Jumat, 24 Februari 2006
Laporan firma Deloitte & Touche yang menempatkan Real Madrid sebagai klub
terkaya dunia tahun 2005 akhirnya seperti ikut membuka berkas lama klub
Spanyol ini tentang pembelian David Robert Joseph Beckham pada tahun 2003.
Sebuah berkas yang pernah menuai kritik sebagai simbol kerakusan sang
presiden Florentino Perez dan politisasi orang-orang Madrid demi
mengacaukan ambisi seteru abadi, FC Barcelona.
Berkas yang juga membingungkan secara teknis karena di daerah operasi kanan
Madrid telah terisi Luis Figo. Gelandang yang lebih komplet ketimbang
Beckham yang praktis hanya punya tendangan lengkung.
Berkas lama itu kini telah menjawab. Tak perlu melankolis bila pada
kenyataannya selama dua tahun ini Madrid belum menambah satu pun koleksi
trofinya. Sosok Beckham cenderung lebih mengacu pada rancangan bisnis
ketimbang eksploitasi keterampilan.
Inilah konkretnya, Madrid kini berada di puncak dunia sebagai klub dengan
pendapatan tertinggi, menggeser klub lama Beckham, Manchester United (MU),
yang menguasai peringkat teratas selama delapan tahun terakhir. Madrid
meraup pendapatan 186,2 juta poundsterling, hampir 20 juta poundsterling di
atas pendapatan MU.
Dan Jones dari sport business Deloitte menunjuk satu hal: figur Beckham.
"Imbas dia sebagai pesepak bola terkenal di dunia ternyata luar biasa.
Selama dua tahun terakhir pendapatan Madrid terdongkrak pada sisi
komersialisasi dan merchandise ketimbang pertandingan dan siaran televisi.
Beckham adalah faktor terpenting," kata Jones.
Sejak Beckham tiba di Madrid, penjualan barang-barang komersial klub ini
melesat dari 45,8 juta pound menjadi 83,7 juta pound. Pendapatan itu 60
persennya diperoleh dari replika seragam dan pernak-pernik yang terjual di
luar Spanyol.
Lima tahun silam, 80 sampai 90 persen pendapatan dari penjualan merchandise
dan pernik Madrid berasal dari dalam negeri. Beckham adalah pintu bagi
Madrid menggoyang pasar Asia dan sekarang pasar Amerika. MU butuh otot yang
kuat untuk menghadapi serangan ini.
Sebuah pertanyaan, bukankah sebelum Beckham datang Madrid sudah berlabel
Los Galacticos karena bermuatan pemain sekaliber Ronaldo, Luis Figo,
Zinedine Zidane, Raul Gonzalez, Fernando Morientes, atau Roberto Carlos?
Beckham merupakan kekecualian. Lelaki kelahiran Leytonstone, London, pada 2
Mei 1975 ini mungkin telah menjadi standar narsisme internasional. Seorang
ikon metroseksual yang tidak dimiliki bintang lain di muka bumi ini.
Dalam satu penelitian dari Universitas Warwick menyebutkan bahwa kapten
Inggris ini telah merevolusi konsep pria modern. Sosiolog Dr Andrew Parker
mengatakan, meski sedang menggendong anak, memakai sarung untuk kencan,
memasang bando di rambutnya, atau bercat kuku merah muda, Beckham tetap
menebarkan citra maskulin.
"Dia adalah seorang suami yang penuh perhatian, ayah yang penuh kasih
sayang, dan seorang pesepak bola yang fantastis. Dia adalah indikator
sebuah perubahan budaya," kata Andrew Parker.
Bagi industri iklan, nilai endorsement alias keabsahannya melebihi siapa
pun. Beckham telah menjadi idola terhebat tentang gaya hidup konsumtif
seorang lelaki.
Sir Alex Ferguson
Madrid senang, sedangkan direksi MU yang kini dikuasai keluarga Malcolm
Glazer terjangkit kejengkelan. Ketika sektor broadcasting dan barang
komersial Madrid menyumbang 32 persen dan 45 persen pada kasnya, kedua
sektor ini hanya menyetor 29 persen pada pundi MU.
Satu-satunya yang bisa diandalkan MU hanya dari sektor tiket pertandingan
yang menyumbang 42 persen, mengungguli Madrid yang cuma meraup 23 persen.
Namun, bagi Frank Malley, ekonom dari kota Manchester, Madrid disebutnya
jelas- jelas telah dengan telak mencuri pendapatan MU lewat Beckham
"Bila jaringan Channel Four menempatkan keputusan Manajer Sir Alex Ferguson
menjual Beckham dalam daftar 100 keputusan bisnis terburuk, kini telah
terbukti. Maka, bila ada yang harus disalahkan, dia adalah Sir Alex,"
ujarnya. Kok Sir Alex?
Sir Alex terkenal sebagai manusia puritan. Dalam artian terbiasa hidup pada
satu fokus dan untuk memelihara sebuah ambisi ia terkesan ngotot, otoriter,
dan keras sehingga tidak suka pemain yang neko-neko, apalagi berdekatan
dengan keglamoran selebritas.
Nyatanya Beckham adalah selebritas Inggris dan dunia, yang kian populer
dengan beristri biduan Spice Girl, Victoria Adams. Sudah lama ia mengeluh
tentang status selebritas Beckham, yang dianggap hanya membuatnya lelah.
"Gaya hidup Beckham terlihat senang dan saya tidak tahu bagaimana dia
menjalaninya. Saya juga tidak tahu apakah sebenarnya dia bisa menjalani
gaya hidup itu, di mana setiap menit perhatian tertuju kepadanya," kata Sir
Alex suatu ketika.
Di mata Sir Alex, Beckham telah membentuk dirinya sendiri dan faktor
subyektif tak bisa terhindarkan. Baginya, Beckham telah menjadi masalah
pada kepuritannya.
September 1999 diyakini sebagai keretakan pertama antara Beckham dan Sir
Alex. Beckham didenda karena menghadiri sebuah peragaan busana dengan
bandana di kepalanya pada malam sebelum pertandingan Liga Champions.
Februari 2000 terungkap lagi keretakan. Beckham mangkir dari latihan dengan
alasan anaknya, Brooklyn, sakit. Namun, Sir Alex menyaksikan dalam foto
disebuah surat kabar Beckham bersama Victoria tengah shopping pada hari
mangkir latihan.
Ketika Beckham kembali ke latihan keesokan harinya, di depan pemain-pemain
lain, Sir Alex mengirim Beckham pulang. Beckham juga tidak dipasang saat
bertemu Leeds United. Padahal, itu adalah pertandingan penting buat MU.
Kisah sepatu yang mampir ke pelipis Beckham karena ditendang Sir Alex tanpa
sengaja saat marah menyusul kekalahan MU atas Arsenal di ajang Piala FA
menjadi akhir segalanya. Tak lama, Beckham pun dilego.
Keputusan yang mendapat kecaman. Manajer Leicester City Micky Adams
menyatakan, gaya konfrontasi ala Sir Alex sudah kuno dan harus dilenyapkan
dari sepak bola modern. "Kami bisa tahu sekarang bahwa manajer Arsenal dan
Liverpool lebih modern dalam melakukan pendekatan. Apa yang terjadi di
United sangat disayangkan karena mereka bisa tersingkir sebagai klub besar
di dunia."
Bahkan, striker FC Porto, Benny McCarthy, pernah dengan bijak berujar bahwa
MU benar- benar telah melakukan kesalahan dengan menjual Beckham.
"Keputusan yang tidak populer. United telah menciptakan lubang besar.
Namun, yang terpenting tidak seorang lawan pun kini merasa terintimidasi
lagi ketika datang ke Old Trafford. Suasananya akan sangat berbeda bila
Beckham masih di United," katanya sesaat setelah mengandaskan MU di ajang
Liga Champions 2004.
Sebuah pesan yang mengatakan tempat Beckham sebenarnya adalah di MU. Lebih
dalam lagi pesan itu menyatakan, bila Anda seorang manajer yang hidup di
klub besar, jangan pernah mengambil keputusan hanya karena ego.
Dedi Rinaldi
Wartawan Bolavaganza
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/