Situasi memanas terjadi, saat pendukung fanatik kesebelasan Persebaya ini tertahan di pintu masuk Stasiun Pasar Turi. Rencananya, para bonek tersebut naik KA Kertajaya untuk pergi ke Jakarta. Mereka berniat menyaksikan pertandingan Persebaya melawan PSMS Medan di Gelanggang Olahraga Bung Karno, Jakarta, 16 September mendatang. Namun, mereka tidak diperkenankan masuk kerena tidak membeli tiket Rp 37.500 per orang. Koordinator bonek saat itu hanya membayar Rp 310 ribu untuk sekitar 500 orang.
Para bonek nekat menerobos masuk dengan naik pagar pintu samping. Saat KA Kertajaya yang sedianya berangkat pukul 15.00 WIB belum juga berangkat, mereka melakukan perusakan dengan melempar batu. Polisi pun meringkus para perusuh tersebut. Setelah polisi berbicara dengan koordinator bonek, kereta diberangkatkan pukul 16.15 WIB Pertandingan antara kesebelasan Persebaya Surabaya melawan kesebelasan PSM Makasar dalam ajang Liga Djarum Indonesia 2005, baru akan digelar Jumat (16/9) petang. Namun, sejak Kamis pagi, ratusan pendukung Persebaya yang kerap disebut bondo nekat atau bonek, sudah mulai berdatangan di Stadion Senayan Jakarta. Para suporter yang sebagian besar adalah anak-anak itu tiba dengan menumpang kereta api. Mereka mengaku adalah anak-anak jalanan yang sehari-hari mangkal di sekitar Kota Surabaya, Jawa Timur. Meski jumlah bonek ini cukup banyak, tidak satu pun yang mengaku bertanggung jawab atas anggota kelompoknya. Sebagai contoh, untuk urusan makan mereka berusaha mencari sendiri-sendiri dengan cara mengamen. Bagi para bonek ini, menyaksikan langsung kesebelasan kesayangan mereka bertanding adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Agar bisa memberikan dukungan kepada kesebelasan Persebaya, mereka pun rela terlunta-lunta tanpa bekal selama berada di Jakarta. Dari pantauan SCTV, hingga tadi malam belum terlihat peningkatan pengamanan dari aparat di kawasan Senayan. Sebelumnya, saat berangkat dari Surabaya, para bonek ini sempat mengamuk di Stasiun Pasar Turi karena dilarang naik kereta api Seorang fotografer lepas menjadi korban pengeroyokan puluhan suporter Persebaya Surabaya atau <i>bondo nekat</i> (bonek), Kamis (15/9) malam. Peristiwa itu berawal ketika korban bernama Doni baru saja usai meliput konser Ruth Sahanaya di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Korban yang pulang dengan mengendarai sepeda motornya terjebak aksi ratusan bonek di kawasan Senayan. Para bonek ini kemudian menuduh Doni sebagai anggota Jakmania, suporter Persija Jakarta, yang telah menganiaya salah satu anggota mereka. Tidak hanya itu, Doni yang tak sempat membela diri langsung dikeroyok oleh puluhan pendukung Persebaya. Akibatnya, kepala Doni bocor karena terkena pukulan kayu. Korban pun terpaksa mendapat tiga jahitan di kepalanya di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo. Selain itu, kamera dan sepeda motornya juga menjadi sasaran kebrutalan bonek. Sebelum pengeroyokan terjadi, seorang bonek menjadi korban penganiayaan sekitar 60 orang yang mengendarai sepeda motor di sekitar Kompleks Gelora Bung Karno Senayan. Insiden itu membuat marah bonek lainnya. Pendukung Persebaya ini sudah mulai berdatangan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno sejak kemarin. Mereka ingin menyaksikan tim kesayangan itu bertanding di babak delapan besar Liga Djarum Indonesia 2005 yang akan berlangsung mulai hari ini Pemberangkatan ribuan pendukung kesebelasan PSM Makassar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (14/9), diwarnai kericuhan. Aksi saling dorong dengan polisi terjadi karena suporter yang jumlahnya ribuan orang itu berusaha menembus penjagaan aparat keamanan. Polisi memang sengaja membentuk barikade agar para suporter tertib saat naik ke Kapal Motor Kerinci yang akan mengangkut mereka ke Jakarta. Di tengah kerumunan para suporter itu, seorang wanita tiba-tiba menangis sambil berteriak histeris. Rupanya wanita bernama Almatiah tersebut mencari suaminya yang menjadi salah seorang suporter. Menurut Almatiah, suaminya berangkat ke Ibu Kota untuk mendukung kesebelasan PSM Makassar yang akan berlaga dalam Liga Djarum Indonesia 2005. Yang membuat Almatiah histeris, sang suami pergi dengan membawa kabur uang pembayaran kredit yang disimpannya. Sementara itu, dari lima ribu suporter yang datang ke pelabuhan, hanya 1.200 orang terdaftar dan 700 pendukung memiliki tiket. Kondisi ini memaksa polisi mengambil tindakan tegas dengan melarang seluruh suporter naik ke kapal. Akibat pemberangkatan ribuan suporter, ratusan penumpang umum yang juga akan menggunakan KM Kerinci, batal berangkat karena daya tampung kapal hanya dapat mengangkut 3.500 penumpang. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
