Round 10 - 03/07/2005 FRANCE, MAGNY-COURS
Circuit length: 4,411 km
Race distance: 70 laps (308,586 km)
Kualifikasi (2/7): 18.00 WIB --- Live Global/Star Sports
Start: 19.00 WIB --- Live Global/ESPN

PARIS NEWS
Sidang World Motor Sport Council (WMSC), Paris, Rabu (29/6)
Sebelum sidang, tujuh tim pemakai Michelin didakwa 5 hal:
1) gagal meyakinkan steward bhw mereka punya ban bagus buat lomba
2) gagal menghadirkan pembalap ikut lomba/start
3) gagal menghadirkan pembalap untuk ikut lomba, kecuali ada pembatasan 
kecepatan di tikungan tertentu sesuai kemampuan ban yg mereka bawa
4) bersama-sama merusak citra F-1 dgn masuk pit lane sebelum start lomba 
(artinya tak menghadirkan show)
5) gagal memberitahu steward kalau tak ingin ikut berlomba, padahal ada alokasi 
waktu yg digariskan Regulasi Lomba Pasal 131

Setelah sidang, tujuh tim tersebut hanya didakwa bersalah melanggar dua pasal 
pertama. Pada dakwaan nomor 3), 4), dan 5) mereka dianggap tak bersalah. 
Alasan WMSC utk masing2 dakwaan:
1) bersalah, karena secara meyakinkan mereka gagal memiliki ban (Michelin) yg 
bagus utk dipakai lomba.
2) bersalah, karena memang tidak ikut lomba, padahal mereka bisa berlomba dgn 
menggunakan pit lane yg merupakan area dgn kecepatan terbatas.
3) TIDAK bersalah, karena tak ada rencana jelas dan detail bagaimana pembatasan 
kecepatan dimaksud (walau disebut chicane, tapi gak jelas spt apa, di mana 
persisnya di Tikungan 13 itu, dsb. dsb. tentang chicane dimaksud).
4) TIDAK bersalah, karena niat tulus mereka sebenarnya ingin berlomba
5) TIDAK bersalah, alasan sama, karena berniat tulus utk ingin berlomba

Enam dari tujuh tim (kecuali Red Bull) berniat melakukan banding dgn alasan per 
kasus sbb.:
1) soal tak punya ban bagus. Tim berkeyakinan itu adalah tugas Michelin utk 
membuat ban bagus dan mereka percaya pada Michelin
2) soal bersalah karena tak ikut lomba. Tim menganggap semestinya kalau hal 
nomor 2) dianggap bersalah, maka nomor 3) juga, krn kedua dakwaan berkaitan 
erat. Lagi pula, tim menganggap apa yg diusulkan FIA baru terlontar saat sidang 
bukan saat perbincangan di Indianapolis.

Utk itu, enam tim bermaksud banding terhadap dua perkara di atas.

Selain itu, 19 pembalap sdh menandatangani kesepakatan bhw sebenarnya mereka 
setuju membalap, tapi dgn segala keterbatasan. Kalau akhirnya mereka tak 
membalap, itu karena usulan dari Michelin. Ke-19 pembalap tersebut adlh:
Alonso-Fisichella (Renault), Kimi-JPM-Pedro-Wurz (McLaren), Trulli-Ralf-Zonta 
(Toyota), Webber-Heidfeld (Williams), DC-Klien (Red Bull), Villeneuve-Massa 
(Sauber), Button-Sato (BAR), Friesacher-Albers (Minardi).

Dua pembalap Ferrari dan dua pembalap Jordan tidak ikut menandatangani 
kesepakatan bisa dimaklumi, karena mereka menggunakan ban Bridgestone. 

Kalau soal pembalap Minardi ikut teken, tentu kita sdh tahu siapa bosnya, kan?

FIA tidak bisa menghukum Michelin karena mereka tidak terikat kontrak dgn 
Michelin sbg kompetitor. Michelin hanyalah pemasok tim yang berkompetisi. Dlm 
artian mudah, tidak ada Tyre Championship. FIA hanya bisa menghukum tim yg 
menggunakan Michelin. Oleh Mosley, Michelin dianggap bukan kambing hitam, tapi 
pihak yg bersalah atas semua kejadian ini. Mosley juga berterima kasih krn 
anjurannya agar Michelin membayar kompensasi tiket penonton di Indianapolis 
benar2 akan direalisasikan oleh Michelin.

Kenapa Red Bull gak banding? Mosley bilang karena mereka gak bawa pengacara ke 
sidang WMSC, jadi gak ada org yg bisa diajak berdiskusi.

Yg juga menarik, kenapa penalti baru diputuskan tgl 14 September?
Alasan FIA adlh yg terpenting saat ini memperbaiki kembali citra F-1 dulu. Juga 
utk melakukan beberapa peninjauan sampai di mana keseriusan tim utk memperbaiki 
diri dan tidak mengulangi kesalahan itu lagi.

Kenapa BAR gak dihukum berat pdhl mereka masih dlm masa percobaan akibat kasus 
mobil berbobot ringan? FIA bilang karena kasusnya beda. Yg satu adalah tindakan 
curang, dgn mengakali hal teknis. Sedangkan yg ini sumber utama kesalahan bukan 
dari mereka.

ENGINE STATUS - di luar hasil scrutineering Kamis
Michael Schumacher 2 (sdh dipakai di GP sebelumnya)
Rubens Barrichello 2
Jenson Button 1 (mesin baru)
Takuma Sato 1
Fernando Alonso 2
Giancarlo Fisichella 2
Mark Webber 2
Nick Heidfeld 2
Kimi Raikkonen 1 
Juan Pablo Montoya 2
Jacques Villeneuve 1
Felipe Massa 1
David Coulthard 2
Christian Klien 2
Jarno Trulli 2
Ralf Schumacher 1
Tiago Monteiro 2
Narain Karthikeyan 2
Patrick Friesacher 2
Christijan Albers 1

MAGNY-COURS
Fuel effect: 0,42 dtk/10 kg bahan bakar
Fuel consumption: 2,8 kg/lap
Tyre usage: 2, skala 1-5
Brake wear: 1, skala 1-5
Grip level: 3, skala 1-5
Downforce level: 4, skala 1-5
Full throttle: 58% rata-2 satu lap
Trek termulus di dunia, tapi terkenal dgn cepat berubahnya grip sejalan dgn 
perubahan cuaca yg gak menentu. Kalau di sirkuit2 lain grip bisa didapat 
sejalan dgn kian banyaknya sesi, Magny-Cours belum tentu. Bisa jadi sesi 
berjalan trek malah licin. Penyebabnya adlh cuaca yg cepat berubah, terutama 
kalau mengarah ke terlalu panas. Makanya, walau trek mulus, grip level di sini 
tergolong menengah bukan bagus.
Magny-Cours juga terkenal sbg trek yg nyaris gak ada bagian bumpy-nya. Karena 
itu ground clearance atau ride height atau jarak antara aspal dgn bagian paling 
bawah mobil (reference plane) pasti akan direndahkan utk memaksimalkan setelan 
mobil (cenderung stiff) agar bisa stabil dlm "menyerang" di tikungan.
Pit lane yg pendek bisa membuat tim-tim  bisa mencoba taktik 3-stop, tentu utk 
mengoptimalkan kualifikasi. Kalau melihat perbedaan 10 kg bahan bakar bisa 
membuat gap 0,4 dtk, wajar kalau pole position akan ditempati 3-stopper. Taktik 
yg tepat memang layak dipikirkan mengingat trek ini punya tingkat kesulitan 
tinggi utk dipakai menyusul.
Tahun lalu Schumi melakukan hal yg tak lazim, pakai 4-stop dan tetap menang. 
Tentu, taktik itu hanya bisa dijalankan seorang Schumi ketika mendapatkan mobil 
super-cepat dan regulasi masih mengizinkan 5 pasang ban terpakai utk lomba.
Dua tempat yg kalau dari ukuran waktu dilewati amat singkat tapi bisa 
menentukan hasil lomba adlh: tikungan melengkung Estoril (setelah pintu keluar 
pit) dan chicane tikungan terakhir. Di dua tempat itu konsenstrasi pembalap 
dibutuhkan. Salah mengontrol mobil, fatal akibatnya.

TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 8
Krn trek mulus tapi grip so-so, ban soft cenderung jadi pilihan. Michelin sdh 
mengisyaratkan itu, sementara Bridgestone membawa medium dan soft. Komentar 
Schumi pasca-Indy menarik bahwa sebenarnya Bridgestone punya ban ban faster, 
tapi gak dibawa karena gak cocok utk kondisi Indianapolis. Siapa tahu ban 
faster itu dipakai di Magny-Cours dan bisa mengejutkan.
Kecuali chicane di tikungan 6-7, 11-12, dan tikungan terakhir, Magny-Cours 
hanya punya satu tikungan ke kiri (tikungan 8) yg melengkung. Jadi, akan 
terjadi beban kontras antara ban kiri dan ban kanan, di mana ban kanan akan 
jauh lebih "dingin" karena punya beban sedikit dan gara2 cuma ada satu tikungan 
ke kiri tadi. Kasus ini tentu menarik mengingat di Indianapolis Michelin mundur 
karena mereka tak punya ban yg kuat menahan beban di bagian kiri krn Tikungan 
13 adlh belokan cepat ke kanan. Michelin sendiri mengaku dan menjamin tak ada 
lagi kejadian spt di Indy.

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi
2 Barrichello
Mungkin memakai tiga sayap kecil baru di Magny-Cours. Sayap ini adlh fin kecil 
di kanan-kiri nose. Fin ini bukan di atas, tapi di bawah. Tujuannya utk lebih 
memberikan grip di bagian depan. Lalu ada sepenggal sayap kecil juga di barge 
board. Yg menarik mgkn adlh sayap yg "membelah" bagian depan sidepod. Solusi2 
aero ini sdh dites di Catalunya dan Schumi mengaku puas. Walau saat tes ada dua 
pembalap, plus Luca Badoer, tapi paket aero baru ini hanya dijajal oleh Schumi. 
Kalau melihat Ferrari melakukan tes di Catalunya, bisa jadi mereka lebih fokus 
ke GP seminggu pasca-Magny, GP Inggris. Silverstone dan Catalunya memang punya 
kemiripan dlm hal aerodinamika. Barrichello benar2 dpt jatah break. Ia hanya 
menegaskan akan menghormati kontraknya di Ferrari hingga akhir 2006, sambil 
menunggu kehadiran Fernando Barrichello, calon anak keduanya.

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Mau gak mau poin jadi keharusan BAR di Magny-Cours. Status sbg juru kunci gak 
boleh dipegang lama-lama oleh tim runner-up musim lalu. Selepas tes di Jerez, 
Jenson dan DC nyaris menjadi korban kecelakaan pesawat terbang. Mereka berhenti 
dadakan di Madrid dan melanjutkan perjalanan ke London utk ikut Festival 
Goodwood. Sato yakin BAR akan tampil beda karena hasil tes di Jerez begitu 
memuaskan. Button dan Sato akan memakai mesin baru di sini.

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Berlaga di Renault territory. Normalnya, Renault akan jauh lebih kompetitif di 
sini karena trek ini tak terlalu menuntut aero prima. Mereka kalah telak di 
Catalunya dari McLaren gara2 blm mampu sehebat McLaren secara aero dan itu 
mereka akui secara jantan. Alonso sendiri yakin McLaren akan amat hebat di 
Magny-Cours, tapi ia merasa itu masih teratasi. Modalnya adlh beberapa tempat 
kesukaan di mana ia bisa melibas tikungan dlm kecepatan tinggi, spt chicane yg 
bisa ditekuk dlm 200 kpj.
Bagi Fisichella, yg belum lagi naik podium sejak menang di Aussie, Magny-Cours 
adlh trek utk menuntaskan rasa penasarannya. Walau ia tak suka trek ini secara 
teknis, tapi rasa dahaga hasil bagus bisa membuat sikapnya berbeda.

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld
Bawa paket aero baru. Nick pernah menang di sini di F-3 dan F-3000. Sementara 
Webber menyukai tempat ini justru karena jauh dari mana-mana. Webber juga 
mengantisipasi perbedaan pit stop saat lomba. BMW menjamin tetap akan fokus utk 
Williams di sisa musim ini. Kepastian pembelian Sauber adlh utk masa depan, 
bukan utk yg terjadi dlm waktu dekat.

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
Unfinished business. Kimi pasti penasaran ingin segera memangkas poin Alonso. 
Dgn kans menang yg besar di Indy, tentu ia kecewa gagal balapan di sana. 
Magny-Cours always good for McLaren. Berbekal pede dgn MP4-20, McLaren (dan 
tim2 pengguna Michelin lain) melakukan tes di Jerez. Itu berarti mereka memang 
memfokuskan diri utk Magny-Cours. Montoya masih terus memburu kemenangan 
pertamanya utk McLaren. Dia benar2 gak mau diganggu hal apa pun yg bisa 
menguntungkan Kimi.

SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Villeneuve gak suka trek ini, tapi ia suka chicane cepatnya. Massa suka 
intermediate 1 karena ada hairpin Adelaide yg asyik buat nyusul, plus chicane 
cepat. Berita akuisisi Sauber tentu membuat semua kru bergairah lagi dgn 
kepastian ini. Jangan heran di trek high downforce yg menjadi keunggulan mereka 
selama ini, Sauber bisa dpt poin-poin mengejutkan lagi.

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
Well, dari 1996 sampai 2004 (9 musim) DC bilang nyesel join McLaren. Ini pasti 
gak akan ditanggapi Ron Dennis krn ada masalah yg jauh lebih krusial (gimana 
McLaren menang atas Renault) ketimbang ngeladenin DC. Apakah ada udang di balik 
batu Red Bull gak mau ikut banding bersama 6 tim Michelin lain? Apakah ada 
desakan dari Ferrari, calon pemasok mesin mereka musim depan? Namanya 
spekulasi, semua bisa aja benar.

TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Sejak menang secara meyakinkan tahun 2003, Ralf gak pernah balapan lagi di 
Magny-Cours! Tahun lalu ia tabrakan di Indy dan disuruh istirahat enam GP. Ini 
bukan trek kesukaan Ralf, tapi pole pertama kali ia raih di sini dan tempat ini 
pun pernah ia jadikan perayaan kemenangan. Dgn kondisi 100% fit, tentu Ralf 
akan melupakan ketidaksukaannya terhadap Magny-Cours.
Trulli menyukainya beragamnya tipe tikungan di sini. Ia pun punya banyak 
kenangan dgn Prancis krn pernah lama hidup di negeri ini. Yg tak kalah menarik 
dari Trulli adlh waktu di Indy lalu dia sdh bersiap2 gak ikut balapan dgn 
mengisi bahan bakar sedikit saat kualifikasi. Makanya ia bisa pole. Kalau 
dilanjutkan ikut lomba, Trulli akan masuk pit di lap 2! Bocoran ini didapat 
dari mantan org Michelin yg kini kerja utk Toyota, Pascal Vaselon. Krn Vaselon 
tahu karakter ban Michelin dan ban itu mustahil dipakai utk lomba, makanya ia 
menyarankan Trulli ambil kesempatan di kualifikasi. Usaha brilian utk dpt pole 
pertama Toyota! Local hero, Olivier Panis, akan jadi pembalap spesial free 
practice Jumat.

JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Hasil GP AS kian menguatkan Narain kalah kelas dari Monteiro utk long term 
championship. Salah satu keuntungan Narain adlh Magny-Cours dan Silverstone, 
dua seri berdekatan, bukan sirkuit asing baginya. Tentu itu menjadi modal utk 
"menekuk" Monteiro spt di awal2 musim. Monteiro berharap momentum podium di 
Indy bisa berlanjut lagi, walau tentu kapasitasnya berbeda. Paket EJ15B sdh 
dites di Catalunya, tapi belum siap pakai utk Magny-Cours karena masih 
terbentur masalah reliability. 

MINARDI
20 Friesacher
21 Albers
Albers mengakui berat utk mengalahkan Jordan di race. GP AS jadi bukti. Dia 
sendiri meyakini mobil Minardi blm akan sehebat Jordan di Magny-Cours. Stoddart 
masih sibuk menjadi lawyer, tapi FIA melakukan mind-game dgn menunda keputusan 
hingga September. Just kidding. Keputusan penundaan ini tentu konyol kalau 
harus dikaitkan dgn aksi Stoddart, yg menurut Mosley adalah pria eksentrik.

Let's go back to normal. F-1 still alive!

salam,
arief k.

[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke