Arsenal v Manchester United 
  
LONDON - Arsenal semakin berat untuk bersaing memburu gelar jawara Premier 
League musim ini. Semuanya tak lepas dari performa The Gunners sendiri yang 
masih labil. Buktinya ada pada tiga laga terakhir yang dilakoni tim besutan 
Arsene Wenger itu. Setelah menang di dua laga awal (atas Charlton dan 
Portsmouth), The Gunners dipaksa bermain imbang 0-0 dengan Aston Villa di laga 
terakhirnya akhir pekan lalu.

Dari raihan maksimal 9 angka, The Gunners hanya mendapat 7 poin. Meski belum 
mengibarkan bendera putih, kans merebut mahkota juara Premier League rasanya 
sudah tertutup untuk klub asal London itu. Betapa tidak, sejauh ini The Gunners 
sudah telah tertinggal 22 poin dari Chelsea. Belum lagi jika melihat begitu 
solidnya performa The Blues.

Tapi, kondisi ini tak lantas membuat Arsenal loyo melakoni lanjutan kompetisi. 
Apalagi saat mereka harus menjamu Manchester United di Stadion Highbury dini 
hari nanti (tayangan langsung TV 7 mulai pukul 02.45 WIB). 

Peluang mengejar Chelsea boleh kecil, tapi meladeni United akan selalu membakar 
semangat Thierry Henry dkk. Laga ini lebih dari sekadar menang atau kalah. Tapi 
ada gengsi yang dipertaruhkan. Arsenal tentu tak mau mendapat malu di hadapan 
soporternya.

Bagi tuan rumah, duel lawan United tak ubahnya sebagai kompor pemanas yang siap 
menghangatkan kembali semangat mereka untuk bersaing memburu gelar. Kemenangan 
atas Setan Merah akan memberikan dampak yang luar biasa bagi Arsenal. 

"Kami memang harus berpikir obyektif dengan peluang kami merebut mahkota juara. 
Tapi masih ada 19 pertandingan yang tersisa. Dan dalam tiga laga terakhir kami 
selalu mendapatkan poin," kata Wenger seperti dilansir Sportinglife.

"Kami harus tetap menjaga spirit permainan. Kami harus bisa tampil lagi di Liga 
Champions musim depan. Karena itu, minimal kami harus bisa menembus posisi 
empat besar di akhir musim. Itu sebabnya kami harus bermain dengan spirit yang 
lebih tinggi lagi," sambung pelatih asal Prancis itu. 

The Gunners beruntung karena kal ini United terancam kehilangan beberapa pemain 
pilar mereka. Gelandang Paul Scholes menderita migraine (sakit kepala sebelah), 
sementara Alan Smith menghadapi keluhan infeksi paru-paru. Di lini belakang, 
Wes Brown masih dibekap cedera paha. 

Tapi, Arsenal jangan keburu senang dengan kondisi itu. Sebab, absennya mereka 
tak mempengaruhi kekuatan United. Itu dibuktikan dengan kemenangan telak 4-1 
atas Bolton akhir pekan lalu. 

"Pertemuan kami lawan Arsenal selalu menjadi partai big match. Ini akan menjadi 
partai yang ketat untuk kedua tim yang sama-sama memburu kemenangan," cetus 
Gary Neville, kapten tim United. 

Ruud van Nistelrooy yang Sabtu lalu hanya duduk di bangku cadangan, punya 
ambisi khusus dalam laga kali ini. Ruudtje masih kecewa dengan tuduhan Wenger 
yang menganggapnya hanya bersandiwara ketika dilanggar di kotak terlarang saat 
United menjamu Arsenal pada September 2003 lalu. 

"Ada banyak insiden dalam beberapa tahun terakhir. Ini yang membuat temperatur 
laga lawan Arsenal selalu panas. Tapi, tak bisa dipungkiri kalau saya senang 
bisa mengalahkan Arsenal," kata Ruudtje. (bas) 


PERKIRAAN PEMAIN

Arsenal (4-4-2): 1-Lehmann (g); 12-Lauren, 23-Campbell, 28-Toure, 18-Cygan; 
18-Ljungberg, 13-Hleb, 16-Flamini, 15-Fabregas; 11-Van Persie, 14-Henry 
Pelatih: Arsene Wenger 

Manchester United (4-4-2): 19-Van der Sar (g); 2-Gary Neville, 5-Ferdinand, 
27-Silvestre, 23-Richardson; 7-Ronaldo, 24-Fletcher, 22-O’Shea, 11-Giggs; 
10-Nistelrooy, 8-Rooney
Pelatih: Alex Ferguson 

HEAD TO HEAD
21-05-2005 Arsenal v United 0-0 (Piala FA) 
01-02-2005 Arsenal v United 2-4 (Premiership) 
01-12-2004 United v Arsenal 1-0 (Piala Carling) 
24-10-2004 United v Arsenal 2-0 (Premiership) 
08-08-2004 Arsenal v United 3-1 (Community Shield) 
03-04-2004 Arsenal v United 0-1 (Piala FA)
28-03-2004 Arsenal v United 1-1 (Premiership) 
21-09-2003 United v Arsenal 0-0 (Premiership) 
10-08-2003 United v Arsenal 1-1 (Community Shield) 
16-04-2003 Arsenal v United 2-2 (Premiership)

  -----------------------------------------------------------------------
   
  Big Match tanpa Provokator 

  BIG match Arsenal kontra Manchester United dinihari nanti boleh dibilang 
hanya seru di lapangan. Tak ada lagi psy war, intrik, dan perang mulut antara 
kedua manajaer: Arsene Wenger dan Alex Ferguson. Mengapa duel akbar kedua 
raksasa Inggris ini berubah tenang dan adem-adem saja?

Saat ini hubungan Arsene Wenger dan Ferguson memang tak sepanas dulu. 
Perseteruan abadi keduanya tak lagi mendominasi berita gosip di halaman media. 
Ini lantaran dalam dua musim terakhir muncul aktor baru yang bernama Jose 
Mourinho. Manajer Chelsea ini kerap menyerang privasi kedua pelatih top Premier 
League tersebut. 

Kini, Wenger dan Fergie jarang terlibat perang kata-kata lantaran energi mereka 
lebih tersedot untuk meladeni psywar yang dilancarkan Mourinho. Meredanya 
ketegangan hubungan Fergie dan Wenger terlihat jelang duel di Highbury dinihari 
nanti. Tak ada kalimat permusuhan dan komentar pedas yang dilontarkan di media 
di Inggris. 

Tak hanya faktor Mourinho. Atmosfir Highbury lebih adem juga lantaran aktor 
yang kerap bertindak sebagai provokator telah meninggalkan klubnya 
masing-masing. Roy Keane sudah hengkang ke Glasgow Celtic. Patrick Vieira 
bergabung Juventus. Baik Vieira dan Keane dulu adalah kapten tim yang kerap 
terlibat bentrok di lapangan. 

"Ini memang akan menjadi sesuatu yang baru, di mana dua tim bertemu tanpa 
melibatkan Vieira dan Keane. Barangkali, ini akan menjadi pertanda laga bakal 
berjalan lebih tenang dan dingin," papar Freddie Ljungberg, gelandang Arsenal 
kepada Sky Sports. 

"Tapi, laga lawan United adalah pertandingan spesial. Ada fakta historis yang 
mengiringi pertemuan kami lawan mereka. Ada alasan yang kuat bahwa Anda tampil 
di pertandingan besar dan itu patut diperhitungkan," tukasnya. 

Ljungberg berharap rekan-rekannya melupakan masa lalu pertemuan yang kerap 
diwarnai ketegangan. Dia meminta Arsenal lebih fokus menyongsong tahun baru 
dengan semangat yang baru pula. 

"Kami harus berlari lebih kencang. Jika kami dinaungi keberuntungan, mungkin 
kami bisa mengawali laga dengan baik dan bermain dengan baik. Tak ada yang 
berpikir bahwa kami akan menembus posisi empat besar. Saya telah bergabung 
Arsenal tujuh tahun. Selama itu kami selalu tampil di Liga Champions," ujarnya. 

Musim lalu United berhasil memetik kemenangan 4-2 di Highbury. Di Old Trafford, 
United juga menang 2-0 yang sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Arsenal 
dalam 49 laga. Nah, kekalahan 0-2 di Old Trafford tersebut diwarnai ketegangan 
antarpemain dan pelatih kedua tim. Peristiwa itu kemudian dinamakan Battle of 
the Buffet. Saat itu Ferguson sempat dilempar pizza ketika memasuki terowongan 
kamar ganti. 

Sebelumnya, pada September 2003, para pemain Arsenal menuduh Ruud van 
Nistelrooy hanya berakting ketika berbenturan dengan Patrick Vieira. Akibat 
ulah Nistelrooy yang dianggap berpura-pura jatuh, Vieira harus diganjar kartu 
merah. (bas)







                             
   
    










                
---------------------------------
 Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke