Tergelitik juga untuk meneruskan pertanyaan bang Pras " . buat sebagian orang tetap aja bingung... dari mana memulainya"
Menurut saya sih, rekan yg ada di bilik BC ini pasti masuk kelompok yang relative seimbang definitely "OK & OK (otak kiri & kanan) Memulai satu usaha tidak harus mengejar target koq, bisa mulai habis lebaran, habis tahun ini, atau habis menikah. Banyak baca, banyak teman, untuk itu keberadaaan milis ini menjadi penting. Dibutuhkan komunitas yang mendukung untuk anda, saya dan kita semua. Milis BC ini saya kira sudah menjadi motif bagi kita semua untuk maju langkah demi langkah, minimal berkenalan dan membina hubungan bisnis. Walau hanya dimulai dari perkenalan, baca-baca, tertarik, tanya dan Japri sesama BC members. Motif tersebut harus dipeliara terus Gimana bang Pras ? Salute, Y!: BroerCharlie . On Behalf Of pras Subject: Re: BC @ Artikel : Antara Sang Analis & Sang Kreator Dear all, Pendekatan BroerCharlie : " .... harusnya sih dalam tiap kesempatan kita harus bersiaga. menerkam segala kesempatan berpijak dari kemampuan diri serta sadar akan kekuatan network (pertemanan) relasi bisnis." akan dijawab oleh Pak Indiarto [maaf, berandai-andai]: "Untuk dapat selalu bersiaga, menerkam segala kesempatan .....diperlukan proporsi otak kanan dan otak kiri yang memadai." Jadi ... buat sebagian orang tetap aja bingung... dari mana memulainya. Salam.sukses. Pras. 2009/9/1 Ch @ Bisnis_Center Y! <[email protected]> Pak Indiarto, artikel tentang pembahasan "brain" menarik, perlu dikupas, sejauh mana keberadaan kita ditinjau dari struktur besaran otak. Namun, kalau boleh saya pakai pendekatan lain, harusnya sih dalam tiap kesempatan kita harus bersiaga. menerkam segala kesempatan berpijak dari kemampuan diri serta sadar akan kekuatan network (pertemanan) relasi bisnis. ada saran lain dari BC-ers? (kapann nee.., ktemuan buka puasanya ?? ) Salute, Ch YM> BroerCharlie --- On Mon, 31/8/09, Indiarto Budi Santoso <[email protected]> wrote: From: Indiarto Budi Santoso <[email protected]> Subject: BC @ Artikel : Antara Sang Analis & Sang Kreator To: [email protected] Date: Monday, 31 August, 2009, 11:07 PM Tulisan ini dimaksudkan untuk membuka wacana para pelaku bisnis. Bermula ketika saya mengamati beberapa keluhan yang dilontarkan para anggota group 'Entrepreneurathome' ,suatu milis di Amerika Serikat yang serupa dengan group Bisnis Center di Indonesia . Ada dua 'kelompok' yang saling bertolak belakang. Kelompok yang pertama adalah mereka yang mengeluh bingung ,mau bisnis apa ? Memilihnya saja sudah bingung ,apalagi mendirikannya. Sebaliknya ada 'kelompok' yang mengeluh karena dia sangat mudah mendirikan bisnis ,bahkan menurut dia sudah lebih dari 10 bisnis yang dia jalankan ,namun semuanya tak bisa berkelanjutan. Memang ,ada orang yang punya kreativitas tinggi tetapi ketrampilannya kurang. Dan sebaliknya ,ada yang memiliki ketrampilan tinggi tetapi daya kreasinya kurang. Secara matematika mudah saja ,keduanya harus bergabung ,sehingga bisa saling mengisi. Namun ,secara kepribadian ,belum tentu keduanya dapat rukun. Lalu bagaimana cara mengatasi problema tersebut ? Untuk menjawabnya ,kita ulas otak manusia. Otak besar di kepala kita ,terbagi menjadi 2 sisi ,Kiri dan Kanan. Otak Kiri adalah otak yang melakukan analisa dan kalkulasi ,sedang otak Kanan berfungsi untuk melakukan kreasi. Dulu ,banyak yang beranggapan bahwa seorang jenius adalah mereka yang otak kirinya jauh lebih kuat daripada otak kanannya. Ternyata setelah berbagai penelitian ,orang yang jenius adalah mereka yang memiliki kesetimbangan otak kiri dan kanan. Atau secara matematisnya ,kekuatannya 50% kiri dan 50% kanan. Benar-benar setimbang. Namun sampai sekarang belum ditemukan orang ini. Konon kabarnya ,perbandingan otak Albert Einstein adalah 50,5% Kiri : 49,5% Kanan. Perbandingan kekuatan otak manusia adalah pada kisaran 40 : 60 %. Mari kita urai secara garis besar : 40 % Kiri : 60 % Kanan : Orang dengan perbandingan kekuatan seperti ini punya imajinasi yang kuat. Banyak ide baru ,sikapnya spontan. Karya seninya pasti hebat. 45 % Kiri : 55 % Kanan : Imajinasinya lumayan kuat ,dan dia bisa melakukan penerapan suatu ide berdasarkan analisa yang terpadu. 50 % Kiri : 50 % Kanan : Yang sempurna seperti ini sepertinya tidak ada. Yang ada hanyalah yang mendekati perbandingan bilangan ini. Pertukaran data antar otak kiri dan kanan sangat cepat ,sehingga dapat menghasilkan buah pikiran yang cemerlang. 55 % Kiri : 45 % Kanan : Daya analisanya tinggi ,namun dia masih bisa menerima suatu gagasan baru. 60 % Kiri : 40 % Kanan : Orang ini adalah yang penuh perhitungan. Dia bertindak berdasarkan rumus atau aturan yang berlaku Dia bisa jadi seorang akuntan yang hebat ,atau tenaga kerja yang terampil dalam bidangnya. Nah ,kembali ke kasus 2 kelompok tadi ,dapat disimpulkan bahwa orang yang bingung memilih jenis bisnis adalah orang perbandingan otaknya mungkin 65 % kiri : 35 % kanan. Dia bingung karena semua jenis bisnis yang dia temui ,tidak memenuhi 'rumus yang pasti'. "Pastikah bisnis ini menghasilkan keuntungan ?" "Kalau jawabannya 'ya' ,dasarnya apa?" Itulah pertanyaan yang sering timbul pada orang-orang dengan kekuatan otak kiri yang berlebih. Jika belum pertanyaannya belum terjawab secara tegas ,pasti ,dan nyata ,maka dia menjadi ragu untuk bertindak. Sebaliknya ,ada orang yang terlalu spontan. Ada gagasan bisnis menarik ,tanpa pikir panjang ,dia langsung mendirikan bisnis itu. Awalnya memang mudah ,bahkan bisa berjalan baik. Tetapi ketika dia ditinggalkan oleh rekannya yang terampil ,bisnisnya terbengkalai. Ada suatu kisah nyata. Seorang kawan saya yang penuh kreasi ,berhasil mandirikan sebuah Cafe di Jakarta dengan berbagai hidangan Italia. Dia mempekerjakan seorang koki yang memang mahir. Cafenya selalu padat pengunjung. Beberapa tahun kemudian ,setelah liburan Lebaran ,koki itu tidak kembali dari kampungnya. Kawan saya kelabakan ,cari koki lain ,tapi tak ada yang pas ,Cafenya jadi surut pengunjung ,merugi ,dan terpaksa ditutup. Kesimpulannya. Kita perlu mengupayakan diri agar otak kiri dan kanan cenderung setimbang. Caranya ? Jika kita memiliki kelebihan di otak kiri (artinya daya analisa lebih kuat dibanding daya kreasi) ,maka cobalah menikmati ;menghayati ;hingga melaksanakan seni (bisa seni musik ; lukis ;tari ;bahkan menulis cerita). Einstein selalu menyempatkan diri bermain biola. Sebaliknya ,jika otak kanan lebih kuat (berarti punya daya kreasi tinggi dibanding analisa) ,maka cobalah membuat perkumpulan catur ;atau bridge ;atau permainan Sudoku. Bagaimana mengetahui kekuatan Kiri dan Kanan ? Cara yang mudah adalah ,saling genggamkanlah kedua telapak tangan Anda secara spontan. Jika jempol kiri Anda di atas jempol kanan ,berarti otak kanan Anda lebih kuat dibanding yang kiri . Dan sebaliknya jika jempol kanan berada teratas ,berarti otak kiri lebih dominan. Selanjutnya ,seberapa dominan ? Anda perlu mengkaji diri sendiri berdasarkan masukan di atas. Semoga masukan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan BC. . <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=15620718/grpspId=1705145997/msgI d=12036/stime=1251784668/nc1=1/nc2=2/nc3=3>

