mudah2an semua fans bisa sedewasa anda hehehe :)
jadi intinya jangan memaksakan kepada orang lain untuk mencintai tim 
yang kita suka
orang punya pendapat pribadi dalam menyukai suatu tim
jadi glory hunter juga sah2 aja dan itu hak seseorang untuk tidak 
mencintai suatu tim seutuhnya..
justru biasanya yang berpandangan pendek adalah yang tidak menerima 
perbedaan


Salam
Mokhan

--- In [email protected], Liverbird <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dulu waktu saya masih kecil keluarga saya gak begitu fortunate 
kondisinya jadi yang namanya koran dan tivi blom ada dirumah saya. 
Bukan berarti informasi tertutup sama sekali.
>   Era tahun 80-an, seingat saya yang berjaya waktu itu adalah 
Liverpool dan Juve (CMIIW). Ya namanya masih kecil, nama2 pemaen saya 
gak ngeh satu per satu. Lain dengan anak2 kecil jaman sekarang yang 
dimanja dengan segala informasi dan media.
>   Kalo ditanya kapan tepatnya menjadi fans Liverpool, saya tidak 
tahu. Tetapi semenjak waktu kecil itu saya seneng sekali kalo denger 
yang namanya Liverpool, seneng mengikuti berita dan cerita soal 
Liverpool. Inget bapak saya cerita kehebatan John Barnes dan Ian Rush.
>   Informasi tentang Liverpool FC lebih bagus saya terima dijaman 
Fowler, Owen, Macca, Redknapp, McAteer, David James, Stand Collymore, 
Paul Ince, Titi Camara... Bagaimana jagonya Fowler bikin gol, 
bagaimana doi bisa bikin hattrick, bagaimana bisa bikin gol dan gol 
lagi dan gol lagi.
>    
>   Era AC Milan dengan trio Belandanya setelah trio ini membawa 
Belanda juara Eropa. Banyak yang demam bola n ngefans sama Basten, 
Gullit n Rikjaard. Era 90-an MU menjajah Inggris n Eropa dengan 
Beckham, Giggsy, Scholes, Neville bersaudara, Butt, Cantona. Siapa 
sih yang gak kenal mereka? Anak2 kecilpun tahu.
>    
>   Tapi maaf, gempita mereka tidak bisa membuat perhatian saya 
beralih dari Liverpool FC.
> 
>    
>   Menjadi pendukung Liverpool tidak mudah, karena Liverpool 
mempunyai penyakit kronis inkonsistensi. Makanya ada jargon, yang 
konsisten di Liverpool adalah inkonsistensi. Hari ini bahagia, besok 
sedih. Perasaan dan mood bisa naik turun gak keruan. Bahkan saya 
sendiri tidak bisa mempunyai perasaan yakin kalo Liverpool bakalan 
menang disatu pertandingan walaupun melawan yang dilihat diklasemen 
dibawah Pool. Apakah itu akan merubah hati ke klub lain? Oh tidak.
>   Menjadi fans Liverpool bisa jadi orang yang terlatih untuk sabar, 
sabar untuk menunggu dan mencintai dengan segala suasana hati.
>    
>   Menang di Istanbul, gak salah kalo uforia itu luar biasa dasyat 
setalah menunggu sekian lama. Menang atas MU di FA setelah 85 tahun, 
gak bisa digambarkan jubile-nya.
>    
>   Sekarang bersama Rafa dengan Rafalutionnya, fans Liverpool bisa 
menjadi lebih pede utk menikmati setiap game bahkan saya melawan tim2 
kuat dari Manchaster maupun London. Tim ini dibangun dengan kekuatan 
tim, bukan kekuatan rubel.
>    
>   Jadi, saya sangat bangga menjadi fans Liverpool FC. Menjadi 
bagian dari Big Reds Indonesia.
>    
>   You'll Never Walk Alone
>   Liverbird
>    







HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke