http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0506/12/utama/1809370.htm
*Cristiano Ronaldo, Sebuah Pesan Cinta dari Portugal * DI Stadion Neusu, Banda Aceh, Sabtu (11/6) siang, sebuah kekisruhan kecil terjadi. Begitu Cristiano Ronaldo menuruni bus, ribuan orang yang sejak pagi menunggunya, langsung menyerbu, ingin melihat bintang muda sepak bola itu dari dekat. Sebagian ingin menyentuhnya atau sekadar bersalaman. Kelelahan setelah terbang lebih dari 20 jam dari Lisabon, Portugal-dan hanya istirahat sebentar di Bandara Cengkareng, Jakarta-wajah Ronaldo yang tadinya berseri-seri, langsung muram menyaksikan antusiasme yang berlebihan dari masyarakat Aceh itu. Bintang sepak bola klub Manchester United itu kemudian ngambek, dan kembali ke bus. Setelah situasi tak juga bisa dikendalikan, dia kemudian meminta pulang ke Jakarta. Sedianya di Stadion Neusu, Ronaldo ingin secara simbolis memberikan bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana tsunami. Apa boleh buat. Tidak adanya antisipasi dari panitia, serta tidak diperhitungkannya kondisi kelelahan fisik Ronaldo setelah terbang ribuan mil jauhnya, membuat acara di Neusu menjadi berantakan. Kacau balau. Belum lagi, sejumlah acara penggalangan dana dan coaching clinic, sudah menanti Ronaldo di Jakarta, hari Minggu pagi. Maka, tak perlu gundah menyaksikan Ronaldo berwajah muram dan ngambek. Insiden kecil di Neusu itu hendaknya menjadi bahan pelajaran bagi kita semua. Di pesawat yang membawanya kembali ke Jakarta, Ronaldo menyampaikan permintaan maafnya. Menurut dia, dia hanya kelelahan karena baru saja bertanding memperkuat Portugal dan terbang dari Lisabon selama 20 jam lebih. "Saya minta maaf atas kejadian tadi. Saya hanya kelelahan, tapi di atas semua itu saya senang bisa mengunjungi Aceh. Saya berharap bisa kembali ke Aceh," ujar bintang kelahiran Madeira, 5 Februari 1985, tersebut. RONALDO datang ke Nanggroe Aceh Darussalam dengan sebuah misi cinta teramat mulia. Dia menjadi duta khusus negaranya, Portugal, untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana tsunami. Memang sudah banyak sekali pihak yang datang untuk mengulurkan bantuan ke Aceh dan Sumatera Utara setelah tragedi tsunami, Desember lalu. Namun, kehadiran Ronaldo di Tanah Rencong tetap punya makna tersendiri. Pertama, kehadiran Ronaldo di Aceh adalah berkat Martunis, seorang bocah kecil korban tsunami yang selamat setelah berjuang hidup selama 19 hari. Kedua, Ronaldo datang ke Aceh bukan sekadar mewakili tim nasional Portugal, atau bangsa Portugal. Terlebih, dia datang sebagai duta anak muda yang peduli pada penderitaan orang lain. Perjalanan Ronaldo ke Indonesia memang dipicu si bocah Martunis. Kostum tim nasional Portugal, yang dipakainya saat ditemukan selamat dari bencana tsunami adalah awal dari segalanya. Ketika gambar "the survivor" Martunis berkostum nomor 10 "milik" Rui Costa beredar di seluruh dunia, publik Portugal tercengang. Setengah tak percaya, setengah kagum, badan tertinggi sepak bola Portugal langsung mencari tahu, siapakah gerangan si bocah tersebut. Tiga hari setelah gambar Martunis disiarkan stasiun televisi CNN, Kedutaan Besar Indonesia di Portugal mengontak Kompas. "Anda bisa membantu kami mencari tahu di manakah sekarang Martunis berada. Orang-orang Portugal sibuk mencari dia," ujar Ahmad Ghozali, staf Kedubes RI di Lisabon, di ujung telepon. Beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 29 Mei 2005, Martunis tiba di Lisabon, Portugal. Dia memang diundang khusus oleh Federasi Sepak Bola Portugal untuk menyaksikan langsung pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2006. Didampingi ayahnya, Sarbini, Martunis benar-benar diperlakukan seperti raja. Di Stadion Luz dia duduk berdampingan dengan Rui Costa menyaksikan kesebelasan Portugal menghantam Slowakia 2-0. Sebelum pertandingan, pejabat-pejabat penting sepak bola Eropa bergantian menyalaminya dan menyambutnya secara istimewa. Bahkan, legenda sepak bola Portugal, Eusebio, tak bisa menahan diri untuk ikut memeluk si bocah Martunis. Sehari sebelum pertandingan, Martunis menjadi tamu kehormatan di Oeiras, markas kesebelasan nasional Portugal. Dia disambut pelatih Luis Felipe Scolari dan kapten Luis Figo serta seluruh skuad nasional Portugal. MARTUNIS yang kehilangan ibu kandung serta saudara-sauranya kini terus menaburkan senyum. Tentu, kehilangan ibu dan saudara masih menjadi tragedi tersendiri di hati Martunis, namun pemulihan luka jiwanya terasa begitu cepat. Barangkali, Martunis memang patut berterima kasih kepada Ronaldo. Dari mulut Ronaldo-lah pertama kali terlontar rasa simpati terhadap Martunis. "Dia akan saya undang ke Manchester, menyaksikan pertandingan Manchester United. Saya akan mengajaknya jalan-jalan di Manchester," ujar Ronaldo beberapa saat setelah gambar Martunis tersiar di layar CNN. Setelah itu, simpati datang dari Portugal. Pelatih Scolari kemudian mengoordinasi dana untuk membangun rumah bagi Martunis di Banda Aceh. Federasi Sepak Bola Portugal juga menyumbang 40.000 euro (sekitar Rp 470 juta) untuk keluarga Martunis. Sabtu kemarin, meski lelah, Ronaldo menyempatkan diri terbang ke Aceh. Dia membawa pesan cinta dan simpati kepada rakyat Aceh. (DNU/joy) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/2xaSZB/SOnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
