(Sharing)
Geliat Globalisasi di Tahun Ular Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA. “These headwinds emanating from Europe and America will make it hard for developing countries to gain traction. Emerging-market consumers are becoming big spenders, and output in the developing world as a whole will expand by about 6% in 2013, nearly four times as fast as that in the rich world… So where to find a bit of cheer in 2013? Adventurous investors can look beyond the usual markets to a few more exotic place.” – Robin Bew, Global grind: The world economy’s woes are far from over, 2013. *** Dalam edisi tahunan majalah The Economist, bertajuk utama The World in 2013 selain memuat kaleidoskop pelbagai artikel yang berupaya memberi prediksi perekonomian mondial di tahun ular, ada hal lain yang menarik. Di antara pelbagai pemasang iklan korporasi ada juga 5 negara yang memasang country advertising, yaitu: Thailand, Taiwan, China, Cyprus dan Belgium. Begini positioning-nya masing-masing: Thailand, mengedepankan aspek manufaktur, tekonologi, tenaga kerja yang terampil, keahlian dalam perekayasaan (engineering expertise), serta pelbagai insentif bisnis yang friendly. Iklan yang tampil berwarna dua halaman penuh bertajuk ‘Driving The Future’ menampilkan gambar pabrikasi otomotif yang rapi, bersih dan canggih. Dan barangsiapa mau mengeksplor lebih jauh tinggal klik: Visit Modern-Thailand.com. Taiwan, memosisikan dirinya sebagai ‘The Heart of Asia’. Negara yang sudah dikenal dengan kecanggihan engineering serta elektronikanya kali ini malah mengedepankan aspek wisata kulinernya. Taiwan adalah juga ‘The Heart of Food: from field to fork, Taiwan serves up a feast for food lovers’ begitu ujarnya dalam opening tagline-nya. Iklan satu halaman warna yang menampilkan foto petani tradisionalnya, ada juga buah naga (dragon fruits), koki dan tentu gambar masakan yang diambil dengan teknik fotografi tingkat tinggi. Wisata kuliner adalah tema alternatif terutama bagi pebisnis dunia yang pastinya pernah singgah di sana namun selalu tenggelam hanya dengan pelbagai business meetings. Negara yang sudah sangat maju di kawasan Asia ini menghimbau para pelancong dunia untuk: Make time to taste Taiwan. China, masih terus menarik para investor untuk menanamkan modalnya disana. Lewat iklan satu halaman penuh dari TEDA (Tianjin Economic-Technological Development Area) kuat terkesan bahwa kawasan-kawasan industri di China adalah masih menjadi platform pertumbuhan ekonominya. Dan TEDA adalah salah satu dari China’s New Platform for Economic Growth. Dilengkapi nomor kontak (telepon serta email) yang tersebar di seantero sentra bisnis dunia: New York, Texas, Chicago, Cologne, Tokyo, HongKong, Beijing dan Shanghai. Mengedepankan aspek hi-tech serta eco-industrial zone yang memiliki global competitiveness sambil terus menekankan bahwa bagi mereka: ‘investors are kings’. Cyprus, lewat kerjasama dua instansi: Cyprus Investment Promotion Agency dan Ministry of Commerce, Industry & Tourism Trade Service memosisikan bahwa Cyprus adalah lebih dari sekedar tujuan wisata saat liburan. ‘There’s more to Cyprus than meets the eye’, bukan cuma pantai berpasir putih dengan 300 hari sinar matahari, namun juga tempat strategis untuk bisnis Anda (mulai dari proses registrasi sampai pendirian operasi perusahaan yang bisa menjangkau kawasan EU/European Union, Afrika bagian utara serta kawasan Timur Tengah) dengan biaya yang relatif lebih rendah. Sebagai anggota EU dan EMU/European Monetary Union sejak 2008, negara ini menerapkan kebijakan pro-investor dengan pajak perusahaan (corporate tax) terendah di kawasan EU yang sekitar 10%. Singkatnya, iklan black&white satu halaman ini menyatakan bahwa Cyprus itu…more than just beaches and sun. Dengan segala infrastruktur layanan serta legal yang ada, para investor diundang untuk…’Invest with Confidence’. Belgia, lewat Wallonia sebuah wilayah yang diposisikan sebagai tempat untuk kreasi, bursa dan bertumbuh (Create > Exchange > Grow) memasang 1 halaman iklan berwarna. Ada 3 tema yang diusung untuk mengundang investor ke Wallonia: sebagai 1) the assets for growth, insentif keuangan untuk ekspor dan investasi, pajak usaha yang lebih rendah, mudahnya akses ke permodalan, akan mendorong pertumbuhan di Wallonia. 2) A Culture of partnership, dengan tersedianya tenaga kerja berketrampilan tinggi serta unit-unit R&D (litbang) yang punya dedikasi tinggi terhadap inovasi adalah ciri keunggulan Wallonia. 3) A competitive region, yang mengedepankan keunggulan transportasi dan logistik, serta teknologi aeronautics, aerospace, agribusiness, mechanical engineering, life sciences dan environmental technologies merupakan 6 competitive clusters disamping beberapa high-tech clusters lainnya yang mendudukan Wallonia di posisi terdepan dalam gerak kemajuan. Intinya, Belgium adalah ‘Excellence at the heart of Europe’. *** Peran serta inisiatif negara dalam kepemimpinan di kancah pertarungan global semakin kental dan semakin terasa imperatifnya. Tentu ada banyak negara lain yang tak beriklan dalam edisi tahunan The Economist ini namun tetap sangat menarik dan penting untuk dicermati. Negara-negara seperti Libya yang baru kelar dengan perang sipilnya telah kembali dalam kesibukan bisnis, yang tentu bakal banyak membuka kesempatan pertumbuhan ekonomi. Mongolia yang habis-habisan menjual potensi pertambangannya, bakal menggoyang konstelasi bisnis dunia terutama dengan produksi tembaga di wilayah Oyu Tolgoi di padang gurun Gobi. Walau saat ini kawasan Eropa masih dirundung nuansa kelabu, Robin Bew mengusulkan, kalau-kalau Anda mau sejenak menghindar dari suramnya Eropa, maka Anda bisa saja melirik ‘potensi bisnis’ di Macau, yang ekonominya masih bakal bertumbuh14%! twitter@andrewenas ------------------------------------------------ Artikel dari Majalah MARKETING, edisi April 2013 STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES Email: [email protected]
