Iya, emang sedih kalo liat higlight sepakbola indonesia. Soal wasit yang menghindar dari pemain, mungkin dia lebih cari selamat. Tegas di lapangan, kadang malah berbuntut penggebukkan masal oleh pemain. Dilematis memang, disisi lain terkadang keputusannya ngak becus yang bikin pemain naik pitam, disisi lain, apapun keputusan wasit harus diikuti.
Makanya, cocok sekali istilah wasit Indonesia yang dirubah dari Korps baju hitam menjadi korps KAMBING HITAM. Soal pemain asing yang berantem, mungkin kembali ke individu masing2, banyak pemain asing yang "ngeyel", tapi kadang pemain lokal juga memprovokasi dan memiliki emosi yang buruk sebagai olahragawan. Jangankan pemain, pengurus aja bermental kerdil semua, tidak ada yang berjiwa besar untuk menerima apapun hasil pertandingan. Yang namanya tuan rumah, kalo ngak menang, ya ribut. Itulah moto liga sepak bola di Indoensia.Ngomong2 soal perkelahian, saya teringat acara tinju beberapa hari yang lalu. Salah satu contoh yang menambah malu olah raga di Indonesia adalah "Sabuk Emas RCTI", Indonesia melawan Filipina. Udah jelas2 petinju Indo tidak mampu melanjutkan pertandingan setelah pelipisnya berdarah di ronde ke 6 karena pukulan, yang artinya kalah TKO, malah di menangkan secara kontroversial. Suatu keputusan yang sangat kerdil, saya yang menonton dari TV saja malu, apalagi pejabat berdasi yang malah bangga dengan kemenangan konyol tersebut. Olah raga harus sportif, kalo masih kerdil, maka prestasipun akan kerdil selamanya. We are in lost generation now, what should we do friends? Ferry --- In [email protected], rick ambaloing <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hola, > > Gua baru nonton siaran langsung Copa Indonesia Persebaya-Persema. Geregetan juga ngeliat wasit gak tegas, didorong-dorong pemain diem aja, mukanya dituding-tuding pemain malah menghindar. Kan ada kartu merah di kantongnya. Kenapa gak dikeluarin aja ya? > > Makin geregetan lagi ngeliat ulah pemain asing. Justru mereka ini kayaknya yang dikit-dikit maunya nonjok pemain lawan, nendang kungfu dan bikin ulah banget ngelawan wasit. Apa gak ada tuh batasan yang lebih keras untuk para pemain asing, agar lebih fair lagi kalo main bola. Kok para klub masih mau aja merekrut pemain dengan kelas mental kayak gitu ya? > Kenapa gak diberhentiin, dikasih tiket pulang aja ya...? Daripada bayar mahal cuma nularin penyakit berantemnya aja. Kita sih lebih jago kalo urusan berantem di lapangan. Gak usah impor. > > Rick > > HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
