Tulisan teman Tuk menemani sarapan pagi anda...

Salam sukses !

Yudi Esaputra
www.bundakreatif.com
http://momsbooksclub.blogspot.com
http://propertybogor.blogspot.com/
---

Subjek: Pikiran Positif VS Negatif ( + vs - )

Selamat Pagi rekan-rekan FB di Seluruh Indonesia..

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas respon dari pesan yang sudah saya
kirimkan. Saya tidak menyangka kalau responnya sampai ratusan orang. Terima
Kasih Banyak untuk teman-teman yang telah membaca pesan saya dan
membalasnya.. ^_^

Saya ada satu cerita, mudah-mudah bisa bermanfaat bagi kita semua. Berikut
ceritanya :

Ditempat saya, ada tempat jualan baso di pinggir jalan namanya "PS" (tidak
saya sebutkan, karena tidak membayar biaya promosi - hehe). Setiap hari
pengunjungnya selalu ramai dan banyak yang beli. Kemudian saya bertanya
kepada para pedagang makanan juga disekitar situ. Saya menanyakan apa
rahasia dari ramainya pelanggan disana, ada orang yang menjawab "Oh itu
menggunakan Ajian....., makanya ramai", kemudian ada yang menjawab "Itu
dukunnya kuat, pake Jimat.....", lalu ada yang bilang "Itu lokasinya
strategis, pinggir jalan makanya ramai", dan yang terakhir bilang "Ga tau
tuh, padahal rasa basonya biasa aja ga ada yang istimewa tapi setiap hari
ramai". Kemudian saya mencari orang yang asli setempat atau bisa dibilang
sesepuh di tempat itu. Saya melakukan hal ini, karena saya "ingin tahu"
hal-hal apa saja yang sudah dilakukan oleh pemilik baso tersebut.

Yup, akhirnya saya menemukannya. Ia bernama "S" pemilik warung kopi yang
berada di sebrang jalan tempat jualan baso tersebut. Disitu saya
beristirahat, membeli makanan kecil dan kopi biar bisa ngobrol dengan
pemilik warung. Seorang kakek pemilik warung tersebut bercerita, bahwa
tukang baso itu berasal dari jawa tengah, 12 tahun yang lalu merantau dari
Jawa ke Cianjur untuk berdagang baso dan ngontraknya di belakang warung
tersebut. Pada saat ngontrak, dulu tidurnya cuma beralaskan kardus dan tidak
mempunyai barang apapun. Dulu dagang basonya di pikul, dan istrinya menjual
jamu keliling. Dulu ngontrak kurang lebih selama 5 tahun, kemudian menyewa
tempat usaha itu dan akhirnya bisa terbeli. Sekarang, sudah mempunyai tempat
usaha dan cabang, rumah, tanah, mobil, kendaraan dan karyawan.

Pada saat saya ngobrol di siang hari, saya melihat pemilik usaha baso itu
mendorong gerobak basonya untuk jualan. Saya heran, ada anak buah kenapa
malah pemiliknya yang jalan keluar ? Ternyata istrinya juga masih jualan
jamu berkeliling dan masih kuat berjalan. Kata kakek yang punya warung, ada
2 gerobak baso yang 1 dibawa oleh adiknya dan 1 lagi oleh dia. Pemilik usaha
baso tersebut, berdagang ke arah utara dan adiknya berdagang ke arah
selatan. Pada saat itu yang ada dalam benak saya, hanyalah Kagum karena
semangatnya. Tambah penasaran lagi, saya jadi ingin lebih tahu lagi.

Kebetulan pada malam hari saya nongkrong lagi diwarung dan ada pemilik baso
itu sedang mengobrol. Saya ikut nimbrung, cari waktu yang tepat dan bertanya
"Pak, itukan sudah ada tempat usaha, Kenapa Bapak masih berjualan keliling ?
Terus, Kenapa Bapak yang dorong gerobak, kenapa bukan anak buah saja ?".
Kemudian dia menjawab, "Saya punya pelanggan setia, mereka yang membeli
bakso saya bertahun-tahun bahkan dari yang masih kecil sampai sekarang sudah
besar bahkan sudah berkeluarga. Selain itu, pembeli bakso saya itu tidak
semuanya orang yang mempunyai kendaraan. Kasihan pada mereka yang ingin
membeli Bakso, tapi cuma punya uang pas-pasan. Pembeli yang menunggu gerobak
saya itu pelanggan setia, mereka bersedia menunggu, saat membeli mereka
menyapa, memberikan senyuman dan saya menyukai suasana ini. Selain itu,
pekerjaan ini sudah saya jalankan selama bertahun-tahun, kenal dengan banyak
orang adalah silaturahmi dan kelak saat saya meninggal, doa dari mereka yang
akan saya terima".

Dengan jawaban yang tidak sampai 3 menit, saya cuman bisa diam. Ternyata
jawabannya mempunyai makna yang sangat dalam sekali. Bayangkan saja seorang
Tukang Bakso, bisa mempunyai pemikiran yang panjang dan dalam. Ada banyak
orang yang sama pedagang, tetapi tidak berpikiran sedalam itu. Ada banyak
orang sukses, tetapi yang dipikirkan hanya hasil dari pencapaiannya saja.
Ada banyak orang kaya, yang dibicarakan cuma hartanya saja. Saya
berkesimpulan, bahwa inilah bedanya antara orang yang sukses dengan cepat
dan orang yang sukses dengan cara lambat.

Orang yang sukses dengan cepat, kebanyakan menerima teori, konsep, research,
praktek, menjalankannya dan menerima ilmu dari orang yang sudah berhasil.
Kalau orang yang sukses dengan cara lambat, kebanyakan mempunyai konsep,
praktek, menjalankannya dan menerima ilmu dari banyak orang gagal, sehingga
pada saat sukses masih tidak menyadarinya bahwa ia telah berhasil. Tetapi
dari segi pengalaman dan ilmunya, lebih positif orang yang sukses secara
lambat karena yang dicari bukanlah keuangan semata, tetapi sebuah
kebahagiaan hidup dengan kesederhanaan. Orang Kaya Dengan Hidup Mewah,
Banyak. Tetapi Orang Kaya Dengan Hidup Sederhana, Masih Jarang.
Menghambur-hamburkan uang saat kita kaya atau menganggap diri kita hebat
bukanlah solusi untuk diri kita maupun orang lain, tetapi mengumpulkan uang
untuk membantu atau membagikannya pada yang membutuhkan bisa bermanfaat bagi
kita maupun orang lain. Sifat negatif manusia, cenderung pada egois,
menginginkan orang lain peduli tapi diri sendiri tidak peduli dengan orang
lain.

Begitulah kisah seorang tukang baso dan makna yang terkandung didalamnya.
Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, Awali aktivitas hari ini dengan
positif dan keluarkan energi negatif pada saat kita tidur. Oh iya, Anda
memilih Sukses Dengan Cepat Atau Sukses Dengan Lambat ? Saya tunggu
jawabannya.


Indra Ibrahim
http://www.facebook.com/l/;www.dbsterbaik.com

--

Kirim email ke