Kepastian Genoa untuk promosi ke Serie-B diperoleh usai menang 3-2 atas Venezia 
di Stadion Luigi Feraris pada partai terakhir, pekan lalu (11/6). Kemenangan 
itu juga membuat mereka layak meraih titel juara Serie-B karena nilainya 
menjadi 76 untuk duduk di posisi pertama klasemen akhir atau unggul dua poin 
atas Empoli di posisi kedua yang juga mendapat jatah promosi.

Keberhasilan klub kota pelabuhan itu kembali ke Serie-A juga menjadi bermakna 
karena sebelumnya di tahun 2002/03, mereka terancam degradasi ke Serie-C1. 
Genoa selamat dari jurang degradasi hanya karena beberapa pesaing mereka 
mendapat pengurangan nilai akibat menurunkan pemain yang tidak sah.

Terlecut dengan situasi buruk itu, Genoa pun melakukan reformasi total. 
Hadirnya pemilik baru, Enrico Preziosi, sekaligus mendatangkan proyek ambisius 
untuk kembali ke Serie-A. Preziosi pun membawa sejumlah pemain berkualitas 
Serie-A ke klub berjuluk Gryphons tersebut.

Lihat saja barisan belakangnya yang terdiri dari Mohamed Gargo (eks Udinese), 
Gianluca Lamacchi (eks Piacenza), Luigi Sartor (eks Parma dan Roma), dan Andrea 
Sottil (eks Udinese). Maju ke tengah ada gelandang asal Prancis, Sabri 
Lamouchi, Nikola Lazetic, Marco Rossi, dan Giovanni Tedesco. Tetapi yang paling 
menyenangkan hati tifosi Genoa adalah padunya duet tombak mereka, Roberto 
Stellone dan Diego Alberto Milito. Pasangan penyerang itu menjadi duet paling 
subur di Serie-B dengan raihan gol 36 di musim lalu. Milito menjadi pencetak 
gol tersubur kedua di Serie-B dengan 19 gol, sementara Stellone di urutan 
ketiga dengan 17 gol.

Milito merupakan pemain berharga yang paling akhir direkrut Preziosi. Penyerang 
berusia 26 tahun itu dibeli dari Racing Club Avellaneda pada bursa transfer 
Januari 2004. Dan tak membutuhkan waktu lama, Milito langsung mencetak 21 gol 
di paruh kedua musim 2003/04. Kini, Milito yang dijuluki Il Principe merupakan 
sosok idola baru publik Genoa.

"Kami pantas untuk promosi karena sepanjang musim ini kami jarang melakukan 
kesalahan walau tekanan demikian besar," ucap Milito yang juga berhasil 
menyamai rekor gol legenda Genoa yang juga berasal dari Argentina, Juan Carlos 
Verdeal, saat bermain untuk Rossoblu antara tahun 1946 dan 1948.

Genoa memang bukan klub sembarangan di Italia. Didirikan oleh seorang dokter 
berkebangsaan Inggris, James Richardson Spensley, yang bekerja untuk perusahaan 
perkapalan Inggris di pelabuhan kota Genoa pada tahun 1893, mereka pun ikut 
membentuk cikal bakal kompetisi Serie-A. Selama enam musim awal, Genoa sukses 
menyabet gelar juara yang kemudian ditambahnya pada tahun 1915, 1923, dan 1924.

Prestasi terbaik terakhirnya adalah pada musim 1991/92 saat menyelesaikan 
Serie-A di urutan empat klasemen akhir. Pada musim itu pula, Genoa lolos ke 
semifinal Piala UEFA dan tahun berikutnya menjadi klub Italia pertama yang 
mampu meraih kemenangan di kandang Liverpool, Stadion Anfield.

Tetapi otak dibalik keberhasilan Genoa ini juga tak lepas dari tangan dingin 
pelatih kontroversial, Serse Cosmi. Mantan arsitek Perugia yang gemar 
mengenakan topi khas baseball itu senantiasa menghadirkan prestasi fenomenal. 
Salah satunya adalah mengantar Perugia lolos ke Piala UEFA untuk pertama 
kalinya.

"Saya senang bekerja di kota ini. Atmosfirnya, tifosinya, tradisi, dan 
segalanya sungguh fantastis," ucap Cosmi.

Prestasi puncak ini pun tak pelak disambut hangat oleh dua mantan punggawa 
Genoa. Duet penyerang Pato Aguilera asal Uruguay dan Tomas Skuhravy asal Ceko 
tak kuasa menahan haru melihat Genoa kembali ke Serie-A.

"Saya sudah lama menanti peristiwa seperti ini, saya sungguh senang," ucap 
Aguilera. "Saya tak dapat membayangkan bagaimana perayaan yang terjadi di kota 
itu," sahut Skuhravy.

Kembalinya Genoa ke Serie-A membuat musim depan akan ada tiga derby. Jika musim 
lalu ada AS Roma - Lazio dan AC Milan - Inter Milan, maka musim depan akan 
ditambah oleh derby della Lanterna antara Genoa dan Sampdoria. Sayang, Cosmi 
kemungkinan besar akan mundur --jika jadi menukangi AS Roma-- dan tempatnya 
bakal diisi oleh pelatih muda ambisius lainnya, Francesco Guidolin. 
[Hdn/Uefa.com]



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke