Media butuh berita, pengusaha perlu publikasi. Itu kenyataannya.
Buat media pada umumnya berlaku Bad news is good news. Sepertinya hal ini tidak 
berlaku untuk media peluang usaha atau kewirausahaan.
Semakin heboh cerita sukses yang digembargemborkan pengusaha yang menjadi 
narasumber semakin tertarik media untuk meliputnya.

Ada seorang pengusaha yang kebetulan bermain dalam bidang yang sama dengan 
saya. Di kalangan teman-teman suplier dan kontraktor yang bersangkutan sudah 
menjadi blacklist. Berani sekali menipu rekanan dengan mengirim barang yang 
tidak hanya tidak sesuai spesifikasi, bahkan melenceng jauh. Saya sempat 
berhadapan head to head dengan orang tersebut di Sumatera. Benar-benar saya 
kewalahan meyakinkan rekanan untuk menggunakan produk saya. Walaupun secara 
spesifikasi produk saya unggul jauh. Tetapi orang tersebut sempat berhasil 
meyakinkan si rekanan. Penjelasan pengusaha tersebut, harga produknya jauh 
lebih murah sehingga saat dijual dengan harga sama maka keuntungan semakin 
besar. Jelas si rekanan sangat tertarik akan tawaran tersebut. Alhasil, setelah 
produk yang dikirimkan disadari ternyata tidak sesuai barulah si rekanan 
menggunakan produk saya. Itu pun dilakukan agar si rekanan tahun berikutnya 
tidak dicoret sebagai kontraktor pemerintah daerah dan tidak berhak mengajukan 
penawaran dalam proyek pemerintah.

Sangat banyak yang sudah menjadi korbannya. Beberapa kali dilaporkan ke polisi. 
Rupanya belum ada yang berhasil menjebloskan dia ke penjara. Modalnya omong 
besar, orang sekali mendengar ceritanya bak mendengar sebuah cerita motivasi.

Yang membuat saya kaget, baru-baru ini si tokoh yang bersangkutan mendapat 
liputan cerita suksesnya di sebuah media. Saya heran, tampaknya dengan bermodal 
cerita saja sudah cukup buat media untuk memuat kisah sukses. Padahal dalam 
kasus yang bersangkutan sangat gampang untuk mengeceknya. Banyak penghargaan 
yang diakui didapat olehnya. beberapa penghargaan diantaranya pernah juga 
ditawarkan ke saya dengan kompensasi dana tertentu. Artinya 
penghargaan-penghargaan tersebut adalah penghargaan fiktif.

Saran saya, media perlu menggunakan perspektif lain dalam melakukan liputan. 
Sesekali perlu dilakukan liputan khusus dengan tema "Bagaimana Menghindari 
Penipuan dalam Bisnis".


Salam,
Yopie



http://mesinantrian.net    |    http://laboratoriumbahasa.co.id













Kirim email ke