Mas Samuel, kerusuhan terjadi sebelum partai final, belum kick off. Saya udah
cukup umur kok waktu itu buat nonton di TVRI....hehehe...adu tua nih ama Mas
Samuel...
Harusnya memang partai final itu gak usah dipertandingkan, suasana udah muram
kayak gitu, pemain juga udah pada "down". Liverpool akhirnya kalah 0-1 dari
pinalti Platini. saya kira pertandingan dimulai mungkin dengan pertimbangan
untuk menghindarkan kerusuhan lebih parah.
tapi sekali lagi, kalo terus2an menjadikan Heysel sebagai stigma negatif bagi
Liverpool, itu gak adil Mas. Banyak penyebab terjadinya tragedi ini, gak cuma
"kebuasan para kuli pelabuhan" seperti kata Mas Samuel...,jangan keras2 donk
kalo kasih generalisasi, kuli juga manusia biasa lho, banyak yg lembut kok
hatinya...hehehe....banyak kok yg bukan kuli yang kelakuannya juga buas, iya
nggak???
yang penting liat fans LFC sekarang donk, secara umum khan baik2, ya nggak?
masa lalu boleh dijadikan pelajaran, jadi bahan referensi, tapi jangan juga
terperangkap masa lalu. Lihat jugalah sumbangan LFC bagi sepakbola, terutama,
sepakbola Inggris. okey brur, mudah2an gak panas, Peace!
-OMAR-
Samuel Rismana S <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
*** hm...jadi nostalgia lagi, nonton di tv 14" politron warna
putih di kamar sendirian sambil merem melek menyaksikan final
Champions LFC Vs Juventus, sampai akhirnya terjadi kerusuhan
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/