Negeri "Kincir Angin" Belanda akan menjadi negara yang jadi pusat perhatian 
publik sepakbola dunia. 
Pasalnya, negara itu bukan saja meloloskan tim nasionalnya, "Oranje" Belanda ke 
putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman, 9 Juni - 9 Juli, 
tetapi juga "mewakili" empat pelatihnya ke sana. 

Keempat pelatih Belanda itu akan berada di Jerman untuk menangani empat tim 
yang berbeda. Selain mantan penyerang tangguh Belanda era 90-an, Marco van 
Basten yang berpredikat pelatih kepala tim nasional Belanda, tiga nama pelatih 
lainnya yang berkiprah di Piala Dunia adalah Guus Hiddink, Leo Beenhakker, dan 
Dick Advocaat. 
Hiddink yang membawa tim "Setan Merah" Korsel menjadi semifinalis Piala Dunia 
2002, kali ini akan menyandang predikat sebagai pelatih tim "Socceros" 
Australia. Sementara Leo Beenhakker sebagai arsitek tim Trinidad-Tobago, dan 
Dick Advocaat yang menangani tim Belanda pada Piala Dunia 1994 dan Piala Eropa 
2004 kini menjadi pelatih kepala tim Korsel. 

Hanya saja, dari keempat pelatih asal Belanda tersebut, hanya Van Basten yang 
dinilai bakal memiliki prospek cerah di Jerman nanti. Dialah yang berpeluang 
membawa timnya meraih gelar juara dunia, suatu gelar yang tidak pernah direbut 
tim dua kali finalis Piala Dunia ini (Piala Dunia 1974 dan Piala Dunia 1978) 

Meskipun begitu, bukan berarti kualitas tiga pelatih Belanda lainnya berada di 
bawah Van Basten. Hiddink adalah pelatih yang dikenal bertangan dingin. 
Semenjak membawa Korsel lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2002, namanya 
langsung meroket dan menjadi sasaran perekrutan tim-tim lainnya, khususnya 
tim-tim gurem. 
Akhirnya, negeri "Kanguru" Australia merekrut Hiddink meskipun sang pelatih 
tidak mau melepaskan jabatanya sebagai pelatih klub PSV Eindhoven (Belanda). 
Langkah tepat diambil Australia. Di bawah kendali Hiddink, Australia berhasil 
ke Jerman setelah menghempaskan Uruguay pada babak play-off. 

Begitu juga dengan Advocaat. Dia bukan saja berhasil membawa tim Belanda lolos 
ke babak perempat final Piala Dunia 1994, tetapi juga ke babak semifinal Piala 
Eropa 2004. Dengan kualitas yang dimiliki Advocaat tersebut, tidak heran bila 
dia berhasil membawa Korsel lolos ke Jerman. 

Kejutan hebat justru dilakukan Beenhakker yang untuk pertama kalinya meloloskan 
tim sekelas Trinidad-Tibago ke putaran final Piala Dunia. Mantan pelatih klub 
Real Madrid dan Ajax Amsterdam serta pernah menangani tim nasional Belanda 
dalam enam pertandingan ini, adalah tim sukses ketika Rinus Michels berhasil 
membawa Belanda merajai Piala Eropa 1988 di Jerman. 

"Hasil ini sangat memuaskan. Saya berhasil membawa tim sepakbola dari negara 
yang kecil ke Jerman. Padahal, saya memulai pekerjaan di sini dari nol," kata 
Beenhakker. 
Apa yang dilakukan Belanda dengan para pelatihnya itu juga pernah dilakukan 
Prancis pada Piala Dunia 2002. Waktu itu, Prancis juga berhasil mewakili empat 
pelatihnya yang menangani empat tim yang berbeda. Mereka adalah, Roger Lemerre 
yang melatih tim Prancis, Henri Michel (tim Tunisia), Bruno Metsu (tim 
Senegal), dan Phillippe Troussier (Jepang)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke