jawapos,Senin, 20 Juni 2005,
Vieira Diburu, Conte Tangani Siena
TURIN - Meski termasuk kalah gesit dari rivalnya, AC
Milan, di bursa transfer di masa offseason ini, bukan
berarti Juventus berpangku tangan. Kemarin terkuak
kabar kalau juara Seri A Italia itu tengah menyiapkan
dana sebesar 10 juta euro (sekitar Rp 170 miliar)
untuk memboyong Patrick Vieira dari Arsenal.
Di mata allenatore Fabio Capello, Vieira bisa jadi
partner sepadan bagi Emerson di lini tengah tim
asuhannya. Kebetulan, Capello pernah mengenal langsung
Vieira, yakni saat pemain asal Prancis itu masih
bergabung di Milan di musim 1995.1996.
Saat itu, Vieira hanya dua kali saja tampil buat Milan
sebelum kemudian dibawa Arsene Wenger ke Highbury. Di
Highbury-lah, Vieira tumbuh menjadi salah satu
gelandang terbaik di Eropa.
"Agen Vieira Jamie Jarvis sudah bertemu dengan
Alessandro Moggi (putra Luciano Moggi, general manager
Juventus) untuk membicarakan masalah transfer ini,"
ujar sebuah sumber internal Juventus, seperti dikutip
Channel 4.
Benarkah? Tak ada konfirmasi resmi dari Juventus
maupun Arsenal. Vieira sendiri beberapa kali
menyatakan akan bertahan di Highbury. Tapi di usia
yang sudah menginjak 29 tahun, sementara trofi di
kancah antarklub Eropa belum didapat, banyak yang
percaya Vieira merasa inilah waktunya yang tepat untuk
mencari tantangan baru.
Juventus sangat membutuhkan tambahan tenaga pemain
sekaliber Vieira karena di sepanjang musim 2004/2005
lalu, baik Manuele Blasi, Stephen Appiah maupun
Alessio Tacchinardi, tak satu pun yang bisa menjadi
tandem pas bagi Emerson.
Selain Juventus, Real Madrid juga sudah sejak lama
menginginkan Vieira. Kehadiran Thomas Graevesen sejak
musim lalu tak menyurutkan keinginan itu karena
kemampuan Graevesen dianggap masih di bawah Vieira.
Masih dari markas Juventus, bekas kapten dan gelandang
klub yang bermarkas di Turin itu, Antonio Conte,
kemarin memastikan akan meniti karir baru sebagai
pelatih. Eks gelandang Timnas Italia itu ditunjuk
menjadi asisten Gigi De Canio di Siena. Ini termasuk
sebuah loncatan besar bagi Conte yang musim lalu masih
sempat turun membela Juventus. (ttg)
=======
Senin, 20 Juni 2005,
Parma Selamat, Rp 425 M Menunggu
Harapan yang dibebankan ke pundak Alberto "Gila"
Gillardino itu berhasil dijawab dengan baik oleh
attacante berusia 23 tahun tersebut. Satu gol penentu
dipersembahkannya hingga Parma selamat bertahan di
Seri A.
Tentu saja lagi-lagi Gila dipuja bak pahlawan. Hanya
sayangnya itu tak akan berlangsung lama. Seusai laga
kedua playoff kemarin, pemain yang didapat Parma
secara free transfer dari Verona tiga tahun lalu itu
hampir pasti akan hengkang.
Kemana? Ini yang jadi pertanyaan sekaligus rumor tak
terjawab sejak Januari lalu. Tapi seiring berakhirnya
musim 2004/2005, berbagai kemungkinan itu mengerucut
menjadi dua saja: AC Milan atau Chelsea.
Ya, hanya dua klub itu saja yang dikabarkan siap
mengucurkan 25 juta poundsterling (sekitar Rp 425
miliar) untuk bisa menggaet Gila. Kabar inilah yang
membuat Milan seperti menunda-nunda kepastian nasib
Hernan Crespo yang mereka pinjam dari Chelsea.
Hingga kemarin, negosiasi kedua klub untuk menjadikan
Crespo resmi milik Milan belum berakhir juga. Sangat
mungkin, Chelsea berniat menjadikan Crespo sebagai
alat untuk menekan Milan agar mengurungkan niatannya
memboyong Gila.
Benarkah seperti itu? Gila sendiri masih menolak
memberikan konfirmasi akhir. "Mulai Senin (hari ini),
saya baru akan memikirkan tentang masa depan saya.
Untuk saat ini, saya ingin menikmati dulu kemenangan
dan keberhasilan kami bertahan di Seri A," kata pemain
yang mencetak 23 gol di Seri A sebelum playoff itu.
Yang pasti, baik Milan maupun Chelsea memang amat
membutuhkan tambahan tenaga di depan. Ini karena
Filippo Inzaghi serta Jon Dahl Tomasson yang menjadi
pelapis Andriy Shevchenko, terus menurun kondisinya.
Di pihak lain, Chelsea juga hampir pasti akan mendepak
Mateja Kezman. Apapun pilihannya, Gila tak mungkin
"kalah." Karena bukankah Parma sudah diselamatkan dan
kini tinggal mengantongi uang sebanyak Rp 425 miliar?
(ttg)
======
Senin, 20 Juni 2005,
Utuhnya Seven Magficent
Bologna 0, Parma 2
BOLOGNA - Perfetto, Parma! Ya, Parma meraih hasil yang
sempurna di laga kedua playoff melawan Bologna di
Renato Dall?Ara kemarin dinihari WIB. Kemenangan 2-0
yang mereka petik tidak hanya membalaskan kekalahan di
laga pertama di Ennio Tardini tiga hari lalu, tapi
juga mempertahankan status mereka di Seri A.
Gialloblu berhak bertahan di kasta teratas kompetisi
di Negeri Spaghetti tersebut karena unggul agregat 2-1
dari Rossoblu. Di laga pertama lalu dimana Parma
tampil tanpa enam pilarnya, menyerah 0-1.
Ini berarti, Bologna menyusul Atalanta serta Brescia
yang telah lebih dulu terjerembab ke Seri B. Sedangkan
bertahannya Parma berarti juga terjaganya kekuatan
tujuh raksasa tradisional Italia.
Enam raksasa lainnya adalah Juventus, AC Milan, Inter
Milan, AS Roma, Lazio, dan Fiorentina. Selain Parma,
yang juga sempat terancam terjun ke Seri B di musim
2004/2005 lalu adalah Roma dan Fiorentina.
Tak heran jika keberhasilan ini disambut dengan penuh
suka cita oleh segenap pemain, ofisial serta suporter
Parma. Dari sekitar 8 ribu tifosi Parma yang hadir di
Renato Dall?Ara, hampir semuanya menitikkan air mata
haru.
"Keberhasilan ini sungguh tak akan terlupakan. Kami
memang pantas bertahan di Seri A karena kami punya
kekuatan yang lebih baik dari Bologna," ujar Giuseppe
Cardone, bek sekaligus kapten Parma yang mencetak gol
pertama pada menit ke-16, seperti dikutip Channel 4.
Tampil dengan kekuatan penuh meski tidak didampingi
allenatore Pietro Carmignani yang terkena sanksi
bersamaan dengan allenatore Bologna Carlo Mazzone,
Parma tampil agresif sepanjang pertandingan.
Hadirnya lagi Gillardino benar-benar membuat
pertahanan tuan rumah kelabakan. Dan penyerang Timnas
Italia itu akhirnya menjadi penentu kemenangan timnya
lewat sontekannya pada penghujung babak pertama.
Setelah tertinggal 0-2 di babak pertama, Rossoblu
berusaha keluar menekan Parma. Tapi primanya
penampilan Sebastian Frey di bawah mistar Gialloblu,
membuat berbagai peluang tuan rumah kandas.
"Sungguh tak terkira kebahagiaan saya karena bisa
bertahan di Seri A. Ini impian yang menjadi kenyataan.
Kami bisa tampil begitu bersemangat justru karena
kekalahan di laga pertama lalu," kata Frey, seperti
dikutip Planet Football.
Kekalahan di playoff ini juga pengalaman pahit kedua
bagi Mazzone. Delapan tahun lalu, Piaceza yang
diarsitekinya kandas di babak yang sama. Dan kecewa
karena kekalahan ini, para suporter tuan rumah pun
sempat mengamuk.
Mereka melempar berbagai benda ke tengah lapangan.
Bahkan begitu wasit Pierluigi Collina yang akan segera
pensiun seusai laga ini meniup peluit akhirnya, para
fans Bologna juga nyaris menyerbu ke tengah lapangan.
Untung niat mereka berhasil dihalau petugas keamanan.
(ang)
Data dan fakta:
Bologna: 0(0)
Pemain: Pagliuca (g); Gamberini, Torrisi,
Legrottaglie; Nervo (Meghni 46), Zagorakis (Ferrante
83), Colucci, Capuano, Giunti; Bellucci (Locatelli
46), Tare
Parma: 2(2)
Pencetak gol: Cardone (16?), Gilardino (45?)
Pemain: Frey; Bonera, Cardone (P Cannavaro 26), Bovo,
Contini; Dessena, Grella (Camara 68), Simplicio,
Bresciano; Morfeo; Gilardino
Stadion: Renato Dall?Ara; Wasit: Pierluigi Collina
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/