Monte Carlo is exciting, except Kimi Raikkonen... Sudah dua seri ini Kimi membuktikan diri sebagai a class of his own. Nempel dia aja gak ada yg bisa. Fernando Alonso dan Giancarlo Fisichella cuma bisa ada "dalam jangkauan" selama 7 lap, dgn gap pada selang 1,5-2,5 detik. Selepas itu, Kimi melenggang. Bahkan, itu sudah termasuk pengorbanan dia gak masuk pit di saat pembalap lain masuk ketika Safety Car di dalam trek. Kalau kecepatan setara, ini pasti kerugian bagi Kimi. Bayangkan, keunggulannya yg sdh besar menjadi tak berarti lantaran terjadi parade lagi. Kenapa Kimi gak masuk pit saat SC di trek? Katanya, informasi yg telat dari tim jadi sumber masalah, karena ketika sudah melewati pit entry baru disuruh masuk.
Setelah itu datanglah tantangan ala Ross Brawn ke Schumi: bisa gak nabung waktu 20-an detik dlm 13 lap? Kimi jawab: gua coba ya. Walau secara de facto pembalap yg di belakang Kimi saat itu adalah Schumi, tapi secara de jure itu Jarno Trulli, pembalap yg juga tidak melakukan pit stop saat SC di trek. Karena mobil Trulli gak ngelawan, bahkan Toyota-nya tidak bisa "menyusul" Schumi, Kimi pun dgn tenang membuka gap. Selama 10 lap, dari lap 29 (SC keluar trek di lap 28) sampai lap 38, jarak Kimi membengkak dari 5 detik sampai 8,5 detik. Di lap 39 Trulli pit, musuh Kimi berikut adalah Alonso. Sambil membuka jarak dgn Trulli itu sesungguhnya Kimi melakukan hal serupa terhadap Alonso dan bahkan lebih dahsyat. Dari lap 29 sampai lap 41 Kimi sudah unggul 34,7 detik!!! Ya jelas aja ketika Kimi masuk pit di lap 42 posisinya sdh aman. Alonso dgn ban belakang yg sudah aus benar2 gak bisa ngelawan Kimi hari itu dan bahkan kemudian dia disusul oleh Heidfeld dan Webber. Akhirnya Steinmetz menemukan pelabuhan yg pas kepada siapa mereka mesti memasang berliannya. Jaguar gak cocok, McLaren cocok banget. Makanya, ketika dilelang, harga helm Kimi dan JPM pasti mahalnya minta ampun. Renault dan Alonso skrg pasti ketar-ketir. Dgn jeda seminggu antara Monte Carlo dan Nuerburgring, mereka tak punya waktu utk mengembangkan mobil. Alonso hanya berharap kalaupun dia kalah lagi dari Kimi, gapnya gak beda jauh, maksimal dua poin. Terpangkas lima poin spt di Monte Carlo tentu nightmare karena championship pasti berubah cepat. Apalagi McLaren pasti sdh punya bemper pada diri JPM. Kalau normal, dia bisa membuat Alonso dan Fisichella finis di belakang dia. Keperkasaan Kimi di Monte Carlo ada berkah juga buat sisanya. Justru di sana banyak aksi menarik. Pertama tentu, rasa frustrasi Schumi setelah membuat fastest lap. Beberapa aksi manuver langka di Monte Carlo justru seperti diumbar. Yg paling spektakuler tentu saat Trulli melewati Fisichella di Loews (Grand Hotel) hairpin. Yg paling cantik pastilah Heidfeld nyusul Alonso. Disusul dua aksi kembar Webber terhadap Alonso di sana, plus Schumi terhadap Rubens. Yg paling hot adalah saat JPM di ruang pas-pasan memaksakan diri keluar dari jepitan Trulli. Yg gak kalah hot juga terjadi ketika duet Ferrari nempel Fisichella sebelum masuk tunnel dan akhirnya sukses menyusulnya. Terakhir, adalah duel 4-5 dan 6-7-8. JPM gagal mendapat kesempatan lebih lama utk menyusul Alonso dlm perburuan posisi 4. Dia benar2 telat dpt momentum itu, dibanding Heidfeld dan Webber. Posisi 6-7 diperebutkan oleh The Schumachers. Live timing formula1.com sempat mencatat gap 0,0 ketika keduanya masuk finis. Martin Brundle pun dari suara di Global TV sempat mengatakan selisih 0,0 detik itu. Tapi, FIA kemudian memberikan angka Ralf finis +37.177 dtk terhadap Kimi dan Schumi +37.233, atau ada gap 0,056 detik antara keduanya. Jadi memang benar gap itu 0,0 kalau sampai 1/10 detik. Bila hingga 1/1.000 ya ada tambahan dua angka lagi di belakang koma yg lebih eksak. Lap timing Ralf-Schumi itu jadi hiburan terakhir dari semua hiburan yg membuat Monaco 2005 exciting. Kecuali, tentu, penampilan Kimi Steinmetz Raikkonen..... TYRE WAR BRIDGESTONE 0, MICHELIN 6 Kasus Renault dan Ferrari bisa menjadi gambaran di mana kekuatan dua ban ini. Renault terpaksa memakai Michelin hard utk mengantisipasi tingkat keausan tinggi akibat penggunaan traction control. Ferrari menggunakan Bridgestone hard karena berguna utk long life saat race. Bedanya adalah: ban hard Bridgestone gak bisa diajak kencang utk kualifikasi sedangkan Michelin bisa, terbukti hasil Renault/Alonso di kualifikasi. Dari sisi long life, kalau perbandingannya terhadap Renault ya Bridgestone menang. Tapi coba lihat McLaren dan Williams? Sebenarnya masalah sudah terdeteksi, cuma sampai skrg Ferrari-Bridgestone belum menemukan formula yg pas. TEAM BY TEAM FERRARI 1 Schumi 2 Barrichello Kian jelas, F2005 is good only for Sunday. Tiga race berurutan Schumi membuktikan hal itu. Race pace-nya level atas. Apalagi dia menjadi orang pertama yg bisa mencatat 1:15 di Monte Carlo, dibalas Kimi, tapi kemudian dibalas lagi. Kalau melihat posisi di trek, aksi balas fastest lap ini memang seolah gambaran posisi 1-2. Posisi 1-nya benar, tapi 2-nya bukan, karena Schumi tertinggal 1 lap dari Kimi. Ferrari frustrasi, ini komentar atau tepatnya sindiran Ross Brawn, kepada Bridgestone. Betapa tidak, F2005 sebenarnya gak kalah dari yg lain, hanya karena karet Jepang itu blm bisa memberikan produk bagus utk kualifikasi, di lomba pun jadi susah merangkak karena terlalu lama dpt gripnya. Aksi overtaking yg dilakukan Rubens-Schumi terhadap Fisichella, juga Schumi terhadap Rubens di lap terakhir jadi hiburan. Kengototan Schumi utk merebut posisi 6 dari tangan Ralf, sampai mereka bersenggolan seusai finis, juga bukti sang juara dunia masih "ada". BAR 3 Button 4 Sato/Davidson Rose, who? Sama cantiknya, walau lebih pendek dari Louise Griffith, Rose jadi tamu spesial Jenson Button di Monte Carlo. Button sendiri melakukan tugas komentatornya bersama James Allen dan Martin Brundle di ITV dgn baik. Tapi, siapa Rose? Melihat foto2nya mesra banget sama Jenson, bisa jadi dia adalah "demenan" baru Jenson yg memang dikabarkan sdh broken sama Louise, walau janji mau nikah tahun ini. Sato sendiri jadi turis di Monte Carlo. RENAULT 5 Alonso 6 Fisichella Rekor Alonso yg selalu naik podium pecah di Monte Carlo. Dijamin gak bisa tidur nyenyak, bukan cuma dia. Bagaimana bisa mobil yg tadinya akrab dgn ban belakang tiba2 menjadi kejam? Alarm ini sdh berbunyi sejak di Imola. Apakah ini justru gara2 traction control mereka yg bagus, yg dgn sendirinya lebih bikin cepat aus ban belakang? Pat Symonds bilang akan ada analisis mendalam terhadap hal ini. Mereka blm bisa menyimpulkan apa penyebabnya. Padahal, utk mengantisipasi itu mereka sudah menggunakan ban hard, ketimbang soft yg dipakai pemakai Michelin lain. Logikanya, kalau ban hard aja bisa hancur kayak gitu apalagi ban soft. Alonso mengaku tetap tenang bersama timnya menghadapi situasi spt ini. Dia msh yakin kalaupun dlm waktu dekat gak bisa ngejar McLaren, di saat berikut Renault bisa kembali kencang. WILLIAMS 7 Webber 8 Heidfeld Masih hangat tulisan pre-Monte Carlo ini: "...dari sisi skill, kedua pembalap punya bekal lebih dari cukup utk memenangi GP Monako. Tinggallah kekuatan paket Williams-BMW menentukan, karena Michelin pasti jaminan mutu...." Menang memang tidak, tapi lihat aksi Heidfeld nyusul Alonso? Juga Webber? Memang ada faktor ban Alonso sudah botak, tapi mencari momen tepat utk nyusul tetap bukan pekerjaan enteng, apalagi ini Monte Carlo! Jadi, modal sebagai mantan pemenang di Monte Carlo, walau bukan di F1, diperlihatkan oleh Heidfeld maupun Webber. Belum jelas apakah itu kekuatan paket FW27-BMW-Michelin sesungguhnya, karena ini sirkuit pengecualian. Fastest lap yg dibuat kedua pembalap pun tergolong medioker. Tapi, perjuangan Williams utk memperbaiki performa agar kembali ke papan atas patut diacungi jempol. Semoga hasil ini kian merapatkan kembali hubungan BMW-Williams yg sempat retak. Hanya dgn itu mereka bisa menaikkan gengsi lagi, terutama setelah musuh utama BMW, Mercedes-Benz, lagi in the moon. McLAREN 9 Raikkonen 10 Montoya/de la Rosa/Wurz Paket MP4-20-Mercedes-Michelin benar2 menakutkan. Kimi masuk pit di lap 42 tanpa kehilangan kecepatan secara drastis sejak babak kualifikasi. Begitu juga ban Michelin yg butuh waktu sebentar utk kembali panas setelah prosesi SC selesai. Montoya, apakah dia beruntung bisa dpt posisi 5? Tidak, karena normalnya dia memang finis di situ. Anggaplah dia sial karena dihukum start dari posisi belakang (gara2 menyebabkan tabrakan beruntun Ralf-DC-Villeneuve di free practice Sabtu). Kesialan itu rupanya berbalik menjadi keberuntungan di hari Minggu. Pile-up menyebabkan Safety Car masuk dan banyak pembalap Top 8 masuk pit, JPM tidak. Dia susah ngelewatin Barrichello, eh Barrichello bermasalah saat pit stop. Lalu, Fisichella yg bermasalah itu disusul Trulli, eh Trulli bermasalah juga. Ya udah, JPM memang akhirnya layak dapat posisi 5. JPM jadi "runner-up" lompatan tertinggi dari grid ke finis. Ia melompat 11 posisi, sedangkan "sang juara", Ralf, 12 posisi. SAUBER 11 Villeneuve 12 Massa Di sirkuit twisty, performa Sauber bagus. Kalau tidak terjadi kesalahan sepele di St. Devote yg melibatkan kedua pembalap, pasti mereka dpt poin. Villeneuve disuruh pelan di saat ia lagi mau kencang di tikungan pertama itu. Dia ngerem kencang, tapi mobilnya malah susah dikendalikan. Pas mobil lagi mengarah ke tembok utk nabrak, eh Massa ada di samping. Sayang, terutama utk Massa yg mgkn aja bisa finis di urutan 7. RED BULL 14 Coulthard 15 Klien/Liuzzi Darth Vader gagal disorot teve sebagai pusat perhatian. Padahal, lollipop-man udah bela-belain nanggung bobot pakaian ala Darth Vader, termasuk kru pitnya yg berlagak pasukan perang di film Star Wars. DC memang masuk pit, tapi utk retire karena ditabrak gak sengaja oleh Schumi. Suspensi-sayap belakang, dan floor mobilnya rusak, no more race. Liuzzi sendiri mengalami kesulitan mengendalikan mobil dgn ban belakang hancur lebur. Kasihan George Lucas, "pasukannya" gagal disorot televisi. TOYOTA 16 Trulli 17 Ralf Ralf dua kali bermasalah dua kali dgn kiri depan. Pertama, Michelin teledor gak "mendaftarkan" ban itu utk free practice. Ralf dihukum tambahan 5 dtk di wkt kualifikasinya. Tapi, tambahan waktu itu gak berlaku krn gara2 ban kiri depan pula Ralf menabrak tembok di kualifikasi Sabtu. Di lomba, dgn segudang kesialannya saat kualifikasi, Ralf malah jauh lebih beruntung dari Jarno Trulli. Dgn one-stop, plus beruntung tak terganggu kasus pile-up, perlahan Ralf merangkak. Mobilnya memang terlihat kalah cepat, tapi kondisi Monte Carlo memungkinkan dia bisa menahan siapa pun lawan yg lebih cepat di belakangnya, termasuk duet Ferrari. Kalau ban kiri depan bermasalah di awal, ban kanan justru kaget di akhir. Senggolan keras dari Schumi yg bernafsu menyusulnya hingga finis benar2 mengagetkannya, sampai Ralf bilang mereka bisa tabrakan kencang gara2 itu. Trulli memecahkan "rekor kecepatan" di Loews hairpin. Dia kayaknya gak mau melibas tikungan itu hanya dlm 45 km/jam! Makanya, ketika nyusul Fisichella di sana, dia pakai kecepatan lebih, sampe terbang segala... Hehehe... just joke. Itu murni accident yg dibuat karena salah perhitungan. Melibas kerb tinggi tentu membuat mobil jadi gak balance. Makanya setelah itu lomba Trulli jadi terganggu. Ramalan Olivier Panis bhw Toyota akan struggle secara umum di Monte Carlo benar2 terbukti. JORDAN 18 Monteiro 19 Karthikeyan Malu di hari Sabtu karena kalah telak dari Minardi. Tapi besoknya cuma satu orang yg fight, Monteiro. Setelah sempat terseok-seok di awal musim karena kalah kelas dari Narain, Monteiro bangkit dan bukan hanya selalu finis, tapi lebih dari itu adalah selalu lebih baik dari Narain. Rupanya magnet Eropa lebih suka kedatangan Tiago ketimbang Narain. Monte Carlo memang bukan tempat yg pas bagi Narain. Nabrak barrier, hidrolis rusak, pit stop berulang sampai retire. Bad weekend. MINARDI 20 Friesacher 21 Albers Albers penyebab pile-up, tapi dia sendiri gak tahu kenapa bisa melintir di Mirabeau itu. Friesacher nyaris membuat status "semua gara-2 Minardi" setelah dia melintir secara spektakuler di Nouvelle Chicane. Beruntung kali itu cuma ada yellow flag, bukan SC spt kasus Albers. Dari sisi speed, Minardi jelas bangga karena di kualfikasi dan fastest lap mereka lebih bagus ketimbang Jordan. salam, arief k. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/2xaSZB/SOnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
