jawapos.com
Sabtu, 12 Nov 2005,
MAKIN SOLID SAJA
Norwegia v Rep. Ceko
OSLO - Dari semua sisi, Republik Ceko layak
diunggulkan saat meladeni Norwegia pada playoff Piala
Dunia 2006 dini hari nanti (tayangan langsung SCTV
mulai pukul 01.30 WIB). Ceko adalah top scorer selama
kualifikasi Zona Eropa lalu. Mereka juga menyandang
status tim peringkat tiga dunia.
Tim besutan Karel Brueckner itu memenangi 9 dari 12
laga kualifikasi dan finis sebagai runner up di
belakang Belanda. Sebanyak 12 gol dicetak pasukan Ceko
dalam 6 laga away sepanjang kualifikasi lalu. Jumlah
gol itu dua kali lebih banyak dari yang dicetak
Norwegia dalam lima laga home mereka.
So, meski kali ini Ceko harus kehilangan top scorer
mereka, Jan Koller, yang dibelit cedera, tapi kans
menundukkan Norwegia masih terbuka lebar. Di lini
depan, misalnya, Ceko masih memiliki Milan Baros, top
scorer Euro 2004. Belum lagi kehadiran kembali
gelandang enerjik sekaligus inspirator tim, Pavel
Nedved.
"Saya punya firasat bagus setelah Nedved kembali. Kami
memiliki tim yang kuat. Dengan Nedved, kami akan
semakin kuat," papar Brueckner di situs resmi FIFA.
Brueckner semakin yakin setelah beberapa pilar yang
cedera seperti Tomas Galasek, Karel Poborsky, dan
David Rozehnal mulai fit kondisinya.
Yang menjadi persoalan sekarang adalah bagaimana
menyiasati buruknya lapangan di Stadion Ullevaal,
Oslo. "Strategi bola-bola panjang akan kami terapkan.
Pertandingan mungkin tak akan enak ditonton, tapi
itulah risiko bermain di lapangan yang tak layak,"
cetus Brueckner.
Di kubu Norwegia, pelatih Age Hareide sadar betul
kalau kondisi timnya kurang begitu diharapkan untuk
lolos. Bursa taruhan memilih Ceko sebagai unggulan.
"Kami memang underdog, dan saya pikir itu akan lebih
menguntungkan buat kami. Tekanan kini dirasakan Ceko,"
tutur Hareide.
Norwegia mengantongi kunci unuk memenangkan laga ini.
Kunci itu adalah John Carew, striker yang semakin
bersinar bersama Olympique Lyon di pentas Liga
Prancis. Carew sendiri sudah tak sabar untuk tampil
setelah bulan lalu absen saat pada laga kontra Moldova
dan Belarusia.
"Kami menghadapi salah satu kekuatan terbaik Eropa.
Tentu motivasi kami akan berbeda jika dibandingkan
saat menghadapi Moldova atau Belarusia," cetus Carew.
Carew boleh begitu bersemangat. Tapi, dia juga harus
melihat sejarah betapa Norwegia begitu sulit
menaklukkan Ceko. Norwegia tak pernah menang dalam
empat laga terakhirnya melawan Ceko.
Jangan lupa, Norwegia juga punya sejarah buruk di
ajang playoff. Tahun lalu, mereka seharusnya menjadi
kontestan putaran final Euro 2004. Tapi, langkah
Norwegia terganjal setelak kalah dari Spanyol di ajang
playoff. (bas)
HEAD TO HEAD
06-09-1995 Rep. Ceko v Norwegia 2-0 (Kualifikasi Euro
1996)
16-08-1995 Norwegia v Rep. Ceko 1-1 (Kualifikasi Euro
1996)
25-09-1991 Norwegia v Rep. Ceko 2-3 (Uji Coba)
04-11-1988 Rep. Ceko v Norwegia 3-2 (Uji Coba)
PERKIRAAN PEMAIN
Norwegia (4-4-2): Thomas Myhre (g); Andre Bergdolmo,
Erik Hagen, Brede Hangeland, John Arne Riise; Jan
Gunnar Solli, Christian Grindheim, Kristofer Haestad,
Morten Gamst Pedersen; John Carew, Steffen Iversen
Pelatih: Age Hareide
Republik Ceko (4-4-2): Petr Cech (g); Zdenek Grygera,
David Rozehnal, Tomas Ujfalusi, Marek Jankulovski;
Karel Poborsky, Tomas Galasek, Tomas Rosicky, Pavel
Nedved; Vladimir Smicer, Milan Baros
Pelatih: Karel Brueckner
=======
Sabtu, 12 Nov 2005,
Songsong Era Baru
Uruguay v Australia
MONTEVIDEO - Socceroos, julukan Timnas Australia,
tengah memasuki era baru. Begitulah "deklarasi" Guus
Hidding, pelatih Socceroos, ketika memimpin pasukannya
menjalani pemusatan latihan di Buenos Aires. Hidding
agaknya ingin meyakinkan kepada pasukannya bahwa
peluang menciptakan rekor sejarah tetap terbuka. Yakni
kali pertama Australia menembus putaran final Piala
Dunia.
Era baru yang dia maksudkan: mulai tahun depan
Socceroos bergabung Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Menanggalkan status sebagai wakil OCEANIA, kemudian
masuk Zona Asia. Dengan status barunya tersebut, tim
Negeri Kanguru itu punya peluang lebih besar merebut
tiket lolos otomatis. So, langkah mereka menembus
putaran final tak akan selalu terganjal di babak
playoff karena harus berhadapan dengan tim raksasa
Amerika Latin (Conmebol).
Ya, hingga kini publik Australia memang selalu trauma
jika mendengar kata playoff. Empat kali mereka
melakoni playoff demi impian berlaga di putaran final
Piala Dunia, empat kali pula mereka kandas. Pada 1985,
Socceroos harus takluk di tangan Skotlandia yang
ketika itu masih ditangani Alex Ferguson. Pada 1993,
mereka dihentikan oleh Argentina. Empat tahun kemudian
(1997), giliran Iran yang menjegal skuad Australia.
Pada 2001 Uruguaylah yang mengubur mimpi Australia
untuk tampil di Piala Dunia.
Tahun ini, Uruguay kembali menjadi penghalang
Australia tampil di Piala Dunia untuk kali pertama
sejak 1974. Socceroos dinihari nanti harus berjuang
menghadapi ambisi pasukan Albiceleste - julukan timnas
Uruguay - dan teror para pendukung tuan rumah yang
memadati Stadion Centenario. (Tayangan langsung antv
mulai pukul 02.00 WIB). Akankah Socceroos kembali
gagal?
Kapten tim Mark Viduka tegas menjawab: tidak! Viduka
percaya, sentuhan Midas Guus Hiddink bisa mengakhiri
trauma dan mimpi buruk Socceroos. Viduka telah
menganalisis perbedaan cara main Hiddink dengan
pelatih sebelumnya Frank Farina.
Menurut penyerang Middlesbrough ini, skema permainan
Farina lebih naif, hingga mereka tak mampu melewati
hadangan Uruguay empat tahun lalu. Sedangkan skema
main Hiddink lebih tajam dan terstruktur, meski
pelatih PSV Eindhoven itu baru bertugas September
lalu. Tampaknya, Hiddink berniat mengonversi kelemahan
lini belakang Australia (yang kemasukan 10 gol di tiga
laga Piala Konfederasi Juni lalu) dengan menerapkan
strategi full attack.
"Saat itu (playoff 2002) kami kurang siap secara
taktik. Kami harusnya lebih terorganisasikan sebagai
tim. Itu kuncinya. Sekarang kami telah berlatih keras
untuk mengorganisasikan segalanya di lapangan. Baik di
belakang, tengah, maupun depan. Kami bertekad untuk
mengunci Uruguay dengan organisasi tinggi di seluruh
area," papar Viduka kepada Reuters.
Sementara itu, John Aloisi yang kemungkinan akan
menjadi tandem Viduka, mengaku dia dan rekan-rekannya
sudah siap menghadapi teror pendukung tuan rumah.
Menurutnya, Australia sudah mulai terbiasa dengan
gemuruh suporter lawan. "Kami tetap fokus pada
pertandingan. Kami tak peduli teror. Kami siap
menghadapinya," tegas Aloisi. Sebaliknya, konfidensi
tuan rumah (Uruguay) pun tak kalah tingginya. Tim
asuhan Jorge Fossati ini yakin bisa mengalahkan
Australia. Sebab, dalam dua laga kandang terakhir di
Centenario Uruguay terus menuai kemenangan. Fakta
itulah yang membuat punggawa Albiceleste lebih mantap,
meski kali ini Uruguay tak bisa menurunkan striker
Diego Forlan yang cedera.
"Kami harus memanfaatkan keuntungan bermain di
kandang. Kami harus bisa memanfaatkan atmosfer
dukungan suporter. Di Uruguay, kami selalu mengatakan
bahwa teriakan suporter kerap menjadi awal pembuka
gol. Saya harap itu juga akan terjadi kali ini," cetus
Richard Morales, bomber yang menyumbang gol saat
Uruguay menaklukkan Australia 3-0 di Centenario empat
tahun lalu.
Tapi, kapten tim Paolo Montero tak sependapat dengan
pernyataan rekannya. Montero justru menilai tekanan
suporter akan menjadi bumerang buat Albiceleste. "Kami
harus bermain sabar dan tak membiarkan penonton
mendikte tempo permainan. Tetap tenang dan terus
berusaha mencetak gol," ingat Montero. (bas)
PERKIRAAN PEMAIN
Uruguay (4-3-3): Fabian Carini (g); Carlos Diogo,
Diego Lopez, Paolo Montero, Dario Rodriguez; Diego
Perez, Pablo Garcia, Alvaro Recoba; Marcelo Zalayeta,
Richard Morales, Dario Silva
Pelatih: Jorge Fossati
Australia (3-5-2): Mark Schwarzer (g); Tony Vidmar,
Ljubo Milicevic, Lucas Neill, Scott Chipperfield;
Harry Kewell, Marco Bresciano, Vince Grella, Brett
Emerton; John Aloisi, Mark Viduka
Pelatih: Guus Hiddink
HEAD TO HEAD
25-11-2001 Uruguay v Australia 3-0 (Playoff PD 2002)
20-11-2001 Australia v Uruguay 1-0 (Playoff PD 2002)
19-12-1997 Uruguay v Australia 0-1 (Piala Konfederasi)
21-06-1992 Uruguay v Australia 2-0 (Uji Coba)
====
Sabtu, 12 Nov 2005,
Demi Recovery, Carter Pesawat
Panjangnya waktu penerbangan dari Montevideo menuju
Sidney sudah diantisipasi oleh Federasi Sepak Bola
Australia (FFA). Ini karena playoff kedua di kandang
sendiri hanya berselang 4 hari (16 November). Mereka
sudah menghitung, jika memanfaatkan jasa penerbangan
komersial, minimal butuh waktu 36 jam penerbangan dari
Uruguay menuju Australia.
Itu sebabnya, FFA memilih untuk mencarter pesawat
khusus jenis Boeing 767 untuk mengangkut rombongan
Socceroos. Dengan pesawat carteran mereka bisa tiba 20
jam lebih awal ketimbang pesawat komersial. Mereka
juga bisa langsung take off 3 jam usai bertanding.
Maka, masa recovery pemain lebih panjang saat tiba di
Sidney.
"Qantas (perusahaan penerbangan yang menjadi mitra
FFA) menyediakan pelayanan ekstra di pesawat seperti
pijat dan 70 kg es. FFA dan Socceroos sangat
menghargai dukungan Qantas yang telah menyediakan
sarana hingga tim tiba kembali di Australia dalam
kondisi fisik dan mental yang prima," tutur John
ONeill, Chief Executive FFA, kepada AFP.
Jika Socceroos mendapat fasilitas istimewa dari FFA,
Uruguay justru sebaliknya. Krisis keuangan membuat AUF
(PSSI-nya Uruguay) gagal mencarter pesawat khusus.
Pasukan Albiceleste terpaksa harus menumpang pesawat
komersial dengan penerbangan selama 36 jam.
AUF sempat berencana membagi tim dalam 3 kloter
keberangkatan untuk menyiasati kelelahan. Namun,
perubahan kick-off laga di Montevideo dini hari nanti
membuat arsitek Jorge Fossati mengubah rencana.
Seluruh pemain dan ofisial berangkat bersama (ke
Sydney) usai pertandingan. Alvaro Recoba dkk
dijadwalkan tiba di Sidney Selasa pagi, dan mereka
akan berlatih malam harinya.
"Kami memutuskan berangkat bersama. Para pemain tak
berangkat terpisah. Mereka ingin seperti satu keluarga
besar dan kelompok yang solid. Keputusan ini diambil
setelah makan siang kemarin," papar Enrique Moriera,
salah satu ofisial Uruguay.
Di laga kedua nanti, Albiceleste sangat mengharapkan
dukungan 7.900 warga Uruguay yang tinggal di
Australia, di mana 5 ribu di antaranya bermukim di
Sidney. (bas)
__________________________________
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/