Note: Awalnya email ini ditulis untuk menjawab
pertanyaan Ario Makaribi. Ingin ikut diskusi, klik:
http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1539
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/20707
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif
 


Vincent Liong answer to Ario Makaribi:

Meski tekhnologi terus berkembang, manusia dan
permasalahannya pada dasarnya itu-itu saja, yang
berubah adalah asesoris, pernak-pernik yang ada di
sekitar kehidupan manusia, entah itu yang berwujud
fisik seperti tekhnologi yang semakin canggih atau
yang berwujud non fisik seperti misalnya paradigma
kita entah itu yang sifatnya ilmupengetahuan yang
dianggap science atau yang dianggap non science.

Zaman dengan segala asesorisnya adalah siklus
berputar-putar yang tidak pernah selesai, terus saja
berulang. Bila waktu kita runtut dari jaman manusia
masih dekat sifatnya dengan binatang hingga saat ini.
Maka terjadi perubahan mode tentang cara manusia itu
menilai dirinya entah itu dalam hal ilmu bumi
(ilmupengetahuan alam), ilmu manusia (ilmupengetahuan
sosial) dan ilmu langit (ilmu ketuhanan), entah yang
dianggap science atau dianggap metafisika. 

Menurut versi paradigma saya, pada awalnya manusia
memiliki paradigma yang tidak berbeda jauh dengan
binatang. Orang menyebut zaman tersebut sebagai zaman
animisme. Orang zaman sekarang mengatakan bahwa orang
di zaman animisme menyembah pohon, menyembah laut,
gunung, menyembah sungai, menyembah batu, dlsb.
Anggapan ini muncul karena manusia di zaman itu
memandang segala benda hidup atau mati di sekitarnya
dengan memberikan perhatian yang egaliter dengan
menyamakannya sebagai data. Data tentang manusia
diperlakukan sama dengan data tentang benda hidup dan
benda mati yang lain dalam hal pemposisian dirinya
terhadap range dan skala, yang membedakan adalah
konteks dan bahasa yang terikat dengan data tsb. Maka
dari itu anjing dan binatang lainnya tidak perlu
sekolah sudah mengerti bagaimana cara menjaga dirinya
tanpa perlu diajari karena kemampuan membaca
pemposisian diri tiap data berbeda terhadap range an
skala yang ada dalam konteks dan bahsa tertentu.    

Zaman animisme mengakibatkan persaingan dengan hukum
hutan rimba yang dimana dalam kegiatan menganalisa dan
menentukan strategi yang sifatnya untuk survive saat
ini setiap individu berusaha memperluas range cakupan
kekuasaannya seperti binatang berusaha menentukan
ruang-ruang kekuasaannya di hutan yang tidak dibatasi
tembok-tembok. Maka klimaks dari jaman animisme adalah
chaos seperti diceritakan di kitab-kitab agama Hindu
dimana antar manusia saling bertarung untuk berkuasa.
Situasi chaos ala hukum hutan rimba itu berakhir
dengan datangnya jaman agama Hindu dimana mulai dibuat
tembok-tembok pemisah yang mengatur, mulai dari sistem
keyakinan dengan dewa-dewa yang punya range kekuasaan
sendiri-sendiri dengan urusan tanggungjawab wilayah
kontekstual sendiri-sendiri sampai aturan kasta yang
membagi masyakarat dalam ruang-ruang range hak dan
kewajiban yang tidak adil tetapi dapat menyelesaikan
situasi chaos yang diakibatkan oleh pemahaman egaliter
ala animisme. 

Zaman hindu pun memiliki titik klimaks soal
pengelompokkan yang semakin tidak adil hingga akhirnya
muncul pemahaman budhisme untuk menyeimbangkannya,
dengan menekankan proses hidup dari lahir sampai mati
dan keyakinan tentang reinkarnasi sehingga orang
memiliki sistem kontrol agar tidak semena-mena dalam
keyakinannya, untuk memperhitungkan karma yang harus
dia bayar dalam menjalani tiap tindakan di kehidupan.
Budhisme berhasil menyeimbangkan antara sisi hindu
yang menekankan pada kedewaan dan budhisme yang
menekankan pada ketiadaan.

Ketika jaman hindu dan budha tidak lagi relevan untuk
memenuhi kebutuhan jaman, maka munculah jaman
monotheistik. Monotheistik menggabungkan hal-hal yang
terpisah antara pemahaman hindu dan budha sehingga
bisa tercakupi dalam satu sistem. Di zaman
monotheistik digunakan labeling untuk pengelompokkan
ruang seperti di zaman hindu yang telah saya jelaskan
di atas, sekaligus sistem sebab akibat sehingga
dibutuhkan beberapa peran yang berlawanan yang saling
mengkambinghitamkan. Untuk mengadaptasi keduanya
menjadi satu, maka pemposisian antara manusia dengan
penciptanya dibuat berjarak secara objective dimana
manusia mampu menyentuh-hal-hal fisik dan hal
ketuhanan dikategorikan metafisika yang tidak logis
yang tidak tersentuh secara langsung oleh manusia. 

Di zaman monotheistik ada labeling yang dianggap
bersifat science dan ada yang dianggap metafisika,
dua-duanya sama-sama bersifat labeling dan sama-sama
saling mengkambinghitamkan. Dalam masing-masing peran
baik peran science atau peran metafisika memiliki
sistem hirarki sendiri-sendiri yang tidak egaliter.
Dalam peran yang dianggap science membuat tingkatan
gelar yang dilabelkan telah secara sah memiliki
pengetahuan sampai tingkat tertentu dengan adanya
ijasah D3, S1, S2, S3, dlsb. Dalam peran science juga
mengelompokkan diri dalam kelompok kecil-kecil dengan
konteks sendiri-sendiri yang saling tidak bersentuhan
seperti ada ilmupengetahuan alam dan ilmupengetahuan
sosial, lalu misalnya lmupengetahuan sosial memiliki
bagian lagi seperti komunikasi, sosiologi,
antropologi, psikologi, politik, hukum, dlsb dengan
bagian lagi yang lebih kecil, ;ini juga terjadi di
ilmupengetahuan alam. Dalam peran metafisika juga
membuat aliran-aliran kesektean entah berlabel agama,
spiritual, ilmu tertentu, dlsb dengan aturan tingkat
hirarki sesepuh, guru & murid versi sendiri-sendiri. 

Nah, di mana peran kompatiologi? Kompatiologi adalah
proses klimaks zaman monotheisme ke jaman animisme.
Kompatiologi bukan salahsatu bagian dari
ilmupengetahuan alam, ilmupengetahuan sosial, ilmu
metafisika, ilmu agama, dlsb. Kompatiologi adalah
klimaks dari permasalahan jaman monotheistik yang
dimana bangunan hirarki dan pengelomokkkan yang saling
mengkambinghitamkan tidak lagi mampu mewakili
bidangnya masing-masing dengan baik. Apakah seorang
manusia dapat hidup hanya dengan ilmu psikologi, hanya
dengan ilmu ekonomi, hanya dengan ilmu hukum atau
sosiologi, atau antropologi, atau budaya, atau
kedokteran saja, atau matematika, saja, dlsb secara
teori yang dajarkan memang bisa karena manusia itu
kalau lulus dianggap pasti akan dapat pekerjaan dan
pasti mampu di bidangnya yang sempit tsb. Tetapi
akhir-akhir ini berapa banyak pengangguran, betapa
banyak konflik akibat kesalahpahaman, dlsb hidup
menjadi tidak lagi efisien dan realitis, semua berdiri
sendiri-sendiri, berpikir dan bertindak dalam
keyakiannnya sendiri-sendiri, meyakini dan menyembah
berhala tentang konsep rasa aman-nya sendiri-sendiri. 

Dalam kompatiologi semua termasuk saya Vincent Liong
pendirinya hanyalah data, maka dari itu tidak ada
pempatenantan dan tidak ada ijasah. Yang telah
menguasai kompatiologi bisa saja berjualan ilmu
kompatiologi dengan tarif yang ditentukan sendiri,
semua murid termasuk murid saya sendiri bisa saja
menyaingi gurunya. Semua pengguna kompatiologi bisa
mengembangkan ke bidang sendiri dengan kepentingan
sendiri-sendiri. 

Manusia yang telah terjangkit kompatiologi hidup
seperti anjing saya si Blacky di rumah. Tanpa berlu
berijasah sekolahan atau mendapat pelajaran moral dari
penuntun spiritualnya dia tahu bagaimana caranya agar
hari ini dia masih bertahan hidup, mendapat makan &
tempat tinggal, mendapat kasih sayang & perhatian dari
seorang atau sekeluarga bos nya. Yang penting tahu
pemposisian diri dalam peta keadaan sekitar saat ini
dan bagaimana bisa hidup dengan kwalitas hidup yang
sama atau lebih dari yang sudah ada saat ini, hingga
akhirnya dia mati juga.

Tentunya kompatiologi pun akan punah seiring dengan
berjalannya waktu ketika ilmu kompatiologi tidak lagi
menjawab konteks permasalahan yang ada di saat ini
versi sekian waktu yang akan datang; seperti zaman
animisme, jaman hindu budha, jaman monotheisme, dlsb
yang terus bersiklus sepanjang sejarah kehidupan
manusia dengan nama yang berubah-ubah.

Mengenai pertanyaan anda soal: “Sebenarnya aku di
dunia ini untuk apa?” Kata sebenarnya di kalimat tsb
sudah beraroma tuntutan akan kemelekatan pada satu
believe sistem ala monotheistik. Anda bisa menjawabnya
sesuai dengan paradigma pilihan anda… Kalau saya, ya
hanya menjalankan peran saya dan menikmati fasilitas
hidup yang saya dapatkan saat ini. 


Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Sabtu, 5 mei 2007





email sebelumnya...
http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1538
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/20706
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/19690
ario makaribi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

hallo vincent,

saya tertarik untuk mendiskusikan hal ini, karena
tentu saja umur kita yang tak jauh berbeda. Tentang
sebuah pencarian, ya saya pikir kompatiologi mirip
dengan aliran kebatinan, cuma disana ada
penjelasan-penjelasan secara ilmiah. saya kira begitu,
dan adalah sebuah keberanian untuk memunculkan ide
ini.

entah apa yang akan anda katakan tentang hal ini, tapi
saya hanya ingin berdiskusi.

di jawa, ketika saya SD sering membaca tentang
ilmu-ilmu jiwa, meraga sukma, petak bumi, meramal dls.
tapi bukan itu intinya. manusia selalu mencari apapun
tentang eksistensi dirinya, dengan kemampuan otak
tentu saja akan mencapai hasil yang mungkin diluar
perkiraan kita. jika saya runut (ditanah jawa dalam
hal ini) dulunya punya ilmu-ilmu kanuragan yang luar
biasa dan bahkan Raja/Ratu dianggap sebagai titisan
dewa. merekapun punya kekuatan ruhani yang berbeda
dari orang kebanyakan (katanya) atau apakah ini cuma
pelabelan?

apapun itu, bahkan tentang einstein sekalipun dia
berusaha memahami eksistensi alam semesta dengan
segenap akalnya (kalau tidak salah dia mengembangkan
relativitas selama 23 tahun masa hidupnya). dan jika
dikaji, karya-karya einstein adalah luar biasa, saya
memahami konsep tentang hidup setelah mati (secara
ilmiah) mungkin lewat postulat-postulatnya, bahwasanya
ada zat yang kekal bukan fisik itu sendiri, melainkan
karena energi itu tidak dapat diciptakan dan tidak
dapat dimusnahkan, melainkan hanya bisa diubah
kebentuk energi lain. sadar atau tidak einstein telah
ikut merubah dunia dengan karya-karyanya itu. ya
menurut saya dia ibarat tonggak perubahan zaman modern
ini (pemahaman tentang alam semesta).

saya pikir anda dengan dekon-kompatiologi-nya,
berusaha membuat sebuah perubahan ataukah
revolusioner? entahlah... dengan membawa visi yang
mungkin hanya anda ketahui sendiri. saya baca disana
dengan  basic ilmu-ilmu  psikologi (kejiwaan), mungkin
ada  kemiripan dengan einstein dengan basic ilmu
fisika (alam) .

apapun, baik anda atau einsten atau siapapun
orang-orang lain yang semisal nya (saya pikir sangat
banyak sekali didunia ini) menghasilkan "karyanya"
atas sebuah reaksi, ya "reaksi" apakah reaksi atas
pelabelan atau entahlah....

namun pernahkah kita berpikir : "sebenarnya kita
didunia ini untuk apa?" karena itulah saya pikir
esensinya, sungguh sangat rugi jika einstein yang
selama 23 tahun bergelut dengan fenomena/benang kusut
alam semesta diklimaksnya tak mampu menjawab
pertanyaan : 
"SEBENARNYA AKU DIDUNIA INI UNTUK APA?", apakah
begitu?

terima kasih.





LAMPIRAN Info Pendekon Kompatiologi
Last update: 30 April 2007 (berlaku sampai update
berikutnya)



ISI LAMPIRAN 
* Daftar pengajar Kompatiologi cabang Jakarta. 
* Daftar penasehat Kompatiologi cabang Jakarta. 
* Daftar pengajar Kompatiologi cabang daerah (di luar
Jakarta; Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo &
Purwokerto,.)
* Mendatangkan Vincent Liong Penemu & Pendiri
Kompatiologi ke Kota Anda. 
* Maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi
(unmoderated).

Note: Keterangan tentang ciri-ciri dan spesialisasi
masing-masing pribadi pendekon ditulis oleh Vincent
Liong & Leonardo Rimba.


YANG PERLU DIPERHATIKAN:
* By appointment only. Biasanya pendekon membawa
pendekon dari cabang lain bilamana jumlah terdekon di
luar kemampuan pendekon dengan tujuan untuk menjaga
standart kwalitas hasil dekon.
* Wajib konformasi sehari sebelum hari appointment dan
hari yang sama sebelum dekon. 
* Tidak melayani tanya-jawab via sms dan misscall.
* Biasanya acara dekon berlangsung selama empat jam.
Dilarang meninggalkan acara sebelum acara selesai.
* Order proyek luar kota, seminar, wawancara pers,
dlsb hubungi & deal langsung dengan masing-masing
praktisi. 
* Disarankan (tidak wajib) terdekon membawa teman yang
tinggal satu area / lingkungan pergaulan dengannya
agar memiliki teman sharing tentang penerapan
kompatiologi pasca dekon-kompatiologi, agar
perkembangan pasca dekon lebih cepat dan terkontrol.
* Tiap pendekon bekerja dan bertanggungjawab secara
independent. Tanggungjawab kepada klien adalah pada
masing-masing praktisi yang menjadi pendekon pilihan
anda.
* Praktisi kompatiologi tidak memberikan jaminan
apapun terhadap klien. Segala resiko dari proses
dekonstruksi ditanggung oleh klien sendiri.
* Tarif yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu
tanpa pemberitahuan (baik diubah oleh Vincent Liong
maupun oleh masing-masing pendekon sendiri tanpa
memberitahu Vincent Liong).
* Kompatiologi juga membuka diri untuk donasi /
sumbangan biaya penelitian yang sifatnya pribadi
karena dilakukan oleh masing-masing pendekon atas
kemauan & usaha sendiri. Sumbangan berupa uang dapat
ditransfer ke bank account atau secara tunai(cash).
* Untuk informasi yang belum disebutkan di atas dapat
menanyakan langsung kepada pendekon.



PENGAJAR KOMPATIOLOGI CABANG JAKARTA

* MARWAN M.
Marwan, menekuni pencarian diri bagi orang yang
berminat meninggalkan nilai-nilai tradisional, untuk
masuk ke masa postmoderen, dengan memilih sendiri
unsur apa yang harus dipertahankan dan unsur apa yang
harus diambil dari luar budayanya sendiri. 
Lokasi dekon: Plaza Senayan, Senayan City & Mall Taman
Anggrek.
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-93710900 & Hp: 0818888653.

* STEVEN TJOENG (alias: Dayapala Pema Lodoe)
Steven adalah pribadi yang ‘Tibetan Style’, banyak
pengaruh budhisme.   
Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi.
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-93332223 & Hp: 081381381311.

* DADE (M. PRABOWO)
Dade adalah pribadi yang banyak mendalami aliran yang
bersifat sufistik / tasawuf.
Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi &
Mall Kelapa Gading.
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-98805716 & Hp: 081808862171.

* RIO PANJAITAN
Rio adalah pribadi yang pribadi yang memiliki
background tekhnik beladiri & filosofi Aikido, dan
filsafat Bushido yang adalah warisan budaya Jepang.
Mengkhususkan diri bagi mereka yang memiliki semangat
pengabdian dalam bidang apapun.
Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi &
Mall Kelapa Gading.
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-99068707 & Hp: 081380530125.

* ONDO UNTUNG
Ondo adalah pribadi yang lihai dalam menganalisa
fenomena sosial-politik kontemporer.
Lokasi dekon: Mall Kelapa Gading, Plaza Senayan,
Senayan City, Plaza Semanggi.
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta.
CDMA esia: 021-92862617 & Hp: 08128599710.

* ADHI PURWONO 
Adhi mampu mengerti pengalaman-pengalaman sikofren
yang berasal dari masa kanak-kanak yang berlanjut ke
masa dewasa dan masalah yang berkaitan dengan hubungan
antar pribadi. 
Lokasi dekon: Plaza Senayan, Senayan City, Mall Taman
Anggrek & Mall Puri Indah.  
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta.
CDMA flexi: 021-68812660 & fren: 08886187085. 
Bank Account: Bank BNI cabang Harmoni.
A/c: 1810500-6  A/n: Adhi Purwono.

* VINCENT LIONG (Pendiri & Penemu ilmu Kompatiologi)
Vincent adalah pendiri & penemu Kompatiologi, secara
pribadi berminat pada masalah eksistensi & adaptasi
diri terhadap lingkungan.  
Lokasi dekon: Plaza Senayan & Senayan City.
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.500.000,- per peserta di Plaza Senayan
& Senayan City. 
CDMA flexi: 021-70006775 & esia: 021-98806892 (untuk
di Jakarta saja). 
CDMA fren: 08881333410 (untuk di Jakarta & luar kota).

Telp: 021-5482193, 5348567  Fax: 021-5348546
Bank Account: Bank BCA cabang Permata Hijau.
A/c: 178-117-9600  A/n: Liong Vincent Christian.



PENASEHAT KOMPATIOLOGI CABANG JAKARTA

CORNELIA ISTIANI
Istiani mengkhususkan diri pada mereka yang berasal
dari bidang ‘eksakta’(matematika, pengukuran dan
statistika).
Hp: 081585228174 CDMA flexi: 021-68358037
CDMA fren: 08886167847 (untuk di Jakarta & luar kota).

JUSWAN SETYAWAN
Juswan adalah penulis & edukator piawai dalam bidang
kedokteran populer.
Hp: 08159162193

LEONARDO RIMBA
Leonardo Rimba, ilmuan politik yang bergerak di bidang
metafisika praktis.
Hp: 0818183615



PENGAJAR KOMPATIOLOGI CABANG DAERAH

* Cabang SOLO
Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.200.000,- per
peserta.
- Sunu (Hp: 08122651357 CDMA flexi: 0271-7072879)
Sunu adalah sarjana hukum yang sedang meneliti
berbagai pendekatan praktis bagi mereka yang sedang
atau akan mempelajari kompatiologi.
- Toto (CDMA fren: 08886702727 flexi: 0271-7035186 Hp:
08552812005)
Toto adalah filsuf sosial dengan pendekatan ilmiah
populer yang penjelasannya sangat mudah dicerna oleh
masyarakat umum.
- Wawan Setiawan (Hp: 081932655888 CDMA fren:
08882900288)
Wawan mengkhususkan diri dalam memberikan pengarahan
kepada mereka yang pernah, akan, atau sedang
berkecimpung dalam dunia hitam di Indonesia dan
hubungannya dengan ilmu kompatiologi. 
- Alan Sarwono (Hp: 0811285540)
Alan Sarwono mengkhususkan diri pada mereka yang telah
menduduki posisi managerial menengah dan berambisi
untuk mencapai jabatan tertinggi di organisasi bisnis
mereka.
- Aida (CDMA fren: 08882989050)
Aida mengkhususkan diri pada pendekatan lintas agama
dalam hubungannya dengan ilmu kompatiologi.
- Agung PW (Hp: 081331139120) 
Agung mengkhususkan diri bagi mereka yang bergerak
dalam bidang seni dan pendidikan. 
- Sukma (CDMA fren: 08886753831)
Agung mengkhususkan diri bagi mereka yang bergerak
dalam bidang seni visual terutama fotografi dan
fenomena ke-Indigo-an.
- Willy BS (Hp: 08179489889, 0816674069 CDMA flexi:
0271-7016881)
Willy, spesialis soal orangtua yang merasa dirinya
atau anaknya bermasalah.

* Cabang YOGYAKARTA
Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.200.000,- per
peserta.
- Lely Cabe (Hp: 08170428081)
Lely sangat memahami masalah-masalah lintasbudaya
antar bangsa dan toleransi sosial. 
- Aida (CDMA fren: 08882989050)
Aida mengkhususkan diri pada pendekatan lintas agama
dalam hubungannya dengan ilmu kompatiologi.

* Cabang BANDUNG : Omen
Omen adalah pribadi yang mendalami ilmu Feng Shui
untuk diterapkan ke arsitektur 
moderen dengan latarbelakang sarjana seni ITB. Dengan
sifat pribadi dasar monyet api; Jadi pada kondisi
situasi yang meletup-letup membakar, jangan heran
kalau dengan tiba-tiba bisa saja ia berpindah ke pohon
yang lain.  
CDMA flexi: 022-70108828 & Hp: 08157179292.

* Cabang PURWOKERTO : Bimo Wikantiyoso
Bimo sementara ini mengkhususkan diri untuk melayani
mereka yang ingin menjadi adaptif dalam hal-hal
spiritualitas dan pengendalian hal-hal keduniawian.
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta.
CDMA fren: 08888405843 & Hp: 0816746770.

* Cabang SURABAYA : Audifax
Audifax, ahli ilmu jiwa, kemanusiaan dan berbagai
permasalahannya, seperti dimunculkan dalam berbagai
simbol-simbol yang ditemui di masyarakat Indonesia
saat ini.  
Jadwal by appointment. 
Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta.
CDMA flexi: 031-70209354 & fren: 08882733626.



Mendatangkan Vincent Liong Penemu & Pendiri
Kompatiologi ke Kota Anda. 
Untuk mendatangkan / mengundang Vincent Liong, hal-hal
yang perlu dipenuhi adalah sbb: 

1. AKOMODASI
* Ada individu penanggungjawab / sponsor (local
representative) yang jelas, yang mengatur acara &
mengurus perekrutan peserta. Akan lebih baik bila
individu penanggungjawab datang ke Jakarta sebelumnya
untuk mengenal Vincent Liong dan Kompatiologi lebih
dalam sebelum menjadi local representative di acara
kunjungan Vincent Liong, agar tidak ada
kesalahpahaman. 
* Tiket pesawat pergi & pulang ke kota tsb & akomodasi
hotel dibelikan di muka.
* Tambahan biaya satu juta rupiah untuk uang saku,
dibayar di muka via transfer ke bank account.
* Ada individu yang menemani, mengantarkan (fasilitas
transportasi) & membiayai Vincent Liong berekreasi,
sambil pendalaman kompatiologi secara informal di
waktu luang agar tidak bosan / jenuh saat di kota tsb.
* Biasanya acara kunjungan dilakukan selama seminggu
sampai dua minggu untuk mempersiapkan kompatiologi
cabang daerah yang independent tidak tergantung cabang
Jakarta dalam aplikasinya.

2. TARIF DEKON KOMPATIOLOGI
* Bagi peserta di kota tsb, yang mengikuti acara
bersama Vincent dikenai tarif Rp.300.000,-/peserta,
biaya ini di luar biaya & hal AKOMODASI.

3. TARIF SARASEHAN
* Bagi pihak yang ingin mengundang untuk acara
sarasehan bertema kompatiologi dengan pembicara
Vincent Liong, dapat dinegosiasikan langsung per
telepon dan email. Bila di luar kota, maka hal tsb
harus memenuhi hal AKOMODASI.

(Note: Aturan main di atas juga berlaku untuk
mendatangkan para pendekon kompatiologi yang lain yang
nama dan contact personnya tercantum dalam email ini.
Silahkan hubungi langsung per telepon.)



Maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi
(unmoderated):
* http://groups.yahoo.com/group/komunikasi_empati
* http://groups.yahoo.com/group/vincentliong
*
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/
*
http://groups.google.com/group/komunikasi_empati/about


Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 


Mari bertukar informasi soal bisnis !  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bizznet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bizznet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke