Gak ngerti, kenapa sampai ada istilah SEJARAH SELALU BERULANG
Tapi, hal itu kembali terjadi pada final Liga Champions 2005 di
Istanbul, TURKI, dinihari tadi. Apa sejarahnya ???
DUA PULUH SATU TAHUN YANG LALU, Liverpool lolos ke final Piala Champions
dan akan melawan AS Roma.
Semua pasti udah tahu, Liverpool yang keluar sebagai pemenang.
Sejarahnya bukan karena Liverpool ngalahin tim dari Italia untuk jadi
juara. Karena 20 tahun yang lalu, LIVERPOOL justru dikalahkan tim dari
Italia di FINAL, yaitu JUVENTUS
 
Sejarahnya adalah, LIVERPOOL jadi juara (lagi) melalui drama adu
pinalti.
 
Kalau 21 tahun yang lalu, BRUCE GROBELAR yang jadi pahlawan Liverpool,
kali ini giliran JERZY DUDEK yang jadi BINTANG SEGALA BINTANG.
Keberhasilan LIVERPOOL meraih trofi Liga Champions untuk kelima kalinya
benar-benar melalui perjuangan yang dramatis.
Sebelum KICK OFF dimulai, AC MILAN lebih diunggulkan untuk keluar
sebagai juara. Mungkin, karena penampilan LIVERPOOL yang terseok-seok di
Liga Premir yang membuat MILAN lebih diunggulkan.
 
Pertandingan baru satu menit, gue baru aja mau ngebuka cemilan, Milan
mendapatkan tendangan bebas di sektor kanan pertahanan Milan. Seperti
biasa, tendangan bebas diambil Pirlo dan diarahkan ke kotak pinalti
LIVERPOOL. Hampir semua pemain Liverpool menjaga Kaka, Crespo,
Shevchenko dan Jaap Stam yang mengerumun di kotak pinalti. Tidak ada
yang menjaga Paolo Maldini. Tendangan kaki kanannya yang memantul ke
tanah terlebih dahulu tidak bisa ditepis DUDEK. Semua pendukung
LIVERPOOL di Istanbul, TURKI, terdiam. Klub kesayangannya harus
kebobolan di menit pertama. Ucapan Carlo Anceloti seakan terngiang
kembali. Sebelum partai final, Ancelotti mengatakan, Milan akan
mengalahkan LIVERPOOL dengan mencetak gol di tiga menit pertama. Dan,
omongan itu menjadi kenyataan. Bahkan, ketika pertandingan belum
berjalan tiga menit. Tepatnya di detik ke-52 !
 
The Reds langsung bangkit. Sundulan Sami Hyppia masih tepat ke pelukan
Dida. Tendangan volley Luis Garcia masih melenceng. Milan juga punya
peluang untuk memperbesar keunggulan. Namun, sundulan Crespo masih bisa
dibuang oleh Luis Garcia yang berada di bawah mistar gawang. Kemudian
Luis Garcia menari-nari di kotak pinaltiAC Milan. Nesta terjatuh dan
bola mengenai tangannya. Para pemain LIVERPOOL memprotes wasit karena
tidak memberikan tendangan pinalti. Wasit bergeming. Bola yang dikuasai
pemain Milan langsung mengalir ke lini pertahanan LIVERPOOL. Shevchenko
yang berada di kotak pinalti, memberkan umpan matang kepada  Crespo yang
tidak terjaga. Pemain internasional Argentina ini berhasil menjebol
gawang LIVERPOOL. Milan 2 LIVERPOOL O. Satu menit menjelang babak
pertama usai, lagi-lagi Crespo menjebol gawang Dudek. Skor 3-0 untuk
Milan komentator sudah bilang, it's all over for LIVERPOOL.
 
Enam tahun lalu, klub Inggris terakhir yang bisa jadi juara Liga
Champions, Manchester United, juga mengalami hal yang kuang lebih sama
dengan LIVERPOOL. Hingga menit ke-90, Manchester United masih tertinggal
0-1  dari Bayern Muenchen Stadion Nou Camp begemuruh ketika Teddy
Sheringham menjebol gawang Oliver Kahn di injury time dan mengubah skor
menjadi 1-1. Hampir semua penonton dan juga pemain Manchester United
yakin, pertandingan harus diselesaikan melalui perpanjangan waktu. Tapi,
KEAJAIBAN ITU MUNCUL. Baby face assasin Ole Gunnar Solskjaer mampu
menggetarkan gawang Bayern Muenchen dan Manchester United
memutarbalikkan keadaan hanya dalam waktu 103 detik (kalau gak salah
yah). Usai pertandingan, manajer Manchester  Alex Ferguson bilang :
NEVER UNDERESTIMATE THE ENGLAND SPIRIT
 
Inilah yang tidak dipahami oleh para pemain AC Milan di babak kedua.
Jangan pernah meremehkan semangat (klub-klub) Inggris. Awal kebangkitan
LIVEROOL dimulai ketka umpan Riise dari sisi kanan pertahanan Milan
berhasil disundul oleh Stevan Gerard untuk memperkecil ketinggalan
menjadi 1-3. Waktu itu, pertandingan babak kedua baru berjalan sembilan
menit. Harapan para pemain LIVERPOOL kembali muncul ketika tendangan
keras Vladimir Smicer meluncur mulus ke pojok kanan gawang Milan tanpa
bisa ditepis Dida. Dalam waktu dua menit, LIVEPOOL mampu dua kali
menjebol gawang Milan. Lalu, muncul pertanyaan pada diri gue, mungkinkah
LIVERPOOL mampu mengejar ketertinggalannya mengingat babak kedua masih
akan berlangsung 34 menit lagi. Ternyata, LIVERPOOL hanya memerlukan
waktu 4 menit untuk mengubah skor menjadi 3-3. Tendangan pinalti Xabi
Alonso memang berhasil ditepis Dida. Tapi, bola liar itu berhasil
diteruskan Xabi ke kanan atas gawang Dida, skor berubah 3-3. HANYA DALAM
WAKTU 6 MENIT, LIVERPOOL MAMPU MENGEJAR DEFISIT TIGA GOL.
 
Karena skor tetap tidak berubah hingga 2 X 45 menit berakhir, maka
pertandingan dilanjutkan dengan masa perpanjangan waktu 2 X 15 menit.
Disinilah Dudek tampil sebagai pahlawan bagi LIVERPOOL. Pada menit
ke-117, terjadi momen yang paling menegangkan di masa perpanjangan waktu
2 X 15 menit. Sunduan Shevchenko ke gawang LIVERPOOL masih bisa ditepis
Dudek. Bola mental kembali jatuh ke kaki Sheva. Di kesempatan kedua,
tendangan Sheva juga masih bisa ditahan oleh Dudek. LUAR BIASA. Mungkin,
inilah penyelamatan paling vital di sepanjang karir Dudek sebagai
LIVERPOOL. Akhirnya, pemenang harus ditentukna melalui drama adu
pinalti.
 
Kenangan kembali ke tahun 1984, saat LIVERPOOL menundukkan AS Roma 4-2,
juga melalui drama adu pinalti. Mampukah sejarah kembali berulang ?
Jawabannya, tentu saja, MAMPU. Milan mendapat kesempatan pertama untuk
melakukan eksekusi tendangan pinalti. Serginho, bek kiri asal Brazil,
gagal menjalankan tugasnya. Tendangan Serginho melayang di atas mistar
gawang. Giliran Vladimir Smicer dari LIVERPOOL. Dan, sukses. Eksekutor
kedua Milan adalah Pirlo, spesialis bola mati. Dudek memperlihatkan
kehebatannya. Tendangan Pirlo ke arah kiri gawang bisa ditepis kiper
asal Polandia itu.Eksekutor kedua LIVERPOOL adaalh Dietmar Hamann. Dan,
gol. LIVERPOOL untuk sementara unggul 2-0.
 
Eksekutor ketiga Milan, Jon Dahl Tomasson. Dudek gagal menepis tendangan
pemain asal Denmark itu. Djibril Cisse mendapat kesempatan untuk menjadi
eksekutor ketiga. Dan, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Hingga
tiga kali adu tendangan pinalti, LIVERPOOL masih unggul 3-1. Eksekutor
keempat Milan, Kaka. Berhasil. Eksekutor keempat LIVERPOOL Joh Arne
Riise. Gagal. Skor 3-2 untuk keunggulan LIVERPOOL.   Saat menentukan
terjadi di tendangan pinalti kelima bagi Milan. Andriy Shevchenko yang
jadi pahlawan ketik Milan menang adu pinalti dari Juventus 2003, gagal
menjalankan tugasnya. Tendangannya ke tengah gawang masih bisa ditepis
Dudek yang tampil gemilang. LIVERPOOL kembali menjadi penguasa EROPA
untuk kelima kalinya. Keberhasilan LIVERPOOL meraih gelar juara ini
membuat klub dengan julukan The Reds ini berhak untuk menyimpan trofi
Liga Champions. Karena, klub yang sudah lima kali menjadi juara berhak
untuk menyimpan trofi Liga Champions. 
 
21 tahun yang lalu, GROBELLAR melakukan "tindakan yang aneh" dalam
drama adu pinalti. Ia selalu menggoyang-goyangkan kakinya ketika tengah
bersiap untuk menghadang tendangan pinalti pemain AS Roma. Aksi ini juga
diulangi oleh Jerzy Dudek. Bahkan, Dudek mengaku ia terinspirasi dengan
perilaku Grobellar pada partai final tahun 1984 itu. Dan, Dudek juga
berhasil mengulangi prestasi Grobellar dengan membawa LIVERPOOL kembali
menjadi juara di Eropa.
 
Selamat buat LIVERPOOL. Semoga FA memberikan kesempatan untuk
mempertahankan gelar juara pada musim depan.
 
-doddy rosadi-
 
 
 
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/0xaSZB/UOnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke