Ketika memilih strategi ini, pengusaha harus menganalisa dampak kenaikan harga 
dalam volume penjualan. Harga produk tertentu bisa dinaikkan tanpa membuat 
konsumen kesal melalui pengembangan fitur.

7. Meminimalkan Pengeluaran 
Cara lain untuk meningkatkan cash flow usaha adalah dengan meminimalkan 
pengeluaran khususnya biaya pemeliharaan usaha. Dengan memilih mesin bisnis 
yang bermanfaat, bisnis bisa berjalan lebih produktif dengan upah buruh yang 
lebih rendah. Pengusaha juga bisa mengawasi fungsi outsource bisnis yang tidak 
dibutuhkan usaha secara reguler atau yang lebih murah jika dioutsourcekan 
daripada jika dijalankan sendiri. 

Sebagian besar pengeluaran overhead terkait dengan upah buruh, sehingga 
pengusaha harus mengevaluasi staf untuk menentukan posisi bisa dilakukan secara 
efisien oleh satu orang atau posisi tersebut sama sekali tidak diperlukan. 

8. Memiliki Sistem Billing Profesional 
Usaha dengan cash flow negatif harus mereview pemasukan yang tidak terkumpul 
atau adanya kredit yang melebihi jatuh tempo. Pengusaha harus mengupayakan 
strategi yang efisien untuk merubah hutang usaha menjadi uang tunai. Usaha yang 
mengalami cash flow negatif dikarenakan kegagalan merubah check atau hutang 
menjadi uang tunai .

Oleh: Trevor Marshall
Sumber:www.weknowcashflow.info.com

Regards,
Zahir Accounting - The Best Accounting Software
www.zahiraccounting.com


Kirim email ke