Turki Diancam Tak Boleh Ikut Piala Dunia 2010 JENEWA - Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Sepp Blatter mengeluarkan ancaman untuk melarang Turki mengikuti Piala Dunia 2010, menyusul kekerasan yang terjadi pada laga kedua play-off Piala Dunia 2006 melawan Swiss di Istanbul, Kamis dini hari WIB kemarin.
Blatter mengatakan kepada radio Swiss, dia sangat marah dan mengancam mengeluarkan sanksi itu. "Ada yang salah dalam sepak bola. Saya belum pernah menyaksikan hal seperti itu," tegas Blatter. Keluhan Asosiasi Sepak Bola Swiss kepada FIFA akan disampaikan sebelum pengundian Piala Dunia 2006 pada 9 Desember 2005. Swiss kalah 2-4 secara dramatis, tetapi lolos ke putaran final berkat keuntungan gol tandang. Para pemain terlibat perkelahian di terowongan menuju kamar ganti dan dikabarkan bek Swiss Stephane Grichting diangkut ke rumah sakit. Pelatih Swiss Koebi Kuhn juga terkena lemparan koin dan petugas pers Pierre Benoit mengatakan insiden itu akan dilaporkan. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekerasan dan tayangan televisi menunjukkan gelandang Swiss Benjamin Huggel menendang seorang staf pelatih Turki pada saat berlari keluar lapangan. Mantan bek Aston Villa Alpay kemudian menendang Marc Streller ketika pencetak gol kedua Swiss itu berjalan menuju ruang ganti dan kekacauan pun meletup. Grichting dilaporkan dibawa ke rumah sakit Acidem Istanbul setelah terkena tendangan di pangkal pahanya. Namun setelah dirawat, dia diperbolehkan pergi. Striker Turki Halil Altintop, yang bermain bagi Kaiserslautern, mencoba meredam masalah. "Beberapa pemain kami bereaksi berlebihan seusai pertandingan, tapi saya senang tak terjadi insiden yang serius," ungkap Altintop. "Saya berada di ruang ganti pemain Swiss dan berbicara dengan beberapa pemain yang saya kenal di Bundesliga. Mereka menyatakan semua baik-baik saja," imbuhnya. Ajukan Protes Sementara itu, Swiss tengah mempertimbangkan untuk mengajukan protes resmi menyusul perkelahian di Istanbul. Kapten Swiss Johann Vogel dan Benjamin Huggel, serta pelatih kiper Erich Burgener juga diserang. "Ini adalah skandal. Saya tak melihat apa yang terjadi di ruang ganti, tetapi fakta bahwa polisi Turki tidak berpikir dua kali sebelum memukuli orang dari televisi Turki yang sedang memfilmkan apa yang sesungguhnya terjadi, menunjukkan suasana di akhir pertandingan," jelas Vogel. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Swiss Raphael Saborit mengatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengajukan protes resmi kepada Turki. "Kami tak menutup segala kemungkinan," tegasnya. Tim Swiss membutuhkan waktu dua jam untuk keluar dari bandara setelah pemeriksaan paspor mereka membutuhkan waktu lama. Turki bukan kali ini saja berulah. Pada kualifikasi Euro 2004, mereka juga melakukan psy war kelewat batas terhadap kapten Inggris David Beckham. Bek tengah Turki Alpay yang memprovokasi Beckham, akhirnya ditendang Aston Villa. Alpay pun ikut berulah menyerang pemain Swiss dalam insiden kali ini. (rtr,A7-31) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> AIDS in India: A "lurking bomb." Click and help stop AIDS now. http://us.click.yahoo.com/VpTY2A/lzNLAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
