BANJARMASIN - Memalukan! Pemain Timnas U-17 yang diharapkan mampu 
mengangkat kembali prestasi sepak bola Indonesia malah melakukan 
perbuatan yang sangat tidak sportif.

Para pemain yang usianya berkisar 14-15 tahun tersebut melakukan 
pengeroyokan kepada wasit Pakhruddin dalam pertandingan melawan 
Persekaban Banjar di even Piala Gubernur 2005. 

Pada laga yang dilaksanakan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalsel, 
kemarin, Timnas U-17 akhirnya harus mengakui ketangguhan lawannya itu 
dengan skor 0-2 (0-0). Kerusuhan itu dipicu keputusan Pakhruddin yang 
memberikan hadiah penalti kepada Persekaban di menit ke-81. Selain 
itu, penjaga gawang Timnas U-17, Gary Angrana, juga diberikan kartu 
merah. 

Begitu pertandingan usai, Gary, yang kecewa setelah di berikan kartu 
merah, langsung lari ke tengah lapangan menyerang wasit. Sikap Gary 
ini memicu beberapa pemain lain untuk melakukan aksi serupa. Tanpa 
intruksi, beberapa pemain Timnas U-17 langsung mengejar wasit. Nah, 
kondisi ini membuat salah seorang penonton yang kesal atas sikap 
pemain Timnas U-17 turut masuk lapangan dari tribun penonton. Seorang 
penonton dengan membabi buta menyerang pemain Timnas U-17 dengan 
memukulkan benda yang ada di sekitarnya. Mendapat perlakukan begitu, 
pemain Timnas U-17 tak terima dan balik menyerang.

Suasana semakin tak terkendali. Sebagian pemain dan ofisial Timnas U-
17 menyerang penonton tersebut. Lainnya, mengejar wasit Pakhruddin. 

Wasit yang telah mendapatkan sertifikat wasit nasional tersebut tak 
ubahnya seperti orang teraniaya. Ia dikejar dan beberapa kali sempat 
terkena pukulan. 

Kondisi itu diperparah, lantaran aparat kepolisian Poltabes 
Banjarmasin yang jumlahnya terbatas tak bisa mengendalikan keadaan. 
Bentrokan pun terus terjadi dan dibiarkan seolah-olah tak bisa 
dihentikan.

Tercatat, dua kursi pengawas pertandingan (PP) dipukulkan silih 
berganti ke pemain Timnas U-17 oleh penonton. 

Suasana stadion semakin mencekam, karena ribuan penonton tak beranjak 
dari tribun. Selain mengepung para pemain Timnas U-17 dan Persekaban, 
penonton juga mencaci kepemimpinan wasit. Kondisi ini terjadi hingga 
30 menit.

Untungnya, suasana dapat terkendali. Manajer Timnas U-17, M. Iqbal 
Yudianoor, langsung mengambil inisiatif dengan alat pengeras suara 
meminta maaf atas insiden tersebut. Dihadapan ribuan penonton, Yudi 
mengaku minta maaf atas sikap pemain Timnas U-17. 

"Atas kejadian ini, saya sangat minta maaf. Insiden ini tak 
terpikirkan. Namun, semua terjadi akibat emosi pemain kami yang 
memang masih muda," terang Yudi.

Akibat bentrokan itu, beberapa pemain Timnas U-17 seperti Andry 
Dasmar, Benny, Aldi, Juan Sinae, Rachmat, Rizal mengalami luka dalam 
di kepala dan seluruh badannya akibat serangan penonton. Sementara 
itu, wasit Pakhruddin wajahnya terlihat babak belur akibat bogem 
mentah.

=== Arif Ikram ===
Milanisti Indonesia





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke