Stadion Beira-Rio Untungkan Sao Paulo
ANTV - Kamis (7/7) 

Pukul 07.30 WIB 

RIO DE JANEIRO - Brasil memang pantas mendapat sebutan rajanya sepakbola dunia. 
Semua gelar terhormat di dunia nyaris direbutnya. Setelah merebut Piala Dunia 
kali kelima pada 2002, kemudian tim Samba itu meraih Piala Amerika (Copa 
America) 2004, setelah itu dilengkapi lagi dengan menjadi juara Piala 
Konferderasi 2005. 

Kini, giliran dua klub asal Brasil juga memperlihatkan prestasi gemilang ketika 
tampil dalam All Brazilian Final di kejuaraan bergengsi Piala Libertadores 
(Copa Libertadores). 

Kedua klub itu, Sao Paulo dan Atletico Paranaense. Kedua tim asal Brasil ini 
sekaligus membuat sejarah karena dalam 45 tahun terakhir baru terjadi atau 
pertama kali final berlangsung sesama negara. 

Palmeiras adalah tim asal Brasil terakhir yang merebut Piala Libertadores pada 
1999 ketika masih ditangani Filipe Scolari. Dengan demikian, pada 2005 ini 
piala bergengsi di Amerika Selatan tersebut sudah kembali berada di Brasil. 

Pertandingan final ini berlangsung dua kali atau kandang dan tandang (home and 
away). 

Pertandingan pertama digelar di kandang Atletico Paranaense, Stadion Beira-Rio, 
Rabu malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB. Stadion tersebut sebenarnya 
bukan kandang Atletico. Stadion milik Atletico sendiri adalah Baixada da Arena 
di kota Curitiba. Namun, tempat duduk penonton di stadion tersebut hanya 
24.000. 

Dalam peraturan Conmebol (Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan), stadion untuk 
pertandingan final harus dapat menampung minimal 40.000 penonton. Karena itu 
Conmebol memindahkan lokasi pertandingan dari Baixada ke Beira di Porto Alegre 
yang terletak 550 km baratdaya Curitiba. Perpindahan lokasi pertandingan tentu 
saja sangat merugikan Atletico. Tim berjulukan Hurricane (angin topan) itu 
harus bertambah repot. Selain mempersiapkan untuk membawa para pendukungnya, 
pelatih Antonio Nunez, juga harus mempersiapkan mental para pemainnya. 

Sao Paulo pernah merebut Piala Libertadores pada 1992 dan 1993. Sedangkan 
Atletico adalah pendatang baru yang membuat kejutan. 

Persiapan 

Satu-satu jalan untuk mengangkat nama klub itu menjadi besar adalah merebut 
Piala Libertadores. Bila Atletico gagal memenangkan pertandingan tersebut, bisa 
saja pelatih Antonio Nunez dipecat. Untuk menghadapi pertandingan final ini 
pelatih Sao Paulo, Paulo Autuori, telah mempersiapkan para pemainnya dengan 
baik. 

Tim yang ditangani Autuori itu juga dapat diperkuat lagi bek kanan Cicinho yang 
baru saja ikut tim nasional Brasil merebut Piala Konfederasi 2005 di Jerman. 

Selain itu masih ada beberapa pemain berbakat, Diego Tardelli, Fabio Santos dan 
Edcarlos yang bisa diturunkan kembali setelah memperkuat tim nasional Brasil 
dalam kejuaraan dunia junior U-20 di Belanda baru-baru ini. 

Di barisan depan, Sao Paulo juga sudah menambah daya serangnya dengan 
mendatangkan lagi pemain depan veteran Brasil, Amoroso dari klub Malaga, 
Spanyol. Dia berduet dengan Luizao di barisan depan. Kedua pemain itu sangat 
membahayakan gawang lawan. 

Sao Paulo mempunyai pemain terbaik di setiap lini, mulai dari kiper, 
pertahanan, lapangan tengah dan barisan penyerang. 

Sebaliknya, Atletico tidak mempunyai pemain bintang. Tetapi, mereka tampil 
dengan semangat tinggi terutama di barisan penyerang, Aloisio dan Lima. 
(AP/Soccernet.Com/P-7) 


[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke