saya ndak yakin apa email ini begitu penting untuk dipublish ke milis 
bloggermakassar yang membernya 'campur sari' ini...
mungkin lebih tepat di milis khusus....
 
saya juga pernah ngirim email 'khusus'..ke milis ini, dan saya pikir mungkin 
kurang tepat....
 
rusle

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
uMmU KiDz
Sent: Wednesday, April 04, 2007 11:06 PM
To: [email protected]
Subject: [blogger_makassar] (unknown)



Gadis Rusia dapat hidayah di New York

Sekitar tiga bulan lalu, the Islamic Forum kedatangan
seorang peserta baru. Seorang gadis berkulit putih dan
tinggi semampai memasuki ruang kelas itu dengan
pakaian muslimah yang sangat rapih. Pada awalnya
memang saya mengira bahwa dia adalah seorang Muslimah
keturunan Albania . Bahkan sangkaan saya ini
berminggu-minggu, hingga suatu ketika saya tanyakan
“when did you convert?”. Dengan sedikit tersipu
dia menjawab: “I am still learning. I really want to
know more before taking any decision”. 

Saya tentunya terkejut dengan jawaban itu. Sebab
selama ini dia menampilkan diri di kelas persis
seperti Muslim. Kata-kata “insya Allah”, “masya
Allah”, dll., keluar dari mulutnya persis seorang
Muslimah. Bahkan dalam beberapa kasus, dia terkadang
menyelah penjelasan saya dengan tambahan, atau
beberapa kali mengoreksi poin yang dianggapnya kurang
tepat. Setiap waktu pun shalat pasti ikut melakukan
shalat dengan jama’ah lainnya. 

Ketika seorang non Muslim menanyakan tentang gambar
dalam Islam, apakah boleh atau tidak? Saya menjelaskan
bahwa itu tergantung gambar apa dan bagaimana serta
untuk tujuan apa. Dia kemudian seolah mengoreksi bahwa
“pictures of living creatures are not allowed. I
read about this in the hadith Imam”, selahnya. Dalam
beberapa kesempatan terpaksa saya harus jelaskan bahwa
menyampaikan Islam itu mutlak memakai “pendekatan”
yang tidak sekaligus. 

Alina, demikian dia memanggil namanya. Gadis ini
berasal Rusia, tapi telah lama menetap di Amerika.
Menurutnya, sejak kelas 3 SD dia sudah tinggal di
California hingga tamat SMA bersama orang tuanya yang
merupakan imigran dari Rusia. Setamat SD , Alina
melanjutkan sekolahnya di New York City University
dengan spesialisasi accounting. Sejak tamat dari
universitas, Alina diterima bekerja pada sebuah
Accounting firm yang cukup besar di kota New York . 

Di saat menjadi mahasiswa itulah Alina mulai mengenal
Islam lewat teman kuliahnya. Pergaulan dengan teman
itulah yang membuatnya semakin tertarik untuk
mendalami Islam. Hingga suatu ketika, menurutnya, dia
sangat meyakini “for me, Islam does make more
sense”. Tapi menurutnya lagi, yang paling menarik
perhatiannya adalah kenyataan bahwa mayoritas umat
Islam “committed with the teachings”. Sementara
dia sendiri beragama Yahudi tidak lebih dari sebuah
“cultural inheritance” (warisan budaya). “In
fact, we don’t really believe in God”, kenangnya. 

Sekitar dua bulan Alina , mengikuti “Islamic
Forum” di Islamic Center New York . Saya tidak
melihat ada satu hal mendasar yang dia tidak ketahui
atau ragukan di agama ini. Tapi nampaknya juga masih
bersikap “dingin” untuk masuk ke agama ini.
Biasanya saya tidak pernah mengajak langsung atau
menanyakan “kapan seseorang akan pindah agama”
walaupun orang tersebut suah menampakkan simpatik yang
besar terhadap Islam. Tujuan saya adalah menjaga
“image” the Forum bahwa itu ditujukan untuk
“convert” orang ke agama Islam. 

Membela Rasulullah SAW

Hingga sekitar sebulan lalu, Alina berkunjung ke
Pasadena , salah satu bagian dari California , untuk
menemui kedua orang tuanya. Menurutnya, suatu ketika
di saat dia berjalan di kota tersebut, tiba-tiba ada
seseorang yang berteriak-teriak dengan microphone
mencaci Rasulullah, Muhammad SAW. Tidak tahan melihat
perlakuan orang tersebut, Alina mendatanginya dan
berdebat dengannya mengenai Muhammad SAW. Tapi karena
orang tersebut memakai pembesar suara, orang-orang di
sekiatr itu tidak mendengarkan pembelaan Alina
terhadap Rasulullah. “I was so sad and crying”
katanya. 

Sejak kejadian itu, Alina nampak semakin kalem. Dalam
beberapa saat ketika kelas dimulai Alina datang
terlambat. Hingga suatu ketika saya tanyakan “Why
you always come late lately?”. Saya terkejut ketika
dia menjawab: “I do my istikharah”. Saya tanyakan
“Istikharah untuk apa?”. Saya justeru menyangka,
mungkin istikharah karena ada calon suami, dll.
Ternyata menurutnya “ I do my istikharah to ask God,
if the time has already come for me to be a Muslim”.
Saya sempat tidak bisa Manahan geli dan menjawab:
“What you do itself (istkharah) is the best
indication that Goad wants you to be a Muslim right
away”. 

Alhamdulillah, dua Minggu lalu Alina menelpon dan
menyampaikan keinginan untuk bersyahadah. Saya sempat
bercanda “Are you going to take shahadah with me or
with some one else”. Dia menjawab “I will do take
my shahadah only with you”. Saya tanyakan kapan dia
ingin bersyahadah? Diapun menyebutkan hari Sabtu. 

Sabtu kemarin, 31 Maret 2007, secara formal Alina
menyatakan menerima Islam sebagai petunjuk hidupnya.
Disaksikan oleh peserta “Islamic Forum” dan dengan
mata yang berlinang, Alina menyaksikan “Tiada tuhan
selain Allah dan Muhammad SAW adalah peseruh Allah”.
Allahu Akbar!

Semoga Allah menjagamu Alina, dan menjadikanmu pejuang
di jalanNya!


New York , 2 April 2007
M.S Ali


__________________________________________________________
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091 
<http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091> 


 

Kirim email ke