indopos.co.id,Jumat, 06 Mei 2005, Simpan Bola dan Ban Kapten
ANDAI Carlo Ancelotti tak melakukan perubahan formasi saat melawat ke Stadion Philips dini hari kemarin WIB, mungkin Massimo Ambrosini, 28, tetap duduk di bangku cadangan. Ambrosini memang diuntungkan perubahan formasi Ancelotti yang kemarin sengaja memperkuat lapangan tengah dengan menempatkan lima gelandang. Di depan Ancelotti hanya memasang Andriy Shevchenko sebagai lone striker. Tanpa ada Hernan Crespo yang jadi pendamping Shevchenko pada laga pertama semifinal pekan lalu. Ambrosini tak menyia-nyiakan kepercayaan Ancelotti yang menurunkannya sejak menit awal. Dua menit menjelang pertandingan usai, tepatnya pada menit ke-91, dia membuyarkan peluang PSV memaksakan perpanjangan waktu. Tandukannya mengoyak gawang Huerelho Gomes. Ambrosini mengakui sulit melupakan laga semifinal ini. Tak semata mencetak gol pertama di kancah Eropa, tapi dialah kunci vital lolosnya Milan ke final. Apalagi, pada laga kemarin dia juga menyandang ban kapten menggantikan Paolo Maldini yang ditarik keluar pada awal babak kedua karena cedera kepala. "Bagiku ini laga sangat spesial. Aku langsung membawa bola dan ban kapten untuk kusimpan di rumah. Dua benda itu sangat spesial buatku. Siapa kira aku bisa mencetak gol?" papar Ambrosini usai laga seperti dilansir Sportinglife. Bergabung Milan sejak 1995, Ambrosini tak menyesali nasib akhir-akhir ini sering dicadangkan. "Tak akan kupikirkan hari-hari ketika di bangku cadangan itu. Inilah kehidupan yang telah kupilih," tuturnya. Meski Milan yang lolos, Ambrosini menilai permainan timnya kemarin sangat buruk. PSV lebih berhak lolos. Tapi, catatnya, "Aku percaya PSV telah kehabisan tenaga, sehingga lengah pada menit-menit akhir." Soal final lawan Liverpool, Ambrosini kembali menyerahkan nasibnya kepada Ancelotti; diturunkan atau tidak. "Terpenting, aku ingin selalu memberi manfaat kepada klub ini." (bas) MASSIMO AMBROSINI LAHIR: 29 Mei 1977 POSISI: Gelandang KEBANGSAAN: Italia KLUB: 1998-sekarang: AC Milan 1997-1998: Vicenza 1995-1997: AC Milan 1992-1995: Cesena MUSIM INI: Seri A: 8 laga (1 gol) Liga Champions: 4 laga (1 gol) ---------------------------------------- indopos.co.id,Jumat, 06 Mei 2005, PETAKA GANDA MENIT Momen saat Jon Dahl Tomasson mencetak gol kedua Milan pada laga pertama semifinal di San Siro, 26 April (27 April WIB) 2005. Sebelumnya, pada menit ke-42 Andriy Shevchenko membawa Milan unggul. Dengan gol Tomasson itu, Milan menang 2-0 dan merasa cukup aman melakoni laga kedua. Sedangkan beban PSV pada laga kedua kian berat. Momen saat Massimo Ambrosini mencetak gol penyelamat Milan pada laga kedua semifinal di Stadion Philips, 4 Mei (5 Mei WIB) 2005. PSV yang sempat memimpin 2-0 pun lemas. Bahkan, sebiji gol tambahan PSV pada injury time hingga membuat skor akhir 3-1 tak kuasa menyelamatkan jalan klub Belanda ini ke final. -------------------------------------- indopos.co.id,Jumat, 06 Mei 2005, Bukan yang Terburuk KECEWA itu pasti. Namun, pelatih PSV Eindhoven Guus Hiddink berusaha tegar. Usai laga, dia menyalami anak buahnya. Ucapan selamat juga diberikan kepada mitranya, pelatih Milan Carlo Ancelotti. Saat sesi jumpa pers usai laga, Hiddink mencoba menghibur diri. Dia mengatakan, kegagalan melangkah ke final karena aturan gol away seperti dialami timnya kemarin bukanlah momentum terburuk sepanjang karirnya. "Soal hasil akhir pertandingan itu, saya merasa bangga sekaligus kecewa," kata Hiddink, yang baru saja sukses mempersembahkan trofi juara Liga Belanda untuk PSV, sebagaimana dirilis Sky Sports Di mata Hiddink, momentum karir yang lebih buruk ketimbang semifinal kemarin terjadi tujuh tahun lalu. "Tepatnya, ketika saya masih menjadi pelatih tim nasional Belanda dan kami kalah dari Brazil pada semifinal Piala Dunia 1998 (lewat drama adu penalti)," jelasnya. Kegagalan kemarin dinilai Hiddink memberikan pelajaran berharga kepada pasukannya. Bahwa, dalam sebuah laga besar nan menentukan, seluruh pemain harus memiliki mental kuat dan konsentrasi penuh hingga detik-detik terakhir. "Ini sebetulnya malam yang indah buat kami. Tapi, kemudian kami tergelincir pada menit-menit akhir. Hukum dalam sepak bola memang mengajarkan Anda harus berkonsentrasi hingga peluit akhir itu," jelasnya. Hiddink memahami bila fans PSV kecewa atas tersingkirnya tim kesayangan mereka. Namun, semua tahu betapa para pemain begitu fight dan telah menunjukkan diri mereka sangat antusias berlaga di Liga Champions ini. Meski kalah dan gagal ke final, tidak ada hujatan dan kecaman dari media Belanda. Sebaliknya, pers begitu memuji dan bersimpati atas penampilan spartan pasukan Hiddink. "Para pemain PSV keluar lapangan dengan kepala tegak, tapi air mata tetap menetes. Mereka telah menunjukkan kelas di atas Milan, tapi akhirnya harus gagal hanya lewat satu gol pada menit akhir," tulis Algemeen Dagblad kemarin seperti dikutip situs resmi UEFA.. Harian De Telegraaf sepakat PSV masih lebih baik ketimbang Milan. PSV juga menunjukkan motivasi tinggi bisa lolos ke final meski kalah 0-2 pada laga pertama. "Keberuntungan tak memihak PSV pada menit akhir." Media lokal Eindhoven Dagblad memuji sikap fans PSV yang tetap memberikan standing ovation buat Hiddink dan pasukannya pada akhir laga meski mereka tahu timnya tidak lolos ke final.(bas) ------------------------------------- indopos.co.id,Jumat, 06 Mei 2005, Mental Milan EINDHOVEN - Mental pemain AC Milan memang luar biasa. Ditekan tuan rumah PSV Eindhoven sepanjang laga kedua semifinal Liga Champions dini hari kemarin WIB, Milan bisa menciptakan jurus selamat hingga lolos ke final. Pada laga di Stadion Philips Eindhoven ini, pasukan Carlo Ancelotti itu memang kalah 1-3 (0-1). Tapi, menilik Milan menang 2-0 pada laga pertama di San Siro pekan lalu, hasil agregat adalah 3-3. Milan pun lolos diuntungkan aturan gol away alias mencetak gol di kandang lawan. Laga kemarin begitu dramatik dan, tentu saja, menyakitkan buat kubu PSV. Betapa tidak? Milan sempat memimpin 2-0 lewat gol Park Ji-Sung pada menit ke-9 dan Phillip Cocu pada menit ke-66. Hingga menit ke-90, kedudukan tak berubah hingga memunculkan harapan dilakukan perpanjangan waktu. Namun, lagi-lagi late goal alias gol pada menit-menit akhir menjadi penyelamat tim Italia yang berjuluk Rossoneri itu. Seperti pada semifinal pertama, nyawa Milan kemarin hidup pada menit ke-91 lewat tandukan Massimo Ambrosini memanfaatkan umpan manis Kaka dari sektor kanan PSV. (Sebagai referensi, baca: Petaka Ganda Menit 91). Di partai final di Stadion Ataturk, Istanbul (Turki), pada Rabu 25 Mei (Kamis dini hari 26 Mei WIB) nanti, Milan bakal bentrok lawan Liverpool. Sehari sebelumnya, pada laga kedua semifinal tuan rumah Liverpool memastikan ke final dengan menggilas Chelsea 1-0. Laga pertama semifinal kedua tim main imbang 0-0. Menurut La Gazzetta dello Sport kemarin, final Champions musim ini disebutnya sebagai Milan Vai A 10 atau final ke-10 buat Milan. Jika skuad asuhan Carlo Ancelotti itu akhirnya mampu naik podium juara, itu akan menjadi gelar juara ke-7. Milan sebelumnya pernah menjadi juara pada 1963, 1969, 1989, 1990 (ketika masih bernama Piala Champion) serta 1994 dan 2003. Tiga edisi lainnya mereka menjadi runner-up, yakni pada 1958, 1993, dan 1995. Ancelotti mengakui PSV main bagus. Namun, lanjutnya, "Kami tidak menerapkan strategi untuk kalah dalam pertandingan ini. PSV memang benar-benar menguasai kami. Kini kami hanya perlu menganalisis apa yang salah dan berusaha untuk memperbaikinya." Sementara itu, para punggawa Milan mengakui bahwa mereka sempat dibayangi trauma Deportivo La Coruna, yang menyingkirkan mereka pada babak perempat final Liga Champions musim lalu. Trauma itu nyaris terulang ketika PSV sempat unggul 2-0 hingga menit ke-90. "Ini mungkin penampilan terburuk kami di Eropa. Kini kami perlu istirahat. Kami belum memikirkan tentang Liverpool, tapi soal Juventus (lawannya di Seri A akhir pekan ini)," kata Andriy Shevchenko. Dia bergembira karena tragedi Deportivo musim lalu tak terulang lagi. (bas) -- Best Regards Tombo Ati ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
