ROUND 12 - 24/07/2005 GERMANY, HOCKENHEIM
Circuit length: 4,574 km
Race distance: 67 laps (306,458 km)
Kualifikasi (23/7): 18.00 WIB --- live Global/Star Sports
Start: 19.00 WIB --- live Global/Star Sports
Beginilah enaknya kalau Bernie punya kuasa. Krn mengontrol total F-1, dan
"mengontrol" GP Motor, Bernie pasti menyuruh start kedua balapan paling
prestisius utk roda masing2 ini tidak berbarengan. Saat ada GP F-1 Jerman
dan GP Motor Inggris, startnya beda. F-1 tetap 19.00 WIB, sementara Motogp
(kelas paling ditunggu) 21.30 atau sekitar satu sampai setengah jam
setelah F-1 kelar.
Minggu depan juga begitu. Ada barengan lagi. F-1 ke Hongaria, Motogp ke
Jerman. Di Hongaria, F1 tetap live startnya jam 19.00 WIB, tapi giliran
Motogp yg duluan, 17.15 WIB atau ngambil jatah reguler kelas 250 cc. Duh
Bernie, pinter banget ente cari duit ya....
ROUTE TO CEASE FIRE
Red Bull dan Jordan gabung Ferrari ikut Concorde Agreement 2008-12. Akan
mudah mencerna kenapa mereka bergabung. Red Bull karena mereka akan
disuplai mesin Ferrari thn depan (walau keputusan itu mereka bilang
independen). Jordan, dgn nama Midland tahun depan, merasa berutang budi
pada Bernie Ecclestone yg membawa masuk mereka ke F-1.
Tujuh tim lain hari Jumat ini akan memasukkan proposal "penyesuaian diri"
ke FIA soal Regulasi F-1 2008 dst. Saya pikir FIA juga akan dgn senang
hati menerima masukan dari tujuh tim ini. Memang, tiba2 saja gencatan
senjata yg dulu spt sulit didapat, kini jadi sesuatu kayaknya bakal
terjadi "esok hari".
Sy sdh melihat tanda2 itu ketika FIA mengeluarkan survei penggemar F-1
dari seluruh dunia. Mereka yg biasanya keukeuh ingin bikin peraturan
seenaknya, tiba2 merasa harus menuruti apa kata penggemar. Rupanya,
keluluhan hati FIA ini disambut baik oleh tujuh tim. Mereka pun jadi
melunak. Flavio Briatore, terlepas dari apa motivasi di balik itu, memuji
Max Mosley setinggi langit. Rapat calon pelaksana GPWC di Munich, Jerman,
bilang ternyata ada banyak kesamaan pandangan antara FIA dan mereka. Ya
udah....
Langkah berikut adalah "penghapusan dosa" tujuh tim pemakai Michelin.
Mereka dianggap gak bersalah karena mematuhi perintah Michelin, dan malah
kalau melanggarnya mereka akan kena UU di Amrik soal patuh pada pemberi
perintah ini. FIA pun bisa meyakinkan tujuh tim bhw penggunaan chicane
adlh salah besar. Dengan sudah diputihkan kasus ini, maka terdakwa tunggal
jelas Michelin. Saya setuju dgn ulasan Autosport di bawah ini:
"The fresh evidence provided by Dennis and Horner effectively seals the
FIA's stance that Michelin was entirely to blame for the events at
Indianapolis."
bahwa Michelin memang jadi terdakwa tunggal kasus Indianapolis, atau
istilah saya pada post-Indianapolis: Michelin is the real chicken.
Bahkan, spt diulas Autosport juga, bisa jadi ini menjadi kenyataan:
There is even a chance that this latest twist will eventually result in a
move to get Michelin out of F1 altogether.
Plus, masih ingat wawancara Martin Brundle dgn Bernie di Indy?
Martin: The future of F1 in America? The future of Michelin in F1?
Bernie: Not good.
Martin: On both counts?
Bernie: Both counts.
Kalau mengacu ini, jelas masa depan Michelin akan suram. Namun, lagi2
namun, karena skrg lagi semangat cease fire, bisa jadi FIA dan Bernie akan
memaafkan Michelin. Toh mereka sdh mengganti semua tiket masuk penonton di
Indy.
Skrg soal Paul Stoddart, si orang nyentrik. Ketika Stoddart masih ngotot
utk menurunkan Mosley, FIA malah mengajak damai lebih dulu. Utk kali
pertama musim ini Stoddart diajak dlm jumpa pers resmi FIA hari Jumat.
Biasanya ia nongol di GP Aussie, tapi tahun ini gak. FIA sudah menjulurkan
tangan lebih dulu utk saling berjabat erat lagi dgn menghadirkan Stoddart
di GP Jerman.
Moga2 tanda2 ini akan mengarhkan F-1 hanya berperang di trek, tapi di luar
tetap damai utk urusan politik sekalipun.
ENGINE STATUS: 1 (mesin baru); 2 (sdh dipakai di GP seblmnya)
Schumi 2 - Barrichello 2
Button 1 - Sato 1
Alonso 2 - Fisichella 2
Webber 2 - Heidfeld 2
Kimi 2 - JPM 2
Villeneuve 1 - Massa 1
DC 2 - Klien 2
Trulli 2 - Ralf 1
Monteiro 2 - Narain 2
Doornbos 2 - Albers 1
HOCKENHEIM
Fuel effect: 0,35 dtk/10 kg
Fuel consumption: 3,2 kg/lap
Tyre usage: 4, skala 1-5
Brake wear: 3, skala 1-5
Grip level: 5, skala 1-5
Downforce level: 3, skala 1-5
Full throttle: 54%
Berubah sejak 2002, dari low downforce ke medium. Ramalan cuaca mengatakan
60% akan turun hujan. Berarti itu akan menjadi keuntungan
Ferrari-Bridgestone. Yg udah2 sih, ramalan cuaca selalu bilang hujan tapi
yg datang tetap aja panas menyengat. Konsentrasi utama di Hockenheim
adalah membuka ventilasi sebanyak mungkin di bodi mobil dan mencermati
penggunaan ban belakang. Lima tahun lalu, ngebolongin mobil utk membuat
ventilasi sama saj mengganggu aerodinamika. Skrg, dgn kian canggihnya R&D
aero baik di layar komputer maupun wind tunnel, ngebolongin sebanyak
mungkin mobil utk ventilasi gak masalah.
TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 10
On of the hardest weekend. Setelah Catalunya, Hockenheim adalah tempat
ideal utk melihat ban blistered. Tanpa suhu panas aja, karakter Hockenheim
yg memiliki tempat utk berakselerasi tinggi udah pasti membuat ban
belakang aus gak keruan. Fakta kedua, Hockenheim selalu cenderung lebih
panas dibanding tempat2 lain di Eropa. Dgn tambahan fakta tahun ini
gelombang panas belum mau beranjak dari sana, bisa dipastikan kayak apa
kerja karet hitam ini. Kedua kubu sepakat utk membawa ban dari kelas
medium. Aspal yg mulus sebenarnya akan menguntungkan bila menggunakan ban
soft, tapi regulasi tahun ini "mengharamkan" ban soft utk kembali dipakai.
Sampai Kamis kemarin, Bridgestone masih bisa menguji calon ban yg akan
mereka pakai di Hockenheim. Sementara Michelin kayaknya udah siap sejak
jauh2 hari bhw paket mobil kayak apa pun tak masalah dgn semua ban yg
mereka bawa.
TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi
2 Barrichello
Sejak 1993 gak pernah ada pembalap yg bisa menang di Hockenheim dalam dua
tahun berurutan. Schumi menang tahun lalu, jadi mudah sekali kita akan
meramalkan ia gagal tahun ini. Kemudahan itu tentu bukan melulu gara2
fakta sejarah, tapi kondisi teraktual Ferrari-Bridgestone.
Tes spartan mereka di Mugello pekan ini memang masih terus fokus ke paket
aero dan ban Bridgestone. Anggap positifnya aja, mereka sudah berusaha
keras, soal hasil ya itu urusan nanti. Ada faktor luar yg bisa membuat
usaha keras mereka spt gak ada apa2nya.
BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Jenson "adzan" tahun lalu di Hockenheim. Itu balapan spektakuler bagi dia,
bahkan saya anggap yg terbaik yg pernah diperlihatkan seorang Jenson.
Soalnya, selain kondisi lakban helmnya yg lepas dan terpaksa ia ganjal dgn
tangan itu, Button pun start dari urutan 13 dan finis kedua. Melihat
kondisi teraktual, BAR sulit mengalahkan McLaren dan Renault, tapi utk
menjegal Ferrari kayaknya bisa.
RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Memakai pepatah guru adlh pengalaman yg terbaik. Tahun lalu mereka
mengalami ban blistered. Tahun ini di Imola, Catalunya, dan Monako, ban
belakang mereka juga blistered. Dgn kondisi Hockenheim kejam terhadap ban
belakang akibat traksi harus sempurna saat keluar tikungan, mereka sudah
mengantisipasi tidak akan berbuat kesalahan lagi. Melihat di Silverstone
yg notabene "trek McLaren" aja mereka bisa kompetitif, kayaknya di
Hockenheim pun Alonso atau Fisichella akan garang.
WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld
Gak ada miracle. Williams adlh the worst Michelin team. Kalau sdh begini,
pasti ada apa2 pada sasis FW27 atau mesin BMW. Gak perlu lagi saling
menyudutkan karena pada dasarnya kedua pihak sudah tersudut. Mendapatkan
poin adalah anugerah besar bagi Frank Williams di Hockenheim hari Minggu
nanti.
McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
Sejak 2001, Kimi selalu DNF di Hockenheim. Tabrakan amat akrab buat dia.
Tapi musim ini dia gak terlalu khawatir akan tabrakan, tapi mesin Mercedes
lagi. Panas menyengat bisa jadi nightmare. Mercedes sdh janji, tapi belum
tentu janji itu terpenuhi mengingat mesin yg dipakai Kimi skrg sama dgn yg
dipakainya di Silverstone.
Montoya, dgn sikap nothing to lose, bisa membuat Kimi tersenyum kecut
lagi. Ingat, di era modern, kala mengendarai mobil enak (FW25 thn 2003)
Montoya menang lebih dari satu menit di depan pembalap yg jadi runner-up.
Itu sebuah kejadian luar biasa. Kondisi Hockenheim yg menyediakan banyak
tempat utk "berdansa" kayaknya cocok utk gaya balap Montoya yg cenderung
agak liar dibanding style Kimi.
SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Sejak menggunakan "dagu" ala Ferrari, Sauber blm juga kelihatan bisa
ngelawan. Baik Villeneuve maupun Massa menyukai lay-out baru Hockenheim yg
diubah sejak 2002. Menurut Villeneuve, sasis C24 akan lebih bagus kalau
dipakai utk slow corner. Dgn nyaris sdh tidak ada lagi fast corner di
Hockenheim baru, pastilah C24, kata Villeneuve, akan berbicara.
RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
DC sibuk "ngetes" mobil Red Bull di Istanbul. Dia juga sibuk ngebujuk
koleganya utk membatalkan liburan agar mau bertemu dgn Max Mosley di
Cannes utk membicarakan safety dari berbagai aspek, baik saat race maupun
lomba.
TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Di tikungan lambat Trulli dianggap trouble maker, di tikungan cepat sama
aja. Tapi, kalau kejadian Trulli dpt grid bagus terus pembalap lain merasa
terhalangi, kayaknya di sini agak bisa bernapas sedikit. Hockenheim punya
tempat utk slipstream, di antaranya sebelum parabolica dan sebelum stadium
section. Kalau yakin lebih cepat dari Trulli tapi ada di belakang dia,
tempel aja terus goyang dikit mobil utk late braking dia di dua tikungan
itu. Tapi, salah juga kalau kita under estimate Trulli lagi kali ini.
Bagaimanapun dia ingin konsisten dpt poin. Karakter mulus aspal Hockenheim
cocok dgn paket ala Mike Gascoyne. Bagi Ralf, kalau dia bisa finis lomba
di depan Trulli lagi, pasti itu sdh spt kemenangan.
JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Robert Doornbos keluar, Nicolas Kiesa masuk sbg Friday-only driver. Berita
heboh tentang mereka memang hanya soal kepastian ikut Concorde Agreement
bersama Ferrari dan Red Bull. Jordan kali ini datang ke sebuah GP tdk dgn
tangan hampa. Pekan lalu mereka tes bareng Ferrari di Paul Ricard.
MINARDI
20 Friesacher/Doornbos
21 Albers
Tim Belanda bukan berwarna Oranye, melainkan hitam. Kini Minardi resmi
menjadi tim Italia dgn line-up duet Belanda. Cattenaccio berbumbu Total
Football. Albers semestinya bisa oke di Hockenheim karena dia hafal trek
ini lantaran malang melintang di arena DTM. Doornbos blm bisa berharap
banyak, tapi yg menarik adlh Patrick Friesacher yg terbuang, berjanji akan
merebut kembali kursinya.
salam,
arief k. from KL
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/