Messi, si Penyihir Kecil
 
MESSI CEMERLANG: Bintang Barcelona Lionel Messi (kuning) terjatuh 
setelah bersenggolan dengan kapten Chelsea John Terry pada laga 
pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa di Stamford Bridge 
London, kemarin. Messi tampil cemerlang dalam duel itu. (31)  
 
LONDON - Kalau saja Manajer Chelsea Jose Mourinho tak sedang emosi, 
mungkin dia tidak akan sungkan-sungkan mengomentari permainan 
Lionel ''Leo'' Messi yang menakjubkan. Bintang Barcelona asal 
Argentina ini tampil seperti seorang penyihir kecil.

Sayang, ucapan yang terlontar dari mulut Mourinho bernada miring. Dia 
mengecam keras gaya Messi yang dianggap terlalu dibuat-buat ketika 
ditabrak Asier del Horno. Pada laga pertama babak 16 besar Liga 
Champions Eropa di Stamford Bridge London, Kamis dini hari WIB itu, 
Chelsea ditundukkan Barca 1-2.

"Apa bahasa Catalan untuk 'menipu'? Barcelona adalah sebuah kota yang 
di dalamnya terdapat banyak teater. Anak ini sudah belajar dengan 
sangat baik. Dia belajar akting," begitu Mourinho menyebut Messi.

Aksi Del Horno mengasari Messi membuat bek kiri asal Spanyol itu 
diganjar kartu merah oleh wasit Terje Hauge (Norwegia). Del Horno 
harus out pada menit ke-37.

Chelsea memimpin lewat gol bunuh diri Thiago Motta pada menit ke-59. 
Barca menyamakan kedudukan melalui bunuh diri John Terry pada menit 
ke-71. Samuel Eto'o menentukan kemenangan klub Spanyol ini di menit 
ke-80.

Soal kecaman itu mungkin urusan lain, seperti halnya anak buah 
Mourinho bernama Arjen Robben yang menjadi "terpidana" dalam kasus 
aktingnya tatkala "disentuh" kiper Liverpool Jose Reina. Setiap 
pemain pasti pernah melakukan kesalahan, tapi terkadang itu bisa 
dilepaskan dari kemampuan teknis.

Pada pertarungan sengit itu suporter The Blues terus membuat 
koor "Uu..." setiap kali Messi menyentuh bola. Namun buat John Terry 
cs di lapangan, setiap kali Messi menguasai bola, itu membikin mereka 
waswas.

Pemain sayap kanan bertubuh kecil ini sering menebar serangan 
berbahaya ke jantung pertahanan Chelsea. Karena badannya yang kecil 
tapi liat itu, bek-bek lawan tak mudah untuk mengikatnya erat-erat. 
Bersama Ronaldinho, Messi menjadi ''roh'' Barca selama dua kali 45 
menit.

Titisan Maradona

Messi bukan penyerang sekokoh Jan Koeller, tapi juga tak secengeng 
Pippo Inzaghi. Dia juga bukan tipikal striker oportunis seperti Ruud 
van Nistelrooy. Dia seorang forward yang tak menunggu bola 
menghampiri dirinya, melainkan menyuguhkan itu buat dirinya sendiri 
atau tandemnya di lini depan. 

Banyak orang menyebut Messi sebagai titisan Diego Maradona. Bahkan, 
maestro sepak bola Argentina itu mengakui bakat besar yang ada pada 
diri pemuda berusia 18 tahun tersebut.

"Anak ini akan jadi salah satu pemain terbaik di dunia," tutur 
Maradona.

Lahir di Rosario, Argentina, pada 24 Juni 1987, Messi mulai bermain 
pada usia lima tahun dan pernah disekolahkan di akademi Newell's Old 
Boys. Namun dia punya masalah pada hormon sehingga perkembangan 
fisiknya tak berjalan seperti yang diharapkan.

Keluarganya lalu berimigrasi ke Spanyol demi mencari pekerjaan baru 
agar memperoleh tambahan penghasilan untuk pengobatan si anak. Di 
Negeri Matador, Messi kecil tetap mengasah kemampuannya mengolah si 
kulit bundar.

Pada usia 13 tahun, seorang pemandu bakat Barcelona menangkap 
talentanya. Messi lalu dikontrak untuk menimba ilmu di akademi El 
Barca. Tagihan pengobatannya pun menjadi tanggungan klub Catalan 
tersebut.

Tentang keistimewaan Messi, terutama kemampuannya mengontrol dan 
mendribel bola, mantan pelatihnya, Enrique Dominguez, pernah 
berujar, "Dia bisa melakukan apa saja dengan bola dan menentang hukum-
hukum fisik. Satu-satunya orang yang pernah kulihat melakukan itu 
adalah Diego Maradona."

Selain skill, Messi punya kemiripan lain dengan pahlawan Tim Tango 
pada saat menjuarai Piala Dunia 1986 itu. Tubuhnya tergolong pendek 
untuk ukuran Eropa, hanya 169 cm (lebih tinggi empat centi meter dari 
Maradona). Bedanya, berat badan Maradona jauh lebih berat.

Termuda Ketiga

Debut resmi Messi di tim senior Barca terjadi pada 16 Oktober 2004 
tatkala menghadapi Espanyol di Stadion Olimpiade. Momen itu 
menjadikannya sebagai pemain termuda ketiga yang pernah bermain untuk 
Barcelona dalam usia 17 tahun tiga bulan dan 23 hari.

Pada Juni tahun lalu, manajemen Barca semakin yakin dengan potensi 
dan kemampuan Messi. Selain diresmikan sebagai anggota reguler tim 
inti, dia diberi kontrak baru yang konon berlaku hingga 2014.

Hak kepemilikan Barca pada Messi baru bisa runtuh jika ada klub yang 
menawar pemain itu sebesar 10 juta pound (sekitar Rp 2,4 triliun).

Messi juga sudah menorehkan prestasi membanggakan di level 
internasional. Di Piala Dunia Yunior 2005, dia mengantarkan Argentina 
sebagai juara dan meraih gelar pemain terbaik plus top scorer dengan 
enam gol.

Pada Agustus 2005, dia melakoni debutnya di tim nasional (timnas) 
senior melawan Hongaria. Namun baru 90 detik masuk lapangan, dia 
diberi kartu merah karena dianggap menyikut pemain lawan.

Pada awal tahun ini Messi menerima penghargaan bola emas dari majalah 
olahraga terkemuka di Italia, TuttoSport. Kategori yang dia menangkan 
adalah pemain muda (U-21) terbaik di Eropa 2005. (rtr,A7,dtc-31) 






HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke