Liza Arifin - detikSport London - Ketika tahun 1913 Arsenal memutuskan pindah rumah dari London Tenggara ke London Utara, Tottenham Hotspur menyambut mereka dengan penuh rasa permusuhan. Maklum saja, Highbury, yang dipilih menjadi kandang Arsenal, terletak hanya satu setengah kilometer dari stadion Tottenham, White Heart Lane.
Permusuhan semakin menjadi-jadi ketika Arsenal mendominasi persepakbolaan Inggris di tahun 1930-an dan menjadi lebih sukses ketimbang Tottenham. Lebih parah lagi ketika stasiun keretaapi tepat di depan stadion Highbury, Gilespie Road, pada tahun 1932 diganti namanya menjadi Arsenal. (Pendukung) Tottenham yang selalu menganggap Arsenal sebagai tamu tak diundang di daerah mereka langsung menganggap Arsenal pongah. Sejak itu lahirlah salah satu derby paling panas dalam persepakbolaan Inggris. Manusia pada dasarnya mempunyai kesadaran kepemilikan wilayah yang sangat tinggi. Baik wilayah dalam bentuk nyata ataupun imajiner. Negara, kota, pemerintahan, kekuasaan dibangun salah satunya oleh kesadaran akan kepemilikan ini. Reaksi Tottenham atas Arsenal adalah reaksi keterusikan atas apa yang sebelumnya mereka anggap sebagai milik mereka yang diambil alih oleh kekuatan baru. Reaksi akan adanya perubahan tatanan, reaksi keakuan yang terpuruk, reaksi (sekelompok) manusia menghadapi kenyataan perubahan yang tak menguntungkan mereka. Sementara bagi Arsenal, layaknya imigran di zaman moderen yang berpindah untuk mencari keberuntungan baru, perpindahan dari London Tenggara ke London Utara merupakan upaya mengubah nasib. Klub yang tak seberapa sukses di London Tenggara itu menjadi klub paling sukses di seluruh London setelah berpindah ke London Utara. Satu tatanan baru pun tercipta. Arsenal, sang imigran, perlahan tapi pasti mapan menancapkan kekuasaan, kewilayahan dan keakuannya. Pada medio 90-an Arsene Wenger datang dan semakin memantapkan posisi Arsenal. Tetapi kini Arsenal merasakan apa yang dirasakan oleh Tottenham 70-an tahun yang silam, setelah muncul sebuah kekuatan baru (tapi lama): Chelsea. Chelsea tidak melakukan hijrah -- berpindah tempat -- untuk mendulang keberuntungan baru. Chelsea sejak berdirinya memang berada di Chelsea, London Barat, tempat orang-orang kaya London bermukim. Chelsea adalah klub ternama walau tak pernah benar-benar menjadi satu-satunya yang punya nama. Tidak untuk London apalagi untuk Inggris. Keberuntungan mereka dapatkan karena hadirnya sang mahajutawan asal Rusia, Roman Abramovich. Pompaan dana yang seperti tak terukur membuat klub itu mampu mengumpulkan pemain-pemain bagus dan manajer yang brilian: Jose Mourinho. Mourinho datang memandang Arsenal dan Arsene Wenger dengan hanya sebelah mata. "Hanya Sir Alex Ferguson yang aku dengar, hanya ia satu-satunya manajer yang membawa klub Inggris menjadi juara Eropa," katanya saat itu. Pongah, teriak (pendukung) Arsenal. Persis seperti teriakan pendukung Tottenham ketika stasiun keretaapi Gilspie Road diubah menjadi Arsenal. Tetapi apa mau dikata. Mourinho tidak sekadar bicara, ia juga membuktikan kata katanya. Ia langsung membawa Chelsea menjadi juara liga utama Inggris. Dan London punya penguasa baru: Chelsea. Arsenal yang sudah sekian lama menjadi penguasa London menggeliat. Tetapi sejak Mourinho datang mereka tak pernah menang. Bahkan Chelsea pula yang menyingkirkan Arsenal ketika untuk pertama kalinya mereka masuk ke babak perempat final Piala Champions tahun 2003/2004. Kesumat kini membara setiap Arsenal bertemu dengan Chelsea. Persis seperti ketika Tottenham bertemu dengan Arsenal. Chelsea dianggap merebut hak pewahyuan (divine right) para dewa bola yang dimiliki Arsenal. Sebuah keakuan, kepemilikan wilayah, yang tersinggung. == *) Penulis adalah wartawan detikcom di London, pemerhati sepakbola khususnya Liga Inggris. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
