Akting Drogba Picu Revolusi
WEST BROMWICH-Revolusi ternyata juga bisa dipicu oleh akting alias
kepura-puraan. Buktinya, akibat aksi striker Chelsea Didier Drogba yang
mendramatisir pelanggaran ringan oleh winger West Bromwich Albion Jonathan
Greening Sabtu malam WIB lalu, UEFA kemarin mempertimbangkan rencana untuk
menurunkan dua wasit sekaligus dalam satu pertandingan.
"Kami akan membahas kemungkinan penggunaan dua wasit di pertemuan di musim
panas tahun ini," ujar chief executive UEFA Lars-Christer Olsson kepada BBC
Five.
Tindakan tak terpuji Drogba itu dilakukan hanya beberapa saat setelah rekan
setimnya, Arjen Robben, dikartu merah wasit karena melakukan tekling dua kaki
kepada Greening. Secara kasat mata terlihat kalau Greening tak menyentuh kaki
Drogba. Tapi kapten Pantai Gading itu berguling-guling seakan-akan baru saja
ditebas.
Ini yang membuat manajer West Bromwich Albion Bryan Robson sangat marah. "Apa
yang dilakukan Drogba itu sungguh memalukan dan sangat tidak pantas dilakukan,"
kata Robson, seperti dikutip AFP.
Saking marahnya, Robson sampai memperingatkan calon lawan Chelsea di Liga
Champions, Barcelona, agar berhati-hati terhadap Drogba. "Mungkin saja dia
(Drogba) mengulanginya. Apalagi Chelsea kalah (1-2) di laga pertama dan kali
ini mereka bertindak sebagai tamu," lanjut mantan kapten Manchester United dan
Inggris itu.
Sebelum kasus ini, Robben juga pernah dicerca arsitek Liverpool Rafael Benitez
karena melakukan serupa. Winger asal Belanda itu menjatuhkan diri sambil
menutupi wajahnya setelah hanya disentuh oleh kiper Liverpool Jose Reina saat
kedua tim berduel di Stamford Bridge 5 Februari lalu. Padahal, Robben yang
lebih dulu memprovokasi Reina. Buntut insiden ini, Reina dikartu merah wasit.
Soal penggunaan dua wasit, UEFA sebelumnya sebenarnya sudah mencobanya di
sejumlah ajang. "Tapi hasilnya tidak memuaskan karena kurangnya komunikasi
antar kedua wasit. Ini yang harus kami perhatikan saat membahas masalah ini
nantinya," tutur Olsson.
Selain kemungkinan eksperimen dua wasit, di pertemuan musim panas nanti UEFA
juga mempertimbangkan memperberat hukuman bagi para pelaku rasisme. "Bisa saja
klub yang suporternya melakukan pelecehan rasial akan dikurangi nilainya. Atau
hasil pertandingan dirubah. Namun kami mesti hati-hati karena seharusnya
masalah ini diselesaikan langsung di lapangan dan bukannya di ruang pertemuan,"
pungkas Olsson. (ali)
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/