" Ken : Sekarang saya tanya, apa syarat untuk lolos ke piala dunia selain 
jadi tuan 
rumah? Harus ikut KUALIFIKASI, termasuk juara bertahan. Kalo kualifikasi 
aja nggak lolos, jelas nggak bisa ikut piala dunia. Jadi KUALIFIKASI & 
TURNAMEN PIALA DUNIA = satu kesatuan. Kenapa tuan rumah PD boleh lolos 
gratis? Karena jauh hari sebelumnya sudah ditentukan oleh panitia. 
Misalnya 
2006 di Jerman, 2010 di Afsel. Sama dengan liga Djarum, panitia menentukan 

bahwa yang akan jadi tuan rumah adalah yang jadi juara wilayah, cuma 
bedanya kita nggak tau tim mana sih yang nanti akan jadi tuan rumah alias 
harus tunggu kompetisi wilayah selesai dulu. Kualifikasi/kompetisi wilayah 

diadakan sebagai tahap seleksi karena tempat yang tersedia di turnamen 
puncak terbatas. Siapa yang record seleksi 2002-nya terbaik? Jelas bukan 
Brasil, tapi nyatanya malah mereka yang jadi juara dunia. Siapa yang 
record 
seleksi 2004-nya terbaik? Jelas bukan Yunani, tapi nyatanya mereka yang 
jadi juara Eropa.

Persija juara wilayah? Memang benar, tapi kompetisi kan sebenarnya belum 
selesai. Masih ada putaran 8 besar di depan. Apa mereka sebagai juara 
wilayah bisa otomatis juga menjadi juara di 8 besar? Ho..ho..tunggu dulu, 
masih ada satu lagi juara, tepatnya juara di wilayah Timur. Jadi 8 besar 
memang digunakan untuk memilih siapa yang PALING SIAP jadi juara di liga 
tahun ini, bukan siapa yang JUARA WILAYAH."

-- > Nah bung ken jg bilang "apa syarat untuk lolos ke piala dunia..." kan 
berarti kualifikasi tdk sama dgn putaran final piala dunia. Meskipun 
memang benar Kualifikasi dan putaran final Piala dunia satu kesatuan, tapi 
yang selalu ada di benak pecinta bola adalah, Piala Dunia ya putaran 
finalnya itu sendiri. Kita belum bisa bilang kalo Indonesia pernah ikut 
piala dunia karna emang belum pernah lolos ke Putaran Final. Tapi, Persib, 
dkk bisa bilang kalau mereka adalah peserta Liga Djarum 2005, walaupun 
gagal mengikuti putaran 8 besar.

Saya sebenernya ga mempermasalahkan kalau PSIS yang tampil tidak sebaik 
Persija di wilayah, namun ternyata mampu tampil cemerlang di 8 besar, jadi 
juara grup, masuk grand final lalu juara, saya akan bangga mengakui jika 
PSIS adalah juara Liga Djarum 2005. Tapi kenyataannya kan engga' (beda 
sama contoh bung Ken, Brazil dan Yunani, tampil jelek di kualifikasi namun 
akhirnya jd juara).

PSIS emang kalah kontroversial dari Persija dan tersingkir gara2 Persebaya 
mundur, trus apa cukup karena itu PSIS berarti layak menjadi juara liga 
Djarum ?? WC 2002, Spanyol juga kalah kontroversial dari Korea Selatan 
(tuan rumah) gara2 ada 2 penalti yang ga diberikan, tapi apa mereka layak 
jadi juara dunia 2002 ??? 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke