(Sharing)


Visi Global dan Sensitivitas Lokal

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.


“Global marketing demand exceptional leadership…the hallmark of a global 
company is the capacity to formulate and implement global strategies that 
leverage worldwide learning, respond fully to local needs and wants, and draw 
on the talent and energy of every member of the organization.”– Warren J. 
Keegan & Mark C. Green, Principles of Global Marketing, Prentice Hall, 1997.

***

     Beberapa fenomena bisnis global di arena ritel, otomotif, properti dan 
energi bisa memberi ilustrasi bagaimana dinamika dampak dari
 global policy dan eksekusi strategi (leadership) perusahaan-perusahaan global 
tanpa kehilangan sensitivitas terhadap situasi dan kebutuhan spesifik di lokal 
tertentu.

     Demi mengamankan pertumbuhan bisnis Wal-Mart Stores Inc. dikabarkan bakal 
mengakuisisi 80% saham peritel asal Turki, Migros Ticaret AS. Porsi ini 
nilainya US$ 4 miliar, dan rencananya bakal didapat dari perusahaan ekuitas 
asal London, BC Partners. Upaya Wal-Mart mengembangkan sayap di sejumlah negara 
Asia memang untuk meningkatkan pendapatannya dan menjamin pertumbuhannya 
(growth).

     Di arena bisnis otomotif dunia, kabarnya Renault SA yang asal Perancis itu 
akan melepas kepemilikannya di perusahaan otomotif asal Swedia, Volvo AB. 
Setelah 11 tahun Renault menggenggam saham produsen truk Volvo sebesar 6,5%, 
akan dilepas dengan nilai sekitar US$1,92 miliar. Dana ini oleh Renault akan 
dipakai untuk mengurangi utangnya sendiri dan
 sekaligus membiayai investasinya di Perancis, Russia dan China. Bisnis Renault 
di Eropa memang sedang kelabu, di bulan Oktober kemarin ia mengalami penurunan 
18% penjualan.  Di Russia, Renault menggandeng  Nissan Motor Co untuk mengambil 
kendali produsen mobil Lada, OAO Avto-VAZ Rusia dengan investasi US$742 juta. 
Inisiatif ekspansi internasional ini katanya demi meremajakan jangkauan bisnis 
sambil memperkuat daya saingnya di Eropa.

     Hong Kong dan Singapura pada kuartal keempat tahun 2012 lalu mengalami 
pelambatan (cenderung stagnan) dalam sektor office-rental di ring A (prime 
area). Managing Director Jones Lang La-Salle, Jeremy Sheldon, mengakui bahwa 
pelambatan pertumbuhan sewa kantor terjadi lantaran pelaku sektor finansial 
masih memilih menahan diri di tengah ketidakpastian ekonomi global, ditambah 
lagi aktivitas perusahaan-perusahaan barang konsumsi dan farmasi juga cenderung 
melambat. Prediksinya,
 pelambatan ini masih akan berlanjut ke tahun 2013, sampai adanya perubahan 
kondisi ekonomi dan kejelasan pergantian politik yang diperkirakan terjadi di 
pertengahan tahun 2013. Untuk beberapa kota di Asia pertumbuhan sewa kantor 
masih ada, Jakarta sebesar 7%, Manila 2%, dan Tokyo 1%.

     Sektor penting lainnya adalah energi global. Demi menjamin pertumbuhan 
ekonominya, China mati-matian berupaya mengamankan pasokan energi yang 
dibutuhkan untuk menggerakkan mesin-mesin produksinya. Kabar terakhir 
PetroChina sudah sepakat untuk mengambil alih saham BHP Billiton dalam proyek 
gas alam cair Browse (di Australia Barat) senilai US$1,63 miliar. Selain 
PetroChina, ada CNOOC yang aktif memborong aset di mancanegara. Baru-baru ini 
CNOOC telah mendapat persetujuan pemerintah Kanada untul mengakuisisi 
perusahaan minyak Nexen senilai US$15,1 miliar. Aksi korporasi ini adalah 
bentuk akuisisi terbesar perusahaan China tahun 2012. Perusahaan
 minyak China lainnya, Sinopec, juga  telah membeli 20% saham Total di ladang 
minyak lepas pantai Nigeria. Total nilai pembelian perusahaan minyak asal 
Perancis itu sekitar US$2,5 miliar. Selain itu, Sinopec juga telah memiliki 
sepertiga saham Devon Energy senilai US$2,2 miliar. Inisiatif ini demi 
melancarkan akses China ke sumber-sumber minyak di Amerika Serikat. Sebelumnya, 
PetroChina juga telah mengambil alih 40% saham proyek minyak di Mackay River 
senilai US$673 juta. Dalam perhitungan Bloomberg,  sepanjang 2012 lalu 
perusahaan minyak dan gas China telah menghabiskan total uang senilai US$25 
miliar untuk menyukseskan sejumlah akuisisi di sektor energi minyak dan gas.

***

     Inisiatif kepemimpinan korporasi-korporasi global ini adalah sesuatu yang 
heroik juga. Berani masuk dalam arena/daerah yang belum dikenal sebelumnya 
(terra incognita), yang merupakan ciri karakter para perintis (the pioneers) di 
tanah
 Amerika dulu, atau para penjelajah Eropa yang akhirnya menghasilkan banyak 
penemuan wilayah baru, serta invensi-invensi kreatif-ekploratif. Seperti kata 
Warren Keegan & Mark C. Green selanjutnya, “This is a heroic task requiring 
global vision and a sensitivity to local needs. Overall, the leader’s challenge 
is to direct the effort and creativity of everyone in the company toward a 
global effort that best utilizes organizational resources to exploit global 
opportunities.” Gravitasi yang perlu dilawan adalah sikap pasif, chauvinistic, 
primordialistik-sempit, malas dan enggan keluar dari zona kenyamanan. 

     Selamat memasuki Tahun Ular, tahun bagi si cerdik pemberani. 



(twitter@andrewenas)
----------------------------------------------------------------------------
Artikel dari Majalah MARKETING, edisi Januari 2013






STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]

Kirim email ke