Note: Awalnya email ini ditulis untuk menjawab pertanyaan Ario Makaribi. Ingin ikut diskusi, klik: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1539 http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/20707 http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif
Vincent Liong answer to Ario Makaribi: Meski tekhnologi terus berkembang, manusia dan permasalahannya pada dasarnya itu-itu saja, yang berubah adalah asesoris, pernak-pernik yang ada di sekitar kehidupan manusia, entah itu yang berwujud fisik seperti tekhnologi yang semakin canggih atau yang berwujud non fisik seperti misalnya paradigma kita entah itu yang sifatnya ilmupengetahuan yang dianggap science atau yang dianggap non science. Zaman dengan segala asesorisnya adalah siklus berputar-putar yang tidak pernah selesai, terus saja berulang. Bila waktu kita runtut dari jaman manusia masih dekat sifatnya dengan binatang hingga saat ini. Maka terjadi perubahan mode tentang cara manusia itu menilai dirinya entah itu dalam hal ilmu bumi (ilmupengetahuan alam), ilmu manusia (ilmupengetahuan sosial) dan ilmu langit (ilmu ketuhanan), entah yang dianggap science atau dianggap metafisika. Menurut versi paradigma saya, pada awalnya manusia memiliki paradigma yang tidak berbeda jauh dengan binatang. Orang menyebut zaman tersebut sebagai zaman animisme. Orang zaman sekarang mengatakan bahwa orang di zaman animisme menyembah pohon, menyembah laut, gunung, menyembah sungai, menyembah batu, dlsb. Anggapan ini muncul karena manusia di zaman itu memandang segala benda hidup atau mati di sekitarnya dengan memberikan perhatian yang egaliter dengan menyamakannya sebagai data. Data tentang manusia diperlakukan sama dengan data tentang benda hidup dan benda mati yang lain dalam hal pemposisian dirinya terhadap range dan skala, yang membedakan adalah konteks dan bahasa yang terikat dengan data tsb. Maka dari itu anjing dan binatang lainnya tidak perlu sekolah sudah mengerti bagaimana cara menjaga dirinya tanpa perlu diajari karena kemampuan membaca pemposisian diri tiap data berbeda terhadap range an skala yang ada dalam konteks dan bahsa tertentu. Zaman animisme mengakibatkan persaingan dengan hukum hutan rimba yang dimana dalam kegiatan menganalisa dan menentukan strategi yang sifatnya untuk survive saat ini setiap individu berusaha memperluas range cakupan kekuasaannya seperti binatang berusaha menentukan ruang-ruang kekuasaannya di hutan yang tidak dibatasi tembok-tembok. Maka klimaks dari jaman animisme adalah chaos seperti diceritakan di kitab-kitab agama Hindu dimana antar manusia saling bertarung untuk berkuasa. Situasi chaos ala hukum hutan rimba itu berakhir dengan datangnya jaman agama Hindu dimana mulai dibuat tembok-tembok pemisah yang mengatur, mulai dari sistem keyakinan dengan dewa-dewa yang punya range kekuasaan sendiri-sendiri dengan urusan tanggungjawab wilayah kontekstual sendiri-sendiri sampai aturan kasta yang membagi masyakarat dalam ruang-ruang range hak dan kewajiban yang tidak adil tetapi dapat menyelesaikan situasi chaos yang diakibatkan oleh pemahaman egaliter ala animisme. Zaman hindu pun memiliki titik klimaks soal pengelompokkan yang semakin tidak adil hingga akhirnya muncul pemahaman budhisme untuk menyeimbangkannya, dengan menekankan proses hidup dari lahir sampai mati dan keyakinan tentang reinkarnasi sehingga orang memiliki sistem kontrol agar tidak semena-mena dalam keyakinannya, untuk memperhitungkan karma yang harus dia bayar dalam menjalani tiap tindakan di kehidupan. Budhisme berhasil menyeimbangkan antara sisi hindu yang menekankan pada kedewaan dan budhisme yang menekankan pada ketiadaan. Ketika jaman hindu dan budha tidak lagi relevan untuk memenuhi kebutuhan jaman, maka munculah jaman monotheistik. Monotheistik menggabungkan hal-hal yang terpisah antara pemahaman hindu dan budha sehingga bisa tercakupi dalam satu sistem. Di zaman monotheistik digunakan labeling untuk pengelompokkan ruang seperti di zaman hindu yang telah saya jelaskan di atas, sekaligus sistem sebab akibat sehingga dibutuhkan beberapa peran yang berlawanan yang saling mengkambinghitamkan. Untuk mengadaptasi keduanya menjadi satu, maka pemposisian antara manusia dengan penciptanya dibuat berjarak secara objective dimana manusia mampu menyentuh-hal-hal fisik dan hal ketuhanan dikategorikan metafisika yang tidak logis yang tidak tersentuh secara langsung oleh manusia. Di zaman monotheistik ada labeling yang dianggap bersifat science dan ada yang dianggap metafisika, dua-duanya sama-sama bersifat labeling dan sama-sama saling mengkambinghitamkan. Dalam masing-masing peran baik peran science atau peran metafisika memiliki sistem hirarki sendiri-sendiri yang tidak egaliter. Dalam peran yang dianggap science membuat tingkatan gelar yang dilabelkan telah secara sah memiliki pengetahuan sampai tingkat tertentu dengan adanya ijasah D3, S1, S2, S3, dlsb. Dalam peran science juga mengelompokkan diri dalam kelompok kecil-kecil dengan konteks sendiri-sendiri yang saling tidak bersentuhan seperti ada ilmupengetahuan alam dan ilmupengetahuan sosial, lalu misalnya lmupengetahuan sosial memiliki bagian lagi seperti komunikasi, sosiologi, antropologi, psikologi, politik, hukum, dlsb dengan bagian lagi yang lebih kecil, ;ini juga terjadi di ilmupengetahuan alam. Dalam peran metafisika juga membuat aliran-aliran kesektean entah berlabel agama, spiritual, ilmu tertentu, dlsb dengan aturan tingkat hirarki sesepuh, guru & murid versi sendiri-sendiri. Nah, di mana peran kompatiologi? Kompatiologi adalah proses klimaks zaman monotheisme ke jaman animisme. Kompatiologi bukan salahsatu bagian dari ilmupengetahuan alam, ilmupengetahuan sosial, ilmu metafisika, ilmu agama, dlsb. Kompatiologi adalah klimaks dari permasalahan jaman monotheistik yang dimana bangunan hirarki dan pengelomokkkan yang saling mengkambinghitamkan tidak lagi mampu mewakili bidangnya masing-masing dengan baik. Apakah seorang manusia dapat hidup hanya dengan ilmu psikologi, hanya dengan ilmu ekonomi, hanya dengan ilmu hukum atau sosiologi, atau antropologi, atau budaya, atau kedokteran saja, atau matematika, saja, dlsb secara teori yang dajarkan memang bisa karena manusia itu kalau lulus dianggap pasti akan dapat pekerjaan dan pasti mampu di bidangnya yang sempit tsb. Tetapi akhir-akhir ini berapa banyak pengangguran, betapa banyak konflik akibat kesalahpahaman, dlsb hidup menjadi tidak lagi efisien dan realitis, semua berdiri sendiri-sendiri, berpikir dan bertindak dalam keyakiannnya sendiri-sendiri, meyakini dan menyembah berhala tentang konsep rasa aman-nya sendiri-sendiri. Dalam kompatiologi semua termasuk saya Vincent Liong pendirinya hanyalah data, maka dari itu tidak ada pempatenantan dan tidak ada ijasah. Yang telah menguasai kompatiologi bisa saja berjualan ilmu kompatiologi dengan tarif yang ditentukan sendiri, semua murid termasuk murid saya sendiri bisa saja menyaingi gurunya. Semua pengguna kompatiologi bisa mengembangkan ke bidang sendiri dengan kepentingan sendiri-sendiri. Manusia yang telah terjangkit kompatiologi hidup seperti anjing saya si Blacky di rumah. Tanpa berlu berijasah sekolahan atau mendapat pelajaran moral dari penuntun spiritualnya dia tahu bagaimana caranya agar hari ini dia masih bertahan hidup, mendapat makan & tempat tinggal, mendapat kasih sayang & perhatian dari seorang atau sekeluarga bos nya. Yang penting tahu pemposisian diri dalam peta keadaan sekitar saat ini dan bagaimana bisa hidup dengan kwalitas hidup yang sama atau lebih dari yang sudah ada saat ini, hingga akhirnya dia mati juga. Tentunya kompatiologi pun akan punah seiring dengan berjalannya waktu ketika ilmu kompatiologi tidak lagi menjawab konteks permasalahan yang ada di saat ini versi sekian waktu yang akan datang; seperti zaman animisme, jaman hindu budha, jaman monotheisme, dlsb yang terus bersiklus sepanjang sejarah kehidupan manusia dengan nama yang berubah-ubah. Mengenai pertanyaan anda soal: Sebenarnya aku di dunia ini untuk apa? Kata sebenarnya di kalimat tsb sudah beraroma tuntutan akan kemelekatan pada satu believe sistem ala monotheistik. Anda bisa menjawabnya sesuai dengan paradigma pilihan anda Kalau saya, ya hanya menjalankan peran saya dan menikmati fasilitas hidup yang saya dapatkan saat ini. Ttd, Vincent Liong Jakarta, Sabtu, 5 mei 2007 email sebelumnya... http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1538 http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/20706 http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/19690 ario makaribi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: hallo vincent, saya tertarik untuk mendiskusikan hal ini, karena tentu saja umur kita yang tak jauh berbeda. Tentang sebuah pencarian, ya saya pikir kompatiologi mirip dengan aliran kebatinan, cuma disana ada penjelasan-penjelasan secara ilmiah. saya kira begitu, dan adalah sebuah keberanian untuk memunculkan ide ini. entah apa yang akan anda katakan tentang hal ini, tapi saya hanya ingin berdiskusi. di jawa, ketika saya SD sering membaca tentang ilmu-ilmu jiwa, meraga sukma, petak bumi, meramal dls. tapi bukan itu intinya. manusia selalu mencari apapun tentang eksistensi dirinya, dengan kemampuan otak tentu saja akan mencapai hasil yang mungkin diluar perkiraan kita. jika saya runut (ditanah jawa dalam hal ini) dulunya punya ilmu-ilmu kanuragan yang luar biasa dan bahkan Raja/Ratu dianggap sebagai titisan dewa. merekapun punya kekuatan ruhani yang berbeda dari orang kebanyakan (katanya) atau apakah ini cuma pelabelan? apapun itu, bahkan tentang einstein sekalipun dia berusaha memahami eksistensi alam semesta dengan segenap akalnya (kalau tidak salah dia mengembangkan relativitas selama 23 tahun masa hidupnya). dan jika dikaji, karya-karya einstein adalah luar biasa, saya memahami konsep tentang hidup setelah mati (secara ilmiah) mungkin lewat postulat-postulatnya, bahwasanya ada zat yang kekal bukan fisik itu sendiri, melainkan karena energi itu tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, melainkan hanya bisa diubah kebentuk energi lain. sadar atau tidak einstein telah ikut merubah dunia dengan karya-karyanya itu. ya menurut saya dia ibarat tonggak perubahan zaman modern ini (pemahaman tentang alam semesta). saya pikir anda dengan dekon-kompatiologi-nya, berusaha membuat sebuah perubahan ataukah revolusioner? entahlah... dengan membawa visi yang mungkin hanya anda ketahui sendiri. saya baca disana dengan basic ilmu-ilmu psikologi (kejiwaan), mungkin ada kemiripan dengan einstein dengan basic ilmu fisika (alam) . apapun, baik anda atau einsten atau siapapun orang-orang lain yang semisal nya (saya pikir sangat banyak sekali didunia ini) menghasilkan "karyanya" atas sebuah reaksi, ya "reaksi" apakah reaksi atas pelabelan atau entahlah.... namun pernahkah kita berpikir : "sebenarnya kita didunia ini untuk apa?" karena itulah saya pikir esensinya, sungguh sangat rugi jika einstein yang selama 23 tahun bergelut dengan fenomena/benang kusut alam semesta diklimaksnya tak mampu menjawab pertanyaan : "SEBENARNYA AKU DIDUNIA INI UNTUK APA?", apakah begitu? terima kasih. LAMPIRAN Info Pendekon Kompatiologi Last update: 30 April 2007 (berlaku sampai update berikutnya) ISI LAMPIRAN * Daftar pengajar Kompatiologi cabang Jakarta. * Daftar penasehat Kompatiologi cabang Jakarta. * Daftar pengajar Kompatiologi cabang daerah (di luar Jakarta; Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo & Purwokerto,.) * Mendatangkan Vincent Liong Penemu & Pendiri Kompatiologi ke Kota Anda. * Maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi (unmoderated). Note: Keterangan tentang ciri-ciri dan spesialisasi masing-masing pribadi pendekon ditulis oleh Vincent Liong & Leonardo Rimba. YANG PERLU DIPERHATIKAN: * By appointment only. Biasanya pendekon membawa pendekon dari cabang lain bilamana jumlah terdekon di luar kemampuan pendekon dengan tujuan untuk menjaga standart kwalitas hasil dekon. * Wajib konformasi sehari sebelum hari appointment dan hari yang sama sebelum dekon. * Tidak melayani tanya-jawab via sms dan misscall. * Biasanya acara dekon berlangsung selama empat jam. Dilarang meninggalkan acara sebelum acara selesai. * Order proyek luar kota, seminar, wawancara pers, dlsb hubungi & deal langsung dengan masing-masing praktisi. * Disarankan (tidak wajib) terdekon membawa teman yang tinggal satu area / lingkungan pergaulan dengannya agar memiliki teman sharing tentang penerapan kompatiologi pasca dekon-kompatiologi, agar perkembangan pasca dekon lebih cepat dan terkontrol. * Tiap pendekon bekerja dan bertanggungjawab secara independent. Tanggungjawab kepada klien adalah pada masing-masing praktisi yang menjadi pendekon pilihan anda. * Praktisi kompatiologi tidak memberikan jaminan apapun terhadap klien. Segala resiko dari proses dekonstruksi ditanggung oleh klien sendiri. * Tarif yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan (baik diubah oleh Vincent Liong maupun oleh masing-masing pendekon sendiri tanpa memberitahu Vincent Liong). * Kompatiologi juga membuka diri untuk donasi / sumbangan biaya penelitian yang sifatnya pribadi karena dilakukan oleh masing-masing pendekon atas kemauan & usaha sendiri. Sumbangan berupa uang dapat ditransfer ke bank account atau secara tunai(cash). * Untuk informasi yang belum disebutkan di atas dapat menanyakan langsung kepada pendekon. PENGAJAR KOMPATIOLOGI CABANG JAKARTA * MARWAN M. Marwan, menekuni pencarian diri bagi orang yang berminat meninggalkan nilai-nilai tradisional, untuk masuk ke masa postmoderen, dengan memilih sendiri unsur apa yang harus dipertahankan dan unsur apa yang harus diambil dari luar budayanya sendiri. Lokasi dekon: Plaza Senayan, Senayan City & Mall Taman Anggrek. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-93710900 & Hp: 0818888653. * STEVEN TJOENG (alias: Dayapala Pema Lodoe) Steven adalah pribadi yang Tibetan Style, banyak pengaruh budhisme. Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-93332223 & Hp: 081381381311. * DADE (M. PRABOWO) Dade adalah pribadi yang banyak mendalami aliran yang bersifat sufistik / tasawuf. Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi & Mall Kelapa Gading. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-98805716 & Hp: 081808862171. * RIO PANJAITAN Rio adalah pribadi yang pribadi yang memiliki background tekhnik beladiri & filosofi Aikido, dan filsafat Bushido yang adalah warisan budaya Jepang. Mengkhususkan diri bagi mereka yang memiliki semangat pengabdian dalam bidang apapun. Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi & Mall Kelapa Gading. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-99068707 & Hp: 081380530125. * ONDO UNTUNG Ondo adalah pribadi yang lihai dalam menganalisa fenomena sosial-politik kontemporer. Lokasi dekon: Mall Kelapa Gading, Plaza Senayan, Senayan City, Plaza Semanggi. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-92862617 & Hp: 08128599710. * ADHI PURWONO Adhi mampu mengerti pengalaman-pengalaman sikofren yang berasal dari masa kanak-kanak yang berlanjut ke masa dewasa dan masalah yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi. Lokasi dekon: Plaza Senayan, Senayan City, Mall Taman Anggrek & Mall Puri Indah. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA flexi: 021-68812660 & fren: 08886187085. Bank Account: Bank BNI cabang Harmoni. A/c: 1810500-6 A/n: Adhi Purwono. * VINCENT LIONG (Pendiri & Penemu ilmu Kompatiologi) Vincent adalah pendiri & penemu Kompatiologi, secara pribadi berminat pada masalah eksistensi & adaptasi diri terhadap lingkungan. Lokasi dekon: Plaza Senayan & Senayan City. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.500.000,- per peserta di Plaza Senayan & Senayan City. CDMA flexi: 021-70006775 & esia: 021-98806892 (untuk di Jakarta saja). CDMA fren: 08881333410 (untuk di Jakarta & luar kota). Telp: 021-5482193, 5348567 Fax: 021-5348546 Bank Account: Bank BCA cabang Permata Hijau. A/c: 178-117-9600 A/n: Liong Vincent Christian. PENASEHAT KOMPATIOLOGI CABANG JAKARTA CORNELIA ISTIANI Istiani mengkhususkan diri pada mereka yang berasal dari bidang eksakta(matematika, pengukuran dan statistika). Hp: 081585228174 CDMA flexi: 021-68358037 CDMA fren: 08886167847 (untuk di Jakarta & luar kota). JUSWAN SETYAWAN Juswan adalah penulis & edukator piawai dalam bidang kedokteran populer. Hp: 08159162193 LEONARDO RIMBA Leonardo Rimba, ilmuan politik yang bergerak di bidang metafisika praktis. Hp: 0818183615 PENGAJAR KOMPATIOLOGI CABANG DAERAH * Cabang SOLO Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.200.000,- per peserta. - Sunu (Hp: 08122651357 CDMA flexi: 0271-7072879) Sunu adalah sarjana hukum yang sedang meneliti berbagai pendekatan praktis bagi mereka yang sedang atau akan mempelajari kompatiologi. - Toto (CDMA fren: 08886702727 flexi: 0271-7035186 Hp: 08552812005) Toto adalah filsuf sosial dengan pendekatan ilmiah populer yang penjelasannya sangat mudah dicerna oleh masyarakat umum. - Wawan Setiawan (Hp: 081932655888 CDMA fren: 08882900288) Wawan mengkhususkan diri dalam memberikan pengarahan kepada mereka yang pernah, akan, atau sedang berkecimpung dalam dunia hitam di Indonesia dan hubungannya dengan ilmu kompatiologi. - Alan Sarwono (Hp: 0811285540) Alan Sarwono mengkhususkan diri pada mereka yang telah menduduki posisi managerial menengah dan berambisi untuk mencapai jabatan tertinggi di organisasi bisnis mereka. - Aida (CDMA fren: 08882989050) Aida mengkhususkan diri pada pendekatan lintas agama dalam hubungannya dengan ilmu kompatiologi. - Agung PW (Hp: 081331139120) Agung mengkhususkan diri bagi mereka yang bergerak dalam bidang seni dan pendidikan. - Sukma (CDMA fren: 08886753831) Agung mengkhususkan diri bagi mereka yang bergerak dalam bidang seni visual terutama fotografi dan fenomena ke-Indigo-an. - Willy BS (Hp: 08179489889, 0816674069 CDMA flexi: 0271-7016881) Willy, spesialis soal orangtua yang merasa dirinya atau anaknya bermasalah. * Cabang YOGYAKARTA Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.200.000,- per peserta. - Lely Cabe (Hp: 08170428081) Lely sangat memahami masalah-masalah lintasbudaya antar bangsa dan toleransi sosial. - Aida (CDMA fren: 08882989050) Aida mengkhususkan diri pada pendekatan lintas agama dalam hubungannya dengan ilmu kompatiologi. * Cabang BANDUNG : Omen Omen adalah pribadi yang mendalami ilmu Feng Shui untuk diterapkan ke arsitektur moderen dengan latarbelakang sarjana seni ITB. Dengan sifat pribadi dasar monyet api; Jadi pada kondisi situasi yang meletup-letup membakar, jangan heran kalau dengan tiba-tiba bisa saja ia berpindah ke pohon yang lain. CDMA flexi: 022-70108828 & Hp: 08157179292. * Cabang PURWOKERTO : Bimo Wikantiyoso Bimo sementara ini mengkhususkan diri untuk melayani mereka yang ingin menjadi adaptif dalam hal-hal spiritualitas dan pengendalian hal-hal keduniawian. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA fren: 08888405843 & Hp: 0816746770. * Cabang SURABAYA : Audifax Audifax, ahli ilmu jiwa, kemanusiaan dan berbagai permasalahannya, seperti dimunculkan dalam berbagai simbol-simbol yang ditemui di masyarakat Indonesia saat ini. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA flexi: 031-70209354 & fren: 08882733626. Mendatangkan Vincent Liong Penemu & Pendiri Kompatiologi ke Kota Anda. Untuk mendatangkan / mengundang Vincent Liong, hal-hal yang perlu dipenuhi adalah sbb: 1. AKOMODASI * Ada individu penanggungjawab / sponsor (local representative) yang jelas, yang mengatur acara & mengurus perekrutan peserta. Akan lebih baik bila individu penanggungjawab datang ke Jakarta sebelumnya untuk mengenal Vincent Liong dan Kompatiologi lebih dalam sebelum menjadi local representative di acara kunjungan Vincent Liong, agar tidak ada kesalahpahaman. * Tiket pesawat pergi & pulang ke kota tsb & akomodasi hotel dibelikan di muka. * Tambahan biaya satu juta rupiah untuk uang saku, dibayar di muka via transfer ke bank account. * Ada individu yang menemani, mengantarkan (fasilitas transportasi) & membiayai Vincent Liong berekreasi, sambil pendalaman kompatiologi secara informal di waktu luang agar tidak bosan / jenuh saat di kota tsb. * Biasanya acara kunjungan dilakukan selama seminggu sampai dua minggu untuk mempersiapkan kompatiologi cabang daerah yang independent tidak tergantung cabang Jakarta dalam aplikasinya. 2. TARIF DEKON KOMPATIOLOGI * Bagi peserta di kota tsb, yang mengikuti acara bersama Vincent dikenai tarif Rp.300.000,-/peserta, biaya ini di luar biaya & hal AKOMODASI. 3. TARIF SARASEHAN * Bagi pihak yang ingin mengundang untuk acara sarasehan bertema kompatiologi dengan pembicara Vincent Liong, dapat dinegosiasikan langsung per telepon dan email. Bila di luar kota, maka hal tsb harus memenuhi hal AKOMODASI. (Note: Aturan main di atas juga berlaku untuk mendatangkan para pendekon kompatiologi yang lain yang nama dan contact personnya tercantum dalam email ini. Silahkan hubungi langsung per telepon.) Maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi (unmoderated): * http://groups.yahoo.com/group/komunikasi_empati * http://groups.yahoo.com/group/vincentliong * http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/ * http://groups.google.com/group/komunikasi_empati/about Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com Mari bertukar informasi soal bisnis ! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bizznet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/bizznet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
