Biasanya ukuran sukses sebuah liga dilihat dari seberapa banyak pemain 
bintang yang maen di sana (otomatis melibatkan perputaran uang) dan 
seberapa tinggi prestasi klub liga tersebut di arena internasional (e.g. 
Liga Champions, UEFA).

La Liga mulai ngetop sejak Madrid memborong superstar dan menjuarai LC pada 
kurun akhir 90an dan awal 2000an. Serie A ngetop juga sejak dipenuhi 
bintang2 era awal 90 sampai 2000 awal. EPL mulai ngetop sejak membuka kran 
kebebasan pembelian pemain asing luar Inggris Raya pada mid 90-an.

It's all about taste....




At 11:57 AM 7/21/2005, you wrote:
>ferry21cs wrote:..."Gt loh, jadi liga yang paling oke bakal lebih banyak 
>ditonton serta akan mendapat perhatian, pembahasan serta porsi pemberitaan 
>yang lebih banyak."...
>
>Kalau yang dipake ukuran rating televisi (yang bisa merujuk jumlah 
>penonton) kembali masalahnya selera lagi. Di Indonesia dan di Jepang (yang 
>punya pemain di Lega Calcio), Liga italia mungkin lebih banyak penonton, 
>tapi di belahan lain di seluruh dunia EPL lebih banyak yang nonton.
>Kenapa La Liga nggak? Sebab Spanyol salah letak geografisnya, jadi 
>jatuhnya pertandingan pada jam yang gak enak untuk penonton di sini...




HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke