5. 08/05/2005  SPAIN, BARCELONA 
Circuit length: 4,627 km
Race distance: 66 laps (305,256 km)
Kualifikasi Sabtu: 18.00 WIB ---- live Star Sports
Kualifikasi Minggu: 15.00 WIB ---- live Star/Global
Start: 19.00 WIB (14.00 local time) ---- live Star/Global

Rafael Benitez + Luis Garcia = final Liga Champion
Rafael Nadal = young gun tenis yg bikin khawatir Roger Federer
Alonso? Bukan cuma Xabi, tapi yg paling penting: Fernando...

Spain rules the world...

Seberapa jauh Oviedo-Barcelona? 560 mil atau 900 km...
Jarak segitu mah kecil utk ukuran penggila F-1 di Eropa. Jangankan antarkota, 
antarnegara aja mereka bela2in utk nonton sirkus F-1. Kalo udah maniak, apa pun 
mereka lakukan.
Oviedo, kota kelahiran Alonso kini namanya mencuat ke penjuru dunia. 
Penduduknya cuma 200-an ribu orang. Tahun lalu sekitar 1/20 (10.000) orang 
Oviedo melancong 900 km ke Barcelona lengkap dengan lambang khas Asturian, 
salib berlatar dasar biru langit. Mereka agak kecewa, karena Alonso yg gemilang 
finis runner-up di 2003 ternyata hanya mampu finis ke-4 di 2004. 
Tahun ini? Kalau mengacu semua seat di Catalunya sudah fully booked, antusiasme 
atau pengharapan jelas tinggi. Hasil 4 seri awal pasti membuat tak ada rumput 
tersisa utk sekedar diinjak. Alonso-mania membuat Spanyol bersatu! Catalan yang 
ngotot berpisah dari Kerajaan Spanyol pasti berpikir ulang. Soalnya, justru 
sirkuit tempat Alonso diharapkan menyatukan Spanyol terletak di daerah Catalan, 
di kota Barcelona.
Dalam sejarahnya, F-1 selalu menjadi tontonan motorsport nomor 3. Nomor 1 
adalah GP Motor dan #2 Reli. Di dua ajang itu, Spanyol sdh lebih dulu punya 
juara dunia. Kalau ditambah sepakbola, maka F-1 lebih gak dilirik lagi. Tapi, 
lagi-lagi, Alonso-mania membuat semua jadi jungkir balik. F-1 kini jadi 
tontonan numero uno! Sepakbola, tewas. Motogp yg terus penasaran melihat Sete 
Gibernau gak pernah bisa ngalahin Valentino Rossi, putus. Reli? Apalagi. 
Sebelum Carlos Sainz pensiun aja udah keok kok. 

Kondisi ini di satu sisi jelas mengenakkan bagi Alonso. Tapi utk sisi keamanan 
sebaliknya. Pernah suatu kali dia ditelepon oleh orangtuanya. Alonso yang 
tinggal di Oxford, Inggris, ini lagi gak ada di tempat itu, tapi di tempat 
kakaknya juga di Spanyol. Tiba2 ratusan orang berkerumun di dpn rumah 
orangtuanya hanya ingin melihat dan syukur2 bisa dpt tanda tangan Alonso. Sudah 
dikasih tahu Alonso gak ada di tempat, tetap aja keukeuh. Mereka terus berdiri 
di sana sambil membawa atribut kebesaran Alonso dan Renault. Barangkali kalau 
itu di Indonesia, tukang mie ayam, teh botol, gorengan, bakso, ketoprak, ikut 
kebagian rejeki.

CATALUNYA
Fuel effect: 0,42 dtk/10 kg bahan bakar
Fuel consumption: 2,9 kg/lap
Tyre usage: 4, skala 1-5
Brake wear: 2, skala 1-5
Grip level: 5, skala 1-5
Downforce level: 5, skala 1-5
Full throttle: 58% rata-2 satu lap
Downforce tinggi di Catalunya beda dgn kondisi serupa di Imola. Kalau di Imola 
dipakai utk tikungan tight, di sini justru tikungan cepat. Butuh downforce di 
tikungan cepat itulah yg membuat aerodinamika jadi berperan optimal di 
Catalunya. Yg paling menantang adalah penggunaan setelah lintasan lurus area 
start/finis. Mobil dituntut utk nempel di pinggir trek, sblm masuk ke 
long-curve yg membuat tangan para pembalap mesti kokoh mengendalikan gagang 
setir. Kalau di Imola banyak tight corner, rem dgn sendirinya kerja keras. 
Bedanya di sini, tikungan cepat berupa lengkungan tidak terlalu membuat rem 
bekerja keras. Makanya brake wear rendah di Catalunya. Angin adalah masalah 
tambahan. Karena sirkuit ini ada di lembah, angin bisa berembus dari segala 
arah, kapan saja dia mau. Dibilang nightmare, pastilah nightmare. Makanya tim 
sering tes di Catalunya karena menyentuh ke banyak sekali inti permasalahan 
aerodinamika.

TYRE WAR
BRIDGESTONE 0, MICHELIN 4
Untuk mengalahkan Bridgestone, Michelin akan keluar dgn soft compound. 
Pastinya, soft dimaksud bukan lagi sama dgn konotasi soft spt musim2 lalu. 
Kekejaman Catalunya terhadap ban terjadi lantaran trek ini punya beberapa 
tikungan cepat yang melengkung, dan itu pasti bikin stres ban yg berakibat 
cepat aus. Walau Catalunya sdh diaspal ulang, dan sedikit banyak mempengaruhi 
kadar abrasivitas, tetap saja trek ini abrasif. Makanya, kalau Michelin berani 
pakai ban soft itu tentu dgn pertimbangan matang akan tetap tahan hingga finis. 
Berkaca dari hasil Imola, trek yg juga kejam terhadap ban walau dgn faktor 
berbeda, langkah Michelin ini tergolong berani. Namun, dgn pendekatan yg selalu 
ilmiah ala Pierre Dupasquier, biasanya Michelin akan benar2 terdongkrak 
performanya walau seberapa besar masih relatif sifatnya. Bridgestone sendiri 
masih diuntungkan oleh hak "free test as you want" yg didapat oleh Ferrari. 
Selain masih bisa memanfaatkan momentum bagus "penemuan" mereka di Imola, trik2 
baru pun dpt saja keluar tak terduga di Catalunya. Suhu Catalunya yg lebih warm 
ketimbang Imola mestinya ikut membantu Michelin.

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi 
2 Barrichello
Rekor bagus, tapi gak jadi jaminan 100%. Kalau pun mereka menang, itu karena 
secara ritme memang sedang membaik. Schumi tetap jadi faktor utama sukses 
scuderia. Enam kali menang di sini jangan dianggap remeh. Spt biasa, mereka 
melakukan persiapan matang. Tak ada kata puas, walau kecepatan mobil mereka di 
Imola luar biasa. Kalau ditransformasi, 2 detik per lap di trek seketat Imola, 
bisa jadi F2005 di Catalunya lebih cepat dari itu, kalau tidak mau dibilang 
sama. Masalahnya, di Imola Renault sedang rpm-less, McLaren gak sampai orgasme 
udah loyo. Di sini lain cerita. Schumi sendiri sdh mengatakan akan mendapat 
perlawanan lebih sengit dari Renault dan McLaren, plus BAR. Apakah Barrichello 
terus luck-less? Yg pasti, Ferrari butuh dia finis, di urutan berapa pun. Gap 
poin yg dibuat Renault sdh terlalu besar.

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Saya menulis ini (Rabu malam) sblm ada keputusan dari Sidang Banding yg keluar 
Kamis sore waktu Paris. Sampai saya tulis, hanya baru ada kepastian FIA ingin 
BAR dicoret sepanjang musim 2005 ini plus denda 1 juta euro. Kasihan juga ya 
kalau itu terwujud...
Di luar kasus, BAR sebenarnya amat siap utk mencuri podium lagi di Catalunya. 
Mobil mereka cocok dgn karakter sirkuit ini. Ingat juga catatan unofficial lap 
record di Catalunya saat tes dipegang oleh mobil BAR. Momentum "podium" di 
Imola adalah dorongan lain bhw BAR bisa ikut meramaikan bursa pemenang.

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Alonso pakai mesin baru, Fisichella kayaknya juga. Renault sdh memastikan akan 
lebih habis2an memakai mesin RS25 di Catalunya. Dgn keharusan one engine/2 GP, 
Renault memprioritaskan optimalisasi RS25 terjadi di Catalunya. Seri berikut di 
Monako tidak terlalu menuntut mesin prima, apalagi jarak tempuhnya lebih 
pendek. Tapi, taktik Renault ini juga pasti dilakukan oleh tim2 lain. Dari sini 
bisa kita jamin lomba yg lebih seru karena semua pembalap pemakai mesin baru, 
dan itu pembalap2 top, mendapat pasokan tenaga mesin yg lebih dari biasanya di 
musim ini. Pressure sekali lagi mengarah ke Fisichella. Di saat butuh poin, 
lomba berlangsung di kandang Alonso. Kalau mental "juara tim"-nya keluar, dia 
bisa membalikkan keadaan.

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld
Patrick Head is back! Mantan direktur teknis yg merupakan guru dari banyak 
direktur teknis ini tadinya diplot di belakang layar, tepatnya sejak GP Monako 
tahun lalu. Barangkali melihat performa Sam Michael dlm mengorganisasi people 
yg belum juga prima, Frank memaksa Patrick back on team. Skrg Patrick akan 
lebih banyak terlihat lagi di trek, walau Sam tetap sbg direktur teknis. 
Problema utama Williams, selain mesin BMW, adalah sasis yg belum kelihatan 
andal. Sepeninggal Adrian Newey ke McLaren, mobil2 Williams susah menang di 
Catalunya. Mark pakai mesin baru, sedangkan Nick sisa Imola. Tes di Silverstone 
lbh pada pengujian aerodinamika karena sirkuit itu memang punya kemiripan dgn 
Catalunya.

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
Montoya is back. Logikanya dia sudah benar2 fit, karena Catalunya bukan trek 
sembarangan utk dilibas pembalap setengah fit. Konsisten melibas long-curve, 
penyiksaan utk leher (G-force) dan tangan, jadi taruhan kalau dia blm sembuh. 
Semoga Montoya bukan cuma comeback, tapi memberikan perlawanan sepadan. Kimi 
masih penasaran dgn hasil di Imola. Secara teori, ini trek McLaren. Kalau di 
Imola bagus, mestinya di Catalunya sama atau bahkan lebih bagus. Karena 
Catalunya tempat paling sering dipake tes, kayaknya free practice Jumat akan 
ada sedikit lap yg dibuat.

SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Bagus di Imola, tapi tak bisa mengulangi hasil serupa di Catalunya. Sauber 
meminjam Fiorano utk mengembangkan mobil mereka sebelum ke Catalunya. Salah 
satu faktor kenapa mereka agak pasrah tak dpt hasil oke adalah tim2 papan atas 
sdh kembali ke jalur mereka. Ferrari, McLaren, dan BAR dipastikan memberikan 
pelajaran pada Renault. Ditambah Toyota juga lagi oke, makin tipislah harapan 
dpt poin spt di Imola. Tapi, pengembangan sayap belakang yg sukses di Imola dan 
masih terlihat mantap saat tes di Fiorano membuncahkan secercah harapan. 
Villeneuve kembali akan diberi kebebasan utk menentukan setelan mobil yg pas.

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
Lihat lagi sepak terjang Liuzzi. Tapi, dasar wild-boy, dia sempat adu kuat 
minum vodka dan clubbing sama Button. Utk urusan itu, Liuzzi mengaku kalah. Di 
trek? Secara teknis Red Bull juga kalah dari BAR. Hanya, sasaran tembak Liuzzi 
jelas DC. Liuzzi utk kali pertama pakai mesin baru. Ini juga jadi patokan lagi 
seberapa hebat dia, karena DC juga pakai mesin Cosworth baru. Secara teknis, 
Red Bull sulit dpt poin akhir pekan ini.

TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Magic Mike Gascoyne di atas kertas bisa kembali membawa Toyota naik podium. 
Namun, kebangkitan tiga tim sekaligus, Ferrari, BAR, dan McLaren, justru bisa 
menyulitkan mereka. Dari sisi layout trek, Catalunya cocok untuk sasis TF105. 
Hasil buruk pre-season di trek ini dijadikan Toyota mengganti sayap depan 
mereka, berbeda dari apa yg ada saat launching dgn saat race di Australia. Ralf 
belajar khusus kualifikasi. Dari empat seri, dia belum sekali pun bisa 
mengalahkan Trulli. Dgn kepastian Toyota menganulir appeal mereka, Ralf lebih 
terpacu utk tampil bagus sejak kualifikasi. Trulli merasakan beda paket 
aerodinamika antara paket awal TF105 dgn paket revisi. Karena itu, dia yakin 
Toyota bisa jadi kuda hitam.

JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Watch out Narain Karthikeyan! Di Imola dia menghipnotis Ralf, DC, Webber karena 
bisa lebih cepat dari mereka utk urusan fastest lap! Kalau itu dibilang 
accident, bolehlah, tapi itu juga bisa dijadikan bukti Narain kapabel utk suatu 
waktu dpt poin. Mungkin bukan di Catalunya ini, tapi one day. Bagi Monteiro, 
walau Spanyol tetanggaan sama Portugal, bukan serta merta dia dpt dukungan 
publik. Sorry amigo, tempat udah abis dibooked sama Alonso-mania.

MINARDI
20 Friesacher
21 Albers
Dpt kepastian mesin Cosworth V10 utk musim 2006. Lumayanlah. Yg kocak, sewaktu 
tes di Mugello, dua Albers dan penguji Chanoch Nissany tabrakan gara2 sama2 
salah antisipasi racing line. Karena mobil mereka rusak, jatah tes utk jawara 
Formula BMW Asia, Marchy Lee, pun lenyap. Biar ada story, bekal tes yg jarang2 
dilakukan Minardi ini tetap berguna.

salam,
arief k.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke