Pak Hobby Chan
Job disc DPR salah satunya adalah punya fungsi pengawasan , namun bisa jadi 
beliau karena saking banyaknya problem sehingga tidak semua nya terjaring , 
untuk itu perlu nya kita kita memberi suport ke DPR , hanya instalasi nya 
nampaknya belum ter bentuk atau kita yg belum tahu . mestinya di DPR punya 
wadah untuk mengumpulkan informasi dari masyarakat yang informasi tsb bisa di 
baca langsung masyarakat , seberapa jauh yg sudah di tindak lanjuti dan 
seberapa jauh yg belum , dan siapa yg bertanggung jawab ,dan itu on line , 
sehingga kita kita bisa sumbangsih lah ,   kok nampak nya belum ketemu , 
mungkin aku yg buta informasi .

 Thank you 
Best Regards 



Muhammad Sarpan



________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sab, 15 Mei, 2010 13:58:30
Judul: Re: BC @ Kita Tidak Tega Melihat Negara Lain Jadi Miskin....(Begitu 
mulianya bangsa kita)

  
Mudah2an isi seperti email ini jarang2 keluar dari milis ini.

Kalau tidak lama2 saya menganggap di negara ini tidak ada hukum, tidak ada SOP, 
dan tidak ada yang peduli lagi.

Mau satu gunung hilang, mau hutan botak se Kalimantan, atau mau ikan dikeruk 
semua, yang penting ada pejabat yang kaya.

Btw, apakah ini adalah rule of thumb untuk meng gol kan proyek di Indonesia? 
Kita kasih perjalanan, uang, cewe buat yang masih single, maka proyek pasti 
bisa gol. Apakah di bank pemerintah juga bisa, karena saya mau pinjam Rp 1 
trilyun dengan modal dengkul. Apakah ada yang bisa memberikan referensi siapa 
yang harus saya temui dan apa yang harus saya berikan.

Thanks.

Hobby Chen

PS. Sambil menulis ini, saya menyaksikan final uber cup. Dimana untuk juara, 
dibutuhkan pertarungan yang sangat kompetitif, latihan yang sangat berat, dan 
yang paling penting, keinginan besar untuk membela negara. Karena Uber dan 
Thomas Cup adalah sesungguhnya pertarungan antar negara di bidang bulu tangkis 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________

From:  bambang purwanto <mazpoor2002@ yahoo.com> 
Date: Fri, 14 May 2010 18:01:29 -0700 (PDT)
To: <Bisnis_Center@ yahoogroups. com>
Subject: Re: BC @ Kita Tidak Tega Melihat Negara Lain Jadi Miskin....(Begitu 
mulianya bangsa kita)

APA MAU MEREKA MELAKUKAN APA YANG DISARANKAN DIBAWAH INI?
PASTI TIDAK, KARENA MEREKA TIDAK TEGA KALAU MEREKA SENDIRI MENJADI MISKIN.
MEREKA TIDAK PERDULI KALAU RAKYAT INDONESIA MENJADI MISKIN, YANG PENTING MEREKA 
TIDAK MISKIN.




________________________________
From: Denny Rachman <de...@xnetindonesia .com>
To: Bisnis_Center@ yahoogroups. com
Sent: Saturday, May 15, 2010 7:50:45
Subject: BC @ Kita Tidak Tega Melihat Negara Lain Jadi Miskin....(Begitu 
mulianya bangsa kita)

............ ......... ......... ......... Mereka takut kalau kalian menjadi 
mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI 
KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil 
garmen dari pabrik2 sendiri.. Tak perlu impor klo bisa produk sendiri. Jika 
kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULES THE 
WORLD!!!"

Beberapa hari yg lalu gw  baca posting di atas..(Paragraph terakhir dari 
tulisan kira kira berjudul "Your Country Is So Rich").
Saya jadi ingat ada sebuah kejadian yg Mungkin bisa merespon tulisan dtersebut.

Suatu hari, sebuah tim  dari pemerintah sedang rapat  tender dengan kontraktor 
asing (Perancis)  tentang rencana explorasi tambang  di Indonesia. Tim tersebut 
dengan tegas memberikan ULTIMATUM  kepada kontraktor asing tersebut bahwa 
seluruh peralatan/perlengka pan untuk kegiatan explorasi di Indonesia harus 
menganut minimal 30% TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). 

Singkat cerita, kontraktor setuju dengan persentase TKDN dimaksud. (Tapi belum 
100% setuju). Sambil menunggu keputusan akhir, salah seorang perwakilan dari 
kontraktor mendatangi tim dari pemerintah tersebut dan mengajak makan malam 
direstoran mewah. 

Tim yg terdiri dari 4 orang ini  bersama2 dengan seorang wakil dari  kontraktor 
asing tsb akhirnya pergi  makan malam bersama. (Lupa nama restorannya)

Selanjutnya Inilah percakapan yg terjadi:

Kontraktor :" kami menyadari adanya aturan TKDN 30%, tapi ini akan menganggu 
kelancaran pekerjaan karena kualitas peralatan dan perlengkapan muatan lokal, 
maaf, menurut hemat kami masih kami ragukan. Maaf loh bapak2

Tim : Maaf Mr., Itu sudah menjadi aturan di negara kami. Lagipula kapan lagi 
kita dapat menghargai buatan/kandungan  lokal kalau aturan ini tidak kita 
pegang. 

Kontraktor : Saya mengerti pak.  Mungkin dapat dipertimbangkan lagi, karena 
kami ingin output yg optimal. Mohon pak.

Tim : TIDAK BISA!!!! (Mata sambil melotot) Aturan tetap aturan. Anda jgn coba2 
merendahkan produk kami. Jgn menganggap  bangsa kami sbg bangsa yg tidak mampu. 
(Sambil marah dan merasa terhina). KAMI INI CINTA NEGERI KAMI!!

Kontraktor : Maaf pak....Begini saja pak, .bagaimana kalau minggu depan , 
bapak2 kami kirim ke Perancis untuk inspeksi dan memberi penilaian thd produk 
buatan negara kami yang nantinya  akan digunakan buat proyek nanti. Semua tiket 
dan Akomodasi + uang saku  kami tanggung.. Sebagai tambahan  bapak2 kami 
sediakan tiket liga Itali di Milan untuk nonton Intermilan bertanding. Bahkan 
bapak2 boleh bawa istri. Semua biaya kita tanggung. 

Tim, Bapak A:: (Thinking) gimana ya agak mendadak (basa basi)

Tim, Bapak B : (sumringah) Bisa saja sih kami berangkat.

Tim, Bapak C  :Ide bagus juga tuh.

Tim, Bapak D :  Boleh juga...oke deh kalau memang harus pergi.. Kami inspeksi 
dulu ke Perancis.

Tim, All : (dalam hati : asik nih jalan2 ke Eropa....nonton Intermilan.)

Kontraktor : Maaf pak, tapi dengan berangkatnya bapak2 ke Perancis nanti 
berarti bapak2 akan mempertimbangkan untuk mengurangi persentase TKDN?

Tim : (without thinking) Atur-atur  aja lah nanti.... (sambil ngebayangin naik 
Menara Eifell)

Hasil bidding sdh diputuskan. Kontraktor Perancis ini mendapatkan proyek di 
Indonesia dan boleh mengurangi TKDN beberapa persen lagi dg mengganti produk 
bermuatan lokal dengan produk buatan Perancis.. 

(Still Sumringah) Hari2 berikutnya, satu Tim berangkat ke Perancis dan jalan2 
di Eropa selama 1 minggu serta sempatkan waktu nonton liga Itali di Milan.  
(Inspeksi gak penting, kan sudah diputuskan). Nikmatnya jalan2 ke Eropa sama 
Istri. pulang ke Indonesia bawa oleh2 dan uang saku masih lebih banyak. 
(Sumringah lagi)

Beberapa bulan kemudian, proyek dimulai dengan (unfortunately) peralatan dan 
perlengkapan yang digunakan  99.9 % buatan Perancis. 

Bagaimana dengan TKDN 30% ?
LUPAKAN SAJA.......( Sudah Kelaut)

Mari RENUNGKAN!!!
Bagaimana mungkin kita dapat mengangkat produk dalam negeri kalau bapak2 tadi 
lebih mementingkan trip keluar negeri. ( Maklumi, mungkin mereka blm pernah 
keluar negeri).

Intinya bukan kualitas produk dalam negeri yg kurang bagus. Bukan juga  karena 
kualitas produk Perancis yang terbaik. Bukan pula lemahnya mental dari 4 orng 
tadi. 

Intinya adalah, negara2 barat punya kepentingan besar dari hanya sekedar 
mendapatkan proyek di Indonesia. Selain mendapatkan proyek di Indonesia,  
mereka perlu user (buyer)  untuk produk2 mereka yang mana didalam negeri mereka 
sendiri sudah kehabisan pasar (user), apalagi dengan adanya krisis ekonomi 
global. 

Mereka memasukan produk2 mereka ke Indonesia (menjual) melalui proyek2 seperti 
ini. Wow. Hebatnya mereka. sekali dayung 3 pulau terlewati. Yang lebih hebat, 
mereka ternyata berperan besar merusak mental Bapak2 tadi dengan menghadiahkan 
(baca: suap) perjalanan dinas (leisure)  ke luar negeri.

Negara barat yang sudah kaya,  makin kaya karena produk2 mereka digunakan untuk 
berbagai proyek di Indonesia dan negara2 berkembang di dunia.   . 

Negara kita? Produk lokal tidak bisa bermain banyak karena tidak diberi 
kesempatan walaupun ada aturan TKDN 30%. 

Semua aturan runtuh karena sebagian besar dari kita masih mengimpikan bisa 
jalan2 ke Eropa, karena negara2 barat perlu pasar di negara2 berkembang, dan 
karena mereka sangat mengetahui bahwa mental bangsa kita masih sangat mudah 
dipengaruhi dengan materi dan impian. 

Masih jauh dari menjadi bangsa yang bisa mandiri. Untuk memenuhi 30% saja kita 
sudah sulit, mau kerjain proyek sendiri emang bisa?

Bisa saja  mungkin kita kerjain sendiri dengan all resources dalam negeri. Tapi 
terus negara2 barat nanti gak ada kerjaan, produk mereka gak ada yang beli, 
krisis ekonomi mereka makin berkepanjangan, nanti mereka jadi negara miskin....

Tega apa kita? Kita kan selain bangsa yang terkenal ramah juga bangsa yang gak 
tegaan....kasian ya.....
.yes we will rule the world and we don't need friends....( I am being sarcastic 
here).  

OUR DREAMS DO NOT FADE, YES WE WILL RULE THE WORLD ONE DAY (I am being 
optimistic here and you all should be)

Good Luck!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------ --------- --------- ------

.


        .: http://www.facebook .com/BisnisCente r :.








.: LINK WAJIB> http://finance. groups.yahoo. com/group/ Bisnis_Center/ 
grouplets/ subscriptions

.: LINK WAJIB> http://bisniscenter .ning.com/

|  NOTE: NO-HardSelling, Bukan pengumpulan dana tanpa ijin pemerintah
|  posting beberapa artikel bermanfaat sebagai KONTRA PRESTASI iklan/promo 
SOFT-Selling.



.
Yahoo! Groups Links





 

Kirim email ke