Hidup Bosman!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! -mJ
On 4/14/05, Titisari Lesanpura <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Jean-Marc Bosman > Pelopor Bebas Transfer > > > Peraturan Bosman yang mengijinkan seorang pemain habis kontrak bebas memilih > tujuan selanjutnya tanpa ikut campur klub lamanya sudah berjalan hampir > sepuluh tahun. Tetapi konon pelopornya, Jean-Marc Bosman, tak banyak > mendapat "apa-apa" dari usaha gigihnya tersebut. > > Peraturan Bosman seperti mengubah wajah persepakbolaan (baca : Industri) > Eropa, di mana pemain memiliki hak yang sama dengan seluruh pekerja di > bidang lain untuk berpindah kerja dengan mudah. Selain itu, peraturan Bosman > juga membuat beberapa klub di Eropa meraih kekayaan dan kejayaan, seperti > halnya Real Madrid dan yang terbaru, Chelsea. Artinya para klub kaya itu > makin bebas mencari pemain yang punya talenta dan dianggap calon bintang. > > Tahun 1988, klub Belgia, FC Liege, merekrut seorang pemain belia bertalenta > tinggi, Bosman, dengan kontrak bernilai $100.000. Bosman yang kemudian > menjadi bintang lini tengah Liege diincar oleh klub kecil Prancis, Dunkirk, > pada tahun 1990 saat kontraknya usai. Permasalahan muncul kala Liege meminta > uang transfer sebesar $800.000 yang kemudian enggan dipenuhi Dunkirk. Apa > yang dilakukan oleh Liege memang dilegalkan oleh hukum Belgia, di mana > Bosman dipaksa tetap berada di tim dan mendapat pengurangan bayaran hingga > 75% karena dia bukan lagi pemain divisi satu. > > Jika banyak pemain di Belgia dan juga di berbagai klub se-Eropa lainnya > menerima peraturan itu, tidak demikian dengan Bosman. Ia berontak dan > menilai peraturan itu ilegal karena pemain yang sudah bebas kontrak > dinilainya sudah bebas pindah kemanapun ia mau. Alasan Bosman cukup mudah > dimengerti karena di bidang apapun, setiap pekerja bebas mencari pekerjaan > baru jika kontrak lamanya usai. > > Bosman pun membawa permasalahan itu ke meja hijau. Selain menuntut Liege, > Bosman pun kemudian melakukan hal yang sama kepada Federasi Sepakbola Belgia > dan UEFA plus FIFA. Ia juga mempertanyakan praktek pembatasan pemain Uni > Eropa hingga tiga pemain dalam satu klub plus dua lagi yang berasimilasi > hanya karena mereka belum pernah bermain di satu negara dalam waktu lima > tahun. > > Tahun 1995, keputusan pengadilan Eropa pun keluar dengan membela Bosman > bahwa klub tak boleh melarang seorang pemainnya yang kedapatan bebas kontrak > untuk pindah ke manapun dan tanpa dipungut uang transfer. Pengadilan mengacu > kepada Pasal 48 Traktat Roma yang membolehkan setiap orang Eropa bergerak > kemanapun di lingkup Uni Eropa. Selain itu, pengadilan juga menolak > pembatasan pemain Uni Eropa untuk membela sebuah klub di Eropa. Bahkan para > pemain asing pun diperbolehkan tampil untuk negaranya masing-masing saat > dibutuhkan. Berdasarkan keputusan pengadilan itulah UEFA kemudian menerima > perubahan dan resmi menjalankannya sejak Februari 1996. FIFA yang pada > awalnya tak setuju akhirnya juga mendukung penuh tindakan UEFA itu. > > Tetapi setelah satu dekade peraturan itu berjalan, imbasnya sungguh tak > terduga. Jurang pendapatan antar pemain semakin besar karena para pemain > bintang atau yang berpotensi menjadi bintang dapat meraih bayaran yang jauh > lebih banyak dibanding pemain pada umumnya. > > "Saya lihat para bintang itu mampu meraup bayaran mahal dan memiliki posisi > tawar yang sangat besar untuk menegosiasikan kembali kontraknya. Semua itu > berkat saya. Secara pribadi, saya tak mendapat apa-apa, saya hanya berusaha > mencari nafkah yang lebih pantas, tetapi nyatanya Real Madrid mungkin tak > akan seperti sekarang, juga Chelsea," ucap Bosman yang kini sudah tak aktif > lagi di sepakbola. > > Apa yang dikatakan oleh Bosman itu memang ironis karena sebelumnya ia tak > pernah meramalkan hal ini akan terjadi. Seorang pemain muda usia di tahun > 1995 asal klub Oldham Athletic, Chris Makin, berhasil pindah ke klub raksasa > Olympique Marseille. Karena kalah dana penawaran, banyak klub kecil yang > tertarik pada Makin tak berdaya melawan Marseille. Bagi klub kecil, > pengaruhnya makin buruk lagi karena mereka kehilangan para pemainnya yang > punya skill bagus karena langsung digaet para klub besar dan kaya. > > Aturan Bosman pun membuat para pemain Eropa bebas berkelana di seluruh > negara anggota Uni Eropa, tanpa embel-embel pemain asing. Hal itu malah > membuat ksempatan para pemain lokal untuk tampil membela klub dalam > negerinya menjadi terbatas karena sudah tentu dengan peraturan yang "bebas" > membuat manajemen klub lebih suka mengambil pemain asing dari berbagai > negara, tak hanya para anggota Uni Eropa, tetapi juga dari belahan Amerika > Selatan atau Asia yang kini juga mulai mengambil perhatian petinggi klub. > Kalaupun ada pemain lokal yang terdaftar di sebuah klub domestik hanyalah > memiliki status sebagai pemain cadangan. Lihat saja bagaimana beberapa waktu > lalu Arsenal memasang seluruh pemain asingnya dalam sebuah pertandingan, > termasuk di daftar pemain cadangan. > > Banyak orang (baca : pemerhati sepakbola Eropa) merasa miris melihat kondisi > itu. Sedikit banyak mereka menyalahkan aturan Bosman yang kini semakin > mendapat tempat di industri sepakbola. Tetapi Bosman yang juga merasakan > ekses negatif tersebut enggan disalahkan. Bahkan ia menyebut para pengamat > dan pengatur sepakbola di Eropa adalah orang-orang munafik. > > "Saya tak mau menggubris para presiden klub yang senang memaksa pemain untuk > hengkang. Jika ada yang salah malah saya yang dituding dan dijadikan kambing > hitam. Padahal kalau sesuatunya berjalan dengan benar, mereka yang dapat > bagian besar daripada seharusnya. Apakah mereka pernah berterimakasih kepada > saya? Tentu saja tidak. Itulah kemunafikan mereka," ketus Bosman. > > Bosman tidak hanya berdiam diri melihat ketidakadilan bagi klub kecil nan > miskin menjadi bulan-bulanan klub besar dan kaya. Entah jadi dilaksanakannya > atau tidak, Bosman akan mendatangi UEFA untuk menyampaikan usulan perlunya > kuota pemain lokal di sebuah klub tertentu. > > "Saya pikir kita harus memberlakukan sistem itu di mana para pemain harus > tetap berada di klub profesional pertamanya dalam kurun waktu tertentu. Hal > itu sudah berjalan dengan baik di Prancis. Namun sayangnya, banyak pemain > muda yang terburu-buru untuk meraih segalanya dengan cepat," pungkas Bosman. > > Usulan Bosman itu tentu akan sangat senang diterima oleh UEFA, maklum badan > utama sepakbola Eropa itu sudah berkali-kali "teriak" agar setiap klub > mengontrak dan memainkan pemain lokalnya lebih banyak. Namun sebanyak itu > pula usulan, sebanyak itu pula penolakan dari para klub, terutama mereka > yang besar dan kaya. Untuk menjalankan aturan itu pun agak menyulitkan > karena akan bertentangan dengan aturan Masyarakat Uni Eropa bahwa setiap > penduduknya bebas bekerja di mana saja di negara anggota, termasuk para > pekerja dari bidang sepakbola. Lalu jika para pemain lokal diberi tempat > lebih banyak, bagaimana para pemain asing yang ingin mencari nafkah lebih > baik di liga yang lebih tinggi mutunya bisa terlaksana. Ini memang sebuah > masalah yang pelik untuk dipecahkan bagi masyarakat Eropa! > > Kronologis Tuntutan Bosman > > Jun1 1990: Jean-Marc Bosman bersiteru dengan klub Belgia, FC Liege. Klub > mengurangi gajinya hingga 60%. Bosman yang ingin pindah ke klub Prancis, > Dunkirik, dengan bebas transfer akhirnya dicoret keanggotannya oleh Liege. > > Agustus 1990: Bosman menuntut FC Liege dan Federasi Sepakbola Belgia atas > berbagai kerugian yang ia derita. > > November 1990: Pengadilan Belgia mengijinkan Bosman untuk pindah secara > bebas transfer ke Dunkirk. Federasi Sepakbola Belgia mengajukan banding. > > Mei 1991: Pengadilan meluluskan banding Federasi Sepakbola Belgia, namun > tetap memberikan hak bebas kepada Bosman. Artinya peraturan yang selama ini > dijalankan oleh federasi tetap berlaku, tetapi dalam kasus Bosman ada > pengecualian. > > Januari 1992: Bosman kembali ke Blegia dan aplikasinya untuk meminta > keuntungan dari status penganggurannya ditolak. > > Maret 1995: Banding kepada UEFA oleh FC Liege and Federasi Sepakbola Belgia > gagal. > > Juni 1995: Bosman menuntut $1 juta atas berbagai kerugian yang ia derita > dengan mengajukannya di Pengadilan Tinggi Uni Eropa di Luksemburg. > > November 1995: UEFA Mendukung berbagai upaya Bosman, FIFA kemudian mendukung > keputusan UEFA tersebut. > > 15 Desember 1995: Pengadilan Tinggi Uni Eropa meluluskan tuntutan Bosman. > Sejak itu tak ada lagi banding yang bisa diajukan. > [Hdn/Uefa.com/Belgianfamous] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
