Senin, 06 Juni 2005,
Rossi Belum Terbendung
Pembalap Italia Dominasi Mugello
MUGELLO - Musim MotoGP 2005 tampaknya bakal kembali menjadi milik Valentino
Rossi dan Yamaha. Kemarin, pembalap Italia itu melanjutkan dominasinya, merebut
kemenangan lagi di hadapan publik sendiri di Sirkuit Mugello.
Berkat kemenangan kemarin, Rossi telah memenangi empat dari lima lomba pertama
2005. Pembalap 26 tahun itu telah meraup total 120 poin, 49 poin di depan
pesaing terdekat, Marco Melandri dari Movistar Honda.
Dengan 11 seri tersisa, peluang yang lain untuk jadi juara dunia memang masih
ada. Tapi mereka harus terus menang atau finis di depan Rossi di setiap lomba
yang tersisa.
Kemarin, Rossi memulai lomba dari posisi terdepan. Namun tidak mudah baginya
untuk menang. Di awal lomba, dia sempat melorot, sebelum kembali menyalip lawan
satu demi satu.
Pesaing utamanya dalam lomba kemarin adalah Max Biaggi, penunggang Repsol
Honda. Harapan utama Honda, Sete Gibernau, sudah terjatuh di awal balapan yang
berlangsung 23 lap tersebut.
Melandri sebenarnya juga berupaya keras untuk menang. Tapi kemudian harus
mengakui kecepatan Rossi dan Biaggi. Bahkan, Melandri gagal naik podium,
setelah dikalahkan andalan Ducati, Loris Capirossi, di momen-momen akhir.
Di akhir lomba, Rossi hanya unggul 0,3 detik di depan Biaggi. Sedangkan empat
besar hanya terpaut 3,9 detik.
Tentu saja, hasil itu membuat publik Italia berpesta. Bukan hanya karena Rossi
menang, tapi karena empat pembalap terdepan berasal dari Italia. Itu merupakan
sejarah pertama di ajang MotoGP.
"Ini hasil luar biasa bagi kami berempat," kata Rossi mewakili tiga pembalap
Italia yang lain. "Melihat antusiasme penggemar di sini membuat kami ingin
tampil baik. Dan kami berhasil melakukannya," tambahnya usai lomba kemarin.
Sementara itu, Daniel Pedrosa (Honda) kemarin memenangi lomba di kelas 250 cc,
mengalahkan Jorge Lorenzo dan Alex De Angelis. Sedangkan di kelas 125 cc,
pembalap Hungaria Gabor Tamalcsi mengalahkan Thomas Luthi dan Joan Olive.
(rtr/ap/aza)
Hasil GP Italia di Mugello:
1. Valentino Rossi, Yamaha
2. Max Biaggi, Honda
3. Loris Capirossi, Ducati
4. Marco Melandri, Honda
5. Carlos Checa, Ducati
6. Nicky Hayden, Honda
7. Alex Barros, Honda
8. Makoto Tamada, Honda
9. Colin Edwards, Yamaha
10. Shinya Nakano, Kawasaki
11. John Hopkins, Suzuki
12. Alex Hofmann, Kawasaki
13. Troy Bayliss, Honda
14. Ruben Xaus, Yamaha
15. Kenny Roberts Jr., Suzuki
Klasemen Sementara:
1. Valentino Rossi 120 poin
2. Marco Melandri 71
3. Max Biaggi 67
4. Sete Gibernau 53
5. Alex Barros 52
============================
Senin, 06 Juni 2005,
Mesin MotoGP Diperkecil
Dengan alasan membatasi kecepatan dan meningkatkan keamanan, kapasitas mesin
MotoGP akan diperkecil mulai musim 2007 nanti. Bila sekarang mesin 4-Tak boleh
mencapai 990 cc, nantinya akan dibatasi hingga 800 cc saja.
Perubahan ini harus dilakukan, mengingat kecepatan yang terus bertambah dalam
beberapa tahun belakangan. Akhir pekan lalu di Mugello misalnya, sebanyak 17
dari 21 motor telah menembus 320 km/jam di trek lurus. Bahkan, Carlos Checa dan
Ducati telah menembus 336 km/jam.
Kalau tidak segera diperlamban, risiko yang dihadapi para pembalap akan terus
bertambah. Perubahan ini tentu akan mempengaruhi desain motor. Dalam membangun
mesin, pabrikan akan mengejar putaran mesin setinggi mungkin, mengejar tenaga
yang hilang. Bukan sekadar kemudahan pemakaian seperti sekarang. Kabarnya,
Honda sudah menyiapkan mesin 3 silinder untuk 2007, mengganti mesin 5 silinder
yang sekarang.
Aturan baru ini akan digunakan selama minimal lima tahun, sehingga tidak
membebani pabrikan peserta di kemudian hari. Selain itu, mulai 2007, mesin
2-Tak 500 cc bakal dilarang total, karena berpotensi mengalahkan mesin-mesin
800 cc. (aza)
=======================
Senin, 06 Juni 2005,
Gibernau Masih Tunggu Keberuntungan
Memasuki musim 2005 ini, Sete Gibernau kembali digadang-gadang menjadi pesaing
utama Valentino Rossi. Namun, setelah lima lomba berlalu, pembalap Spanyol itu
justru tampil mengecewakan. Kemarin, di GP Italia, Gibernau terjatuh di awal
lomba, kesalahan keduanya tahun ini.
Kini, Gibernau terpuruk di urutan empat klasemen, 67 poin di belakang Rossi.
Rekan setimnya yang baru, Marco Melandri, justru tampil lebih baik dan berada
di posisi kedua.
Menghadapi lomba kemarin, Gibernau sebenarnya sudah berniat tampil
habis-habisan. Toh, posisi startnya juga memungkinkan untuk itu. Dia start di
urutan kedua, saat kualifikasi hanya kalah tipis, 0,183 detik, dari Rossi.
Eh, ketika lomba, dia justru terjatuh. "Ban saya selip. Saya tampil memaksa,
dan itulah yang bisa terjadi saat kita tampil all out. Semoga keberuntungan
saya bisa segera kembali di Barcelona," kata Gibernau.
Balapan berikutnya memang akan digelar di Sirkuit Barcelona, di kandang
Gibernau, 12 Juni nanti. Kita tunggu saja, apakah keberuntungan itu bisa segera
tiba, atau memang melupakan Gibernau hingga akhir 2005 ini. (aza)
--
Best Regards
Tombo-Ati
============================================================
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri
============================================================
___________________________________________________________
Yahoo! Messenger - NEW crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail
http://uk.messenger.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/2xaSZB/SOnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/