Dramatis, Liverpool Pastikan Diri ke Istanbul

Liverpool memastikan diri tampil di final Liga Champions yang bakal berlangsung 
di Istanbul 25 Mei mendatang setelah pada semifinal kedua di stadion Anfield 
menang tipis 1-0 atas Chelsea (agregat 1-0), Selasa (3/5).

Bagi kedua tim, partai semifinal di Liga Champions musim ini adalah yang 
pertama bagi keduanya bertemu dan yang pertama sepanjang sejarah sepakbola 
Inggris. 

Sementara terlepas dari itu, dalam catatan kompetisi domestik musim ini, 
Liverpool dan Chelsea sudah bertemu sebanyak empat kali, dimana The Blues 
menang tiga kali dan satu partai lainnya berakhir imbang. 

Akan tetapi, jika menyebutkan fakta-fakta terakhir diatas, tentu tidak berlaku 
bila berkaca pertandingan di Liga Champions yang selalu dipenuhi kejutan. 

Apalagi, dalam sejarahnya, Liverpool sendiri selalu tampil lebih baik bila 
tampil di kancah Eropa plus selalu mendapatkan dukungan suporter fanatik 
mereka. 

Di babak pertama, Liverpool yang tidak diperkuat oleh Xabi Alonso karena 
terkena akumulasi kartu dan digantikan oleh Dietmar Hamann, tampil menekan dan 
mendominasi jalannya pertandingan. 

Bahkan tak tanggung-tanggung, ketika pertandingan baru berjalan empat menit, 
Steven Gerrrard dkk mampu unggul lewat aksi Luis Garcia. Kerja-sama satu dua 
yang diperagakan Gerrard dan Milan Baros, ternyata sukses mengecoh lini 
belakang Chelsea, yang membuat Garcia leluasa memanfaatkan bola muntah hasil 
tendangan Baros yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Petr Cech 
sebelumnya. 

Gol ini sendiri sebenarnya bisa dikatakan cukup kontroversial. Pasalnya, saat 
William Gallas menghalau bola, belum jelas apakah bola sudah melewati garis 
gawang atau belum. Namun, keputusan wasit Lubos Michel untuk mengesahkan gol 
ketika itu pun tidak bisa diganggu gugat. 

Unggul satu gol, Liverpool tetap saja menguasai penguasaan bola lebih banyak. 
Di menit ke-12, tim besutan pelatih Rafael Benitez ini pun nyaris unggul 
kembali jika saja tendangan Hamann dari jarak 20 yard tidak dibendung oleh 
kapten The Blues, John Terry. 

Sedangkan peluang terbaik terakhir Liverpool di babak pertama, berhasil dibuat 
lagi oleh Hamaan di menit ke-25. Mantan pemain Newcastle United tersebut nyaris 
menambah keunggulan timnya jika saja tendangan berjarak 18 yard yang 
dilepaskannya tidak dapat dibendung oleh Cech. 

Sementara Chelsea, di babak pertama hanya mendapatkan satu peluang berbahaya 
melalui tendangan jarak 20 yard yang dilepaskan gelandang berkebangsaan 
Portugal, Tiago Mendes, yang masih melintas di sisi kanan gawang Liverpool. 

Meski begitu, secara keseluruhan di babak pertama ini, Chelsea sebenarnya tidak 
bermain buruk. Hanya saja, beberapa pergerakan lini tengah dan depan mereka 
selalu dapat dihentikan oleh para pemain tuan rumah yang tampil penuh semangat 
sejak peluit dibunyikan wasit Lubos Michel asal Slovakia. 

Bahkan, dalam catatan tersendiri, satu pemain depan Chelsea yang paling 
berbahaya, Didier Drogba, pun sepanjang 45 menit babak pertama selalu ditempel 
ketat barisan belakang Liverpool yang membuatnya banyak kehilangan bola. 

Di babak kedua, permainan berubah haluan. Liverpool yang banyak menguasai si 
kulit bundar di babak pertama, kali ini harus banyak kehilangan bola lantaran 
Chelsea terus menekan lini belakang mereka. 

Bahkan, berkali-kali, lini belakang Liverpool mendapat serangan bertubi-tubi. 
Sebut saja pada menit ke-66, Chelsea nyaris menyamakan kedudukan jika saja 
tendangan bebas yang cukup keras dari Frank Lampard gagal dibendung Jerzy 
Dudek. 

Selain itu, masuknya sosok Arjen Robben sejak menit ke-69 pun kian menambah 
daya gedor Chelsea. Bahkan, Robben sendiri sempat mendapatkan peluang mencetak 
gol di menit ke-74, dimana dua kali tendanganya dapat digagalkan lini belakang 
Liverpool. 

Di masa-masa injury-time, Chelsea bisa dibilang benar-benar tidak beruntung 
pada pertandingan ini. Pasalnya, satu peluang yang didapat Eidur Gudjohnsen dan 
seharusnya menjadi gol, gagal dimanfaatkan dengan baik, lantaran tendangan 
penyerang Islandia tersebut masih tipis sekali dengan gawang Liverpool. 

Sedangkan Liverpool, meski di babak kedua banyak ditekan habis-habisan, rasa 
salut tetap patut diberikan kepada mereka semua. Pasalnya, dengan lebih banyak 
mengandalkan serangan balik yang ditumpukan pada Djibril Cisse, mereka cukup 
sering mengejutkan pemain bertahan Chelsea. Bahkan, Cisse sendiri pun beberapa 
kali nyaris menjebol gawang Chelsea yang dikomandoi oleh Cech. 

Terlepas dari itu, pertandingan ini sendiri sempat dihentikan sejenak menyusul 
masuknya suporter fanatik yang berlari ke arah gawang dan ke tengah lapangan 
sebelum akhirnya diamankan oleh pihak keamanan. 

Berkat keberhasilan tersebut, Liverpool dipastikan akan tampil di Istanbul 
tanggal 25 Mei mendatang dan akan menantang pemenang semifinal lainnya antara 
PSV Eindhoven dan AC Milan hari Rabu (4/5) ini. 

[Tri]

-- 
Best Regards
Tombo Ati




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke