Dari Milis tetangga sebelah. miris juga nih
mosaic <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ini buat direnungkan.
SAYA MALU DAN MENYESAL JADI WARGA NEGARA RI Kamis,12/29/2005
4:59:06 PM
Sumber : Poskota Online
-Jakarta Kronologisnya sbb :
Saya dapat calling visa tgl 09 November 2005 di kirim oleh Qatar Petroleum
Company ke Padang Berangkat ke JKT naik Bus dan mengurus konfirmasi
keberangkatan tgl 16 November 05 di Gulf Air. untuk berangkat 30 November 2005.
Dengan modal calling visa dan PTA (paid advance ticket) Gulf Air memberikan
ticket dan confirm keberangkatan kepada saya. Tgl 18 November 05 saya ke
Bandara Sukarno Hatta jam 11 malam dengan membawa : calling visa, ticket, kartu
Depnaker Padang. Bagian ticketing tidak mau mengeluarkan boarding pass dan
meminta saya untuk menghadap ke Depnaker Bandara lantai-II. Sebelumnya saya
dipanggil oleh SATPAM Bandara dan Polisi, meminta dan melihat passport saya,
dia menanyakan apakah anda teroris keluar negeri ?. Saya jawab tidak, dia
lanjut tanya kenapa keluar negeri, saya jawab hidup susah dinegeri sendiri.
Anda harus memiliki surat bebas teroris. Saya taya dimana mengurusnya, urus
didaerah masing-masing Pada waktu jumpa saya dengan petugas Depnaker Bandara
saya
dinyatakan tidak bisa berangkat dan diminta menghadap ke Depnaker Ciracas
Jakarta esok Tgl 19 November 2005 saya pergi dan menghadap Depnaker Ciracas,
nama petugas TURIMAN (bgn registrasi). Membeli materai RP 6000, isi formulir
(surat pernyataan penduduk luar negeri / urus perjanjian kerja sendiri) dan
menyerahkan kembali kebapak ke Turiman. Oleh pak Turiman saya diminta
mengahadap bapak HARIYANTO NIP : 160047115 (an. KASUBDIT PENYEDIAAN PENEMPATAN
DAN KERJASAMA KAWASAN II, KASI PENEMPATAN DAN KERJASAMA). Sebelum menghadap,
Satpam marah-marah dan mencegat saya tidak dibolehkan menghadap pak HARIYANTO.
Namun saya berusaha masuk dan dan dapat menemui bapak Hariyanto pada saat
SATPAM lengah sibuk melayani calo-calo PJTKI karena saya menyaksikan calo tsb
memberikan uang RP 50.000 kepada SATPAM tsb. Pada pertemuan bapak Hariyanto
beliau minta surat agreement kerja dan calling visa dan kartu Depnaker dari
Padang. Saya serahkankan calling visa saja, selain itu saya tidak punya. Walau
saya telah mencoba memohon agar Rekom Depnaker diberikan . Tapi pak Hariyanto
tidak meberikan surat Rekom tsb. Saya diusir keluar untuk mengurus kontrak
kerja dengan majikan di Qatar dan meminta surat (kartu kuning / surat pencari
kerja Depnaker dari Padang. Diluar diruang informasi saya dipanggil SATPAM
(Sugianto, telpon 081585248501) bersama para calo-calo sekitar 6 orang, salah
satu namanya IRWAN, no telpon : 08176712652, katanya kalau mau selesai Rekom
bayar RP 3.000.000 tanpa persyaratan surat REKOM Depnaker bisa keluar. Karena
saya tidak punya uang, saya tidak mampu membayar. Saya kembali lagi ke Padang
naik bus selama 4 hari (PP) dan kembali ke JKT Tgl 23 November 2005, di Padang
saya berhutang sama tetangga RP 1.500.000 Kemudian menghadap lagi ke bapak
Turiman Depnaker Ciracas dengan membawa agreement contrak yang baru saja di fax
dari Qatar dan kartu Depnaker Padang, membeli lagi materai RP 6000 dan mengisi
lagi formulir. Oleh pak Turiman saya disuruh menghadap bapak
Hariyanto lagi. Saya serahkan surat yang diminta sebelumnya, namun Rekom
Depnaker juga tidak diberikan, diminta lagi agar kontrak kerja di legalisir
oleh KBRI di Qatar, juga surat kontrak asli yang telah dilegalisir oleh KBRI
Qatar. Biaya saya telah habis, sedang Rekom belum juga keluar. Saya telah
benar-banar kesal keinginan membunuh dalam hati muncul sambil keluar terus air
mata kekesalan saya, dan SATPAM (pakai topi haji) mencemooh saya dan berkata
serahkan saja RP 2.000.000 kedia urusan bisa selesai, aman dan lancar. Sedang
saya tidak punya biaya sebesar yang diminta. Tgl 26 November 2005 saya
kembali lagi ke Padang untuk mencari uang dan sambil menghilangkan rasa kesal,
sedih, sakit hari, marah. Di Padang saya jual emas orang tua (paun rupiah emas)
laku RP 2.550.000. Kembali lagi ke JKT kali yang ke III, menghadap lagi pak
Hariyanto dengan membawa surat copy kontrak kerja yang disahkan oleh Labor Dept
Qatar, kartu Depnaker Padang, calling visa. Oleh pak Hariyanto juga tidak
mau mengeluarkan Rekom Depnaker. Lantas saya keluar, nampak sama pak Turiman
saya dipanggil dan saya disuruh menghadap kantor Depnaker Pusat Jln Gatot
Subroto lantai-6 menghubungi bapak Triadi. Saya kesana ketemu degan bapak
Triadi, saya serahkan semua surat yang saya miliki. Jam 3.05 sore tgl 26
November 2005. Saya disuruh mnghadap kembali pak Triadi besok. Pagi tgl 27
November 05, pak Triadi tidak ditempat. Saya menungu diruang tunggu selama 5
jam mulai 8.00 s/d 12 siang. Jam 12. pak Traidi datang disuruh saya photo copy
seluruh surat-surat. Saya serahkan copy, saya disuruh pulang dan diminta datang
lagi besok pagi. Tgl 28 pagi jam 11 saya tiba dikantor Depnaker pusat jln gatot
Subroto menghadap lagi bapak Triadi. Saya disuruh menunggu karena surat-surat
banyak s/d jam 4.00 sore. Saya disuruh pulang dan datang lagi besok tgl 29
November 05. Tgl 29 datang lagi jam 9.00 pagi, disuruh membayar / stor bank BRI
Jln. Ampang sebesar 15 USD. Naik ojeck ke jln Ampang, dan bayar 15 USD. Jam
11.00 selesai pembayaran. Kembali lagi ke bapak Triadi lantai 6, serahkan
surat bukti pembayaran BRI 15 USD. Saya disuruh pulang karana atasannya yang
menanda tangani surat syarat-syarat Rekom sedang rapat. Tgl 30 November 05
kembali ke Depnaker Gatot Subroto, tiba 10.00 pagi, jam 1.00 siang baru
diberikan berkas surat (dalam amvelop tertutup, tidak tahu apa isinya) disuruh
bawa ke Depnaker Ciracas untuk mendapatkan Rekom tsb. Di kantor Depnaker Gatot
Subroto sangat terkesan saya petugas acuh tak acuh dan tidak mau melayani
urusan perorangan, kecuali PJTKI atau calo-calo. Tgl 01 Desember 2005 saya
kembali Depnaker Ciracas menghapap bapak Turiman, isi lagi formulir dan beli
lagi materai RP 6000 dan membayar Jamsostek 40 USD dan menyerah amvelop
tertutup ke pak Turiman. Surat formulir baru diserahkan kepada pak Hariyanto
dan menunggu s.d jam 6.00 sore. Pada jam 6.00 sore ini baru saya diberikan
surat Rekom yang sebenarnya setelah urusan 12 hari pengurusan. Tgl 12
Desember 2005
berangkat ke Bandara Sukarno Hatta dengan mambawa ticket, passport dan rekom
Depanker. Dibandara surat REKOM Depnaker sama sekali tidak ditanyakan sampai
saya saya tiba di Qatar. Doha-Qatar, 14 Desember 2005. Assalamualaikum
waramatullahi wabarakatuh,
---------------------------------
Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/