McLaren menang, tp bukan Kimi.
McLaren menang, tp tidak dgn lenggang kangkung.
McLaren menang, tp ada PR besar titipan Mercedes.
Kasihan banget kau Kimi.
Dua GP berurutan, dua mesin jebol. Disadari atau tidak, gara2 mesin jebol di
free practice Sabtu persis menjelang kualifikasi ini, lomba GP Inggris jadi
berjalan agak monoton dan membosankan. Kimi memang merangkak lagi dari urutan
12, ke-8, ke-6, ke-5, ke-4, sampai akhirnya ke-3. Overtaking ia lakukan selepas
start ketika menyusul Webber, Villeneuve, dan Ralf. Selebihnya ia menyusul
lewat pit stop. Dari Michael Schumacher, Jarno Trulli, Rubens Barrichello,
Jenson Button, hingga Giancarlo Fisichella, sukses ia ambil alih posisinya dgn
bantuan pit stop, walau mobil McLaren yg kencang pasti punya peranan.
Mungkin, kalau Kimi gak kena penalti mundur 10 grid itu, lomba monoton tetap
tercipta tapi paling gak kita akan melihat Kimi duel head to head dgn Alonso
sejak start, yang akan lebih membuat lomba punya greget. Saking kurang
gregetnya GP Inggris ini, Alonso sampai dgn "besar hati" mempersilakan Kimi
lewat karena dia tahu Kimi akan masuk pit dan setelah itu ia akan tetap ada di
depan dgn gap yg aman.
Benar kata Montoya, bhw race ditentukan oleh kenekatannya menyusul Alonso tak
lama selepas start. Ia gak punya beban apa pun, sementara Alonso mesti mikir
Championship. Alonso gak mungkin maksa nempel Montoya kalau itu malah berisiko
tabrakan. Selepas itu, dgn beragam taktik pit stop dan kelengahan marshal dlm
mengibarkan bendera biru, lomba nyaris datar. Namun, cara Montoya mendikte
lawan2, terutama Alonso menjelang akhir lomba, patut diacungi jempol.
Barangkali itu hadiah besar bagi bayinya, Sebastian, yg selalu menemani ayahnya
ke sirkuit sejak GP Kanada. Perasaan nothing to lose Montoya, yg gak (atau
belum) mikirin Championship ikut membantu aksi hebatnya di Silverstone.
Hasil di Silverstone mengukuhkan bhw Montoya sdh mulai nyetel dgn MP4-20. Dua
kali absen, di mana saat itu MP4-20 justru sedang dalam "masa pertumbuhan"
optimal, diakui Montoya berpengaruh banyak pada penampilannya. Ketika dia
comeback di GP Spanyol, dia mendapatkan MP4-20 yg sdh jauh berbeda dari awal
musim. Dia butuh adaptasi lagi dan kayaknya adaptasi itu sdh didapat dgn baik
di Silverstone. Katanya, gaya balap saya yg agak liar ikut mempengaruhi
lambatnya adaptasi mengingat selama ini Kimi dan DC cenderung soft style di
track.
Hiburan gak kalah seru adalah aksi ONE-LAP-NUDE yg dilakukan oleh wartawan
Daily Express, Bob McKenzie, beberapa jam sblm start. Dia kadung janji akan
lari telanjang ngiterin Silverstone kalau McLaren bisa menang satu seri di
musim 2004. Kemenangan Kimi di Belgia musim lalu membuat 100.000 penonton dpt
hiburan ekstra...
"SLEEPY" OFFICIAL
Publik GP Inggris adalah the most educated spectators soal F-1. Mungkin gara2
suhu panas yg gak biasa2nya di Silverstone membuat pikiran mereka jadi kacau.
Ketika Takuma Sato mengganggu prosesi start karena stalled menjelang akhir
formation lap, hampir saja terjadi chaos beberapa pembalap di belakangnya yg
gak tahu bhw dia stall. Karena gak boleh nyusul, ya jelas para pembalap itu
memperlambat laju mobil sambil menunggu reaksi Sato. Charlie Whiting akhirnya
meneruskan start, tapi ternyata wkt utk mendorong mobil Sato (yg stall di
tengah trek) ke pit lebih lama dari lap time satu lap. Jadinya, Safety Car pun
masuk ke trek utk menetralisir keadaan. Saya setuju dgn Martin Brundle bhw
seharusnya Whiting menambah satu formation lap lagi sambil menunggu mobil Sato
didorong ke pit lane. Toh, penambahan formation lap ini hanya mengurangi durasi
lomba 1 lap tanpa menunda terlalu lama ketegangan saat start.
Selain Whiting, para marshal di pinggir trek pun kayak ngantuk. Mereka spt
malas mengibarkan bendera biru. Padahal banyak kejadian di mana bendera
pertanda pembalap pelan (backmarker cs.) harus memberi jalan kepada pembalap
kencang itu mesti terus dikibarkan. Alonso sdh protes karena Trulli
menghambatnya hingga kira2 3 detik-an.
TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 10
Tak tahu harus berbuat apa lagi. Bridgestone serba salah. Mereka pakai ban
harder baru, yg dites spartan pada Jumat. Ban jenis baru itu bahkan dipakai
secara simultan pada free practice 1 dan ketika free practice 2 hari Jumat itu
berjalan, tak ada lagi sisa ban baru. Hasilnya, nyaris tak "bersuara". Kalau
dibilang suhu tinggi jadi penyebab, gak eksak 100%. Soalnya waktu kualifikasi
yg sejuk, dan Rubens pakai bahan bakar sedikit, lap time yg dibuat Ferrari
tetap saja gak "dianggap".
Di lain sisi, Michelin kian mengukuhkan diri sbg spesialis satu pasang ban
sampai finis. Ban medium atau harder mereka bisa dipakai oke, tanpa masalah
sedikit pun. Tinggal mana yg cocok utk sasis mobil tertentu.
TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi
2 Barrichello
Easy to be lapped! Kalau Ferrari benar2 sdh tdk mengembangkan F2005, akan dgn
mudah kita melihat dua mobil merah ini di-overlap pada 2-3 GP ke depan. Schumi
bilang langkah Ferrari cenderung mundur, bukan malah maju. Ketika Ross Brawn
bilang tak ada masalah apa pun, berarti itu memang secara paket,
F2005-Bridgestone, lemah. Fastest lap Schumi dan Rubens sudah konsisten kalah
lebih dari 1 detik dibanding pembalap tercepat. Saat lomba, mereka sungguh
bertolak belakang dgn kondisi 2004. Kalau dulu pakai taktik apa pun mereka bisa
menang, musim ini pakai strategi "macam mana pula" hasilnya berantakan.
Dari live timing formula1.com, paket F2005-Bridgestone "konsisten" membuat lap
time 1:22-besar sampai 1:24-kecil ketimbang 1:20 dan 1:21 milik McLaren dan
Renault. Betapa buruk situasi ini buat mereka.
Kalau kondisi ini berlangsung terus, di depan publik sendiri, GP Italia di
Monza (seri 15 dari 19 GP), saya memprediksi Ferrari dan Schumi akan kehilangan
gelar juara dunia mereka.
BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Button mau membela tim hebat. Ini komentar dia pasca-lomba. Ferrari-kah itu?
Ini silly season paling heboh yg keluar dari Silverstone. Button seorang diri
mengangkat posisi BAR yg kini sudah di atas Minardi dlm perolehan poin. Dua
poin lagi, BAR akan melewati Jordan dan kayaknya itu bisa terjadi pada seri
berikut di Jerman. Walau mengaku kalah telak dari McLaren dan Renault, tapi BAR
masih bisa bangga karena fair n square mereka lebih kencang dari Ferrari.
Sato kok bisa2nya salah pencet tombol di gagang setir sampai mesin mobil mati?
Kalau di Prancis gaya balapnya bikin gemes orang Honda, di Inggris bikin gemes
bukan cuma org BAR tapi juga seluruh grid.
RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Flower power, kekuatan bunga, benar2 membuat sasis R25 spt sama indahnya dgn
MP4-20. Dgn desain mobil khusus sbg pengganti tulisan Mild Seven yg memang
dilarang di Inggris, Renault membuat corak bunga anggrek Jepang di mobil
mereka. Alonso bilang, kekuatan bunga itu bisa membuat dia tampil hebat di
Silverstone. Benar! Secara perkasa, race pace Alonso dan Fisichella setara dgn
Montoya dan Kimi. Padahal, Silverstone bukan sirkuit andalan. McLaren gagal
menang dgn lenggang kangkung spt dlm perkiraan. Dua kali Alonso-JPM duel sengit
berebut posisi selepas pit stop membuktikan bhw Renault gak kalah2 amat
dibanding McLaren. Kekuatan bunga membuat Renault berbunga-bunga melihat sisa
musim 2005.
Satu2nya ganjalan adlh lagi2 nasib sial hrs dialami Fisichella. Dia mestinya
dpt podium, tapi kok ya stall lagi di pit. Kayaknya ini memang takdir kalau
suatu saat nanti dia harus ngalah pada Alonso, maksudnya team order.
WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld
Benar2 disarray. Webber pakai setelan mobil teranyar, Nick pakai setelan lama.
Hasilnya gak jauh beda. Mereka sama2 di-overlap oleh pemenang lomba dan fastest
lap kedua pembalap hanya unggul atas Jordan dan Minardi! Kacau, benar2 kacau.
Kayaknya memang lebih baik dpt kabar baik pengganti BMW, apa pun itu. Kalaupun
ada hiburan kecenderungan backward ini, mereka tidak sendirian tapi ada teman
yg gak kalah heboh: Ferrari...
McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
Menang dan mobil MP4-20 benar2 oke di sirkuit paling menantang, tapi tetap
punya kewaspadaan besar. Dgn Renault yg ternyata mampu memberi perlawanan yg
membuat dahi berkerut, McLaren bisa jadi gak dpt apa2 musim ini. Kimi sendiri
ngaku bahwa masalah mercy yg gak dia dpt dari Mercy cepat atau lambat akan
membuatnya say goodbye to F1 title.
Secara tim mereka tetap solid, taktik lomba brilian dgn membawa masuk pit
Montoya di saat yg tepat, tapi faktor Mercy ini blm tentu aman mengingat
kerusakan yg dialami silih berganti menimpa JPM dan terutama Kimi. Mercedes
memang berjanji tak akan melakukan kesalahan serupa dlm sisa musim ini.
Percaya? Mestinya iya. Tapi, siapa bisa jamin Kimi gak dorong mobil lagi...
SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Villeneuve memberikan sedikit hiburan ketika memaksa DC minggir sedikit utk
berebut posisi. Hiburan lain adlh dia salah membaca lollipop. Bukannya ngelihat
lollipop tim sendiri, dia malah ngelihat lollipop Red Bull yg ada persis di
depan mereka. Ketika lollipop Red Bull ngangkat, kok bisa ya dia jalan?
hehehe... Kasihan tuh si refueller Silvan Ruegg, yg keinjek kakinya oleh ban
Michelin Sauber.
Massa memenangi duel ketat berebut posisi 10 yg diikuti lima pembalap. Hasil
bagus krn dia start dari urutan 16.
RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
Enjoy the race. Walau gak dpt poin, tapi DC dan Klien benar2 menikmati lomba
dgn hasil buruk sekalipun. DC bahkan ngaku kalau usaha Villeneuve menyusul dia
sbg hiburan buat penonton. Menurut Günther Steiner, Technical Director, mereka
salah pilih ban. Gak diperjelas salahnya di mana, tapi kayaknya mereka pilih
harder bukan medium.
TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Public enemy! Jarno Trulli jadi musuh banyak pembalap, krn justru dia bagus di
kualifikasi! Dgn dpt grid bagus, para pembalap cepat di belakangnya tertahan
dan rugi puluhan detik gara2 race pace-nya jeblok. Ini bukan kali pertama
Trulli melakukannya.
Ralf sebaliknya. Pelan di kualifikasi, terlepas dia keluar duluan, tapi bagus
saat lomba. Tsutomu Tomita, Team Principal, penasaran pada kecenderungan Toyota
jeblok utk urusan race pace ini.
JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Monteiro finis lagi dan kayaknya sdh pasti jadi rookie of the year. Dari 11 GP,
ia finis 11 kali. Cuma dia yg bisa begitu musim ini. Alonso, Kimi, Schumi, dkk.
kagak bisa. Narain, terlepas dari electrical failure utk kali kedua dlm dua GP
berurutan, kayaknya sdh benar2 mulai kedodoran menghadapi jadwal lomba yg
padat. Saat start ia memang nyusul Massa, tapi dgn mudah disusul balik
mengingat kekuatan kedua mobil.
MINARDI
20 Friesacher
21 Albers
Faktor dua pembalap mereka finis, ikut menentukan sejarah di 2005 di mana ada
19 mobil finis. Kalau dari persentasi, jelas masih kalah dibanding Indianapolis
yg walau hanya 6 mobil finis, tapi itu 100% dari start. Mobil Minardi masih
terlihat kalah kelas dari Jordan, walau mrk sdh mengisi bahan bakar ringan utk
kualifikasi.
salam,
arief k.
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/