jawapos,Selasa, 21 Juni 2005,
FerrariHave Fun
Michael Schumacher dan Ferrari akhirnya meraih
kemenangan pertama di musim 2005. Walau hanya ada enam
mobil di lintasan, bukan berarti kemenangan di Grand
Prix Amerika Serikat itu diraih dengan mudah. Sebab,
sepanjang lomba, Schumi -julukan Michael-harus
bersaing ketat dengan rekannya sendiri, Rubens
Barrichello.
Usai lomba, Schumi mengakui bahwa balapan Minggu lalu
berlangsung aneh, dan dia meraih kemenangan bukan
dengan cara yang tepat. Meski demikian, kemenangan
adalah kemenangan, bagaimanapun cara mendapatkannya.
"(Pertarungan) hanya antara kami berdua. Tim pun
bilang Lets go and have fun (ayo balapan dan
bersenang-senang, Red)," kata Schumi. "Tapi saya sudah
memenangi 84 lomba. Tidak apa-apa kalau salah satunya
diraih dengan cara aneh," tambahnya.
Finis di urutan tiga, Tiago Monteiro menjadi pembalap
Portugal pertama yang naik podium di Formula 1. Karena
itulah, pembalap Jordan-Toyota itu tetap bangga dengan
hasil lomba ini. "Ini balapan menyedihkan, memalukan
sekali. Tapi saya dan tim sangatlah senang," akunya.
Monteiro menegaskan, balapan tetap berlangsung sengit.
Dia harus bersaing keras dengan rekan setim, Narain
Karthikeyan. "Saya tidak bercanda. Kami di lintasan
membalap dengan serius. Hanya saja memang pesertanya
sedikit," pungkasnya. (aza)
Hasil GP Amerika Serikat
Indianapolis Motor Speedway
Panjang lomba: 73 lap
1. Michael Schumacher, Ferrari
2. Rubens Barrichello, Ferrari
3. Tiago Monteiro, Jordan-Toyota
4. Narain Karthikeyan, Jordan-Toyota
5. Christijan Albers, Minardi-Cosworth
6. Patrick Friesacher, Minardi-Cosworth
7.
Catatan: Tujuh tim lain memilih tidak mengikuti lomba.
Fastest lap: Michael Schumacher, 1 menit 11,497 detik
Klasemen Pembalap
Setelah 9 dari 19 seri
1. Fernando Alonso 59 poin
2. Kimi Raikkonen 37
3. Michael Schumacher 34
4. Rubens Barrichello 29
5. Jarno Trulli 27
6. Nick Heidfeld 25
7. Mark Webber 22
8. Ralf Schumacher 20
9. Giancarlo Fisichella 17
10. David Coulthard 17
Klasemen Konstruktor
1. Renault 76 poin
2. McLaren-Mercedes 63
3. Ferrari 63
4. Toyota 47
5. Williams-BMW 47
6. Red Bull-Cosworth 22
7. Sauber-Petronas 12
8. Jordan-Toyota 11
9. Minardi-Cosworth 7
Catatan: BAR-Honda masih belum punya poin.
===
jawapos,Selasa, 21 Juni 2005,
Ingin Duit? Minta ke Michelin!
Lebih dari 120 ribu penonton yang hadir di
Indianapolis Motor Speedway (IMS) benar-benar kecewa.
Maunya datang nonton sirkus paling bergengsi di dunia,
akhirnya hanya melihat enam mobil mengitari lintasan
sebanyak 73 kali. Tak heran, banyak yang
melempar-lempar barang ke lintasan, berteriak
mencemooh, menuliskan pesan-pesan pedas, dan -yang
paling utama-menuntut uang mereka dikembalikan.
Usai lomba, puluhan penonton itu berkumpul di depan
gedung administrasi IMS, meminta uang mereka
dikembalikan. Namun mereka tak bisa mendapatkannya,
karena langsung dihadang oleh puluhan polisi yang
mengamankan situasi.
Dan memang, untuk permintaan uang kembali itu, mungkin
tidak bisa begitu saja dipenuhi. Sebab, IMS selaku
pengelola sirkuit merasa tidak ikut bertanggung jawab
atas apa yang terjadi Minggu lalu.
Seperti halnya para penggemar, Tony George selaku
pemilik dan pihak manajemen sirkuit juga kesal dengan
boikot yang terjadi. Mereka merasa ikut menjadi
korban, karena telah bekerja keras menggelar even
kelas dunia di Amerika.
"Indianapolis Motor Speedway ikut merasakan kekecewaan
bersama para penggemar sirkuit dan Formula 1. Kami tak
bisa menikmati balapan mengasyikkan karena situasi di
luar kontrol kami," bunyi pernyataan dari IMS.
Lebih lanjut, sebagai ungkapan kekecewaan, IMS
mengatakan bahwa penggemar bisa minta ganti rugi ke
tiga pihak. Yaitu Michelin, FIA, dan Formula One
Management (FOM). Dalam surat pernyataan, mereka
menyebutkan alamat ketiga pihak itu di Prancis dan
Inggris.
Bukan hanya itu, kelangsungan balap F1 di sirkuit
legendaris itu juga terancam. Chief Operating Officer
(COO) IMS Joie Chitwood mengatakan bahwa pihaknya akan
mengevaluasi kelangsungan GP AS untuk tahun-tahun
berikutnya. "Kami akan menganalisa situasi, termasuk
posisi kami dalam masalah ini. Kami mungkin akan
merespons dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.
Tiket menonton F1 di IMS harganya dimulai dari USD 75,
atau hampir Rp 700 ribu. Itu belum termasuk akomodasi,
transportasi, dan lain-lain. (aza)
=======
Selasa, 21 Juni 2005,
Tujuh Tim Boikot Grand Prix Amerika Serikat
Semua Pihak Salah!
Hanya enam mobil mengikuti Grand Prix Amerika Serikat
Minggu lalu. Dan ikut atau tidak, semua pihak yang
terlibat di Formula 1 bisa dibilang salah.
Catatan Azrul Ananda
Start Grand Prix Amerika Serikat Minggu lalu (Senin
dini hari WIB) benar-benar membuat orang terkejut.
Hanya enam mobil ikut serta, yaitu pasangan Ferrari,
Jordan-Toyota, dan Minardi-Cosworth. Tujuh tim
lainnya, pemakai ban Michelin, tiba-tiba masuk garasi
setelah lap pemanasan.
Kejadian ini merupakan salah satu kejadian paling
memalukan dalam sejarah F1, yang dianggap sebagai
sirkus balap paling bergengsi di dunia. Dan itu
terjadi di Amerika, tanah yang sedang dicoba untuk
"ditaklukkan" oleh F1.
Siapa yang salah? Paling gampang menuduh Michelin,
yang gagal menyediakan ban yang sesuai dan aman untuk
Indianapolis Motor Speedway (IMS). Tapi, yang salah
bukan hanya produsen asal Prancis itu. Bisa dibilang,
semua pihak yang terlibat dalam sirkus ini salah.
Mengapa? Karena mereka semua melupakan komponen paling
penting dalam ajang kelas dunia ini. Mereka semua
melupakan para penggemar, khususnya para penonton yang
sudah jauh-jauh datang ke sirkuit dan mengeluarkan
banyak duit.
Michelin tentu salah, karena seharusnya membawa ban
yang sesuai.
Regulasi F1 memperbolehkan mereka membawa dua jenis
ban kering. Seharusnya, Michelin membawa satu jenis
yang berani dan cepat, satunya lagi jenis yang aman
walau lamban.
Memang, permukaan lintasan baru saja dilapis ulang,
dan hasilnya lebih kasar dari yang diperkirakan.
Bridgestone tidak mengalami masalah, karena mereka
punya pengalaman berkat menjadi sponsor ajang Indy
Racing League, yang berlomba di Indianapolis.
Tapi, apa pun, Michelin salah. Dan Pierre Dupasquier
sebagai bos motorsport perusahaan itu sudah mengakui
itu dengan jantan.
Tim-tim pemakai Michelin? Mereka tetap salah karena
"tidak berani" tampil dengan alasan keamanan. Kalau
tidak aman, paling tidak mereka seharusnya tetap
mengikuti start. Baru kemudian masuk garasi di lap
kelima atau sepuluh (atau lebih). Paling tidak, lomba
sempat berlangsung, dan ada 20 mobil yang berlomba
memasuki tikungan pertama. Toh, itulah aksi yang
paling dinantikan para penggemar.
Ferrari? Oh ya, mereka juga bisa disalahkan. Pagi
sebelum lomba, sembilan tim (tujuh tim Michelin plus
Minardi dan Jordan) sudah sepakat untuk memasang
chicane tambahan (tikungan S) di tikungan 13 IMS yang
supercepat dan miring. Michelin beranggapan, kalau
tikungan itu diperlamban, maka tidak akan ada masalah
pada ban.Tapi, Ferrari menjadi pengganjal,
satu-satunya tim yang tidak sepakat. "Ini bukan
masalah kami," kata pernyataan Tim Kuda Jingkrak.
Sebenarnya, Ferrari tidak bisa disalahkan, karena
mereka harus memikirkan hal-hal yang lebih
mementingkan kebutuhan sendiri. Toh, waktu Ferrari
mengalami masalah ban di awal musim, mereka tetap
berusaha tampil.
Namun, Ferrari seharusnya lebih peka. Toh, kalau
dipasangi chicane, para pemakai Michelin sudah rela
start di belakang. Mereka rela para pemakai
Bridgestone start terdepan. Bahkan, mereka rela
membalap tanpa meraih satu pun poin, menyerahkan
segalanya -termasuk kemenangan dan poin maksimal--
kepada Kuda Jingkrak. Yang penting bisa balapan dengan
aman, menyuguhkan tontonan.
Yang terjadi? Ferrari tetap menolak. Ferrari memilih
menang dengan hanya enam mobil di lintasan. Menang di
depan Jordan dan Minardi.
Setelah itu ada FIA dan manajemen F1, yang dipegang
Max Mosley dan Bernie Ecclestone. Bagaimanapun,
FIA-lah yang memaksakan aturan ban tahun ini. FIA pula
yang gagal bersikap tegas, mengutamakan kepentingan
penonton dan penggemar. Ecclestone? Seharusnya, dengan
segala kekuatan finansial dan pengaruh di F1, dia bisa
menjadi penengah. Apalagi, dialah yang mendapat duit
paling banyak dari sirkus dunia ini.
Bagaimana Minardi dan Jordan? Sekilas, mereka sudah
bersikap sebagai penengah, karena ikut sepakat dengan
tujuh tim lain untuk memasang chicane. Tapi pada
akhirnya, mereka tidak menolong.
Bos Minardi, Paul Stoddart, merupakan salah satu pihak
yang paling keras berteriak, memperkuat terjadi
perpecahan di F1 dalam beberapa musim belakangan. Usai
lomba Minggu lalu, dia tidak menolong situasi dengan
menuding-nuding Mosley sebagai pemicu masalah, meminta
Presiden FIA itu untuk mengundurkan diri.
Kalau Jordan, kesalahan mereka mungkin adalah
pengkhianatan. Tim ini sepakat bersama delapan tim
lain. Tapi tiba-tiba terus ikut balapan. Dan itu
memaksa Minardi untuk ikut "berkhianat" dan terus
balapan.
Dengan kejadian ini, yang jadi korban adalah semua
penggemar F1 di seluruh dunia (termasuk penulis).
Selama ini, semua sudah tahu F1 termasuk pelit pada
penggemar. Tapi masih bisa ditolerir karena
menyuguhkan tontonan yang memuaskan dan berkelas.
Dengan kejadian ini, toleransi itu sudah tiada lagi.
Formula 1 ternyata hanya mementingkan diri sendiri dan
diri sendiri. Padahal, yang paling penting adalah
penggemar dan penggemar! Entah bagaimana F1 bisa
memulihkan diri dari kejadian seperti ini
(*)
____________________________________________________
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
http://football.fantasysports.yahoo.com
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/