*Lini per lini.
-Kiper. Syamsidar, man of the match di sebagian laga Indonesia. Tidak kebobolan
di babak pengyisihan grup.
-Belakang. Secara organisasi pertahanan cukup baik. Komunikasi terjalin dengan
baik diantara 4 defender yg sejajar. Maman Aburahman belum terlalu menguasai
posisi barunya di dalam tim. Posisi idealnya adalah CB atau Stoper.
- Tengah. Dalam Formasi 442 flank, serangan indonesia terlalu terfokus pada
sektor kiri , setelah beberapa pertandingan, permainan Indonesia mudah terbaca
oleh lawan. Agus Indra belum bisa memberikan variasi serangan dari tengah.
Posisi idealnya adalah AMC yg dapat dilakoninya dengan sempurna pd pertandingan
lawan laos.
- Depan. Tidak ada pergerakan dari kedua striker yang dapat mengancam
pertahanan lawan. Komunikasi tidak terjalin dengan baik. Positioning sering
bertumpuk atau kadang terlalu jauh satu dengan yg lainnya. Tidak ada penetrasi
dari sektor ini. Penguasaan daerah dan penguasaan bola yg buruk. Korinus
Fingkreuw merupakan pemain yg paling menonjol dibandingkan yg lainnya.
- Pelatih. Peter Withe memakai sistem 4 defender sejajar karena dalam
catatannya hampir semua gol yang bersarang kegawang timnas di partai
internasional berawal dari crossing. Tidak mempunyai banyak pilihan pemain
karena sangat sedikit muda yg beredar di kompetisi dalam negeri. Mencadangkan
Christian Worabay ("Warobay" versi Arief Syahfiar-nya) sebagain kejutan di
babak semifinal dan final, tidak berjalan dengan baik karena ia tampil buruk di
semifinal.
*Kompetisi LI untuk Indonesia U-23.
- Klub-klub LI rata-rata menggunakan formasi yang hampir sama yaitu 352,532,
dan sweeper. Pola-pola tersebut sangat berbeda dengan sistem 4 defender.
- Dihalalkannya permainan keras oleh wasit-wasit LI. Walau belum masuk kategori
kasar, tapi permainan keras tidak populer di pertandingan-pertandingan
internasional. Indonesia termasuk negara yang banyak mendapat kartu di setiap
turnamen.
- Kebijakan 4-5 pemain asing dalam beberapa musim kompetisi terakhir sangat
menghambat kesempatan para pemain muda untuk berkembang. Bahkan PW pernah
mengatakan bahwa lebih mudah untuk membentuk tim nasional Indonesia yang
terdiri dari pemain asing daripada yang terdiri dari pemain muda.
- Klub-klub LI lebih senang untuk membeli pemain berkualitas yg mahal daripada
menciptakan pemain muda berkualitas.
*Non Teknis.
- Teknologi informasi yang belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku sepakbola
nasional. Misalnya : Siaran lansung Kompetisi luar negeri, internet, dll.
- Keadaan keamanan, politik, dan ekonomi Indonesia.
- Terorisme.
*Yang berpeluang ke level selanjutnya.
- Syamsidar, Ledi Utomo, Ricardo Salampessy, Toni Sucipto, Siswanto, Syamsul
Chaeruddin, Agus Indra, Mahyadi Panggabean, Christian Worabay, Korinus Fingreuw.
Rgds,
Adrian Priambudi.
*Berharap lebih baik*
_______________________________________________________________
Halloween Humour: What do you call a skeleton that pushes your doorbell?
postmaster.co.uk
http://www.postmaster.co.uk/cgi-bin/meme/quiz.pl?id=136
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/