Dicontek dari Pikiran-rakyat.com Rabu, 8 June 2005
--- besok izin masuk siang enak sekaleee ---
rgds,
-warid-
 
Partai Klasik 
KANDANG klub River Plate, Stadion Monumental, yang dikenal sebagai stadion
keramat di ranah sepak bola Argentina, adalah tempat yang sangat layak bagi
partai klasik antara dua negara bertetangga Amerika Latin yang hidup dan
napasnya tidak pernah lepas dari sepak bola itu sendiri. Ya, meski berakar
dari rumpun kultur yang hampir sama, toh di atas lapangan rumput Brasil dan
Argentina adalah musuh bebuyutan (mortal enemies). 
Perseteruan itu terkadang melebar ke luar lapangan hijau. Para fans
masing-masing termasuk media massa juga kerap mengusung subjektivitas
tersendiri, kalau sudah bicara soal sepak bola. Debat sepanjang masa tak
pernah berkesudahan, siapa sejatinya tim terbaik; Selecao ataukah
Albicelleste? Kekuatan manakah yang paling dominan di kancah sepak bola
Amerika Latin? Atau, mau lebih tegas, siapa yang paling hebat, Pele ataukah
Diego Maradona?
Aura persaingan yang terus berkobar dari zaman ke zaman ini pula yang
mengiringi kedatangan Tim "Samba" Brasil ke Buenos Aires. Namun, diakui
arsiteknya Carlos Alberto Parreira, meski timnya hanya sekali menelan
kekalahan dari seluruh partai kualifikasi tandang yang pernah dimainkan,
kinerja Brasil tak seefektif kalau main di kandang sendiri. 
Dari seluruh partai away, Brasil hanya mengemas dua kali kemenangan, lima
kali imbang, dan sekali kalah. "Brasil tidak pernah tampil menyerang yang
menjadi ciri khasnya selama ini setiap tampil di kandang lawan," demikian
kritik yang disampaikan media setempat. 
Untuk soal ini, Parreira menyatakan timnya memang membutuhkan waktu lebih
lama membangun soliditas dan harmonisasi. Ia sendiri mengelak inkonsistensi
kinerja menjadi kendala bagi timnya. "Yang pasti kami sudah siap menghadapi
partai big match di Buenos Aires," ucapnya.
Pemain depan Brasil Ronaldinho menegaskan pertandingan mendatang benar-benar
partai yang sangat keras. "Setiap Brasil menghadapi Argentina, yang mencuat
bukan hanya soal sepak bola itu sendiri, tapi juga soal pride bangsa dan
nasionalisme. Ada tuntutan lebih yang mesti kami lakukan manakala menghadapi
Argentina," akunya. 
Parreira sendiri telah 7 kali memimpin Brasil melawan Argentina, kendati
hanya dua pertandingan yang dilangsungkan di Monumental. Pada 1983, Brasil
kalah 0-1 sedangkan pada 1993 pertandingan berakhir imbang 1-1. Kini, ia
berharap semuanya berubah dan ia siap mempersembahkan kemenangan bagi
seluruh partisan Selecao. 
Dengan target mengejar kemenangan, Parreira membawa barisan pemain
bintangnya menuju Monumental. Meski Ronaldo absen atas permintaan sendiri
karena masalah personal, ia dipastikan akan langsung memasang Ronaldinho
serta duet ujung tombak Adriano dan Ricardo Oliveira. Sementara di sector
gelandang, ia tetap memaksimalkan sentuhan magic seorang Kaka dan pilar
efektif Juninho Pernambucano.
"Tak peduli siapa pun nanti yang akan menjaringkan gol ke gawang lawan. Saya
hanya berpikir pertandingan nanti benar-benar sulit dan membutuhkan
kolektivitas dan soliditas berlebih dari seluruh Skuad Brasil," tegas
Ronaldinho. 
Brasil juga berharap menghindari hasil yang terjadi pada kualifikasi Piala
Dunia 2002 lalu. Di kandang sendiri, mereka memang menang 3-1, tapi di
kandang lawan mereka menyerah 1-2 setelah sempat memimpin terlebih dahulu.
"Pertandingan memang akan sangat menyita konsentrasi baik fisik maupun
mental," ucap Kaka.
Di luar itu, di kubu Brasil sendiri kini muncul isu hangat soal pemain pilar
masa depan. Setelah Ronaldo mengatakan sendiri untuk tidak dimainkan dalam
pertandingan lanjutan kualifikasi, karena masalah pribadi, kini muncul calon
penggantinya Robinho.
Striker klub Santos berusia 21 tahun itu dikabarkan terus diburu klub
raksasa Spanyol Real Madrid. Apalagi, Parreira sendiri mengisyaratkan akan
memainkannya melawan Argentina nanti. Lengkap sudah daya tarik yang
ditawarkan duel dua raksasa ini!
Menyembuhkan Luka di Monumental 
ESTADIO Monumental berkapasitas 65.645 penonton di Buenos Aires, pada 8 Juni
malam waktu setempat, untuk kesekian kalinya bakal menjadi saksi perseteruan
menyejarah antara dua raksasa penguasa kutub sepak bola Amerika Selatan
(Latin). Ya, pada hari itu big match antara tuan rumah "Tango" Argentina
melawan "Samba" Brasil akan dilangsungkan. Pertandingan ini sekaligus
menjadi penentu siapa yang paling layak dikategorikan favorit kuat jawara
Amerika Selatan dari ajang kualifikasi Piala Dunia 2006 Zona Conmebol.
Akhir pekan lalu, Argentina yang hanya tinggal selangkah lagi menuju tiket
otomatis ke putaran final di Jerman, di luar dugaan dijegal Ekuador 0-2.
Dus, hasil itu terpaksa menunda sementara gempita partisan "Tango". Kini, di
hadapan ribuan pendukung fanatiknya, akankah gegap kegembiraan itu menjadi
milik para penari "Tango"? 
Rivalitas antara Albicelleste Argentina dan Selecao Brasil sangat kental.
Bahkan, dalam soal statistik dan rekor pertemuan kedua tim, Asosiasi Sepak
Bola Argentina (AFA) maupun Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) memiliki
data yang berlainan. Entah, bagaimana cara dan metodologi yang digunakan,
yang penting satu sama lain tidak boleh lebih banyak kalah. 
Namun, kalau mendasarkan statistik hanya pada pertandingan kualifikasi,
dalam tiga pertandingan terakhir, Brasil unggul 2-1 atas lawannya. Dua
pertandingan pada 2000 dan 2004 dimenangi Brasil dengan skor 3-1. Satu
pertandingan lainnya di Buenos Aires, giliran Argentina unggul 2-1 pada
2001. 
Di luar pentas kualifikasi, pada 10 tahun lalu tepat 8 November 1995, luka
kekalahan sempat tertoreh di Buenos Aires. Pada sebuah pertandingan
persahabatan, Brasil menekuk Argentina di hadapan partisan mereka sendiri.
Yang paling menyesakkan bagi Albicelleste adalah kekalahan di ajang final
"Copa America 2004" di Peru. Ketika itu, Argentina menyerah dari Brasil yang
ditukangi Carlos Alberto Parreira, 2-4 lewat adu penalti. Dan, kekalahan itu
yang terus diingat arsitek Argentina, Jose Pekerman.
"Banyak hal yang mesti kami tuntaskan pada pertandingan mendatang di Buenos
Aires. Kemenangan selain memastikan langkah kami menuju putaran final, lebih
dari itu dapat membalas berbagai torehan luka yang kami dapatkan sebelumnya.
Kemenangan sangat layak kami berikan kepada partisan di Monumental," tegas
Pekerman. 
Mengenai kekuatan timnya, secara objektif Pekerman mengatakan tim Argentina
saat ini adalah sebuah tim transisi. "Di tubuh tim kami saat ini, tak ada
seorang pun pemain yang sudah dipastikan menempati posisi utama. Tidak ada
sosok bintang di tim Argentina kini. Kami memang belum lama diikat dalam
sebuah sistem kerja sama, tapi seluruh pemain menyadari setiap pertandingan
akan semakin mendekatkan kami dengan tiket menuju putaran final Piala Dunia
di Jerman," paparnya.
Meski Pekerman sendiri menepis pengategorian sosok bintang di tubuh timnya,
toh barisan pemain sekaliber Hernan Crespo, Juan Roman Riquelme, atau Pablo
Aimar, tetap menyajikan daya pesona tersendiri. Dari merekalah, nama
Argentina terus berkibar di pentas kompetisi antarklub Eropa. 
Dan, kini dengan baju nasionalisme masing-masing, mereka akan menghadapi
terjangan rival-rival mereka dari Brasil, semisal Ronaldinho, Kaka, Adriano,
atau bintang baru yang diramal bakal segera meramaikan persaingan antarklub
sepak bola di tingkat Eropa, Robinho. "Satu-satunya penentu siapa yang bakal
memenangi pertandingan antara dua tim dengan kualitas setara adalah
kematangan mentalitas bertanding. Siapa yang tetap tenang menghadapi
atmosfer panas persaingan, dialah yang akan memenangi pertandingan," ucap
Crespo. 
Ia menyadari benar, instabilitas psikologis rekan-rekannya menjadi petaka
saat melawan Ekuador. Crespo tidak ingin kejadian serupa berulang di Buenos
Aires dan terus menunda kepastian Argentina menuju Jerman di tahun depan!
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/0xaSZB/UOnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke