Liverpool-Everton: Sekandung tapi Tak Akur
Liza Arifin - detikSport 

   London - Suatu saat Mendiang Paus Yohanes Paulus II ditanya oleh 
petinggi gereja Liverpool klub di kota Liverpool mana yang 
didukungnya: Everton atau Liverpool?

Sambil tersenyum Paus yang gila bola itu menjawab pelan, "Mana saja 
yang kebetulan bermain bagus."

Petinggi gereja yang bertanya itu mengangguk dan balas 
tersenyum. "Anda sungguh bijak," katanya.

Ini bukan sebuah lelucon tetapi sebuah kejadian yang sungguh terjadi. 
Paus tahu persis mendukung salah satu klub di Liverpool akan 
menimbulkan persoalan besar bagi umat katolik di kota itu. 

Sengitnya permusuhan pendukung kedua klub ini memang tidak sekadar di 
lapangan rumput tetapi lebih dalam lagi ke persoalan identitas kita-
mereka. Dan Paus menghindarkan setiap kesan keberpihakan karena 
akibatnya bisa runyam.

Kota Liverpool adalah sebuah kota dengan konsentrasi penduduk 
keturunan Irlandia yang besar dan karenanya beragama Katolik. Mereka 
ini terpecah menjadi dua: kalau tidak pendukung Liverpool, pastilah 
pemihak Everton. Memang ada klub lain di kota Liverpool tetapi tidak 
sebesar keduanya dan tidak dengan sejarah yang sangat bertautan 
seperti kedua klub tersebut.

Everton lahir dari rahim Anfield, kandang Liverpool yang sekarang. 
Tetapi Liverpool tidak akan pernah ada kalau Everton tidak lahir 
terlebih dahulu di stadion itu. Kedua klub ini layaknya saudara 
kandung yang setelah dewasa berebut tanah warisan.

Everton dibentuk tahun 1878, dan memainkan pertandingan liga 
sepakbola pertamanya pada tanggal 8 September 1888 di Anfield, dan 
bahkan memenangkan kompetisi liga tahun 1891 saat masih bermarkas di 
sana.

Perselisihan dengan pemilik stadion yang sebetulnya juga salah 
seorang pengurus Everton mengenai harga sewa stadion di tahun 1892 
membuat Everton pindah ke Goodison Park, yang jaraknya tak lebih lima 
menit jalan kaki dari Anfield! Kedua stadion hanya dipisahkan oleh 
sebuah taman yang tak terlalu besar bernama Stanley Park.

Marah dengan keputusan dewan pengurus Everton, pemilik Anfield 
kemudian mendirikan klub sendiri. Pada awalnya ia mencoba membajak 
nama Everton tetapi tidak berhasil, maka lahirlah nama Liverpool. 
Tidak sekadar mengambil nama sebuah wilayah di kota Liverpool tetapi 
mengadopsi nama kota itu sendiri.

Maka lahirlah sejarah persaingan yang sangat panas, yang bahkan 
seorang Paus pun enggan untuk turut bersuara. Bisa dimengerti. 
Liverpool melawan Everton bukan sekadar persaingan perebutan wilayah 
dan kehormatan, tetapi hak menjadi anak kandung kota Liverpool. 
Seberapa sementara pun hak itu layak disandang.

Kalau Everton menang maka warna biru seperti menjadi nyawa kota 
Liverpool hingga kepertandingan berikutnya. Kalaulah Liverpool yang 
menang maka warna merah menjadi degup jantung kota itu. (a2s)







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke