33 tahun sudah cukup bagi Bayern Muenchen untuk menggunakan stadion Olimpiade (Olympiastadion) sebagai tempat untuk menjamu lawan-lawannya. Angka 33 pula yang menjadi pekan Bundesliga terakhir Bayern tampil di sana saat mengalahkan Nurnberg 6-3 hari Sabtu (14/5). Mulai musim depan, Bayern akan pindah ke stadion baru, Alianz Arena.
Pertandingan pekan ke-33 Bundesliga musim ini memang menjadi yang terakhir bagi Bayern di Olympia. Bahkan stadion yang dibangun pada tahun 1972 guna perhelatan olimpiade Muenchen itu kemungkinan besar tak lagi memanggungkan pertandingan sepakbola tingkat tinggi. Tetapi stadion penuh kenangan yang juga multi guna itu tidak akan dirubuhkan dan akan lebih banyak digunakan untuk konser musik. Olimpia adalah stadion pertama di muka bumi ini yang menggunakan desain jaring laba-laba di bagian atapnya (kanopi). Stadion dengan kapasitas total 74.000 penonton (sempat 80.000) merupakan bagian dari komplek olimpiade Muenchen. Karena lengkapnya sarana dan prasarana di sana, komplek ini disebut paling hidup di dunia. Selain memiliki konsep arsitektur yang unik, warga kota Muenchen pun lebih sering menghabiskan masa luangnya di sana. Berbagai peristiwa sepakbola terjadi di Olimpia. Dua situasi istimewa yang terjadi adalah saat Jerman (Barat) memenangkan Piala Dunia 1974 dan ketika Marco van Basten mencetak gol spektakuler guna mengantar Belanda merengkuh Piala Eropa 1988 dengan menundukkan Uni Soviet. Pertandingan perdana yang dihelat di Olimpiade mempertemukan Jerman Barat dengan Uni Soviet pada tanggal 26 Mei 1972. 80.000 penonton menjadi saksi kebintangan Gerd Mueller yang memborong seluruh gol dari kemenangan Jerman 4-1. Dan hanya berselang tiga bulan, Bayern pun menggelar laga pertamanya di Olimpia dengan memukul Schalke 5-1 sekaligus menjadikan 'FC Hollywood' mengumpulkan gelar ketiganya di Bundesliga. Tetapi setahun setelah itu, Olimpia terpukul dengan tragedi berdarah yang terjadi di pesta olahraga olimpiade. Sebuah kelompok bernama September Hitam dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menembak dua orang warga Israel dan kemudian menyandera sembilan lainnya. Dalam sebuah aksi penyelamatan, korban kembali berjatuhan. Pasukan militer yang berusaha melakukan penyelamatan akhirnya malah membuat seluruh sandera, lima orang bersenjata, dan seorang polisi tewas. Pesta olahraga yang saat itu sedang digelar pun akhirnya libur sehari guna berkabung dan baru dilanjutkan keseokan harinya hingga selesai dengan hingar bingar yang makin berkurang. Tepat dua tahun berikutnya, pemerintah setempat membangun sebuah stadion untuk pagelaran Piala Dunia. Para pendukung terkejut campur heran tak percaya bahwa Jerman Barat mampu memukul Belanda dengan kapten Johan Cruyff yang lebih difavoritkan di partai final. Tetapi Belanda masih memiliki nasib baik jika tampil di Olimpia karena pada tahun 1988, mereka sukses menjadi juara Eropa berkat penampilan gemilang Van Basten. Di tingkat klub, Nottingham Forest, Marseille, dan Borussia Dortmund sukses meraih gelar Liga Champions di Olimpia. Sementara legenda Diego Armando Maradona berhasil merebut trofi Piala UEFA setelah Napoli mengalahkan Bayern Muenchen di sana. Olimpia yang memiliki lintasan atletik itu pun sempat menjadi tuan rumah kejuaraan atletik Eropa 2002 dan juga putran final Grand Prix Atletik pada tahun 1999. Sejak pindah ke stadion ini, Bayern pun berhasil menjadi klub elite Jerman dan Eropa. Dari 19 gelar Bundesliga, hanya dua kali yang tidak direbut di Olimpia. Selama bermarkas di sini pula, Bayern memenangkan empat gelar Eropa. Selain itu, sebelum masa pendapatan hak siar, Bayern pun selalu mengandalkan income dari hasil penjualan tiket masuk. Kendati penuh kenangan, para fans Bayern pun tak banyak yang protes dengan keputusan klub untuk pindah. Maklum, Olimpia juga memiliki sisi kelemahan, terutama dalam jarak pandang. "Di musim dingin, Olimpia berangin, dingin, dan basah. Sungguh buruk. Saya sudah jadi pendukung Bayern selama 35 tahun. Pertandingan pertama yang saya saksikan di sini adalah pada tahun 1979," ucap Maier Rolf, fan setia Bayern yang kini membuka cafe di sekitar stadion. "Tetapi kepindahan ini akan sangat baik bagi Bayern. Kami akhirnya memiliki stadion yang tak ada trek atletiknya," imbuhnya. Namun keputusan Bayern untuk hengkang juga membuat fans-nya rela melakukan apapun guna menyaksikan partai terakhir di Olimpia. Jesper Erikstrup, seorang konsultan keuangan dari Copenhagen Denmark, rela berburu tiket melalui situs lelang di internet. "Saya memutuskan untuk tetap tinggal dulu di Muenchen untuk menyaksikan pertandingan. Tiketnya sedikit lebih mahal, tetapi setahu saya, tiket sudah habis sejak bulan Desember lalu. Jadi atmosfir di dalamnya akan sangat istimewa." Selamat Tinggal Olimpiastadion, Selamat datang Allianz Arena! [Hdn/Reuters/Olympiapark-Muenchen.de] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/B9pRWD/3MnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
