Haaalllaaaahhhhhhhhh........
Males baca alasan yang kaya gini, basi dan bau busuk.

Ada yang punya email Bary Sihotang ngak?
Gw cuma mau tanya dikit doang.
Kalo dia jadi atasan, trus ada bawahannya yang kasih alasan kayak 
gt, dia bisa terima ngak???

2 JEMPOL KEBAWAH pantas buat Bung Bary Sihotang!!!

Sedikit Kompor nih.
Kok Persipura dan Arema adem ayem aja yah. Coba kalo yang ngalami 
Persija, gw rasa orang2 yang bikin gagal ini bakal digebukin rame2 
sama Pengurus Jakmania (IGK Manila dan Sutiyoso bakal bawa golok) 
dan gedungnya bakal hancur lebur babak belur.

Tau gini, mending Persija aja yang juara, ketauan bakal rame nonton 
Champion asia.




--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> ----- Forwarded by Meidian Abraham/JJ0320/JOC/ID on 03/03/2006 
09:20 AM 
> -----
> 
> Barry Sihotang Angkat Suara
> Salomo Sihombing - detikSport 
> 
> 
> Jakarta - Kasus pencoretan Arema Malang dan Persipura dari 
kompetisi Liga 
> Champions Asia semakin mengkristal. Namun hingga kini belum 
seorang pun 
> dari PSSI memberikan penjelasan secara terbuka dan lengkap kepada 
umum 
> tentang pokok permasalahan tersebut. 
> 
> Sekjen PSSI Nugraha Besoes pekan lalu hanya menyatakan bahwa 
dicoretnya 
> Arema dan Persipura merupakan kesalahan PSSI. Selanjutnya PSSI 
menyatakan 
> sedang berusaha melakukan pendekatan dengan Arema dan Persipura.
> 
> Sesungguhnya, siapa yang harus bertanggung jawab? Sejauh ini nama 
yang 
> paling sering disebut media adalah Barry karena dia adalah pihak 
yang 
> menerima titipan pendaftaran dari Arema dan Persipura. 
> 
> Merasa tudingan meruncing padanya, Barry akhirnya memberikan 
penjelasan. 
> Klarifikasi tertulis itu ia kirimkan kepada wartawan termasuk 
detiksport, 
> Kamis (2/3/2006) petang. Berikut salinan surat tersebut:
> 
> 
> Salam Olahraga
> Kepada Rekan-rekan Pers
> di Tanah Air
> 
> Perihal: Kasus Champions Asia
> 
> Sebagai LO (liasion officer) yang ditunjuk BLI (Badan Liga 
Sepakbola 
> Indonesia) untuk membantu Arema Malang dan Persipura Jayapura 
dalam 
> keikutsertaan mereka di Champions Asia 2006, rasanya saya wajib 
> menjelaskan kronologis terjadinya kasus yang memprihatinkan 
tersebut. 
> 
> Apalagi beberapa pernyataan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes dan 
beberapa tokoh 
> lainnya, terlihat memberatkan (membebankan) kasus ini kepada 
kesalahan 
> saya semata.
> 
> Berikut kronologisnya:
> 
> 1. Tanggal 9 Februari 2006 (Kamis), saya bersama tiga pejabat dari 
Word 
> Sport Group kembali dari Papua. Saya tidak membawa formulir 
pendaftaran, 
> karena menurut pihak Persipura, mereka belum bisa memenuhi 
deadline 
> pendaftaran ke AFC tanggal 12 Februari 2006. Penyebabnya, 
mayoritas pemain 
> lokal belum memiliki paspor.
> 
> Saya nyaris putus asa, karena disebutkan semua pemain sedang 
melakukan 
> pertandingan away ke Persmin Minahasa. Saya hanya ingatkan agar 
secepatnya 
> mengurus semua keperluan yang dibutuhkan dalam pendaftaran 
tersebut.
> 
> 2. Tanggal 10 Februari 2006 (Jumat), saya menerima titipan 
pendaftaran 
> dari Arema Malang. Mereka harus menitipkan ke saya karena di 
formulir 
> pendaftaran dengan tegas disebutkan harus ditandangani pejabat 
General 
> Secretary Football Association masing-maing klub. Berarti, harus 
> ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, Dan 
formulir 
> pendaftaran yang asli harus dikirim lewat pos ke AFC.
> 
> 3. Tiba di Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, kantor PSSI libur. 
Tanggal 12 
> Februari 2006 (Senin), saya dapat informasi bahwa Sekjen PSSI, 
Nugraha 
> Besoes berada di Kuala Lumpur sedang mengikuti kursus Futuro AFC.
> Saya kemudian melapor ke Manajer Kompetisi BLI, Djoko Driyono 
masalah ini. 
> Dia juga bingung karena Ketua Bidang Luar Negeri PSSI, Dali Tahir 
pun 
> sedang berada di Kuala Lumpur dalam rangka kegiatan AFC.
> 
> 4. Praktis formulir pendaftaran tidak bisa dikirim, karena Sekjen 
PSSI 
> tidak berada di tempat.
> 
> 5.Tanggal 13 Februari 2006 (Selasa) sore, Sekjen PSSI, menelpon 
Djoko 
> Driyono dari Kuala Lumpur. Beliau memberitahukan, deadline 
pendaftaran 
> Arema Malang dan Persipura Jayapura yang sudah lewat. 
Ditegaskannya, jika 
> keesokan harinya tidak dikirim, kedua tim akan didiskualifikasi. 
Ketika 
> ditanya soal kewajiban adanya tandatangan Sekjen PSSI di formulir 
itu, dia 
> menyarankan segera serahkan saja ke sekretarisnya di PSSI, Sdri. 
Nining.
> 
> 6. Tanggal 14 Februari 2006 (Rabu) semua berkas diserahkan 
sdr.Syaful 
> (Staf kompetisi BLI) ke Sdr.Idrus. (Kepala Tata Usaha PSSI). 
Sdr.Syaiful 
> menjelaskan, dirinya sendiri melihat surat itu dikirim dan 
ditandangani 
> Sekjen PSSI diperoleh dengan cara scanning.
> 
> 7. Tanggal 15 Februari 2006, pihak Persipura Jayapura baru bisa 
memenuhi 
> persyataran yang ditentukan AFC. Sdr.Syaiful (atas perintah 
Sdr.Djoko 
> Driyono) kembali menyerahkan berkasnya ke PSSI.
> 
> 8. Pengiriman formulir Arema (Rabu) dan Persipura (Kamis) by faks 
ke AFC, 
> yang dilakukan staf PSSI, Nining saya saksikan langsung.
> 
> 9.Karena sudah mengirimkan semua berkas pendaftaran, kami sangat 
yakin 
> soal deadline akan selesai. Apalagi Sekjen PSSI dan ketua Bidang 
Luar 
> Negeri PSSI ada di sekretariat AFC di Kuala Lumpur.
> 
> 10. Ternyata saat tiba di Kiuala Lumpur, 22 Februari 200 (Rabu) 
dalam 
> rangka workshop Champions Asia, kami mendapat kabar bahwa Arema 
dan 
> Persipura didiskualifikasi.
> 
> 11. Dalam penjelasannya kepada Direktur Eksekutif BLI, Andi 
Darussallam. 
> Deputy General Secretary AFC, Dato Paul Mony menjelaskan, dirinya 
heran, 
> hingga rapat Komite Eksekutiof AFC, 21 Februari 2006 (Selasa) 
malam, tidak 
> ada satu pun pejabat dari PSSI yang menjelaskan ke AFC soal 
keterlambatan 
> pendaftaran pemain tersebut. Menurutnya, jika ada pejabat PSSI 
yang 
> menjelaskan keterlambatan itu, pasti takkan didiskualifikasi.
> 
> 12.Hal ini yang membuat saya terkejut. Bukankah, Sekjen PSSI 
mengetahui 
> soal keterlambatan pendaftaran Arema dan Persipura, yang beresiko 
> dicoretnya kedua tim dari AFC Champions Asia?
> 
> 13. Akhirnya, saya dengan tulus meminta maaf kepada Arema Malang 
dan 
> Persipura atas terjadinya kasus yang sangat memilukan ini. Saya 
hanya 
> jelaskan, keterlambatan pengiriman (sekitar 2 hari), karena Sejen 
PSSI tak 
> berada di tempat selama berhari-hari.
> 
> 14. Saya juga minta maaf kepada ketua BLI, Nirwan D Bakrie yang 
menjadi 
> repot akibat kasus ini, Kasihan, beliau yang punya nait tulus 
untuk 
> memajukan sepakbola negeri ini, dengan tekad dan komitmen yang 
luar biasa.
> 
> 
> Terima kasih atas Perhatiannya.
> 
> 
> Barry Sihotang
> Asisten Manajer Kompetisi BLI
> 
> 
> Foto: Surat penjelasan Barry Sihotang (detiksport/Andi AS).
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke