jawapos,Jumat, 17 Juni 2005,
NYARIS MALU
4 Jerman v Australia 3
FRANKFURT - Jerman menjawab kritikan. Di tengah
derasnya kecaman dari publik tentang lemahnya barisan
pertahanan Panser, tim besutan Juergen Klinsmann itu
memberi bukti dengan kemenangan 4-3 (2-2) atas
Australia pada laga perdana Grup A Piala Konfederasi
2005 di Waldstadion Frankfurt kemarin.
Kemenangan ini sangat penting bagi Jerman. Selain
menjawab kritikan publik, sekaligus membuka kans
mereka untuk melaju ke semifinal. Michael Ballack
butuh kemenangan di laga kedua kontra Tunisia Sabtu
besok untuk memastikan tiket ke babak empat besar.
Kevin Kuranyi dan Per Mertesacker mencetak dua gol
Jerman di 45 menit pertama. Tapi Australia tak mau
kalah dengan membalasnya via Josip Skoko dan John
Aloisi. Skor imbang membuat laga babak kedua berjalan
lebih sengit.
Eksekusi penalti Michael Ballack pada membawa tuan
rumah leading, sebelum kemudian dilengkapi oleh gol
Lukas Podolski dua menit menjelang bubaran. Memasuki
injury time, Aloisi mencetak gol keduanya kendati
gagal menyelamatkan Australia dari kekalahan. (baca
juga: Wasit Jadi Kambing Hitam)
Kemenangan ini masih menyisakan masalah. Terutama di
lini pertahanan yang berujung pada tiga gol yang
membobol gawang Oliver Kahn. Hal ini menjadi bukti
bahwa kinerja lini pertahanan Panser memang masih
labil.
"Kami tak bisa terus-terusan mencetak empat gol di
setiap pertandingan. Kami juga butuh pertahanan yang
tangguh untuk bisa memenangkan pertandingan," cetus
Michael Ballack, kapten Jerman, seperti dilansir
Reuters.
"Kami tahu, Australia memang lebih baik dari perkiraan
orang sebelumnya. Kami menang, tapi kami tak bisa
berharap kemenangan dengan pertahanan seperti itu saat
menghadapi tim seperti Brazil atau Argentina," sambung
Bastian Schweinsteiger, gelandang muda Panser.
Ya, diakui atau tidak, lini belakang memang menjadi
masalah bagi Jerman sekarang. Klinsmann sendiri
mengakuinya dan bakal melakukan pembenahan saat
meladeni Tunisia besok. "Saya sebetulnya lebih senang
Jerman menang 4-0 daripada 4-3. Tapi semua berawal
dari proses. Saya tahu Jerman memang masih harus
banyak belajar," kata Klinsmann.
"Masih banyak problem di barisan pertahanan, tapi kami
memiliki skuad muda di lini tersebut dan mereka akan
belajar dari kesalahan. Tim ini tampil sedikit gugup,
tapi kemenangan ini tetap merupakan sesuatu yang
paling penting," ujar mantan bomber Panser itu.
Tak hanya Klinsmann, pelatih Australia Frank Farina
pun mengeluhkan belum maksimalnya pertahanan timnya.
"Kami telah memainkan sepak bola yang sangat baik.
Namun Anda tidak dapat terlalu berharap bisa memetik
kemenangan dengan empat gol yang bersarang di gawang
Anda," kata Farina. (bas)
=========
Jumat, 17 Juni 2005,
Panser Jerman ?Dibom? Media
Panser Jerman memang memetik kemenangan vital atas
Australia. Namun hasil positif ini jauh dari harapan
kaum gibol dan media massa Jerman. Berikut ulasan dua
media massa terkemuka di negeri produsen Mercedes Benz
itu.
ULASAN HARIAN BILD
SKUAD asuhan Juergen Klinsmann masih rapuh. Memang
menang, tapi Jerman kebobolan 3 gol. (Jerman menang
4-3). Untuk meraih gelar di turnamen ini Jerman butuh
banyak pembenahan, terutama di barisan belakang..
Kaum suporter di Frankfurt masuk kategori kelas dunia.
Tapi tim Jerman sendiri sangat jauh dari kategori itu.
Untunglah Jerman diselamatkan gol penalti Michael
Ballack dan Lukas Podolski. Jika penampilan Jerman
tetap stagnan seperti ini, jangan bermimpi macam-macam
di Piala Dunia tahun depan.
Jerman tak akan bisa menjuarai Piala Dunia kali ke-4
jika penampilannya masih seperti ini. Hanya untuk
memenangkan Piala Konfederasi saja kami butuh banyak
pembenahan.
ULASAN THE FRANKFURTER RUNDSCHAU
HARIAN ini lebih menyoroti penampilan jelek bek Robert
Huth. Pemain belakang Chelsea ini melakukan
pelanggaran fatal yang berbuah gol di menit ke-20.
Kesalahan berikutnya adalah terlambatnya Huth menutup
ruang gerak John Aloisi hingga berbuah gol di menit
ke-31.
Ini sebuah pembaptisan yang sulit. Kelemahan
pertahanan paling menonjol untuk semua kesalahan yang
terjadi di laga ini. Huth melanggar John Aloisi yang
berbuah tendangan bebas. Tapi kemudian dia berdiri
terlalu jauh dari Aloisi!
PLEIDOI OTTMAR HITZFELD
INILAH demokrasi bola di Jerman. Adalah Otto Rehhagel,
mantan pelatih Bayern Munich, yang tampil membentengi
Panser dari bom hujatan media massa. Silakan media
massa menghujat habis. Tapi saya minta Klinsmann tetap
bekerja seperti biasa, dan tak (perlu terlalu)
mempedulikan kritikan media.
Yang lebih penting dari hujatan adalah memberikan
solusi. Saya memberinya masukan untuk terus melakukan
tugasnya. Dia (Klinsmann) harus berpikir positif dan
tak perlu membaca berita di koran dan tabloid.
(bas/afp/kickers)
____________________________________________________
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
http://football.fantasysports.yahoo.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/